
bingung yang ia rasakan saat ini, ingin sekali rasanya bertanya kebenarannya langsung pada pihak yang bersangkutan, namun dia tau kalau tidak boleh gegabah selagi belum menemukan bukti yang akurat
"pak, maaf kalau saya lancang, apa di ruangan direktur keuangan terdapat cctv?" tanya shinta
"ada" jawab reyhan
"hasilnya?" tanya shinta
"nihil, tidak ada apapun yang patut dicurigai" jawab reyhan yang memang sempat memeriksa cctv ruangan direktur keuangan
"berarti yang dirusak hanya cctv ruangan apoteker? tapi kenapa hanya itu?" gumam shinta bertanya tanya
"berarti memang ada sesuatu di cctv itu" jawab reyhan cepat
"tidak mungkin mereka melakukan perubahan nama di dalam ruangan apoteker pak, kan disana banyak rekan kerja yang lain, dan itu artinya laporan dirubah di luar rumah sakit kan?" ucap shinta memberikan pemikiran berdasarkan logika nya
"bisa jadi, itu artinya mereka harus diselidiki diluar jam kerja" ucap reyhan
"maksudnya membuntuti kemana saja mereka pergi?" tanya shinta memastikan dengan menaikkan sebelah alisnya
"tidak ada pilihan lain, meskipun itu mengganggu privasi mereka, tapi ini juga demi mengungkap kebenaran" ucap reyhan
*masa' aku harus pakai tim white blood sih?* batin shinta kesal karena dia memang tidak ingin menggunakan tim itu
"pak, apa ada hal lain lagi? saya takut salah analisa" tanya shinta
"untuk saat ini tidak ada, jangan menggunakan hatimu, tapi gunakan logika mu" jawab reyhan
jawaban reyhan memang benar adanya, untuk saat ini memang lumayan cepat karena reyhan bisa menyimpulkan pelaku kasus nya sekarang, ya meskipun kebenarannya masih abu abu kayak tv jaman dulu, tapi ini lebih dari cukup untuk membantu mereka berdua
"biasanya butuh waktu berapa lama untuk memperbaiki cctv itu pak?" tanya shinta
"tergantung orang nya" jawab reyhan
*iya juga, kemarin aku nyuruh ngeretas cuman satu malam udah dapet bukti nya, lah ini harus di perbaiki dulu, itu pun belum pasti masih ada rekaman nya atau enggak* batin shinta
"pusing?" tanya reyhan melihat ekspresi shinta yang duduk di depan nya
"tidak pak, hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab shinta menggelengkan kepala
*aku sudah pernah menghadapi masalah yang lebih besar dari ini, ya...meskipun butuh waktu yang lumayan lama* batin shinta
"apa kamu merasa kalau kebaikan yang kamu berikan pada orang itu selama ini hanya sia sia?" tanya reyhan dengan nada serius nya
"tidak, justru itu menjadi pahala untuk saya, dan setiap orang yang diberi kebaikan, belum pasti membalas dengan kebaikan juga kan pak?" tanya shinta balik
"iya" jawab reyhan singkat
reyhan akui memang jika itu menjadi pahala untuk shinta walau orang yang diberi kebaikan justru ingin membalas dengan keburukan, reyhan juga tau kalau sebenarnya hati kecil gadis yang ada di hadapan nya kali ini sedang merasakan kekecewaan
*aku tau kalau hati kamu memang terluka, dan aku juga tau kalau kamu hanya berusaha menerima semuanya walau itu buruk sekalipun* batin reyhan
__ADS_1
"tidak ada hal yang dibicarakan lagi kan pak? saya masih ada pekerjaan" ucap shinta
"tidak ada, mau minum?" tanya reyhan balik sambil memberikan botol air putih
"tidak pak, terimakasih.. saya pamit dulu, permisi" ucap shinta seraya berdiri dari duduk nya, dan segera keluar dari ruangan reyhan
ia terus berjalan dengan pandangan kosong, tanpa memperdulikan tatapan beberapa suster yang mengarah ke arah nya
*aku memang kecewa jika dia benar benar melakukan nya, dan jika semua sudah terbukti, aku akan berusaha menerima semuanya, meskipun itu buruk.. tapi bukankah itu sudah takdir? tidak ada yang mampu melawan kehendak nya selain menerima dengan lapang dada* batin shinta
ia kembali ke ruangan dan berusaha memfokuskan diri dengan laporan yang ada di depan nya
*ayo.. fokuskan pikiranmu shinta, jangan memikirkan hal itu untuk saat ini* batin nya
"shin, mau?" tawar adit tiba tiba saat melihat shinta beberapa kali memukul kepala nya sendiri
"terimakasih" ucap shinta menerima permen mint pemberian adit
