
"Mas Rey... jorok" Ucap Shinta spontan dengan ekspresi terkejut dan tidak menyangka
Bagaimana tidak terkejut? jika melihat suami yang selalu mencintai kebersihan kini malah terdapat banyak bungkusan camilan yang tergeletak di atas meja kerja nya
"Gak tau kenapa tapi aku pengen makan camilan sayang" Ucap Reyhan enteng, padahal meja kerja milik nya yang terbiasa rapi malah hari ini nampak berserakan
"Makan sih makan mas, tapi tetap kebersihan itu number one dong" Ucap Shinta menggelengkan kepala dengan dahi berkerut
"Maaf, tapi emang gak tau kenapa tiba tiba aja gini sayang... biasanya aku selalu rapi" Ucap Reyhan mengelak, bahkan dia tidak bisa mengerti keinginan nya sendiri, yang penting bisa makan camilan pun hati nya sudah merasa puas
"Di ruangan kamu ada tong sampah mas?" Tanya Shinta karena ini pertama kali dia mengunjungi kantor suami nya, dan pasti tidak tahu dimana letak benda benda yang ada di dalam
"Itu" Jawab Reyhan menunjuk tong sampah yang berada di dekat meja sofa ruangan nya
Shinta mengambil tong sampah itu, kemudian berjalan mendekati suami nya
"Mau ngapain?" Tanya Reyhan bingung
Shinta tidak menjawab, perlahan tangan nya mejulur ke atas meja dan mengambil semua bungkusan camilan itu, lalu memasukkan nya ke dalam tong sampah yang ia pegang dengan tangan lain nya
"Kenapa kamu bersih bersih di sini?" Tanya Reyhan
"Ya... dari pada OB cewek yang bersihin ini, emang kamu mau?" Tanya Shinta balik
"Kan bisa OB laki laki sayang" Ucap Reyhan mencegah tangan istri nya, namun Shinta tetap menghiraukan tangan kekar yang menahan nya untuk bersih bersih itu
"Selagi aku bisa, ngapain minta OB? lagian ini juga dikit doang dan aku masih sehat loh buat bersih bersih" Ucap Shinta melanjutkan kegiatan nya, sedangkan Reyhan hanya menatap istri nya dengan mulut mengunyah
"Ada tisu basah mas?" Tanya Shinta lagi karena masih ada kotoran dari potongan chiki di atas meja
"Ada, di laci meja" Mendengar jawaban itu, Shinta langsung mengambil nya dan membersihkan sisa sisa makanan di meja kerja
Beberapa menit kemudian, wolla... meja kerja Reyhan kembali bersih seperti biasa nya, hanya ada komputer dan beberapa berkas yang tertumpuk rapi di sudut meja
"Jadi ini ruang kerja kamu?" Ucap Shinta sembari menatap sekeliling, ada meja kerja berukuran besar, dua kursi di setiap sisi nya, dan ada sofa juga meja di sudut ruangan untuk tamu yang masuk ke ruangan nya
Desain nya modern dan mewah yang kebanyakan orang suka pada umum nya, warna abu abu dan hitam selalu menambah kesan cool seperti pemilik nya dan dinding kaca besar yang membuat kita bisa melihat pemandangan gedung pencakar langit lain nya
"Iya, dulu serba warna putih tapi aku ganti" Ucap Reyhan, sang istri hanya mangut mangut saja karena kamar Reyhan di rumah orang tua nya pun memiliki warna yang sama, yaitu abu abu dan hitam
"Gak heran" Gumam Shinta mengambil bungkusan camilan yang ada di tangan suami nya, lalu melahap chiki itu sendiri
"Kok kamu makan?" Tanya Reyhan heran
"Kamu habis makan chiki sampai bungkusan nya banyak banget, aku juga harus makan dong... biar impas mas" Jawab Shinta terkekeh kemudian berniat untuk duduk di kursi yang ada di depan meja kerja suami nya
Tapi sebelum hal itu terjadi, Reyhan lebih dulu menarik tangan istri nya hingga terduduk di pangkuan nya, lalu melingkar kan tangan dengan kuat di pinggang istri nya
"Mas!" Pekik Shinta terkejut
"Apa sayang? jangan jauh jauh" Ucap Reyhan tepat di telinga sang istri karena posisi Shinta membelakangi nya
__ADS_1
"Kan di depan kamu duduk nya, gak jauh juga kok" Ucap Shinta menunjuk kursi di depan meja suami nya
