
seperti yang sudah di rencanakan, bahwa hari minggu shinta juga laila akan jalan jalan, sedangkan jannah pergi dengan rendra
tok tok tok
"shin, lo udah siap belum?" tanya laila di depan pintu kamar shinta
"iya bentar" sahut shinta dari dalam
dan ceklek!
"jannah udah berangkat?" tanya shinta
"udah tadi, lo dandan kelamaan" ucap laila
"bukan kelamaan, tadi emang gue mandi kesiangan" ucap shinta
"yaudah turun yuk" ajak laila yang di angguki shinta
"bibi kan libur kalau hari minggu, jadi nanti aja ya makannya" ucap shinta
"iya, nanti aja cari resto di mall" ucap laila
garasi
"mau jalan jalan ke mana kita?" tanya shinta
"ke mall aja, nanti jalan jalan sampai kaki kita pegel" jawab laila
"terserah" ucap shinta sambil masuk mobil
"ehh mau ke mana?" tanya laila sambil menarik shinta keluar dari mobil
"apaan sih? katanya mau jalan jalan" ucap shinta saat dirinya ditarik keluar dari mobil
"kita gak pake mobil" ucap laila
"ya trus?" tanya shinta meminta penjelasan lebih
"kita naik itu" ucap laila sambil menunjuk moge berwarna hitam yang terparkir rapi di garasi rumah shinta
"haa? lo gila apa?" tanya shinta kaget
"gak papa kali shin, kapan lagi kita bisa naik moge berdua?" tanya laila
"ya, iya sih" ucap shinta membenarkan
"lagian lo punya moge buat pajangan doang, gak pernah dipake" cibir laila
"siapa yang bilang kalau itu punya gue?" tanya shinta
"ya buktinya ada di garasi lo sejak gue tinggal di sini" jawab laila
"itu moge punya ajudan gue yang dititipin di sini, makanya ga pernah gue pake" ucap shinta
"kok gak pernah lo pake?" tanya laila
"gak dibolehin bawa moge sendirian sama ajudan" jawab shinta mengerucutkan bibirnya kala mengingat ajudan yang melarangnya naik moge sendiran
"ngapain ajudan lo beli moge?" tanya laila
"ajudan gue laki, wajar kali kalau suka sama moge" jawab shinta
"iya sih, eh lo pegang kunci nya kan?" tanya laila menanyakan kunci moge
"ada di kamar, gue ambil dahulu" ucap shinta bergegas masuk rumah
"nih" ucap shinta memberikan kunci moge
"lo duluan yang bonceng, nanti pas pulang biar gue yang bonceng" sambung shinta
"oke" ucap laila
"udah?" tanya laila saat shinta sudah duduk di belakang nya
"gass" jawab shinta
photo by: pinterest
"jalan keliling kota yuk" ajak shinta saat mereka sudah di jalan raya
"gass lah, enak banget kena angin gini seger" ucap laila yang masih fokus membawa moge
setelah beberapa saat mereka keliling kota, akhirnya mereka memutuskan untuk ke mall saja karena mereka juga sudah kelaparan
mall
"ehh tunggu bentar" ucap laila menghentikan langkah shinta
"apasih?" tanya shinta heran
"itu bukannya kak rey?" tanya laila sambil menunjuk reyhan yang memakai jas kerja dan berada tidak jauh dari mereka
"iya kayaknya" jawab shinta setelah melihat reyhan
__ADS_1
*ngapain coba berduaan sama cewek?* batin shinta penasaran
"ngapain sama cewek?" tanya laila heran
"ya mana gue tau" jawab shinta mengedikkan bahu nya
"hemm detektif lala akan memulai misi nya" ucap laila berlagak seperti detektif dengan memakai kacamata nya
"lo mau ngapain sih?" tanya shinta heran
"udah lo diem aja di belakang gue, dan jangan sampai kita ketahuan" ucap laila dan shinta hanya menurut saja
mereka kemudian mengendap endap untuk mencari tau apa yang dilakukan reyhan dan wanita itu
"cih, wanita itu kelihatan banget kalau ingin menarik perhatikan kak rey" ucap laila kesal saat melihat penampilan wanita itu yang berpakaian seksi dan terbuka
"astaghfirullah, mataku ternodai" ucap shinta yang ikut melihat pakaian wanita itu
"ck ck ck, modelan apalagi ini?" tanya laila saat melihat wanita itu seperti ingin memeluk reyhan
*gila..gak mukhrim woi* teriak shinta kesal dalam hati
"gue gak mau liat, gak mukhrim" ucap shinta kemudian menutup matanya
"sama, gue juga" ucap laila yang ikut menutup mata
beberapa saat kemudian
"la, mereka udahan belum pelukannya? capai gue tutup mata terus" tanya shinta
"lah...gak tau kan gue juga tutup mata bego" jawab laila
"lagian lo ngapain ngajakin gue mata matai orang?" tanya shinta kesal yang masih menutup matanya
"gue penasaran lah, apalagi sama cewek" jawab laila yang masih menutup mata juga
"bikin hati gue panas tau gak" ucap shinta kesal
"cemburu lo?" tanya laila menggoda shinta
"bodo ah" jawab shinta kesal
saat ini ada beberapa orang yang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang aneh karena melihat dua orang gadis yang berdiri sambil menutup matanya rapat rapat
