
"shinta" panggil reyhan yang turun ke taman rooftop
"iya pak" jawab shinta sambil menoleh ke arah reyhan, bagaimanapun reyhan adalah atasannya, jadi dia harus sopan bukan?, itu pikiran shinta
"lagi ada masalah?" tanya reyhan sambil duduk di samping shinta
"enggak pak" jawab shinta menggelengkan kepala
"trus?" tanya reyhan meminta penjelasan lebih
"trus apa nya sih pak?" tanya shinta bingung
"trus ngapain di sini?" tanya reyhan
"ngadem" jawab shinta
"di dalam ada AC kok" ucap reyhan
"yang asli lebih baik" jawab shinta
"kejujuran juga lebih baik daripada kebohongan" ucap reyhan
"maksudnya pak?" tanya shinta heran
"gak ada" jawab reyhan menggelengkan kepala
"ishh, yaudah pak saya masuk dulu" pamit shinta sambil berdiri
"kok cepet? kayanya mau ngadem?" tanya reyhan
"nanti kalau lama lama malah ada gosip yang menyebar" jawab shinta lalu masuk ke dalam
*tipe tipe yang susah menceritakan masalah nya* batin reyhan saat melihat shinta pergi dan tidak mengatakan apapun tentang pertengkarannya tadi
Skip pulang kerja
"shin" panggil jannah yang melihat shinta ingin masuk mobil
"apa?" jawab shinta
"maafin gue, gue emosi tadi gara gara si mak lampir" ucap jannah menekan kata 'mak lampir' karena dara sedang melihat ke arah mereka
"gak papa, gue juga minta maaf udah marahin lo tadi" ucap shinta
"ngapain nih maaf maaf an? udah kayak lebaran aja" ucap rendra yang tiba tiba datang
"kepo" jawab shinta
"mau ke mana?" tanya jannah pada shinta
"pergi bentar" jawab shinta
"gue ikut lo ya" ucap jannah
"mobil lo gimana?" tanya shinta
"di tinggal di sini kan gak papa" jawab jannah
"jangan deh, nanti malam lo mau di ajak keluar sama lala" ucap shinta
"ke mana?" tanya jannah
"mana gue tau" jawab shinta mengedikkan bahu nya
"ya udah gue pergi ya, assalamu'alaikum" pamit shinta masuk ke mobil nya
"waalaikumsalam" jawab rendra juga jannah
"lah si pak rey ke mana?" tanya jannah yang melihat rendra sendirian
"lagi jadi detektif bentar" jawab rendra
__ADS_1
"detektif? buat?" tanya jannah
"menyelidiki siapa yang sengaja bikin shinta jatuh dari tangga, sekarang lagi di ruang keamanan karena mau lihat semua rekaman di lantai 2" jawab rendra
"emang di laptop bapak gak ada rekaman nya?" tanya jannah
"ada tapi gak lengkap, makanya dia langsung ke ruang keamanan aja" jawab rendra
"lebih baik gak perlu di selidiki" ucap jannah
"maksudnya? kenapa gak perlu?" tanya rendra bingung
"ya karena shinta udah tau siapa orangnya, bukti juga udah dia pegang kok" ucap jannah yang memang sengaja membocorkan hal itu agar pelaku tidak semakin menjadi jadi
"yang bener?" tanya rendra kaget
"iya" jawab jannah menganggukkan kepala
"siapa orang nya?" tanya rendra penasaran
"kalau mau tau tanya langsung aja ke shinta, aku gak boleh ngasih tau soal nya" jawab jannah
"trus kenapa dia gak lapor sama reyhan? kan itu termasuk tindak kejahatan juga" tanya rendra
"shinta gak mau kalau masalah ini sampai terdengar di telinga orang lain" ucap jannah
"ohh gitu" ucap rendra paham
sedangkan di sisi lain, reyhan sedang berada di pusat keamanan rumah sakit, tempat memantau segala sesuatu yang terjadi di rumah sakit
"pak rey" ucap penjaga keamanan yang gemetaran karena melihat reyhan sang atasan yang terkenal galak nya gak main main sedang menuju ke arah nya
"bapak yang mantau keamanan dari CCTV kan?" tanya reyhan datar
"iya pak" jawab pak penjaga
"perlihatkan rekaman hari sabtu, tanpa terlewatkan sedikitpun" perintah reyhan
"baik pak" jawab pak petugas lalu mengotak atik komputer di depannya
"sial, kenapa gak ada sama sekali" ucap reyhan marah seketika dan tentu nya membuat penjaga tadi kaget
"memang bapak mencari apa pak?" tanya penjaga yang memberanikan diri untuk bertanya
"saya mencari bukti kejahatan" jawab reyhan datar
"maaf pak, tetapi saya benar benar tidak tau, saya baru kerja di sini hari ini" ucap pak penjaga
"apa?" tanya reyhan memastikan dia tidak salah dengar
"iya pak, dia karyawan baru" ucap penjaga satu nya yang baru masuk