"sama sama, jangan pikirkan hal lain.. fokus dengan hari ini, hari esok pikirkan saja esok" ucap adit yang diangguki shinta
setelah pulang dari rumah sakit pun dia lebih banyak diam daripada mengobrol seperti biasa, ya walaupun jannah juga tau kalau shinta tidak hobi berbicara banyak, namun jika sudah berkumpul dengan besti nya juga sifat kebobrokan pasti akan keluar dari dalam tubuh nya itu
"shin, lo kenapa? ada bukti baru?" tanya jannah saat mereka berdua duduk di ruang keluarga saat sisil sudah terlelap, mungkin karena gadis kecil itu lelah karena bermain
"ada" jawab shinta
"apa?" tanya jannah antusias, dia juga tidak sabar untuk mengetahui dalang sebenarnya
"orang yang sama maksudnya?" tanya jannah memastikan dengan bola mata nya yang sudah membesar
"iya" jawab shinta
"lo serius?" tanya jannah yang kaget bukan main dan hanya dijawab anggukan kepala oleh shinta
"ck ck ck, gila beneran kalau dia memang pelaku nya" sambung jannah berdecak kesal
"entahlah.." ucap shinta mengedikkan bahu nya dengan tangan yang mengetik pesan untuk bian
kang bihunπ΅
π©: "kang bihun.. gimana? ada perkembangan?" tanya shinta
π©: dikit lagi selesai, tapi ada juga pengawal yang menemukan sesuatu zef, gue gak tau ini berhubung sama kasus lo apa enggak
π©: "apa?" balas shinta
π©: tapi lo jangan kaget atau pingsan lo zef, nanti zean datengin gue lewat mimpi gara gara bikin lo pingsan
π©: "ck, lo ngomongin kak ze bikin gue kangen tau gak" balas shinta
π©: kapan kapan kita kunjungin zean zef
__ADS_1
π©: "iya, gue juga pengen, terkahir kali kesana itu udah lama, ya...waktu pemilihan lo itu, walaupun gue cuman ngawasin dari layar monitor" balas shinta
π©: ck, yang milih gue kan lo zef
π©: "ya gak papa dong, itu amanah dari gue sama kak ze" balas shinta
π©: tapi lumayan capek juga zef, pusing
π©: "lo inget apa pesan kak ze kan?" balas shinta
π©: iya iya zef, gue inget kok, selalu aja itu senjata yang lo pakai buat ngancam gue
π©: "bukan ngancam, tapi emang kenyataannya gitu kan? jangan ngeluh, ingat.. kalau dibawah lo masih ada orang yang lebih buruk keadaannya daripada kita berdua" balas shinta yang mulai keluar ceramah nya
π©: inggih neng (iya neng).. tapi kenapa kita jadi nostalgia tentang zean gini?
π©: "lo sih bawa bawa kak ze, udah sekarang bilang tadi salah satu pengawal katanya ngelihat sesuatu, sesuatu apaan?" balas shinta
π©: salah satu pengawal ada ngelihat orang yang pernah nyelakai lo dulu masuk ke hotel sama direktur keuangan rumah sakit tempat lo kerja, gue ada bukti nya kok, bener bener seratus persen orang yang sama
pesan dari bian membuat matanya membelakak seketika, bukan kaget karena berita nya, namun kaget karena penasaran dari mana bian tau soal hal itu?
π©: "heh, dari mana lo tau kalau dia pernah berusaha nyelakai gue?" balas shinta
π©: zef.. zefa, lo gak tau gue? gue bisa kok nyuruh orang orang lo buat buka mulut di hadapan gue
balasan bian barusan membuat shinta benar benar kesal setengah mati
π©: "ck ck ck, bagus.. teruskan bakatmu memata matai gue" balas shinta
π©: eits.. gue ngelakuin juga karena amanah dari zean ya, bukan hanya karena lo itu sahabat gue
π©: "terserah lo deh" balas shinta pasrah
π©: tapi apa hal tadi ada kemungkinan kalau dia memang tersangkut masalah ini?
π©: "kemungkinan, di selidiki dulu.. biar gak salah orang" balas shinta kemudian langsung meletakkan ponsel nya karena menyadari kalau jannah sedang menatap nya sedari tadi
bersambung
assalamu'alaikum
selamat hari raya ketupatπ bagi para readers yang merayakan
ketupat atau kupat dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari ngaku lepat dan laku papat, ngaku lepat artinya adalah mengakui kesalahan, ngaku lepat diimplementasikan dalam bentuk sungkeman di hadapan orang tua
sekian penjelasan nya, semoga bermanfaat yaa, btw kalian udah selesai belum masak ketupat nya? kalau udah apa dari kalian ada yang ingin memberi author ketupat beserta lauknya sebagai thr hari raya?
hahaha bercanda kok, ben gak sepaneng yaaaπ
jangan lupa pantengin terus cerita gaje author ini, oke?
__ADS_1
wassalamu'alaikum:v