"la, capai tutup mata nih gue" rengek shinta
"yaudah, kita buka bareng dalam hitungan ketiga" ucap laila
"oke" jawab shinta
"loh kok gak ada orang nya?" tanya laila saya reyhan sudah tidak terlihat dari pandangannya
"udah pergi berdua mungkin" jawab shinta jutek
"ini daritadi kita jadi perhatian orang orang?" tanya laila yang menyadari ada beberapa orang menatap mereka
"iya" jawab shinta cuek
*ck, bego banget gue nurut sama lala* batin shinta kesal
kemudian
"ekhem" deheman seseorang di belakang yang membuat mereka berdua membalikkan badan
"aaaah" teriak shinta juga laila kompak saat melihat orang di depannya
"loh kak rey?" ucap laila
"astaghfirullah.. " shinta beristighfar sambil megang dada nya
"lagi ngapain?" tanya reyhan
"jawab shin" ucap laila menyuruh shinta untuk menjawab
*kok jadi gue sih?* batin shinta kesal
"nyari makan" jawab shinta cuek
"tumben cuek bebek lo kumat sama kak rey?" tanya laila
"apasih?" ucap shinta kesal
"ayo" ajak reyhan tiba tiba
"ayo ke mana?" tanya laila
"makan" jawab reyhan
saat shinta ingin menolak, laila langsung memotongnya
"iya, ayo makan bareng" ucap laila sambil menggandeng shinta, eh ralat lebih tepatnya memaksa shinta dengan menarik tangannya
kemudian mereka memutuskan untuk makan di salah satu restoran jepang yang ada di mall itu
"mau makan apa shin?" tanya laila saat mereka bertiga sudah duduk manis di restoran
__ADS_1
"apa aja" jawab shinta
"yaudah" ucap laila
setelah memesan makanan, mereka bertiga makan dengan tenang tanpa hambatan
"aku ke toilet dahulu shin, kak" pamit laila ke kamar mandi yang di angguki shinta
"shin" panggil reyhan saat laila sudah pergi ke toilet
"hmm?" jawab shinta
"kamu mata matai aku ya?" tanya reyhan yang membuat shinta tersedak
"uhuk uhuk" shinta menepuk pelan dada nya
"minum ini" ucap reyhan dengan cepat memberikan minuman
"kak, kamu mau bunuh aku ya?" tanya shinta saat selesai minum
"sembarangan kalau ngomong" ucap reyhan tidak terima
"ya habisnya udah tau aku lagi makan sushi segede itu, malah ditanya hal yang gak gak" ucap shinta kesal
"ya maaf, tapi beneran kan?" tanya reyhan
"apanya?" tanya shinta pura pura bodoh
"yang kamu mata mata in aku tadi" jawab reyhan
"ohh, yang tadi kamu berduaan sama cewek ya" ucap shinta kesal sambil menusukkan sumpit nya di salah satu udang goreng dengan keras
*kalau cemburu lucu* batin reyhan terkekeh geli
"iya, cemburu?" tanya reyhan menggoda shinta
"gak tuh" jawab shinta mengelak
"beneran?" tanya reyhan
"iya, udah sana balik sama cewek tadi yang badannya seksi trus bajunya terbuka" cibir shinta mengusir reyhan
"hhaha, dia itu klien aku kok, jadi jangan salah paham" ucap reyhan sambil tertawa
"siapa juga yang salah paham" ucap shinta
"klien apaan yang meeting di hari minggu?" gumam shinta kesal yang masih bisa di dengar reyhan
"meeting dadakan" jawab reyhan sambil menahan tawa yang tidak dihiraukan shinta
"udah udah, sekarang aku mau bicara serius" ucap reyhan
"hmm?" jawab shinta menandakan 'apa?'
"obat itu kamu pakai karena trauma kamu?" tanya reyhan yang mengagetkan shinta
"darimana kamu tau soal trauma?" tanya shinta kaget sampai menjatuhkan sumpitnya
"dari informasi yang aku dapat tentang obat itu" jawab reyhan berbohong karena sebenarnya dia tau dari jannah waktu itu
"ohh" ucap shinta ber'oh'ria
"kok malah ohh doang? jawab" ucap reyhan meminta jawaban lebih
"iya" jawab shinta singkat padat dan jelas
"iya apa?" tanya reyhan memancing shinta
"iya, itu aku minum karena trauma ku" jawab shinta
"ohh" ucap reyhan ber'oh'ria
"lah, tumben cuman ohh? biasanya juga selalu kepo" tanya shinta pelan
"aku gak mau nanya, biar kamu nanti yang cerita dengan sendirinya" jawab reyhan yang membuat shinta diam dan kalut dengan pikirannya sendiri
"obat apa shin?" tanya laila dengan tiba tiba yang sempat mendengar kata obat dan duduk di samping shinta
"ehh itu obat sakit kepala" jawab shinta gelagapan
"beneran?" tanya laila
"iya kok" jawab shinta sambil tersenyum
*kok dia bohong? itu artinya laila gak tau kalau shinta punya trauma?* batin reyhan bertanya tanya
__________________
dukung terus karya author yuk🤗
jangan lupa like + komen dong!
terima kasih buat readers semuanya yang udah baca novel ini💞
dan untuk yang berpuasa, semoga lancar selalu ya☺
__ADS_1