
tok tok tok!
"shin.. shintaaaa" ucap jannah sambil menggedor pintu kamar shinta
"hmm..masuk" jawab shinta yang masih tengkurap dan memejamkan mata
ceklek
"astaga... dua anak gadis ini malah masih tidur, ayo bangun.." ucap jannah setengah berteriak dan menggelengkan kepala saat melihat shinta juga sisil masih tertidur pulas
"hmm" dan hanya gumaman yang keluar dari dua orang itu
"bangun woii, cepet mandi" ucap jannah kesal
"hmm" lagi lagi hanya gumaman yang keluar
kemudian, jannah membuka gorden agar cahaya matahari dapat masuk, mematikan AC, dan menyalakan lampu, trik yang ampuh untuk membangunkan seseorang
"tante?" ucap sisil membuka mata nya saat terganggu oleh cahaya
"apaan jan?" tanya shinta malas yang masih tengkurap dan menutup mata
"di bawah ada pak rey" jawab jannah dan saat mendengar hal itu, sontak saja shinta langsung bangun dan duduk untuk mengumpulkan nyawa nya
"mana?" tanya shinta
"tapi bo'ong" ucap jannah cengengesan
"ahh, tau gitu gue lanjutin tidurnya" ucap shinta dan kembali berbaring di kasur nya
"yee giliran ada pak rey aja langsung tanggap" cibir jannah yang tidak dihiraukan oleh shinta
"lo kenapa sih? tumben minggu minggu jadi kayak kebo gini" tanya jannah sambil duduk di samping shinta yang masih berbaring
"gue baru tidur jam 2 malam, alhasil habis sholat subuh gue lanjutin tidur nya" jawab shinta malas
"ngapain lo baru tidur jam segitu?" tanya jannah heran
"cek cafe" jawab shinta tetap dengan mata yang terpejam
"lo gak inget?" tanya jannah
"apaan?" tanya shinta
"lo harus rajin olahraga di hari minggu supaya imun lo stabil kan?" ucap jannah mengingatkan
"akhh, gue lupa" ucap shinta sambil memijit pelan pelipis nya
"gue mandi dulu, tolong mandiin sisil ya" ucap shinta seraya berjalan menuju kamar mandi
"sisil, ayo mandi sama tante ya" ajak jannah yang di jawab anggukan oleh sisil
skip
"mau olahraga dimana?" tanya shinta yang menggunakan celana training, hodie oversize, hijab instan, dan penutup kepala
"keliling komplek aja gimana?" tanya jannah yang juga memakai pakaian yang hampir sama dengan shinta
__ADS_1
"boleh" jawab shinta, meskipun ada treadmill di rumah nya, tetap saja lebih baik olahraga terkena cahaya matahari langsung bukan?
