Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
54.Kesempatan terakhir


__ADS_3

di ruangan itu ada reyhan dengan muka garang nya, rendra yang berdiri di sampingnya dan dara yang terlihat ketakutan


shinta bukan kaget dengan dara yang sedang dimarahi, tapi dia kaget dengan layar proyektor yang menyala dan menunjukkan video bukti CCTV tentang dara


*kok bisa pak rey dapet video ini? prasaan kemarin kan aku cuman nunjukin doang* batin shinta yang masih kalut dengan pikirannya sendiri


"masuk" ucap reyhan yang melihat shinta berdiri di tengah pintu dan membuyarkan lamunan nya


"baik" jawab shinta kemudian masuk dan tidak lupa menutup pintu


"kamu tau apa kesalahanmu?" tanya reyhan


"masuk tanpa ketuk pintu" jawab shinta yang mengira reyhan marah padanya


"bukan kamu yang saya tanya" ucap reyhan


*ups, maaf pak* batin shinta sambil menepuk pelan mulutnya sendiri


kemudian reyhan memberi kode dengan tangannya agar rendra mengambil alih


"kamu tau apa kesalahan kamu?" tanya rendra tegas


"sa-saya tau pak" jawab dara terbata


"apa maksud kamu melakukan tindakan itu?" tanya rendra


"saya tidak sengaja pak" jawab dara yang menundukkan kepala


shinta yang mendengar jawaban dara hanya menggelengkan kepalanya, kok bisa udah jelas jelas terbukti masih aja ngelak?


"di video itu tertera jelas kalau kamu memang sengaja" ucap rendra


"t-tapi bisa saja itu di edit kan pak?" ucap dara berusaha membela diri nya


*haa? tunggu.. di edit katanya? dia kira gue nganggur apa sampai rela ngabisin waktu buat ngurusin video* batin shinta kesal, bahkan matanya sampai membulat seketika


*tahan shin, tahan* batin shinta yang dapat menahan emosi nya, tapi tidak dengan reyhan


"AKUI KESALAHAN ATAU SAYA PECAT?" teriak reyhan yang menggelegar di ruangan itu


*astaghfirullah, aku baru tau kalau pak rey marah bisa berubah jadi kayak singa* batin shinta kaget


sedangkan rendra? dia sudah terbiasa dengan amarah reyhan yang kalau meledak udah kayak gunung meletus


"kamu kenapa?" tanya reyhan yang melihat shinta mengelus dada nya


"eh, lagi ngeredam emosi pak..biar sabar" jawab shinta cengengesan berniat menyindir reyhan agar mengontrol emosinya


"ja- jangan pecat saya pak" ucap dara memohon


"pilihannya hanya ada 2" ucap rendra yang membuat dara berpikir sejenak


"oke oke, saya akui saya salah karena saya sengaja membuat orang terjatuh di tangga" ucap dara menekan kata orang


*punya dendam apaan dia sama gue?* batin shinta menggelengkan kepala


"trus?" tanya rendra meminta penjelasan


"saya minta maaf pak" ucap dara pada reyhan


"kenapa minta maaf sama saya? yang kamu jahatin itu shinta, bukan saya" ucap reyhan dingin yang sudah mulai gedek dengan dara


*astaga.. ayo dara, daripada di pecat mending minta maaf* batin dara yang mungkin sedang menyiapkan mental


"atau pilih pecat?" ancam reyhan yang mendapat gelengan kepala dari shinta

__ADS_1


"aku minta maaf ya shin" ucap dara cepat sambil menundukkan kepala


"iya" jawab shinta


"kok kayak gak tulus gitu ya" ucap rendra yang memang sengaja ingin mengerjai dara


"shinta.. aku minta maaf ya" ucap dara mengulangi kata maaf sambil menjabat tangan shinta


"iya" jawab shinta yang menerima uluran tangan shinta


*rendra ada ada aja* batin shinta


"udah selesai?" tanya reyhan


"udah pak" jawab mereka serentak


"janhan ulangi kesalahan yang sama" ucap reyhan memperingatkan dara tetap dengan gaya dingin nya


"baik pak" jawab dara


"silakan kembali ke tempat kalian masing masing" ucap reyhan


"baik pak" jawab mereka semua kemudian menuju pintu untuk keluar


"siapa yang nyuruh kamu keluar?" tanya reyhan yang membuat langkah ketiga orang itu berhenti


