Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
143.Kue


__ADS_3

Shinta masih memandang kotak putih itu dengan seksama, ada pita merah juga di atas nya, perasaan tadi waktu berangkat keluar ia tidak melihat adanya kotak apapun di meja makan


"Ini punya siapa sih?" Ucap Shinta mengerutkan dahi nya, mengambil kotak itu dan menatap nya


"Mau buka tapi ini punya siapa? gak ada orang lain yang masuk sini juga" Gumam Shinta lalu menatap sekeliling apartemen yang dia dan suami nya tinggali, tidak ada yang aneh, akses masuk hanya pintu depan pun pasti terkunci, apalagi balkon, mana ada orang yang mau manjat naik ke lantai delapan trus masuk lewat balkon? gradakkk! sekali jatuh langsung melayang dong nyawa nya


*Aduh sayang... ayo buka dong, tinggal buka aja kok ragu banget kamu* Batin seseorang yang sedari tadi sembunyi di balik pintu balkon


"Tapi kan yang tinggal di sini cuman aku sama mas Rey, bibi yang bersih bersih pun dua hari sekali, gak papa kan buka ini?" Gumam Shinta bingung dan karena rasa penasaran yang semakin tinggi, akhirnya ia buka saja kotak misteri itu


Saat pita merah sudah terlepas, ia perlahan membuka tutup kotak tersebut dan sedikit terkejut ketika melihat isi nya yang berupa satu biji kue mini, berbentuk apa dia tidak tahu karena di sebut lingkaran pun bukan lingkaran, di sebut oval pun juga bukan oval, bentuk nya lebih mirip lingkaran yang garis sisi nya tidak beraturan seperti telor ceplok tanpa cetakan, dan di atas ada toping berupa whipped cream juga taburan sprinkle kecil berbentuk angka satu


"Ini... perayaan satu bulan menikah atau gimana?" Ucap Shinta kebingungan tapi menebar senyum di bibir nya, dia ingat kalau sekarang memang tanggal dua


"Akh... no no, jangan kepedean dulu Shin... mas Rey nya aja tadi pamitan berangkat kerja kan? mana mungkin dia bikin kejutan ini" Ucap Shinta cemberut dan menghilangkan senyum mengingat sikap suami nya tadi pagi


Lalu ia berniat menutup kotak itu lagi, tapi gerakan nya terhenti ketika ada tangan kekar yang tiba tiba melingkar di perut dan memeluk nya dari belakang, Shinta tidak terkejut karena dia sudah hafal betul dengan tangan yang sudah satu bulan ini selalu memeluk nya


"Kenapa gak mungkin sayang?" Tanya Reyhan sembari mengecup pipi kanan istri nya


"Kamu bikin aku takut aja" Ucap Shinta meletakkan kue mini itu di atas meja


"Hmm? takut kenapa?" Tanya Reyhan dengan tangan memutar tubuh sang istri hingga berhadapan dengan nya, memeluk erat pinggang itu, dan tubuh bawah mereka menempel lekat tanpa jarak satu centi pun


"Ya kamu gak bicara sayang lagi tadi pagi, biasanya kan kamu selalu gini, ehem... sayang.. sayang" Jawab Shinta di sertai akhir menirukan bagaiman gaya bicara Reyhan ketika memanggil nya sayang


"Masa aku gitu manggil nya?" Tanya Reyhan terkekeh pasal nya tiruan Shinta tadi lebih ke nada centil menurut nya


"Iya, eh... ini apa?" Ucap Shinta sambil menarik satu carik kertas dari saku atas jas yang di kenakan suami nya


"Itu gambar" Jawab Reyhan enteng


Shinta membuka kertas itu dan melihat ada sebuah gambar lingkaran aneh, toping di atas nya dan itu benar benar sangat mirip bahkan sama dengan kue mini di atas meja tadi


"Ini kamu gambar sendiri kue nya? request sendiri ke toko nya gitu?" Tanya Shinta


"Iya, kenapa? kamu gak suka ya?" Tanya Reyhan balik


Shinta sebenarnya ingin tertawa melihat gambar kue milik Reyhan yang lucu mirip gambar buatan anak TK, tapi mengingat sang suami yang rela menggambar model kue untuk memberinya kejutan, padahal suami nya sama sekali tidak pandai menggambar dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk nya


"Enggak, ini bagus... bahkan bentuk nya lucu" Jawab Shinta jujur, kue itu memang lucu apalagi melihat bentuk yang lain dari biasa nya


