
"jannah" panggil orang itu, jannah yang mendengarnya pun menoleh ke arah sumber suara, terlihat 2 orang laki laki sedang berjalan menghampirinya
"loh rendra, reyhan" ucap jannah kaget, ya siapa lagi kalau bukan rendra dan reyhan
"hai" sapa rendra
"kok kalian ada di sini? bukannya penerbangan pulang harusnya pagi ini ya?" tanya jannah karena kemarin dia mendapat kabar dari rendra kalau dia akan pulang dengan penerbangan pagi
"iya, kami memutuskan pulang kemarin malam karena ada hal penting yang tidak bisa ditunda" ucap rendra
"ooh gitu" ucap jannah sambil manggut-manggut kepala
"kamu sendiri lagi ngapain di sini? bukannya besok kamu baru masuk kerja ya?" tanya rendra
"aduh gimana ya" ucap jannah, dia bingung akan memberi tahu soal shinta yang dirawat atau tidak
"gimana apa nya? lagi ngapain di sini?" tanya rendra lagi
"lagi nemenin shinta" ucap jannah
"maksudnya?" tanya rendra
"shinta di rawat inap di sini" ucap jannah
"kok bisa? kenapa? dari kapan?" kini giliran reyhan bertanya secara beruntun
"iya, kemarin malam shinta pingsan, trus dibawa kesini" ucap jannah lesu
"itu muka kamu kenapa ditekuk?" tanya rendra
"shinta dari semalam belum sadar sampai sekarang" ucap jannah dan membuat reyhan kaget tentunya
"ya ampun, sabar ya, do'a in biar cepet bangun" ucap rendra
"iya" ucap jannah singkat
"trus tadi pas mau aku samperin mengapa muka kamu kayak bingung gitu?" tanya rendra
"itu jam 11 aku ada urusan penting di rumah, tapi juga gak tega ninggalin shinta sendirian di sini, gak ada yang jagain" ucap jannah menjelaskan yang sebenarnya
*nah gue punya ide cemerlang nih💡💭* batin rendra
*firasat gue bilang kalo bakalan ada yg terjadi, moga aja rendra gak aneh aneh* batin reyhan sambil melirik rendra
"gimana kalau kita bantuin" tawar rendra
"bantuin gimana?" tanya jannah bingung
"biar aku yang anterin kamu" ucap rendra
"sama aja dong ninggalin shinta sendirian" ucap jannah
"ya enggak dong" ucap rendra sambil tersenyum
"trus?" tanya jannah
"biar dia yang jagain shinta" ucap rendra tersenyum ke arah reyhan dan hanya dibalas tatapan tajam dari reyhan
*nah kan gue bilang juga apa, pasti ni anak punya ide yang macam macam* batin reyhan
"ish, gak baik dong kalau laki laki sama wanita berduaan di ruangan" ucap jannah
"hhaha tenang aja, shinta kan lagi sakit, gak bakal di apa apain sama rey, iya gak rey?" ucap rendra menggoda rey sambil melirik dan menaik turunkan alisnya
"beneran mau jagain shinta? tadi katanya ada urusan yang gak bisa ditunda?" tanya jannah
__ADS_1
"pasti mau lah, urusannya bisa kok ditunda beberapa jam, iya kan rey? jawab rendra sekaligus bertanya ke reyhan
"iya" jawab reyhan terpaksa meng iyakan, sebenernya bukan terpaksa sih
"ingat jangan macam macam sama shinta kalau gak mau dibunuh sama ajudannya" ancam jannah dengan menggerakkan tangannya ke leher seprti gerakan memenggal kepala orang
"iya" jwab rey singkat sambil menganggukkan kepala
"ruangannya di mana?" tanya reyhan
"itu" tunjuk jannah ke arah pintu bertuliskan VIP 207 dekat di mana mereka berdiri saat ini
"yaudah ayo aku antar" ucap rendra
"iya" ucap jannah dan mereka langsung pergi menuju parkiran RS
Skip__
perlahan reyhan membuka pintu ruang rawat shinta, dan masuk ke dalam lalu duduk di kursi samping ranjang shinta
"kamu kenap.a hmm?" tanya reyhan
"kok bisa pingsan?"