"Udah duduk sini aja, nurut... lagian udah suami istri juga, kalau kamu duduk di depan malah kayak kita dulu waktu masih jadi atasan bawahan" Ucap Reyhan mengingat dulu jika Shinta datang ke ruangan nya, pasti ia menyuruh wanita itu duduk di kursi depan nya
"Ish... yaudah lah terserah kamu aja mas" Ucap Shinta pasrah lalu lanjut memakan chiki milik suami nya tadi
"Kamu gak capek apa bersih bersih?" Tanya Reyhan karena yang membersihkan kamar mereka pun istri nya, mereka tidak mau jika kamar pribadi di masuki oleh orang lain meskipun hanya sekedar di bersihkan
"Aku gak tahan banget liat apapun yang berantakan, lagian bukan nya bersih bersih itu kodrat wanita ya?" Ucap Shinta sekaligus menguji suami nya dengan pertanyaan
"Salah, kodrat wanita itu datang bulan, mengandung atau hamil, dan menyusui" Jawab Reyhan
"Hmm? kenapa gitu?" Tanya Shinta
"Mungkin sekarang banyak laki laki yang menganggap bersih bersih sebagai kodrat wanita sampai sampai tidak mau membantu istri nya sama sekali"
"Tapi bagi ku sekedar bersih bersih aja laki laki juga bisa melakukan nya kalau dia mau membantu meringankan beban istri nya, tapi kalau hamil dan menyusui? hanya wanita yang diberi kemuliaan itu dan akan menjadi kodrat nya yang menyempurnakan" Reyhan menjelaskan dengan memberi pandangan pribadi nya sendiri
"Oh... gitu, dari mana kamu tahu?" Tanya Shinta
"Persiapan menikah itu harus baca sesuatu tentang rumah tangga sebagai wawasan kita di kemudian hari sayang" Jawab Reyhan sembari mencium berulang kali pipi istri nya
"Geli ih... udah kamu lanjutin kerja nya, katanya mau lembur kan?" Ucap Shinta
"Nanggung sayang, bentar lagi maghrib... kita sholat dulu, baru lanjut kerja nanti" Ucap Reyhan yang di angguki istri nya
"Emang masih banyak ya? jangan sering sering lembur loh... nanti kamu sakit" Ucap Shinta mengingatkan
"Kenapa? jangan di cium dulu" Ucap Shinta menggelengkan kepala nya kala wajah itu benar benar mendekat
"Kenapa? takut rasanya asin ya karena mulut itu habis makan chiki?" Ucap Reyhan menebak dan istri nya mengangguk sebagai jawaban
"Emang aku peduli?" Ucap Reyhan enteng lalu tetap meneruskan dan mencium bibir mungil rasa chiki itu
Shunta yang awal nya memberontak kini pun ikut diam, ia akui kalau sang suami memang pandai jika masalah membuat diri nya terbuai dengan sentuhan
"Udah ah, ini masih di kantor" Ucap Shinta setelah suami nya melepaskan bibir itu untuk meraup oksigen sebanyak banyak nya
"Jam kerja udah selesai dari tadi, gak akan ada yang masuk kesini" Ucap Reyhan dan memagut benda kenyal itu kembali dengan mesra, pagutan yang awal nya pelan kini semakin panas karena lawan nya pun ikut terpancing, suara khas terdengar di ruangan itu, rasa panas dan listrik yang menjalar begitu menggelora di dalam tubuh kedua nya sampai Shinta tidak sadar jika ia sudah duduk menyamping di paha suami nya hanya untuk mempermudah posisi mereka
"Pak ini muk- " Ucap Evan terhenti yang membuat kedua sejoli halal itu terkejut dan segera melepas tautan keduanya
"Astagfirullah..." Evan tadi masuk ke ruangan bos nya tanpa mengetuk pintu, dan mengucap istighfar sendiri kala tidak sengaja melihat pemandangan yang membuat mata nya ternodai hingga langsung balik badan grak
"Kenapa gak ketuk pintu dulu Van?" Geram Reyhan, kegiatan penting nya harus terganggu karena kehadiran asisten lawak nya itu
"Maaf pak, lupa... saya cuman mau nganterin mukenah aja" Jawab Evan
"Kenapa kamu membelakangi saya? balik badan!" Ucap Reyhan tegas dan berusaha melupakan rasa malu nya