"Beneran?" Tanya Reyhan meragukan jawaban istri nya


"Beneran, bagus banget.. tapi lain kali mending kita bikin kue berdua" Jawab Shinta, dia hanya tidak bisa membayangkan bagaimana frustrasi nya si pemilik toko kue waktu menerima pesanan kue milik suami nya


"Ide bagus, bulan depan kita bikin kue bareng" Ucap Reyhan mengiyakan


"Dan maafkan aku hanya memberimu kue kecil ini sayang" Lanjut Reyhan merasa kalau hal yang dia berikan tidak seberapa, bukan tidak mampu memberikan hadiah yang lebih mewah, tapi dia ingin mencoba melakukan hal hal sederhana untuk istri nya


"Hmm? aku malah suka mas, hal hal sederhana tapi udah bikin kita bersyukur dan bahagia kan? terimakasih untuk kue nya sayang" Ucap Shinta memeluk hangat tubuh suami nya, Reyhan jelas membalas pelukan itu kemudian melonggarkan sedikit agar ia bisa melihat wajah istri nya


"Satu bulan kita menikah, aku tahu kalau pernikahan ini bahkah umur nya lebih muda dari jagung, tapi aku ingin mengenang nya dan berdo'a supaya pernikahan kita selalu di lindungi oleh nya" Ucap Reyhan


"Semoga Alloh menjadikan keluarga kita sakinah, mawaddah, warrahmah. Jadikan pula kami pasangan yang dapat bertemu di akhirat kelak. Semoga Allah berkenan untuk selalu menambah rasa cinta kasih di antara kita dalam menjalani bahtera rumah tangga ini berdua denganmu" Ucap Shinta di sertai senyum manis nya yang langsung membuat Reyhan menyerang bibir itu bertubi tubi

__ADS_1


Satu bulan memang waktu yang pendek, tapi itu akan sangat berarti apabila kita menjalani dengan baik, seperti mereka berdua yang sudah tau watak dan kebisaan masing masing, meskipun masih ada yang di sembunyi kan yang mana Reyhan tidak pernah bercerita kalau dia salah satu pemimpin white blood, begitu pula Shinta yang belum bercerita tentang identitas nya dan tim white blood yang berada di bawah naungan nya


Mereka memilih jalan yang sama, saling menyembunyikan kenyataan untuk sementara karena takut apabila orang yang kita cintai terluka karena sebuah kejujuran, mungkin bagi beberapa orang itu mudah, tapi bagi mereka itu susah karena tidak mau kehilangan satu sama lain


"Mas Rey stop..." Ucap Shinta menghentikan kala tangan itu sudah nakal menjalar kemana mana


"Kenapa? gak masalah kalau masih siang" Ucap Reyhan kembali memberikan serangan nya


"Bu-bukan itu, aku lagi dapet" Ucap Shinta mendorong pelan dada suami nya sambil memejamkan mata


"Dapet apa sayang?" Tanya Reyhan bingung


"Datang bulan" Jawab Shinta


Jeduarr!!


"Apa?" Ucap Reyhan lemas sudah bak di sambar petir di siang bolong, padahal nafsu nya sudah sampai ke ubun ubun


"Kenapa gak bilang dari awal?" Tanya Reyhan frustrasi


"Ya kamu langsung gass poll serang serang aja gak nanya dulu" Jawab Shinta


Reyhan mengabaikan sebentar dan memilih memejamkan mata, mengambil nafas dalam dalam, menghembuskan secara perlahan untuk menetralkan hawa panas di tubuh nya


"Ambil nafas...buang nafas" Goda Shinta ketika melihat apa yang di lakukan suami nya, sebenar nya dia kasihan tapi mau bagaimana lagi? dia memang baru dapat tadi waktu di rumah nya


"Jahil" Ucap Reyhan sambil menoel hidung Shinta dengan whipped cream


"Kamu juga jahil" Ucap Shinta ingin membalas perbuatan suami nya, namun Reyhan justru berlari untuk menghindar


"Sini gak?" Ucap Shinta ikut berlari mengejar suami nya


"Mas Rey jangan bandel, sini..." Ucap Shinta mengikuti Reyhan yang berlari memutaru ruangan apartemen mereka


Cukup lama seperti itu dan akhirnya Shinta menyerah karena sudah kelelahan, ia lebih memilih pura pura jatuh agar Reyhan tidak meneruskan lari lari nya


"Aduh... " Ucap Shinta duduk di lantai sambil memegang kaki nya, dan Reyhan yang mendengar hal itu otomatis langsung putar badan untuk menghampiri istri nya


