Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
50.Menghubungi reyhan


__ADS_3

"itu sumpit lo kok bisa jatuh?" tanya laila


"tadi gak sengaja jatuh" jawab shinta


*lala denger gak ya tentang trauma gue?* batin shinta bertanya tanya


"kamu tenang aja, aku gak pelukan sama cewek tadi kok" ucap reyhan yang berusaha mengalihkan perhatian shinta


"apa sih?" ucap shinta kesal


"loh, jadi tadi gak pelukan?" tanya laila


"gak" jawab reyhan menggelengkan kepala


"ck, bego banget tadi kita tutup mata" ucap laila kesal yang di angguki shinta


"tunggu tunggu, berarti kamu denger dong apa yang kita omongin tadi pas tutup mata?" tanya laila


tadi saat reyhan mengobrol dengan klien nya, dia tidak sengaja melihat shinta juga laila seperti sedang mengawasi nya, dan begitu melihat shinta juga laila menutup mata karena melihat klien wanita yang ingin memeluknya


reyhan buru buru pamit karena kebetulan pembahasan juga sudah selesai, dia juga tidak nyaman apabila dirinya dipeluk oleh wanita lain, kemudian reyhan memilih pergi dan berdiri di belakang shinta


"iya" jawab reyhan


"astaga... " ucap shinta malu sambil menggelengkan kepalanya


"malu?" tanya reyhan yang tidak dihiraukan shinta


"aku udah jujur kok, biar hati kamu gak panas lagi" ucap reyhan yang semakin membuat wajah shinta memerah


"angkat kepala kamu" ucap reyhan menahan tawa karena melihat shinta yang menunduk


*gara gara lala nih* batin shinta


"udahlah shin, kita udah ketahuan jadi gak perlu malu" ucap laila


"aku gak malu kok" ucap shinta tersenyum sambil menegakkan kepalanya


"tetapi pipi nya udah kayak lampu merah" ucap reyhan menunjuk pipi shinta


"kebanyakan pakai blush on" elak shinta


"duh, sahabat gue tsurender bener dah" ucap laila terkekeh sambil menggelengkan kepala, dan sudah dapat dipastikan kalau shinta menatap nya dengan tajan


"awas matanya copot" ucap reyhan yang melihat reaksi shinta


"lo pulang sama kak rey apa gimana?" tanya laila menggoda shinta


"ya sama elo lah, gue gak mau ya lo naik moge sendirian" jawab shinta


"sama aja lo tuh kayak ajudan lo" cibir laila


"tunggu, kamu kesini naik moge?" tanya reyhan kaget


"iya" jawab shinta


*jarang cewek yang mau naik motor karena takut mukanya berdebu, lah ini malah naik moge..emang beda dari yang lain* batin reyhan menggelengkan kepala


"pulang yuk, kan gue mau balik ke rumah nanti malam" ajak laila


"yaudah yuk, kita bayar dulu" ucap shinta sambil berdiri kemudian berjalan menuju kasir diikuti reyhan, dan saat shinta menyerahkan kartunya


"pakai ini aja" ucap reyhan pada mbak mbak kasir sambil menyerahkan kartunya, tentu saja mbak mbak kasir itu langsung menerima kartu dari reyhan


"loh kak, biar aku aja gak papa" ucap shinta


"udah, biar aku aja, anggap aja ini permintaan maaf karena udah berduaan sama cewek" ucap reyhan menggoda shinta


"ishh, gak perlu minta maaf juga udah dimaafin" ucap shinta, rey yang mendengarnya hanya tersenyum


"udah shin?" tanya laila yang menghampiri shinta


"udah" jawab shinta


"makasih traktirannya kak" ucap shinta pada reyhan


"sama sama" balas reyhan


"loh, jadi kak rey yang bayar?" tanya laila dan shinta mengangguk


"makasih ya kak" ucap laila yang di angguki reyhan

__ADS_1


skip sampai rumah


"assalamu'alaikum" salam shinta dan laila yang baru masuk rumah


"waalaikumsalam my bestie" jawab jannah bernada lebay


"alay" ucap shinta dan laila kompak


"ishh, kan gue sayang sama kalian" ucap jannah membela diri


"iya.. " jawab shinta dan laila


skip jam 7 malam


seperti biasa bahwa ketiga cewek cewek ini pasti akan nonton tv di ruang keluarga


"shin, pak didi katanya kerja hari ini" ucap jannah tiba tiba


"kok bisa? dan gue gak ngeliat orangnya tadi" tanya shinta


"disuruh ajudan lo untuk jaga malam ini, tadi orangnya ada di halaman belakang" jawab jannah


"ada ada aja" ucap shinta menggelengkan kepala


"shin, ada telepon tuh" ucap laila memujuk ponsel shinta yang tergeletak di atas meja


"bunda?" gumam shinta saat melihat ponsel nya


*gak mungkin aku ngehindar terus, itu sama aja aku durhaka* batin shinta


"gue ke kamar dulu" pamit shinta yang di angguki kedua sahabatnya


1 jam kemudian


"bukain pintu noh, kayaknya yg jemput lo udah dateng" ucap jannah


"iya iya" ucap laila sambil memakai jilbab nya


"suruh masuk dulu la" teriak jannah juga sambil memakai jilbab


"iya bawel" balas laila


"loh, andrew?" ucap jannah kaget saat melihat andrew berjalan di samping laila


"iya, aku yang jemput lila" ucap andrew


"kok bisa?" tanya jannah


"disuruh kak daffa" jawab laila


"yaudah, sana buatin minum" ucap jannah menyuruh laila


"iya, kak kamu duduk di sini aja dulu" ucap laila mempersilahkan andrew duduk di ruang keluarga


beberapa menit kemudain laila kembali dengan membawa nampan


"di minum dulu ya" ucap laila sambil menyajikan minuman


"terima kasih" ucap andrew yang di angguki laila


"shinta kok lama jan?" tanya laila yang sudah duduk di sofa


"bentar, gue panggilin ke atas" ucap jannah


saat jannah ingin sampai di depan kamar shinta


brakk!