"penjaga yang lama di mana?" tanya reyhan yang memendam emosi
"sudah resign pak, dan digantikan sama bapak itu" jawab pak penjaga
"sialan, dia pasti takut ketahuan" ucap reyhan marah yang membuat kedua penjaga di situ menelan saliva nya
glekk
"bapak mencari dia?" tanya penjaga
"iya" jawab reyhan
"saya ada alamat nya pak, kalau bapak mau" ucap pak penjaga
"berikan alamat nya" perintah reyhan yang langsung di angguki si pak penjaga
"ini pak" ucap pak penjaga memberikan kertas yang tertera alamat si bapak penjaga yang lama
"terima kasih" ucap reyhan
__ADS_1
"sama sama pak" jawab pak penjaga dan reyhan langsung keluar dari ruang pusat keamanan
parkiran
"rey rey" panggil rendra yang melihat reyhan keluar
"apa?" jawab reyhan menghentikan langkah nya
"lo gak perlu jadi detektif lagi" ucap rendra
"trus gue harus diem aja gitu?" tanya reyhan
"ya enggak, shinta udah tau siapa orang yang udah bikin dia celaka, dia juga udah pegang bukti nya" jawab rendra
"ha? siapa?" tanya reyhan
"gak tau gue, jannah gue tanya juga gak mau jawab, karena dia gak dibolehin shinta untuk ngasih tau ke siapa pun" jawab rendra
"jadi bener tebakan gue" ucap reyhan
"trus udah dapet apa aja lo barusan?" tanya rendra
"gak dapet apapun, penjaga lama yang jaga di hari itu udah resign" jawab reyhan datar
"berarti dia ketakutan dong" ucap rendra
"iya" jawab reyhan
sedangkan di sisi lain, shinta menepikan mobil nya di sebuah danau dan duduk di pinggir sana untuk menenangkan pikiran nya yang sempat meledak tadi
~SHINTA POV
semenjak pulang ke indonesia, banyak sekali kejadian yang aku alami, dan yang paling ku benci adalah hari ini
hari di mana seseorang dengan mudah nya mengatakan bahwa aku adalah jalang, dan orang itu juga yang sengaja membuatku celaka
jika ditanya apakah aku marah atau tidak? jelas aku marah, hanya saja aku tidak ingin membesar besarkan masalah, apalagi hanya karena seorang pria
sabar? bisakah aku membeli paket sabar unlimited untuk diriku sendiri? jika ada aku ingin sekali membeli nya
dan jika ditanya apakah aku jatuh cinta dengan kak rey atau tidak? jawabanku adalah aku tidak tau, aku sendiri juga bingung dengan perasaanku
aku menyadari kalau aku memang nyaman dengan kak rey, perasaan nyaman ini juga datang dengan sendiri nya, juga perasaan marah yang datang saat aku tau kalau kak rey disukai wanita lain, itu juga muncul dengan sendiri nya tanpa harus ku minta.
yang mengejarku duluan adalah kak rey, tetapi mengapa harus aku yang di salahkan dalam hal ini? se dangkal itu kah pemikiran dara hingga dia mampu menyakiti sesama wanita hanya karena dibutakan cinta?
aku baru tau kalau orang yang dibutakan cinta itu bisa melakukan perbuatan yang gila.
beberapa kali aku mendapat pertanyaan seperti ini "apa kamu tidak ingin membangun keluarga yang utuh dan bahagia?"
jawabanku adalah ingin, hanya saja aku masih takut untuk saat ini, aku takut akan kejadian 10 tahun lalu yang masih menghantuiku
dan jika di tanya siapa pria yang ingin aku miliki?
jawabanku adalah ajudan, karena hanya dia laki laki yang bisa ku percayai dalam semua hal, jika dia bukan adik ku, maka aku pasti ingin mempunyai pasangan seperti ajudan
yang terkahir, jika aku memang benar benar jatuh cinta, aku berharap Alloh akan memberikan pasangan yang terbaik untukku, dan yang mampu membimbingku dengan sabar
aku hanya bisa berharap pada nya, karena apa? ya karena aku tau bahwa Alloh itu sangat menyayangi umatnya, termasuk aku
dan aku juga akan mengakui kalau aku jatuh cinta di saat aku memang sudah yakin tentang perasaan ini.
~SHINTA POV END
"bunda telepon?" ucap shinta saat melihat ponsel nya yang berdering
tetapi shinta memutuskan untuk tidak menjawab panggilan dari bunda nya, bukannya berniat durhaka, hanya saja dia sedang butuh ketenangan untuk saat ini
_____________________
maaf kalau ceritanya gaje, ini novel pertama author🙌
__ADS_1
Tinggalkan jejak ya!❤ jangan lupa like+komen sayang💕
terima kasih buat yang udah baca🙏✨