*Asik... rencana ku berhasil* Batin Shinta


"Sayang, kamu gak papa kan? mana yang sakit?" Ucap Reyhan panik dan ikut memegang kaki istri nya


"Kena kamu" Ucap Shinta langsung memberikan coretan whipped cream di hidung mancung suami nya


"Serigala nakal" Ucap Reyhan ketika sadar kalau jatuh nya sang istri hanya pura pura, ia kemudian mengecup semua bagian wajah istri nya tanpa terlewati


"Kenapa kamu bisa lari secepat itu sih? bikin capek" Ucap Shinta heran


"Ya karena rajin olahraga tiap malam untuk jaga stamina" Ucap Reyhan mengedipkan satu mata nya


"Mesum" Ucap Shinta memajukan bibir nya


Ting tong!


bel apartemen mereka berbunyi tanda ada seorang tamu

__ADS_1


"Kamu buka in pintu nya dulu sayang, aku ganti baju sebentar" Ucap Reyhan dan Shinta mengangguk sebagai jawaban nya, ia membenahi hijab nya yang sedikit berantakan karena ulah suami nya dan bangun menuju pintu apartemen


Ceklek!


"Assalamualaikum" Ucap papa Raka dan mama Riana tersenyum lebar ketika melihat anak menantu nya


"Waalaikumsalam pa... ma" Ucap Shinta menyalami tangan mereka satu persatu dan mempersilahkan untuk masuk


"Kemana Re nya sayang?" Tanya mama Riana


"Masih ganti baju ma, Shinta bikin minum dulu ya ma, pa" Ucap Shinta ingin meninggalkan orang tua nya di ruang tamu


"Eh... mama ikut, ini ada lauk buat kalian" Ucap mama Riana menenteng beberapa kantong makanan


"Kok repot repot ma?" Ucap Shinta merasa tidak enak saja


"Gak repot loh nak, jarang banget kita kesini kan" Ucap papa Raka


"Iya, yuk mama ikut" Ucap mama Riana kemudian mengikuti langkah kaki Shinta menuju dapur


"Papa suka minum apa ma?" Tanya Shinta


"Teh tawar aja, papa suka minum itu" Jawab mama Riana sembari menata makanan yang ia bawa di atas meja


"Ini kue siapa sayang?" Tanya mama Riana melihat kue pemberian Reyhan tadi


"Itu dari mas Rey ma, lucu ya ma bentuk nya" Jawab Shinta tersenyum


"Lucu sih, ini dia sendiri yang request ke toko nya?" Tanya mama Riana menebak


"Iya ma, Shinta juga gak tau dia dapat ide dari mana" Jawab Shinta terkekeh


"Pasti pihak toko nya frustrasi karena pesanan si Re" Ucap mama Riana tergelak


"Iya mungkin ma" Ucap Shinta membenarkan karena dia pun juga merasa begitu


"Oh iya, Re suka nakal gak sama kamu? kalau nakal biar mama jewer telinga nya" Ucap mama Riana tidak tahu kalau putra nya mendengar apa yang ia ucapkan barusan


"Ehem... nakal sama istri sendiri juga gak papa ma, halal" Ucap Reyhan enteng dan mendekati sang mama untuk mencium tangan nya


"Awas aja ya kalau kamu bikin anak mama nangis" Ancam mama Riana


"Iya ma... iya" Ucap Reyhan menurut saja, lagi pula dia pun enggan membuat istri nya menangis


"Panggil papa di ruang tamu Re, kita makan siang bareng" Ucap mama Riana setelah selesai menata lauk yang dia bawa


"Udah kelewat jam makan siang masih mau makan ma?" Tanya Reyhan


"Ya kan gak papa, telat juga karena apartemen kamu agak jauh dari rumah" Ucap mama Riana


"Panggil aja mas, kita makan siang bareng, kan jarang bisa gini" Ucap Shinta yang ada benar nya juga


"Iya sayang..." Ucap Reyhan sengaja mengucapkan itu di depan sang mama


"Sayang... sayang, udah panggil papa dulu nanti lanjut lagi sayang sayangan nya" Ucap mama Riana terkekeh, sedangkan Shinta hanya malu sendiri akibat perkataan suami nya

__ADS_1


Saat papa Raka datang, mereka memulai makan siang bersama dengan hati yang bahagia karena kehidupan sekarang yang di berikan oleh nya, kata alhamdulillah selalu saja menghiasi batin Shinta karena melihat betapa indah nya kehidupan yang sekarang dia jalani


Bersambung


__ADS_2