"separah apa sampai kamu harus pakai masker oksigen kayak gini?" tanya reyhan beruntun sambil memandangi shinta yang mengunakan pakaian pasien dengan hijab instan berwarna biru dan muka yang masih pucat juga hidung dan mulut yang terdapat masker oksigen di sana
"cepat bangun, nanti kalau kamu gak bangun bangun, aku bisa dibunuh sama ajudan kamu karena udah berduaan sama kamu di sini" ucap reyhan sambil terkekeh
skip___
sedangkan jannah dan rendra sekarang dalam perjalanan pulang ke rumah
"alamat nya di mana?" tanya rendra
"jalan nusa indah no 85" ucap jannah
Skip sampai rumah shinta
depan gerbang
jannah keluar dari dalam mobil
"makasih ya" ucap jannah
"buat?" tanya rendra
"karena udah mau nganterin" ucap jannah
"sama sama" ucap rendra
"kamu langsung balik aja gak papa, kan kamu bilang ada urusan penting" ucap jannah merasa tidak enak
"aku nunggu kamu aja gak papa kok" ucap rendra
"tapi aku bakalan lama, karena mau nyiapin bajunya shinta juga" ucap jannah
"aku tunggu aja, beneran gk papa" ucap rendra
"yaudah, ayo masuk dulu, kamu nunggu di dalam aja" ucap jannah
"oke" balas rendra lalu mengemudikan mobilnya masuk ke halaman rumah shinta
skip ruang tamu___
"kamu duduk aja, terserah di mana yang penting nyaman" ucap jannah
__ADS_1
"iya" ucap rendra sambil duduk di salah satu sofa
"bi asti" panggil jannah
"iya non, ehhh non shinta nya mana non?" tanya bi asti saat sudah berdiri di depan jannah
"lagi diluar bi ada urusan soalnya" ucap jannah berbohong
*kenapa jannah bohong?* batin rendra yang mendengar jawaban jannah
"ooh gitu, soalnya tadi den adib telepon nanyain non shinta ada di mana, gitu" ucap bi asti
"ohh gitu ya bi, oh iya tolong buatin minum ya bi" ucap jannah
"iya non, tuan mau minum apa?" tanya bi asti pada rendra
"apa aja bi, panggil aja rendra, jangan tuan" ucap rendra
"baik, kalau begitu bibi ke dapur dahulu, mari" pamit bi asti
"iya bi" ucap rendra dan jannah bersamaan
"jan kena..." saat rendra ingin bertanya mengapa jannah berbohong, jannah memotong ucapannya
"aku ke atas dahulu ya, mau nyiapin baju bajunya shinta" pamit jannah
"iya, gak papa" ucap rendra
setelah urusan mobil dan baju selesai, rendra dan jannah langsung kembali menuju rumah sakit
di ruangan shinta____
"emhhh" gumaman shinta yang baru saja bangun dan terdengar oleh reyhan
"shinta, kamu baik baik aja?" tanya reyhan sambil memencet tombol untuk memanggil suster
"a- aku di mana ini?" tanya shinta sambil mengerjapkan mata, berusaha menyeimbangkan cahaya di ruangan
"kamu di rumah sakit" jawab reyhan
perlahan shinta mulai ingat bagaimana dia bisa berada di rumah sakit
"air" ucap shinta ingin minum tentunya
"sini biar aku bantu" ucap reyhan sambil melepaskan masker oksigen di mulut shinta dan membantunya untuk duduk juga mengatur ranjang agar nyaman digunakan
"ini" ucap reyhan memegang gelas dan mengarahkan tepat di bibir shinta
"terima kasih" ucap shinta saat selesai minum
"sama sama" jawab reyhan sambil meletakkan gelas bekas shinta minum barusan
"kenapa kamu bisa ada di sini? bukannya yang bawa aku kesini itu jannah?" tanya shinta
"aku... " belum selesai reyhan menjawab, tiba tiba pintu terbuka, dan
ceklek!
"shitaaaa" panggil orang itu sedikit berteriak dan berlari untuk memeluk shinta
BERSAMBUNG
_________________________________
LIKE, KOMEN, VOTE YUK!
__ADS_1
KAKAK KAKAK SEMUANYA💞
Terima kasih buat yang udah mau baca ceritanya🙏❤