"saya pak?" tanya shinta merasa dirinya yang ditunjuk


"iya" jawab reyhan


"trus kenapa kalian masih disini?" tanya reyhan pada rendra juga dara


"eh iya pak, permisi" pamit dara keluar ruangan


"lo mau ngapain sih rey sampai gue di suruh keluar segala?" tanya rendra berniat menggoda temannya itu


"iya.. awas ntar orang yang ketiga itu setan loh" ucap rendra cengengesan


"lo setannya" jawab reyhan


"ck, iya dah terserah" ucap rendra kemudian keluar ruangan


"ada yang mau bapak bicarakan?" tanya shinta saat rendra sudah keluar dan melangkah ke hadapan meja reyhan


"kamu itu baik atau bodoh sih?" tanya reyhan heran


"saya cuman kasian sama ibu dan adiknya pak, kalau dia di pecat trus keluarganya terlunta-lunta gimana pak? kasian kan?" jawab shinta


"hmm, tapi ingat..ini kesempatan terakhir yang saya kasih ke orang itu" ucap reyhan tak ingin menyebut nama dara


*kalau bukan karena kamu, pasti orang itu udah ku pecat* batin reyhan


"terima kasih pak" ucap shinta tersenyum tipis


"untuk?" tanya reyhan


"ya karena mengingat ucapan saya tentang dara yang kemarin" jawab shinta


"itu karena teman saya yang namanya shinta, bukan bawahan saya" ucap reyhan terkekeh


"ish, iya deh terserah bapak" ucap shinta


"tapi, kalau sampai ada apa a-" ucap reyhan belum selesai


"kalau dia berbuat ulah lagi saya akan lapor dan meminta bapak untuk menghukumnya" potong shinta

__ADS_1


"janji?" tanya reyhan


"iya pak, udah saya mau balik dulu pak" pamit shinta


"pamit kemana?" tanya reyhan menggoda shinta


"kerja lah pak, cari uang" jawab shinta sejujurnya


"permisi pak" pamit shinta lalu keluar ruangan


*baik sama bodoh itu beda tipis* batin reyhan


sedangkan di tempat shinta berada


*mau dianggap bodoh atau bego kek terserah, yang penting ibu sama adik nya baik baik aja* batin shinta


ruang farmasi


ceklek


"shin, sini deh cepetan" panggil jannah


"kenapa?" tanya shinta yang sudah duduk di kursi nya


"itu habis di apain sama pak rey? kusut banget mukanya kayak baju belum di setrika" tanya jannah sambil menunjuk dara


"habis di marahin sama pak rey" jawab shinta pelan, takut aada orang lain yang mendengarnya


"tentang kejadian tangga?" tanya jannah yang diangguki shinta


"rasain, biar kapok" ucap jannah


"udah udah" ucap shinta jengah dengan pembahasan yang tidak penting


"oh ya, nanti lo pulang bareng pak rey aja ya" ucap jannah membuat shinta menatapnya seketika


"maksudnya?" tanya shinta


"tadi gue males nyetir, jadi naik taksi deh, trus nanti pulangnya kata rendra biar dia yang nganterin" jawab jannah


"gue naik taksi aja nanti" ucap shinta


"kalau lo naik taksi sendirian, nanti gue dibunuh sama ajudan lo" ucap jannah


"bodo amat" ucap shinta


"ish, lo gak peduli sama nyawa gue ya?" tanya jannah memelas yang tidak dihiraukan sama sekali oleh shinta


jam makan siang


seperti biasa, di rooftop lah tempat makan siang kesukaan shinta


"ternyata coklat matcha" ucap shinta tersenyum saat membuka bungkusan paper bag dari ajudannya tadi



*makan aja deh* batin shinta, kemudian


"eh, ada pesan suara?" gumam shinta saat membuka ponsel nya


📩🔊: tante.. aku ada kejutan loh buat tante


isi pesan suara itu membuat shinta menaikkan sebelah alisnya, maksudnya apa? kejutan apa? , itu pikir shinta


________________

__ADS_1


jangan lupa like + komennya kak🤗❤


nungguin kalian komen dulu ahhh, baru up lagi


__ADS_2