"sisil mau?" tanya jannah
"mau tante" jawab sisil yang juga memakai pakaian untuk olahraga
mereka kemudian keluar dari rumah dan jogging beberapa kali memutari komplek, jika sisil lelah? salah satu dari shinta atau jannah akan menggendong sisil di punggung mereka
jarang sekali mereka olahraga di komplek karna shinta sendiri kurang nyaman, seperti tadi ada orang yang menggoda mereka dan tentu saja shinta sangat muak dengan hal seperti itu
"mau makan apa?" tanya jannah saat mereka duduk di bangku taman komplek
"bubur ayam" jawab shinta juga sisil kompak sambil menunjuk penjual bubur ayam gerobak
"oke, gue pesenin dulu" ucap jannah yang diangguki shinta juga sisil
"permisi" ucap dua ibuk ibuk yang ingin duduk di depan shinta
"silahkan buk" bukan shinta yang menjawab, melainkan jannah yang baru datang dengan membawa nampan yang berisi tiga mangkok bubur
saat mereka bertiga sedang makan bubur ayam, dua ibuk ibuk itu masih terus memandang shinta juga jannah
"maaf, kenapa ya buk?" tanya jannah yang jika merasa aneh
"kalian yang tinggal di rumah nomer 85?" tanya salah satu dari ibuk itu
"iya buk" jawab jannah
"ohh, pantesan gak pernah keluar rumah, ternyata janda" ucap Ibu satu nya lagi dah melirik sisil
"maksudnya apa maksudnya apa, pasti udah paham kan?" ucap ibuk ibuk itu
*cihh, kenapa jaman sekarang orang orang tuh pada sok tau banget sih?* batin shinta
"maaf buk, dia ini keponakan saya, bukan anak saya" ucap jannah memberikan penjelasan
"masa' sih?" tanya ibu satu nya tidak percaya
"yasudah terserah ibuk mau percaya atau tidak" jawab jannah enteng
"buk, jangan gitu jadi orang, jangan ngomong sembarangan" ucap Ibu ibu yang datang dan membela shinta juga jannah
"iya buk, dosa loh nanti kalau sok tau sama orang lain" ucap Ibu satu nya lagi
"emang ibuk mau masuk neraka?" sindir ibu satu nya lagi
"emang bener kok mereka ini-" ucap ibu itu belum selesai
"udah ya buk, sudah saya bilang ini keponakan saya, dan untuk ibu ibu yang bela in kami tadi, terima kasih ya buk" ucap jannah melerai dengan sopan
"ayo jan" ajak shinta yang sudah selesai makan begitu juga dengan sisil
"mari buk.." pamit jannah juga shinta sopan
"mari juga mbak.. " ucap ibu ibu yang ramah
__ADS_1
rumah
"jangan dipikirin omongan emak emak rempong tadi" ucap jannah dengan nada sedikit kesal
"hahaha, udah biasa gue denger omongan kayak gitu" jawab shinta disertai tawa nya
"nah sisil ayo mandi, udah bau acem nih" ajak jannah
"oke tante" jawab sisil menganggukkan kepala
skip
"shin" panggil jannah
"apa?" jawab shinta
"malam malam BBQ an enak gak sih?" tanya jannah
"enak aja" jawab shinta
"BBQ an yuk, ajak pak rey sama rendra juga, trus bi asti sama pak didi jangan dibolehin pulang dulu, kita party kecil kecil an" ajak jannah
"gue kabarin kak rey dulu deh, dia bisa nya kapan" ucap shinta mengambil ponsel nya yang diangguki jannah
direktur ganteng
📩: "kak, kamu ada waktu luang malam hari gak? kita mau ngadain BBQ an" tanya shinta
"udah, tinggal nunggu jawaban" ucap shinta saat selesai mengirim pesan
sedangkan yang dikirimi pesan sedang senyam senyum sendiri di sana
"kamu kenapa sih re?" tanya mama reyhan saat melihat anak nya yang sedang berenang sambil senyum senyum sendiri
"gak papa ma" jawab reyhan
"jangan gila dulu re, nanti perusahaan gak ada yang ngurusin" ucap mama reyhan terkekeh
"re nggak gila ma" ucap reyhan tidak terima
"lha trus kenapa?" tanya mama reyhan
"ada, mama jadi mau ketemu gak sama dia?" tanya reyhan
"dia siapa?" tanya mana reyhan pura pura tidak mengerti
"ya dia ma, dia mau kok ketemu sama mama" jawab reyhan
"jadi dia mau ketemu sama mama?" tanya mama reyhan antusias
"iya" jawab reyhan
"ahh akhirnya mama ketemu sama calon menantu" ucap mama reyhan girang sudah seperti orang mendapat doorprize
"mama seneng banget ya?" tanya reyhan
"ya iyalah re, mama kira kamu gak normal selama ini karena kamu gak mau deket sama cewek" jawab mama reyhan jujur
__ADS_1
"re masih waras ma" ucap reyhan menggelengkan kepala
bersambung