Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
69.Rere


__ADS_3

"eh.. " ucap mama riana kaget saat badannya dipeluk shinta dari belakang


"waalaikumsalam sayang" ucap mama riana seraya berdiri dari duduk nya dan berbalik menghadap shinta


"gimana kabar mama?" tanya shinta setelah mencium tangan mama riana


"mama baik baik aja, kalau kamu?" tanya mama riana balik


"shinta juga baik baik aja kok ma" jawab shinta dengan senyum nya


sementara di belakang shinta, ada reyhan yang menggandeng sisil dengan tatapan masih terpaku melihat pemandangan di depan nya, dia masih bingung dengan apa yang terjadi sekarang


"loh re.. " sapa mama riana saat melihat reyhan yang berdiri dengan menggandeng anak kecil


dan tentu saja hal itu membuat shinta langsung menoleh ke belakang


"mama kenal?" tanya shinta mengerutkan alis nya


"tentu saja mama kenal" jawab mama riana seraya tersenyum


"ini maksudnya gimana sih ma?" tanya reyhan yang masih bingung dan mulai membuka suara


"ha? mama?" ucap shinta yang ikut bingung juga saat reyhan juga memanggil mama


"kalian duduk dulu sini, biar gak bingung" ucap mama riana yang mengira keduanya masih bingung


mama riana kemudian menggandeng tangan shinta untuk duduk di sebelah nya, sedangkan reyhan mendudukkan sisil di kursi, lalu ikut menduduk kan tubuh nya di samping sisil


"jadi gini re, dia ini shinta, anak gadis mama" ucap mama riana mengenalkan shinta


*shinta maksud mama tata? anak gadis yang sering mama ceritakan?* batin reyhan


"dan shinta.. ini reyhan, anak laki laki mama" sambung mama riana mengenalkan reyhan


mama riana mengenalkan keduanya karena mengira bahwa mereka belum saling mengenal


*kak rey itu anak kandung mama?* batin shinta bertanya tanya


"jadi dia ini anak gadis mama yang sering mama ceritakan?" tanya reyhan yang terkejut dan mengingat mama nya yang beberapa kali menceritakan tentang anak gadis nya yang tak lain dan tak bukan adalah shinta


"jadi maksud mama.. dia ini kak re? kak rere anak kandung mama? anak tunggal mama?" tanya shinta yang juga terkejut


"jawaban untuk kalian berdua adalah.. ya" jawab mama riana menekan kata iya dengan senyum yang tak lepas dari bibir nya


hufttt


shinta juga reyhan menghela nafas pelan, mreka berdua masih tidak menyangka dengan situasi yang baru mereka ketahui sekarang


shinta kemudian memilik reyhan memberi isyarat seakan bertanya dia harus bagaimana sekarang?


sedangkan yang dilirik pun mulai tersadar, bukan bingung tapi justru senyum yang mengembang di bibir nya


*kok senyum gitu sih?* batin shinta heran saat melihat raut muka reyhan

__ADS_1


"kalian berdua udah saling kenal?" tanya mama riana melihat interaksi keduanya, karena jarang sekali dia melihat anak laki laki nya tersenyum di depan orang lain, apalagi di depan perempuan


"kenal ma" jawab keduanya kompak


"bagus dong, kalian bisa jadi lebih akrab" ucap mama riana tersenyum


"oh iya re, katanya kamu mau ngenalin anak gadis orang ke mama? mana orang nya? kok kamu cuman bawa anak kecil?" tanya mama riana yang belum tau kalau shinta itu orang yang ingin dikenalkan reyhan pada diri nya


reyhan kemudian melirik ke arah shinta, dan yang dilirik hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban


*apa mama akan setuju?* batin shinta khawatir


*dia pasti khawatir mama setuju atau enggak kan?* batin reyhan melihat jawaban gelengan kepala dari shinta


"kok diem? mana re?" tanya mama riana heran


"orang nya ada di samping mama" jawab reyhan membuat shinta membulatkan matanya seketika


