Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
53.Yakin dan tidak


__ADS_3

setelah mobil reyhan keluar dari rumah shinta, jannah pun segera menghampiri pak didi yang sedang membersihkan pecahan kalimba tadi


"pak" panggil jannah


"iya non" jawab pak didi sambil menoleh


"saya minta tolong jangan bilang kejadian tadi sama ajudannya shinta ya pak" ucap jannah


"yahhh..maaf non" ucap pak didi


"maaf kenapa pak?" tanya jannah bingung


"den adib udah tau kejadian ini non" jawab pak didi


"kok bisa pak?" tanya jannah heran


"tadi den nelpon saya, katanya perasaannya gak enak trus nanya gimana keadaan nya non shinta, yaudah saya jawab aja non, gak mungkin saya bohong kan?" jawab pak didi


"i- iya juga sih pak, yaudah saya kedalam dulu pak, nanti kalau mau bikin kopi masuk aja ke dapur" ucap jannah


"iya non" jawab pak didi


"besok ajudannya shinta pasti kesini nih" gumam jannah saat menaiki tangga menuju kamar nya


"tapi amukan shinta lebih parah deh daripada ajudannya" ucap jannah terkekeh sambil membaringkan badannya di ranjang


keesokan hari nya


shinta terbangun karena panggilan telepon di ponsel nya


"hoamm"


"siapa nih?" gumam shinta dengan alis yang terangkat saat di ponsel nya tertera nama 'direktur ganteng' melakukan panggilan


"gak kenal" ucap shinta meletakkan kembali ponsel nya dan mengabaikan panggilan


"mending sekarang mandi trus sholat" ucap shinta bergegas menuju kamar mandi


skip setelah sholat


ting!


nada dering pesan masuk dari ponsel shinta


๐Ÿ“ฉ"tidur nyenyak kan?" ucap shinta membaca pesan di ponsel nya


"siapa sih ini?" gumam nya bertanya tanya


"tuh kan telepon lagi" ucap shinta saat ponsel nya berdering kembali dari pemanggil yang sama


shinta memutuskan untuk menjawab teleponnya karena tidak ingin ponselnya berdering terus menerus


๐Ÿ“ž: "halo" ucap shinta saat menerima telepon


๐Ÿ“ž: "pagi, gimana tidur nya?" tanya seseorang di telepon


*haaa?* batin shinta terkejut


๐Ÿ“ž: "ini... kak rey?" tanya shinta yang mengenali suara itu


๐Ÿ“ž: "iya, jawab dulu pertanyaanku tadi" ucap reyhan


*astaga..gue masih inget sama kejadian semalem* batin shinta sambil menggelengkan kepala


๐Ÿ“ž: "nyenyak kok kak, eh itu aku mau mandi dulu kak assalamu'alaikum" ucap shinta cepat berusaha menghindari reyhan


๐Ÿ“ž: "waalaikumsalam" jawab reyhan terkekeh di telepon


*ishh, gimana bisa gue berangkat kerja hari ini? malu banget dong nanti kalau ketemu* batin shinta


"au ah, sekarang ayo siap siap trus berangkat kerja" ucap shinta


"pagi shin" ucap jannah saat melihat shinta yang baru turun


"hmm" jawab shinta sambil melangkah menuju dapur


*ngambek dong* batin shinta


"ishh, udah ya jangan kesel" ucap jannah berusaha membujuk shinta yang tidak dihiraukan sama sekali


tiba tiba mereka dikejutkan dengan suara seseorang yang sangat shinta kenal


"assalamu'alaikum" salam ajudan yang baru nyelonong masuk rumah

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab shinta juga jannah


*nah kan, gue bilang juga apa, pasti pagi pagi bakal kesini* batin jannah


"pencet bel dulu kek" ucap shinta


"kapan aku pernah mencet bel?" tanya ajudan sambil duduk di kursi meja makan


"ya di biasain aja dulu" ucap shinta


"kak" panggil ajudan


"apa?" tanya shinta sambil duduk di kursi sebelah ajudannya


"berangkat bareng ya, aku anterin" ajak ajudan


"trus jannah?" tanya shinta


"sok sok an nanyain tentang gue, biasanya gue juga nyetir sendiri kok" sindir jannah


"ampun bu bos" ucap jannah terkekeh sambil mengangkat kedua tangannya saat mendapat tatapan tajam dari shinta


"ada yang mau di obrolin" ucap ajudan serius dan jika sudah begini..shinta pasti tidak akan bisa menghindar


"iya, yaudah berangkat sekarang aja" ucap shinta seraya duduk dari kursi nya


"masih pagi banget loh ini" ucap ajudan


"lagi pengen, udah ah cepetan" ucap shinta


"iya iya kak" ucap ajudan


"kita pamit kak jan, assalamu'alaikum" pamit ajudan


"waalaikumsalam" jawab jannah


dalam perjalanan


"maksud kakak apa kunci semua pintu masuk di rumah?" tanya ajudan sambil fokus menyetir


"tanpa kakak jawab juga pasti kamu udah tau" jawab shinta yang memandang keluar jendela


