
cobalah untuk menjadi pelangi di awan mendung seseorang ~rey
____________
"sisil.. tante berangkat dulu ya" pamit shinta saat ingin berangkat kerja
"jangan lama lama pulang nya ya tante" ucap sisil
"gak janji ya.. kamu jangan nakal sama bibi nanti" ucap shinta mewanti wanti
"oke, tapi sisil kangen sama om ganteng, lain kali suruh kesini ya tante" ucap sisil membuat alis shinta berkerut
"om ganteng siapa?" tanya jannah yang berdiri di samping shinta
"om yang ngajak sisil main" jawab sisil bersemangat ketika mengingat wajah reyhan
*haduh..mata anak kecil memang gak bisa bohong, bocah jaman sekarang tau aja sama yang ganteng* batin shinta menggelengkan kepala
"hahaha, wajah pak rey bikin anak kecil jatuh cinta" ucap jannah di iringi gelak tawa
"salamin dari sisil ya tante" ucap sisil
"iya, nanti tante salamin" jawab jannah
"udah udah, ayo berangkat" ajak shinta yang tidak mau membahas reyhan lebih lama lagi
skip
"pagi" sapa shinta juga jannah saat masuk ruang farmasi
"pagi" jawab semua orang
"shin" panggil adit saat shinta sudah ingin fokus dengan laporan yang harus dia kerjakan
"ya?" jawab shinta sambil menoleh
"boleh minta nomor telpon kamu?" tanya adit sambil memegang ponsel nya, sedangkan alis shinta sudah bertaut, 'untuk apa?' itu pikiran nya
"iya" jawab shinta sambil mengeti nomor ponsel nya di ponsel adit
"makasih" ucap adit
"sama sama" jawab shinta menganggukkan kepala
"shin" giliran jannah yang memanggil
"hmm" jawab shinta tanpa menoleh dan fokus dengan kertas di depannya
"itu si adit buat apaan minta nomor telpon lo?" tanya jannah berbisik
"mana gue tau" jawab shinta sambil mengedikkan bahu nya
"gue rasa dia suka sama lo shin" ucap jannah
"jangan ngaco" ucap shinta menggelengkan kepala
"gua gak ngaco loh, emang keliatan dari mata nya" ucap jannah kekeh
"yaudah biarin, gue juga gak nanggepin" ucap shinta bodo amat
"hati hati aja ntar pawang lo ngamuk, pak rey kan galak" ucap jannah mengingat reyhan yang galak
"galak? tau dari mana?" tanya shinta karna reyhan tidak pernah marah padanya sama sekali
"lo gak tau apa kalau staf rumah sakit di sini melakukan kesalahan dikiiiit aja, langsung pecat!" jawab jannah sambil membuat tatapan tajam
"ohh" ucap shinta membuat jannah heran
"oh doang?" tanya jannah
"iya" jawab shinta karna dia pun pernah melihat reyhan memarahi dara waktu itu, menurut shinta reyhan itu seperti binatang buas jika sedang marah
sedangkan di ruangan reyhan
"rey" panggil rendra
"hmm" Jawab reyhan
"lo mikirin apa sih?" tanya rendra
"mikir gimana caranya supaya shinta nerima gue" jawab reyhan
"ck, makanya gercep rey, temuin mama nya sana" ucap rendra
"atau ancam sekalian pakai peliharaan lo yang di rawa itu" sambung rendra
__ADS_1
"ngaco sekali lagi gue bakal ceburin lo ke rawa" ancam reyhan
"ya jangan lah rey, masa' rendra yang ganteng gini mau dijadiin makanan buaya" ucap rendra dengan pd nya yang tidak digubris oleh reyhan
"yang ada harus pelan pelan biar dia nya gak terpaksa" ucap reyhan
"emang waktu lo tinggal berapa lama sih?" tanya rendra
"dua bulan" jawab reyhan
"lama juga rey, udah capek gue jadi asisten lo" ucap rendra kesal
"tenang aja, setelah dua bulan gue akan balikin lo ke tempat semula" ucap reyhan
"cih, lo tuh emang gak bisa jauh jauh ya dari gue" cibir rendra
"ogah" jawab reyhan ketus
skip pulang kerja
"shin, ke cafe bentar" ajak jannah
"terserah, lo yang nyetir ya" ucap shinta yang dibalas anggukan oleh jannah
cafe
"lo ngajakin gue ke sini buat ketemu mereka?" tanya shinta saat mengetahui di meja nya ada reyhan dan rendra
"mereka mereka, enak aja lo, bukan ya" jawab Jannah tidak terima
"lah trus?" tanya shinta
"ya gue ketemu rendra, nah elo buat ketemu pak rey" jawab jannah enteng
"udah debat nya?" tanya reyhan yang duduk di depan shinta, dan dibalas anggukan oleh shinta
"mau ngapain disini? ntar sisil nangis lagi" tanya shinta
"lah iya tadi sisil titip salam sama om ganteng kata nya" ucap jannah
"om ganteng?" tanya rendra
"om ganteng nya dia itu pak rey" jawab jannah
"tuh sisil yang anak kecil aja mengakui kalau aku ganteng, masa' kamu enggak sih istri?" tanya reyhan menggoda shinta yang tentu saja mendapat tatapan tajam dengan muka yang memerah dari shinta
"siapa sih yang istri kamu? kita kan belum nikah" ucap shinta gelagapan
"tuh pak rey, kode minta dinikahin" timpal jannah terkekeh
"yaudah nikah yuk" ajak reyhan yang semakin membuat shinta malu
"nikah dulu apa kawin dulu?" tanya rendra menggoda shinta juga reyhan
"kawin kawin, enak aja aku bukan kambing ya" cibir shinta tidak terima