"di samping mama itu shinta re" ucap mama riana


"yaudah itu, memang dia orang yang mau re kenalkan ma" ucap reyhan menatap mama nya


mama riana kemudian menoleh kan kepala nya untuk menatap shinta, sedangkan yang ditatap masih membulatkan mata nya ke arah reyhan


"bener yang mama denger barusan?" tanya mama riana


"eh..anu ma.. itu" jawab shinta yang merasa gugup di dalam hati nya


"jujur aja sayang" ucap mama riana memegang pundak shinta agar menghadap pada nya


"i- iya ma" jawab shinta sambil menundukkan kepala nya


shinta mengira bahwa mama riana tidak akan setuju tentang hal ini, namun respon mama riana justru berbeda dengan dugaan nya


"terima kasih" ucap mama riana seraya memeluk shinta dengan posisi duduk nya


"untuk apa ma?" tanya shinta membalas pelukan mama riana


"ya karena udah mau jatuh cinta sama anak mama, udah mau nerima anak mama, dan udah ngasih tau anak mama apa itu arti kata tentang cinta" ucap mama riana mengelus punggung shinta


"shinta yang makasih ma, karena kak re yang ngajarin shinta tentang itu semua" ucap shinta yang memang kenyataannya seperti itu, kemudian mama riana melepaskan pelukan nya, dan..


"tapi kamu kok mau sama anak mama yang muka nya kayak kanebo kering?" tanya mama riana membuat reyhan mencebikkan bibir nya


"mama suka menjatuhkan harga diri re di depan shinta" cibir reyhan


"kok kanebo kering ma?" tanya shinta menahan tawa nya


"ya mukanya datar kayak kanebo kering" jawab mama riana jujur


"ganteng gini di bilang kanebo kering, udah ma jangan jatuhkan harga diri re" ucap reyhan yang pasti malu saat ini


"menjatuhkan harga diri apa? orang shinta udah tau semua tentang kamu kok" sanggah mama riana yang membuat reyhan membulatkan mata nya

__ADS_1


"kak reyhan putra wijaya, yang punya panggilan sayang kak rere, iya kan?" ucap shinta menaik turunkan alis nya


reyhan tidak menyukai panggilan rere, tapi karena mama nya yang memaksa, alhasil dia hanya membiarkan mama riana memanggil nya dengan sesuka hati


"jangan dibahas" ucap reyhan dengan muka yang merona


"malu dia itu" ucap mama riana melihat reaksi reyhan


"iya kayak nya ma" ucap shinta membenarkan


reyhan yang sudah berusaha menahan malu pun lebih memilih bermain dengan sisil


"pesan makan dulu yuk" ajak mama riana yang diangguki shinta


setelah memesan makanan, shinta juga mama riana berbincang ringan versi wanita, sedangkan reyhan sibuk dengan sisil


"dia siapa re?" tanya mana riana menunjuk sisil yang sibuk berbincang dengan reyhan sambil memakan makanan nya


"dia keponakan nya shinta ma" jawab reyhan


"ohh, hai sayang.. siapa nama kamu?" tanya mama riana lembut tapi tidak mendapat jawaban dari sisil


"maaf ma, dia takut sama orang baru" ucap shinta yang sudah hafal reaksi sisil


"oohh gitu" ucap mama riana menganggukkan kepala


"sisil, itu mama nya om, jadi kamu jangan takut ya.. " ucap reyhan berusaha mengenalkan sisil pada mama nya


"iya sil, dia itu mama nya om kok" timpal shinta


"jawab pertanyaan mama om dong" ucap reyhan lembut sambil membelai kepala sisil yang diam sedari tadi


"hai sayang, panggil oma ya..., siapa nama kamu?" tanya mama riana lagi


"ayo..jawab sayang" ucap shinta lembut


"nama aku sisil oma.." jawab sisil dengan suara yang pelan namun masih bisa mereka dengar


"wahh.. sisil cantik ya" puji mama riana membuat sisil tersenyum



"good girl" ucap reyhan


"jadi mama setuju kan kalau re sama shinta?" tanya reyhan kembali membahas yang tadi


"enggak, mama nggak setuju" jawab mama


deg


jawaban mama riana membuat mereka berdua kaget tentu nya


__________

__ADS_1


like + komen


__ADS_2