"Ba-baik pak" Ucap Evan menurut lalu perlahan memutar tubuh nya hingga melihat sang bos yang duduk menatap nya tajam, sedangkan Shinta tetap duduk menyamping di pangkuan suami nya tapi dengan menyembunyikan wajah di dada bidang itu, jelas malu adalah hal yang ia rasakan sekarang
*Bukan momen nya yang gak tepat, tapi aku nya yang kurang ajar karena buat adegan dewasa di sembarang tempat* Batin Shinta menyalahkan diri nya sendiri
__ADS_1
"Ngapain kamu menatap istri saya?" Tanya Reyhan yang menambahkan kadar tatapan tajam nya seperti menghunus lawan dengan pedang
"Bapak salah paham deh, Evan yang ganteng dan baik hati ini masa menatap istri orang? naudzubillah pak..." Ucap Evan sambil meletakkan mukenah itu di atas meja
"Udah selesai narsis nya?" Tanya Reyhan padahal diri nya sendiri pun sama narsis nya dengan sang asisten lawak
"Udah pak, kalau gitu saya keluar dulu, masih ada pekerjaan dan... saya permisi bu bos" Ucap Evan melenggang keluar sebelum Reyhan semakin ngamuk dengan nya
"Mas... kamu sih, lihat lihat tempat dong" Ucap Shinta memajukan bibir nya lima centi meter saat asisten suami nya tadi sudah keluar dari ruangan
"Salah Evan loh yang masuk ruangan ku tanpa ngetuk pintu" Ucap Reyhan menyalahkan asisten nya
"Udah ah, ayo sholat" Ajak Shinta berdiri dari pangkuan suami nya
"Emang udah tau mau sholat di mana?" Tanya Reyhan
"Ya di sini lah, emang mau di mana lagi?" Jawab Shinta berubah menjadi jiwa sok tahu dalam sesaat
"Ambil wudhu di kamar mandi, nanti sholat nya di kamar" Ucap Reyhan
"Kamar? kamar mana sih?" Tanya Shinta bingung
"Di belakang tempat duduk ku ini ada satu kamar sayang... buat istirahat aja" Ucap Reyhan berdiri lalu membuka kunci kamar pribadi nya di kantor itu
"Ohh.. kamar rahasia gitu?" Ucap Shinta menyimpulkan
"Iya, bisa di jadiin tempat memadu kasih waktu dadakan juga" Ucap Reyhan nyeleneh yang selalu mendapat balasan semua cubitan di pinggang nya
Selesai wudhu, mereka sholat maghrib berjamaah di kamar itu dengan khusyuk, lalu melafalkan do'a dan mencium apa yang di cium seperti suami istri pada umum nya
"Kamu di sini aja mau?" Tanya Reyhan karena ia akan mengerjakan pekerjaan nya sebentar
"Oke, tapi janji habis ini kita makan kwetiau ya?" Ucap Shinta yang menginginkan makanan itu selepas dari kantor nanti
"Iya... sekarang kamu istirahat, kalau bosan ada buku buku disitu, kamu paling suka sama baca buku kan?" Ucap Reyhan sudah tahu kalau istri nya gemar membaca buku mental illnes
"Iya, mending lanjutin kerjaan kamu mas, biar kita bisa cepat pulang" Ucap Shinta mengedipkan satu mata nya
"Istri genit" Ucap Reyhan terkekeh lalu mencium bibir itu sekilas dan meninggalkan sang istri yang tengah duduk di pinggiran tempat tidur
"Oke... saat nya beraksi" Ucap Shinta merenggangkan leher nya dan menelusuri buku apa saja yang ada di rak kamar itu
"Wih... keren nih buku nya" Ucap nya saat menemukan buku apa yang akan dia baca, baru saja ia membuka halaman pertama, ponsel nya berbunyi menyertakan nama Jannah sebagai penelfon
Shinta sempat berpikir kenapa Jannah menelfon nya di jam sekarang? tapi ya...dia akan mengangkat telepon itu secepat mungkin agar tidak ada drama marah marah nanti nya
π : "Assalamualaikum Jan... ada apa nih telfon gue?" Ucap Shinta saat panggilan mereka sudah tersambung
π : Waalaikumsalam... jahat banget lo Shin udah bohong sama gue, rasanya sakit tahu, kesel gue sama lo
Shinta mengernyitkan dahi nya, rasa sakit apa sih? apanya yang sakit ampai Jannah berbicara dengan nada ngambek seperti itu pada nya?
bersambung
__ADS_1