"nikah dulu baru kawin" jawab reyhan enteng yang membuat shinta salah tingkah
"shinta sampai salting noh" ucap rendra sambil menunjuk shinta yang membuang muka nya
"emang ada bedanya kawin sama nikah?" tanya jannah dengan polos nya yang membuat semua orang disitu kaget
"aishh, tolong jangan nodai kepolosan sahabatku ya" ucap shinta yang ikut malu mendengar pertanyaan jannah barusan
"kamu beneran gak tau?" tanya rendra yang dibalas gelengan oleh jannah
"emang apa bedanya sih shin?" tanya jannah menghadap shinta
"sstt!, jangan nanya itu lagi deh, udah pokoknya jangan dengerin semua omongan duo sableng itu" ucap shinta kesal sambil menunjuk rendra juga reyhan, sedangkan yang ditunjuk hanya menahan tawa
"sableng sableng gini tapi ganteng kan?" tanya reyhan dengan pd nya
"terserah deh" jawab shinta
"jan, pergi yuk" ajak rendra yang diangguki jannah
"heh, belum halal jangan di apa apain ya!" ancam shinta tegas
"tenang aja, aku bukan pria brengsek kok" ucap rendra meyakinkan, dan setelah rendra juga jannah pergi
"aku juga mau pulang kak" ucap shinta seraya berdiri dari kursi nya
"yakin mau pulang? naik apa?" tanya reyhan menaik turunkan alisnya, shinta yang melihat hal itu langung mengecek tas nya dan seketika dia ingat kalau kunci mobil dibawa jannah karna jannah yang menyetir tadi
*jannah kampret emang* shinta mengumpat dalam hati sambil kembali duduk di kursi nya
__ADS_1
"aku mau jawaban kamu soal permintaan ku malam itu, dan jangan pura pura lupa" ucap reyhan mengingat permintaan nya saat dia datang untuk menenangkan shinta malam itu
"aku..." ucap shinta menggantung
"jawab saja" ucap reyhan yang sudah siap menerima jawaban apapun dari shinta
"aku mengijinkan kamu untuk membuat pelangi di awan mendung ku" jawab shinta
deeg
"aku tidak salah dengan kan?" tanya reyhan kaget dan memastikan
"tidak" jawab shinta
"benarkah?" tanya reyhan yang dibalas anggukan oleh shinta
"bagaimana perasaan mu padaku?" tanya reyhan
*mungkin ini memang saat nya aku mengakui perasaanku* batin shinta memantapkan hati nya sebelum menjawab pertanyaan reyhan
hufttt
"aku nyaman dengan kamu, awalnya aku memang menepis perasaan jatuh cinta, tapi seiring berjalan nya waktu, sekarang aku menyadarinya, bahwa aku..." ucap shinta menjeda kalimat nya
"aku apa?" tanya reyhan
"aku memang menyukai mu dan tidak bisa lagi menutup juga menepis perasaanku" jawab shinta terus terang dengan muka yang merah padam
"akh.. akhirnya" ucap reyhan lega setelah mendengar jawaban bahwa shinta juga mencintai nya, setidaknya cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan bukan?
"tapi maaf" ucap shinta
"maaf kenapa?" tanya reyhan
"masih ada sedikit rasa takut di hatiku" jawab shinta
"karena trauma kamu?" tanya reyhan yang diangguki shinta
"trauma karena apa?" tanya reyhan lagi
"bisakah kamu menunggu ku untuk siap mengatakan semuanya? rasa sakit itu masih belum kering di hatiku, aku belum yakin untuk menceritakan dan membuka nya kembali" jawab shinta dengan suara serak nya karena dia sudah hampir menangis
"jika kamu menerimaku tanpa tahu penyebab trauma ku, aku merasa bahwa aku telah membohongimu" lanjut shinta
"aku akan menunggumu, aku juga akan meyakinkan hatimu dengan cinta yang ku punya agar kamu siap menceritakan nya" ucap reyhan meyakinkan
"benarkah?" tanya shinta
"apa aku pernah berbohong padamu?" tanya reyhan yang dibalas gelengan oleh shinta
"aku harap kamu tidak pergi setelah mendengar nya nanti" ucap shinta
"aku tidak akan pergi, kamu pegang kata kata ku" ucap reyhan yang diangguki shinta
*aku tidak akan pergi, bahkan setelah aku mendengarkan semua tentang kamu* batin reyhan yakin
"boleh aku minta satu permintaan?" tanya shinta
"apa?" tanya reyhan
"jangan memanggilku istri lagi, apalagi di depan orang lain, aku malu" ucap shinta
"baiklah, tapi aku juga minta satu permintaan" ucap reyhan memberi syarat
"apa?" tanya shinta
"temui mama ku, dia sangat ingin bertemu denganmu" jawab reyhan membuat shinta melebarkan mata nya
"ha? kamu bercanda ya?" tanya shinta kaget, bahkan dia baru saja menyatakan perasaan yang sejujurnya, secepat itukah?
"aku tidak bercanda" jawab reyhan serius
"tapi, gimana kalau nanti mama kamu tidak menyukaiku?" tanya shinta
"mama ku tidak akan seperti itu, percayalah" ucap reyhan meyakinkan
"baiklah" ucap shinta pasrah sambil menganggukkan kepala
"terima kasih" ucap reyhan
"sayang..
_________
author gak janji bisa update besok ya, soalnya penyakit author lagi kambuh🙁
__ADS_1
jangan lupa like + komen❤🙆
sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangat😊