
Elin masih diam disana dan itu membuat Shinta semakin bingung
π : "Lo kok diem aja sih?" Tanya Shinta heran
π : Gini deh... sekarang gue tanya, apa menurut lo orang yang menceritakan masa lalu nya sama orang lain walaupun mereka gak punya hubungan, itu pantas gak?
π : "Gue rasa gak deh" Jawab Shinta
π : Trus yang pantas menurut lo gimana?
π : "Em... kalau mereka udah mau menuju jalan keseriusan, gue rasa itu waktu yang pas buat cerita" Jawab Shinta
π : Itu lo tau, trus kenapa nanya gue?
π : "Ya kan gue cuman mau denger pendapat orang lain itu gimana" Jawab Shinta
π : Sejak kapan lo peduli sama pendapat orang lain? mana Shinta yang dulu selalu yakin sama keputusan nya sendiri?
Shinta memang selalu yakin dengan keputusan yang dia buat, tapi berbeda jika menyangkut hal percintaan yang pasti akan membuat diri nya harus berpikir berkali kali
Orang normal aja kalau jatuh cinta suka mikir mikir, apalagi Shinta yang punya trauma... pasti kalian faham kan?
π : "Iya iya... gue lagi ngeblank tadi, tapi-"
π : Tapi apa? udah sekarang mending lo yakinin perasaan lo sendiri sebelum cerita
π : "Iya... bye" Ucap Shinta kemudian memutuskan panggilan telfon nya
Ia berbaring dengan merentangkan tangan lebar lebar, ya posisi mirip jelangkung deh
*Ayo Shinta... yakinkan dirimu sendiri, lo gak boleh bikin kak rey kecewa karena menyembunyikan terlalu lama* Batin Shinta dengan memejamkan mata nya dan menghirup udara dalam dalam, hal yang ia khawatirkan kali ini adalah jika Reyhan sudah mengetahui semuanya dan meninggalkan nya, sudah pasti Reyhan hanya akan menjadi orang asing yang tau segala nya tentang diri nya
*Gak mungkin kak rey ngelakuin hal itu kan?* Batin Shinta, namun saat dia sedang perang dengan diri nya sendiri, ada bi Asti yang datang dan mengetuk pintu kamar nya
Tok tok tok!
"Non... itu ibuk sama non kecil udah pulang, tapi non kecil nya nangis" Ucap bi Asti dibalik pintu, Shinta yang mendengar hal itu langsung bergegas membuka pintu dan turun ke bawah dengan tergesa gesa
"Huwa..." Tangis Sisil justru semakin kencang saat Shinta sudah berada di dekat nya
"Loh... kok nangis? hmm?" Tanya Shinta lembut dengan membelai pipi gembul yang dibasahi air mata itu
"Tadi ada orang yang tiba tiba gendong dia, trus nangis gak mau diem... katanya mau sama tante" Ucap bunda menjelaskan
__ADS_1
"Cup cup.. gak boleh nangis, oke? kan orang nya gak jahatin Sisil" Ucap Shinta dengan membawa bocah itu ke pelukan nya
*Kamu tau sayang? tante selalu ngerasa bersalah kalau ngeliat kamu kayak gini, semua emang salahnya tante... maafin tante ya* Batin Shinta dengan mengelus rambut bocah yang ada di pelukan nya sampai tangisan itu perlahan mereda
Kruyuk kruyuk...
Sedih sih sedih, tapi kalau masalah lapar bocah itu pasti makan terlebih dahulu karena makanan is number one bagi nya
"Lapar ya?" Tanya Shinta yang dijawab anggukan kepala
"Makan sama bibi dulu ya? tante mau ke atas" Ucap Shinta kemudian kembali ke kamar nya dan menutup pintu
*Semoga kamu gak benci sama tante saat kamu udah besar nanti* Batin Shinta yang bersandar di balik pintu kemudian lebih memilih untuk mengecek perkembangan cafe lewat laptop nya
Tapi baru saja laptop itu ia buka, wallpaper yang awal nya aesthetic berubah menjadi wallpaper putih polos dengan tulisan FIVE DAYS AGO!