"aku khawatir loh kak, kalau kakak kayak gini terus aku bisa gila" ucap ajudan


setelah perdebatan itu, tidak ada percakapan sama sekali


sampai rumah sakit


"kakak turun dulu, assalamu'alaikum" pamit shinta yang ingin keluar mobil


"tunggu" cegah ajudan sambil memegang tangan kakak nya


"maaf" ucap ajudan


"buat?" tanya shinta


"maaf karena gak ngerti sama perasaan kakak, mungkin sebaiknya aku tinggal sama kakak aja biar bisa jagain" ucap ajudan


*ha? gak gak, tambah ribet nanti kalau dia tinggal sama aku, nanti kamu malah kerepotan ngurusin kakak dek* batin shinta


"udah gak papa" ucap shinta lembut yang tidak ingin adik nya itu ikut memikirkan diri nya


"ini buat kakak" ucap ajudan sambil memberikan paper bag kecil


"apa ini?" tanya shinta yang menerima paper bag itu


"nanti aja buka sendiri" ucap ajudan


"oke, yaudah ya kakak masuk dulu" ucap shinta yang diangguki ajudannya


*semoga gak ketemu pak rey* doa shinta dalam hati yang tidak terkabulkan karena baru saja masuk, dia langsung bertemu dengan reyhan yang juga baru masuk


*do'a ku gak terkabul, padahal disini banyak dokter suster atau apapun itu, tapi kenapa harus ketemu pak rey sih?* batin shinta yang teringat kejadian tadi malam


*tutup muka aja deh, semoga selamat* batin shinta sambil menutup mukanya dengan tas selempang yang dia bawa kerja


shinta pun berjalan mengendap agar tidak ketahuan, namun saat kakinya ingin melangkah menaiki tangga


"shinta" panggil reyhan


*aduh..pura pura gak denger aja shin* batin shinta yang meneruskan langkah kaki nya


"shinta" panggil reyhan sekali lagi namun tetap shinta berpura pura tidak mendengar nya

__ADS_1


"sekali lagi saya panggil tapi kamu gak jawab, gak ada gaji bulan ini" ucap reyhan yang ikut naik tangga


shinta yang mendengar kata 'tidak ada gaji bulan ini' pun seketika langsung menoleh


"ada apa pak?" ucap shinta berbalik menghadap reyhan


*profesional shin, ini rumah sakit* batin shinta


"kenapa saya panggil kamu gak jawab?" tanya reyhan


"say makai earphone pak" jawab shinta beralasan


*gak pinter bohong* batin reyhan tidak percaya


"nanti tolong kamu suruh dara untuk ke ruangan saya" ucap reyhan


"baik, ehh untuk apa pak?" tanya shinta heran


"kamu mau kepo urusan saya?" tanya reyhan


"enggak kok pak, yaudah saya duluan ya pak, mari.. " ucap shinta kemudian bergegas menaiki tangga


jam setengah 9 pagi


"dara, kamu di panggil sama pak direktur" ucap shinta yang sedang mengerjakan laporan obat obatan


"haa? aku?" tanya dara dengan nada girang, karena baru kali ini dia dipanggil oleh direktur rumah sakit


"iya" jawab shinta


"buat apaan shin?" tanya jannah yang disamping shinta


"mana gue tau" jawab shinta mengedikkan bahu


"aku keatas dulu, bye kalian" pamit dara yang tidak memikirkan akan ada kejadian apa di ruangan reyhan nanti


"ck, lebay" ucap sela


"udah udah" tegur monik


setelah satu jam namun dara tidak kembali juga, itu membuat shinta memikirkan kembali kejadian tadi malam


"jan, gue kemarin sempet bilang sama kak rey soal dara ya?" tanya shinta antara yakin dan tidak


"iya" jawab jannah


"beneran?" tanya shinta dengan mata yang membulat sempurna


"iya shinta..bahkan lo malah nunjukin bukti nya kok" jawab jannah


"aduh" ucap shinta menepok jidat nya sendiri


"emang kenapa sih?" tanya jannah yang tidak dihiraukan shinta


"woi, mau kemana?" tanya monik yang melihat shinta buru buru keluar ruangan


"bentar doang" jawab shinta dan bergegas keluar ruangan


"shinta kenapa jan?" tanya sela


"gak tau tuh, nanti aja kalau balik di tanya" jawab jannah yang sebenarnya udah tau shinta mau kemana


*dia pasti khawatir dara dipecat, emang baik sama bego tuh beda tipis* batin jannah menggelengkan kepala


sedangkan di tempat shinta berada, dia sedang di lantai 10 untuk menuju ruangan reyhan


*ini rumah sakit apa hotel sih? lebar banget luasnya sampai mau ke ruangan pak rey aja jalan kaki nya lama* ucap shinta kesal


dan saat sudah sampai di depan ruangan reyhan, shinta langsung membuka pintu tanpa mengetuk


ceklek!


begitu terkejut nya shinta saat melihat apa yang ada di depan mata nya sekarang, sampai sampai mulut nya pun ikut menganga


_______


Hai Hai Hai


ayo dukung terus author nya dong


biar semangat ngelanjutin ceritanya๐Ÿค—


jangan lupa like + komen ya!

__ADS_1


makasih๐Ÿ™


__ADS_2