
Shinta tergelak karena mendengar Reyhan yang mengatai diri nya curang
"Mana ada curang? kita impas kak" Ucap Shinta terkekeh
Reyhan hanya menggelengkan kepala melihat gadis yang dicintainya itu enggan memberi tahu apa saja kesukaan bunda nya
namun tiba tiba...
"Woy... berduaan terus nanti yang ketiga setan loh!" Ucap Rendra setengah berteriak yang tiba tiba ada di taman rooftop dengan Jannah disamping nya
"Wah... akhirnya setan nya dateng juga" Ucap Shinta terkekeh
"Maksudnya aku setan nya gitu?" Tanya Rendra sambil duduk di samping Reyhan
"Aku gak bilang kalau kamu setan nya tuh" Ucap Shinta mengelak
"Tapi-" Ucap Rendra terhenti
"Udah udah, ayo kita makan siang dulu nih..." Ajak Jannah dengan menunjukkan beberapa makanan box di tangan nya
"Lo beli ini semua jan?" Tanya Shinta
"Gak, tuh... setan kunyuk yang beliin" Jawab Jannah dengan menunjuk Rendra
Sontak Shinta tertawa mendengar sebutan 'setan kunyuk' dari Jannah untuk Rendra, kecuali Reyhan yang hanya diam melihat gadis di depan nya sambil memasang wajah datar dan senyum tersembunyi di dalam hati
"Kok setan kunyuk sih jan?" Ucap Rendra tidak terima
"Salah sendiri siapa yang teriak teriak barusan? udah tau ini rumah sakit, malah teriak teriak itu apa namanya kalau bukan setan?" Jawab Jannah panjang kali lebar
"Iya, maaf... gak papa deh setan yang penting ganteng" Ucap Rendra yang membuat jannah menggelengkan kepala dengan ke pd an nya itu
Mereka makan dengan sesekali bercanda, siapa lagi kalau bukan Rendra dan Jannah yang sama sama membuat lelucon satu sama lain
"Nanti jangan lupa ke rumah ya" Ucap Shinta setelah mereka membereskan makanan nya
"He'em, jam habis sholat isya' deh pokok nya" Timpal Jannah
"Siap bu bos" Ucap Rendra dengan tangan membentuk hormat ke arah Jannah yang dibalas hormat juga
"Kenapa gak sore?" Tanya Reyhan pada gadis yang ada di hadapan nya
"Sore nanti kita mau bagiin makanan ke tetangga dulu" Jawab Shinta yang membuat Reyhan berpikir seketika
"Kenapa emangnya?" Tanya shinta heran saat melihat kerutan alis Reyhan
"Gak papa" Jawab Reyhan menggelengkan kepala nya
"Yaudah aku balik duluan, sekalian mau buang sampah" Ucap Shinta menenteng kantong plastik yang penuh dengan wadah bekas mereka makan
__ADS_1
"Hati hati jan" Ucap Rendra dengan melambaikan tangan nya
"Mau balik ke bawah juga pake hati hati segala" Ucap Jannah heran
"Hati hati jangan sampai hati kamu direbut orang lain maksudnya" Ucap Rendra
"Kalau direbut orang lain semoga orang nya lebih ganteng dari Rendra" Ucap Shinta
"Woi... kalau do'a in temen nya itu yang baik baik napa shin" Ucap Rendra kesal
"Tunggu... sejak kapan kita jadi teman?" Goda Shinta dengan mengerutkan alis nya
"Au ah, ngelawan perempuan ngomel gak akan pernah menang gue" Ucap Rendra pasrah dan membuat Jannah juga Shinta tertawa kompak
"Udahlah, ayo balik" Ajak Jannah yang diangguki Shinta, namun baru saja berbalik suara Reyhan menghentikan langkah mereka seketika
"Gak mau lebih lama disini gitu? ini kan hari terakhir kita ketemu disini" Tanya Reyhan yang tumben bertanya dengan panjang lebar dan Shinta yang mendengar hal itu langsung berbalik kembali
"Gak mau ah, nanti dikira nepotisme" Jawab Shinta terkekeh kemudian kembali meneruskan langkah nya untuk kembali bekerja karena mengingat jam makan siang juga sudah habis
"Ngapain lo natap gue setajam pedang gitu?" Tanya Rendra saat mendapati Reyhan yang menatap nya, dia tau kalau sahabat nya itu sedang cemburu hanya karena dia yang bercanda dengan Shinta tadi
Bukannya menjawab tapi Reyhan justru berdiri dan meninggalkan Rendra sendirian disana