"Kok bisa gini? gak mungkin white blood bajak laptop gue kan?" Gumam Shinta bertanya tanya dengan mengotak atik laptop nya berniat mengembalikan wallpaper seperti sedia kala
Dia akan bertanya dengan Jannah nanti ketika sahabat nya itu sudah pulang
"Jan, tadi laptop gue wallpaper nya berubah sendiri, dan ada tulisan five days ago itu maksudnya apaan sih?" Tanya Shinta yang saat ini sedang berada di ruang keluarga setelah selesai sholat
"Ck, coba hitung aja lima hari dari sekarang tuh tanggal berapa" Ucap Jannah dengan berdecak kesal
Jannah hanya menggelengkan kepala kemudian melirik ajudan yang sedang terdiam
*Mikirin apa sih kak? sampai lupa hari penting* Batin ajudan
Ting tong!
terdengar bunyi bel rumah yang sedang di pencet tanda ada seorang tamu
"Aku liat lewat intercorm dulu" Ucap ajudan berdiri dari duduk nya kemudian melihat siapa yang datang lewat kamera intercorm yang terpasang di dinding
"Dicariin kak Reyhan loh kak" Ucap ajudan setelah melihat intercorm, bagaimanapun Reyhan lebih tua dari nya jadi dia harus memakai sebutan yang sopan
"Ngapain?" Tanya Shinta heran, kenapa Reyhan kesini pasal nya dia tidak punya janji dengan Reyhan
"Meneketehek (manakutahu) " Ucap ajudan yang membuat Shinta berdiri dari duduk nya, memakai hijab instan dan berjalan keluar untuk membuka gerbang
Saat membuka gerbang, Shinta dapat melihat Reyhan yang berdiri dan menunggu nya
"Assalamualaikum" Ucap Reyhan disaat gerbang sudah terbuka
__ADS_1
"Waalaikumsalam, masuk aja" Jawab Shinta membuka gerbang lebar lebar tanpa menutup nya kembali
"Ada apa kak?" Tanya Shinta saat mereka duduk di ruang tamu dan tak lupa dengan ajudan yang ikut nimbrung
Shinta sebenarnya agak gugup karena takut Reyhan akan bertanya tentang kejadian hotel tadi siang
"Mau ngajak kamu buat ketemu sama orang tuaku" Jawab Reyhan
*Huft... syukur deh, gue kira kak rey curiga sama kejadian tadi siang* Batih Shinta merasa lega, tapi kemudian...
"APA?" Pekik Shinta terkejut dengan setengah berteriak saat menyadari ucapan Reyhan barusan
"Aduh kak... suaramu udah kayak toa masjid juga masih aja teriak teriak" Ucap ajudan dengan mengelus telinga nya karena dia memang duduk di samping Shinta
Plak... satu pukulan dari Shinta mendarat di lengan adik nya
"Sembarangan" Kesal Shinta tidak terima
"Lah trus pernyataan yang benar gimana?" Tanya ajudan
"Yang benar tuh toa masjid lebih bagus dari suara kakak" Jawab Shinta yang juga sadar diri kalau suara nya tidak seenak toa masjid
"Jadi gimana?" Tanya Reyhan yang sudah tidak sabar untuk mendengar jawaban dari bibir kecil gadis yang ada di depan nya
"Izin dulu sama bunda" Jawab Shinta
"Bunda izinin kok, sekarang tinggal kamu yang jawab" Ucap bunda tiba tiba yang memang mendengar pembicaraan mereka atau lebih tepat nya menguping dari balik tirai
"Aku... em... " Ucap Shinta bingung ingin menolak atau menerima ajakan Reyhan, pikiran nya pun sudah travelling kemana mana
"Kamu masih ragu?" Tanya Reyhan, Shinta sedikit merasa bersalah ketika Reyhan menanyakan hal itu pada nya
"Bukan gitu..." Sanggah Shinta
Ajudan yang melihat nya langsung menggenggam kedua tangan kakak nya, dia tahu kalau pikiran Shinta masih bingung, kemudian ajudan menganggukkan kepala saat Shinta menatap nya pertanda meminta pendapat
*Mungkin ini memang saat nya kak* Batin ajudan
*Bismillah... * Batin Shinta kemudian mengalihkan wajah nya ke depan
"Aku mau"
Bersambung
__ADS_1
Maaf baru bisa update hari ini karena kondisi kesehatan yang tiba tiba ngedropπ