Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
80.Penjelasan


__ADS_3

mereka berdua duduk bersebelahan di bangku yang tidak jauh dari jannah, jadi mungkin jannah juga masih bisa mendengar pembicaraan mereka


"mau ngomong apa?" tanya shinta kesal


"jangan kesal dulu, baru juga mau ngomong" ucap reyhan yang sifat dingin nya selalu hilang begitu saja jika berhadapan dengan shinta


"lima menit" ucap shinta tidak bisa dibantah


"setengah jam boleh?" tanya reyhan yang sebenarnya sengaja menggoda gadis di depannya itu


"kamu pikir aku jualan pake ditawar segala?" ucap shinta tetap dengan nada kekesalan nya


"masih kesel?" tanya reyhan yang sebenarnya ingin tertawa melihat jawaban shinta barusan


"gak" jawab nya ketus


"jangan ketus gitu, kayak serigala loh" goda reyhan


"makanya buruan ngomong, kalau gak ngomong ini serigala lapar bakal makan kamu" ucap shinta


"silahkan makan aku aja gak papa kok" ucap reyhan yang justru semakin membuat shinta kesal


"jangan basa basi, langsung intinya! atau aku pergi aja sekarang" ucap shinta hendak berdiri


"jangan.. iya ini aku ngomong" ucap reyhan yang membuat shinta kembali duduk di bangku nya


"aku mau balikin ini" ucap reyhan memberikan beberapa tanda pengenal milik shinta


"gak perlu" ucap shinta saat melirik tanda pengenal nya


"kenapa?" tanya reyhan


"aku memberikan nya sebagai apoteker, jadi aku juga harus mengambil nya dalam profesi apoteker" ucap shinta kekeh


"begitu ya? kamu kenal apoteker itu?" tanya reyhan yang membuat shinta mengernyitkan alis nya, tapi juga tetap dia jawab


"ya, aku kenal" jawab shinta


"bilang pada nya kalau aku percaya dengan nya" ucap reyhan

__ADS_1


deg!


*apa apaan sih dia ini?* batin shinta heran


"bohong" ucap shinta


"aku gak bohong, ada alasan kenapa aku melakukan hal itu pada apoteker yang aku sukai di depan banyak orang" ucap reyhan


"apa?" tanya shinta


"bilang pada nya, kalau aku mempercayai apoteker itu, aku sedang mencurigai seseorang dan di hari itu ada sebuah bukti tentang obat, tapi aku mencurigai bahwa pelaku nya orang kepercayaan di rumah sakit, bukan apoteker itu"


"karena ada beberapa dana rumah sakit yang masuk ke rekening peribadi, ada juga nominal uang yang tidak sesuai dengan seharus nya, artinya ada penggelapan dana rumah sakit, dan hanya pemegang uang yang tau uang itu digunakan untuk apa saja termasuk membeli obat itu, makanya.. aku melakukan nya di depan orang orang kepercayaan rumah sakit karena pelaku pasti salah satu dari mereka"


"dan pasti nya mereka bekerja sama dengan salah satu rekan apoteker kamu, aku juga melakukan rencana itu agar mereka percaya kalau aku memang benar benar kecewa terhadap mu dan menganggap kamu lah pelaku nya"


"bukan kah sharusnya kamu bisa melihat bagaimana ekspresi mereka ketika kamu menggertak nya?" ucap reyhan panjang lebar membuat shinta berpikir seketika


"tapi kenapa kamu tidak memberi tau aku tentang rencana kamu sebelum nya?" tanya shinta heran


"aku tidak sempat melakukan nya, karena mereka lebih dulu datang ke ruangan ku sebelum kamu, padahal aku lebih dulu memanggil kamu supaya bisa mendiskusikan rencanaku" jawab reyhan


"aku juga tidak tau kenapa kamu bisa datang lebih lama" sambung reyhan


"gimana bisa? kamu gak mau ketemu sama aku, ponsel juga kamu matiin kan? maka dari itu tadi aku nunggu di dekat rumah kamu, siapa tau kamu keluar.. ternyata kamu beneran keluar, yaudah aku ikutin aja sampai sini" ucap reyhan


"kalau begitu, bilang pada direktur itu untuk percaya pada ku.. aku berani bersumpah kalau bukan aku pelaku nya" ucap shinta dengan nada bergetar


"aku tau itu, aku minta maaf" ucap reyhan merasa bersalah karena dia mengingkari ucapannya sendiri tentang kepercayaan


shinta hanya diam saja mendengar permintaan maaf dari reyhan


"kamu memaafkan ku?" tanya reyhan antusias


"tuhan saja maha pemaaf" ucap shinta membuat reyhan tersenyum seketika


"tapi aku manusia biasa, bukan tuhan yang maha pemaaf" sambung nya yang sukses membuat senyuman yang terukir di wajah reyhan hilang seketika


"kamu tau? meskipun itu sekedar rencana kamu, tapi hati ku juga tetap sakit mengingat bagaimana cara kamu berbicara pada ku hari itu" ucap shinta lirih

__ADS_1


"aku minta maaf.. " hanya itu yang bisa reyhan ucapkan saat ini


"aku pergi dulu" bukan nya menjawab, tapi justru pamit yang ia lakukan, entah kenapa dia ingin memberi beberapa pelajaran sedikit pada reyhan


"kok pergi sih? kamu gak mau ngambil ini?" tanya reyhan menggenggam tanda pengenal


"sudah kubilang, aku memberikannya sebagai apoteker, aku juga akan mengambilnya sebagai apoteker" jawab shinta


"besok kamu akan mengambil nya?" tanya reyhan


"nggak, aku akan mengambil nya ketika semua bukti sudah kutemukan" jawab shinta


"bukankah cctv di ruangan apoteker sudah dirusak? kamu berniat memperbaiki nya kembali?" tanya reyhan


"ya" jawab shinta


"aku juga sedang melakukan nya, kamu bisa berhenti mencari tau, biar aku yang melakukan nya" ucap reyhan


"nggak, aku sudah bilang di hadapan para dewan rumah sakit untuk mencari bukti, maka dari itu aku harus membuktikan ucapanku sendiri, aku tidak ingin bergantung pada atasan ku untuk mencari bukti" ucap shinta


"tapi-" ucap reyhan tertenti karena shinta yang menggelengkan kepala nya


"aku akan tetap mencari tau, aku pulang dulu.. assalamu'alaikum" pamit nya kemudian pergi dari harapan reyhan


"waalaikumsalam" jawab reyhan tenang, setidaknya shinta sudah tau yang sebenarnya dan untungnya tadi shinta mau diam dalam mendengarkan penjelasan nya, masalah permintaan maaf? itu urusan berikut nya yang harus ia perjuangkan lagi


*untung kak rey gak nanya gimana cara nya aku bisa memperbaiki cctv itu karena aku kan bukan ahli IT* batin shinta menghela nafas sambil duduk di sebelah sisil juga jannah yang memang menunggu shinta untuk kembali


"hiks, shin.. " suara jannah merengek barusan membuat shinta langsung menoleh pada nya


"eh.. lo kenapa?" tanya shinta


"gue udah marahin rendra kemarin" ucap jannah saat baru tau tentang rencana reyhan yang bisa ia dengar barusan


"ngapain marahin rendra?" tanya shinta heran


"ya gara gara pak rey" jawab jannah mengerucutkan bibir nya


"jan.. jan.. " ucap shinta menggelengkan kepala nya

__ADS_1


bersambung


hayolohh...siapa yang kemarin sempet suudzon sama reyhan???


__ADS_2