"Dasar cemburuan!" Cibir Rendra yang masih terdengar di telinga Reyhan namun tidak di pedulikan oleh sang empu
Sore hari, ya... waktu dimana semua orang lega dengan pekerjaan yang mereka selesaikan hari ini, begitu juga dengan Shinta dan Jannah yang lega karena bisa pulang dan beristirahat di rumah
"Kan mereka lagi rapat" Jawab Shinta
"Rapat apaan?" Tanya Jannah bingung
"Rapat pelepasan jabatan yang mereka pegang disini" Jawab Shinta yang dibalas Jannah dengan anggukan kepala
Mereka pun langsung pulang karena setelah ini ada hal yang harus mereka lakukan, berbeda dengan Reyhan dan Rendra yang saat ini ada di ruang rapat karena melepas jabatan mereka dan memberikan nya pada orang kepercayaan yang lain
( bagi yang belum tahu, itu contoh struktur organisasi rumah sakit ya.. tapi tergantung rumah sakit mana karena setiap rumah sakit biasanya memiliki peraturan yang berbeda beda)
Selang 30 menit, rapat itu selesai dan keluarlah Reyhan juga rendra dari ruang rapat, tampak gurat yang lumayan lelah di wajah keduanya
"Habis ini lo mau kemana rey?" Tanya Rendra saat mereka masih berjalan di koridor rumah sakit
"Pulang" Jawab Reyhan singkat
"Trus lo nanti ke rumah nya Shinta?" Tanya Rendra yang dibalas anggukan kepala oleh Reyhan
"Yaudah gue ikut ke rumah lo aja" Ucap Rendra yang langsung dihentikan Reyhan
__ADS_1
"Gak, pulang ke apartemen lo sana" Ucap Reyhan
"Lah biasa juga gue sering ke rumah lo kan?" Ucap Rendra bingung
"Gue ada urusan" Ucap Reyhan kemudian langsung meninggalkan Rendra yang ada di tempat parkir
"Nah kan kebiasaan suka ninggal orang" Cibir Rendra kesal
Di waktu lain, Shinta dan Jannah yang baru sampai di rumah langsung di sambut dengan teriakan bocah cantik kesayangan nya
"Tante..." Teriak Sisil yang keluar rumah saat mendengar deru mobil masuk ke pekarangan rumah
"Assalamualaikum" Ucap Shinta dan Jannah barengan
"Waalaikumsalam" Jawab Sisil yang sudah ada di depan tante nya itu
"Non... barusan nasi keraton nya udah sampai" Ucap pak Didi setelah menutup gerbang
"Oh trus ditaruh dimana pak?" Tanya Shinta
"Di dalam non, mau dibagiin sekarang?" Tana pak Didi balik
"Kita sholat dulu shin, habis sholat baru kita bagiin ke tetangga" Ucap Jannah yang disetujui semua nya
Selesai sholat, mereka pun menata kotak makanan yang akan dibagikan ke dalam mobil, tidak mungkin mereka jalan kaki dengan membawa kotak sebanyak itu bukan?
"Ini udah semua nduk?" Tanya bunda yang juga ikut membantu
"Belum bun, masih ada di dalam tadi" Jawab Shinta yang diangguki bunda nya
"Biar saya ambil ya non" Ucap bi Asti kala melihat Shinta yang ingin ke dalam untuk mengambil box yang masih ada
Saat Shinta ingin menolak, pak Didi lebih dulu datang di hadapan nya dan...
"Non... itu ada teman non di depan" Ucap pak Didi yang membuat kening Shinta berkerut
"Siapa pak?" Tanya Shinta heran, perasaan dia tidak memiliki janji dengan siapapun kecuali malam ini
"Itu yang pernah kesini, bapak lupa nama nya non" Jawab pak Didi dengan menggaruk tengkuk nya
"Gak papa pak, orang nya dimana?" Tanya Shinta
"Di depan gerbang, tadi saya suruh langsung masuk gak mau, katanya mau izin sama non dulu secara langsung" Jawab pak Didi yang membuat Shinta semakin berpikir
"Yaudah biar saya samperin pak" Ucap Shinta yang diangguki pan Didi kemudian langsung berjalan menuju gerbang yang sedikit terbuka
"sia-" Ucap Shinta terhenti dengan tangan memegang pintu gerbang
"Assalamualaikum..."
__ADS_1
"Waalaikumsalam... kak rey, ngapain kamu kesini sore sore?" Tanya Shinta terkejut saat melihat Reyhan sudah berdiri di hadapan nya dengan berpakaian casual, berbeda dengan setelan kerja yang biasa ia pakai
Bersambung