jannah tidak sengaja melihat shinta yang kebetulan keluar dari kamar dan membanting pintu dengan cukup keras, untungnya suara bantingan itu tidak sampai terdengar di ruang keluarga


*ada apalagi ini?* batin jannah bertanya tanya


"shin" panggil jannah saat dia sudah sampai di depan shinta


"hmm?" jawab shinta


"di bawah ada andrew, lo turun bentar gih" ucap jannah, dia tidak ingin bertanya untuk saat ini karena waktu nya yang tidak pas


"hmm" jawab shinta sambil mengangguk


"maaf nunggu lama" ucap shinta saat turun ke ruang keluarga yang dibalas senyuman oleh andrew

__ADS_1


"apa kabar?" tanya shinta saat dirinya juga jannah sudah duduk di sofa


"baik, kamu sendiri?" tanya reyhan


"alhamdulillah baik" jawab shinta tersenyum tipis


mereka kemudian ngobrol banyak hal tentang sana juga sini dan selama mereka mengobrol, shinta hanya menanggapi seperlunya saja, bahkan hampir tidak bicara


"yaudah kita pulang dulu" pamit laila yang di angguki andrew


"peluk" ucap jannah merentangkan tangannya


tanpa aba aba, shinta juga ikut bergabung dan berpelukan tiga orang


"gue bakal kangen sama kalian" ucap laila di sela sela pelukannya


"sering sering kesini, nanti naik moge bareng lagi" ucap shinta


"kita harus sering sering bertemu" ucap jannah bersemangat


"udah udah, kasian andrew nunggu lama" ucap jannah sambil melepaskan pelukannya


"gak papa kok" timpal andrew yang tersenyum melihat tiga sahabat itu berpelukan


"koper lo?" tanya jannah


"tadi udah di angkat sama pak didi ke depan" jawab laila


"oke, kita anter ke depan" ucap jannah dan mereka semua pergi ke teras rumah


teras rumah


"dadah" ucap laila melambaikan tangan saat dirinya masuk mobil


"assalamu'alaikum" pamit laila


"waalaikumsalam" jawab shinta juga jannah sambil membalas lambaian tangan laila


"sering sering kesini ya non" ucap pak didi yang membuka gerbang rumah


"iya pak" jawab laila sambil tersenyum


"dadah" ucap shinta dan jannah sambil tersenyum saat mobil keluar dari rumah shinta


dan setelah mobil andrew benar benar menjauh, shinta mengembalikan wajah datar yang beberapa waktu ini sudah jarang sekali dia tunjukkan


"pak" panggil shinta sambil berjalan menuju pos satpam yang ada di rumah nya


"iya non" jawab pak didi


"kunci semua pintu masuk ke rumah ini, baik gerbang depan maupun gerbang belakang, dan jangan biarkan ada satu orang pun yang masuk ke rumah ini baik siapa pun itu sampai saya mengizinkan kembali" ucap shinta tegas yang membuat jannah berpikir keras


"i- iya non" jawab pak didi terbata karena baru kali ini shinta memberi perintah yang agak aneh bahkan terkesan menakutkan


kemudian setelah memberi perintah, shinta langsung masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan jannah yang memanggilnya berkali kali


di kamar shinta, dia berdiri di depan kaca yang dapat memperlihatkan tubuhnya dari atas sampai bawah tanpa melepas hijab, kemudian mengambil kotak kecil yang dia ambil dari ajudannya dan pergi menuju taman rooftop di rumah nya


"shin tunggu" ucap jannah menghentikan langkah shinta di depan pintu taman rooftop


"haa? jangan bilang lo mau... " tebak jannah kaget saat melihat shinta membawa kotak kecil


"jangan biarin ada satu orang pun yang masuk ke rooftop, dan kalaupun ada gue pasti akan marah sama lo" ucap shinta tegas kemudian masuk dan mengunci pintu taman rooftop


"shin, jangan shin" cegah jannah sambil menggedor pintu, tetapi tetap tidak ada jawaban dari shinta


*kayaknya cuman pak reyhan yang bisa nenangin shinta, gue harus ngabarin dia* batin jannah sambil mengirim pesan ke reyhan


📩pak, bisakah anda ke rumah shinta sekarang? ini sangat mendesak dan saya yakin hanya bapak yang mampu melakukannya, tolong datang kesini sekarang apabila bapak memang serius dengan shinta" pesan jannah yang dia kirimkan untuk reyhan


*semoga tangan shinta gak akan kayak kemarin* batin jannah berdoa sambil menunggu shinta di depan pintu rooftop


_____________


kira kira apa yang akan dilakukan shinta?🤔


pnasaran gak? kalau gak ya author paksa kalian untuk penasaran ya, wkwk


Terima kasih untuk kalian yang baca novel ini dan selalu ngedukung author sampai sejauh ini❤


tungguin next nya ya para readers🙌

__ADS_1


__ADS_2