Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
42.Pertengkaran


__ADS_3

"lo bisa cek CCTV kan?" tanya reyhan


"bisa sih, semoga aja gak di hapus" jawab rendra yang di angguki reyhan


"nih, pake aja laptop gue" ucap reyhan menyerahkan laptopnya


"oke" ucap rendra dan mulai mengotak atik laptop rey untuk melihat CCTV


beberapa menit kemudian


"gimana?" tanya reyhan


"nihil, gak ada apapun di sini" jawab rendra menggelengkan kepala


"maksud lo ada yang sengaja hapus rekaman CCTV?" tanya reyhan


"iya, di sini cuman ada rekaman pas shinta jatuh, sebelum itu gak ada" jawab rendra


"sialan, gue salah langkah, harusnya gue selidiki dulu sebelum shinta yang keceplosan, karena gue pas ngelepas sepatu di kaki nya itu juga kecium bau sabun lantai" ucap reyhan merutuki kebodohannya sendiri


"sabun lantai? serius lo?" tanya rendra kaget


"iya, kayak nya emang ada yang sengaja motong video itu" ucap reyhan curiga


"iya sih" ucap rendra membenarkan


"kemarin shinta sempet keceplosan kalau ada yang sengaja bikin dia celaka, makanya dia marah, berarti dia udah tau dong pelakunya siapa?" ucap reyhan


"kemungkinan nya sih gitu, tetapi gak tau juga rey, coba nanti gue tanya sama jannah" ucap rendra yang di angguki reyhan


"eh rey, gue mau nanya?" ucap rendra yang membuat reyhan menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya 'apa?'


"kenapa lo suka sama shinta? sedangkan banyak cewek yang suka sama lo" tanya rendra


"apapun alasan nya, hanya gue dan shinta yang berhak tau" jawab reyhan cuek


"se spesial itukah shinta bagi lo?" tanya rendra penasaran


"hmm" jawab reyhan dengan anggukan kepala


"wah.. emang cocok sih kalian, sama sama kutub" ucap rendra terkekeh yang membuat reyhan menatapnya dengan tajam


"kabur" ucap rendra berlari keluar dari ruangan reyhan, sebelum sang raja singa mengamuk nanti nya


*apapun alasan nya, aku akan tetap sama* batin reyhan


sedangkan di ruang farmasi


shinta baru saja kembali dari rooftop dan duduk manis di kursi nya sendiri


"dari mana aja kamu?" tanya dara tiba tiba


"taman" jawab shinta singkat


"ngapain? nyari cowok lagi?" tanya dara yang makin menjadi


*ya ampun, sabar shinta* batin shinta menyemangati diri sendiri


"heh, jaga mulut lo ya" tegur jannah


"tau lo dar, jaga mulut lo" tegur sela ikut ikutan


"udah udah" tegur monik

__ADS_1


sedangkan adit juga bagas hanya sebagai penonton saja


"apa ada yang salah sama ucapan gue? enggak kan?" tanya dara dengan senyum sinis


"jangan suka fitnah orang sembarangan" ucap sela


"apa nya sih yang fitnah? emang bener kok kalau di sini tuh ada jalang" ucap dara


"gue gampar lo lama lama" ucap jannah bahkan hampir berteriak dengan tangan yang sudah melayang di atas


tetapi tiba tiba shinta berdiri dan menggebrak meja


BRAKK!!!


"udah hentikan" teriak shinta


"jan, ikut gue" ucap shinta menarik tangan jannah


"apaan sih shin? dia itu udah jahat sama lo tau gak" ucap jannah memberontak


"gue tau, tapi jangan kotori tangan lo yang bersih hanya buat nampar sampah kayak dia" ucap shinta sinis dan menarik paksa jannah untuk keluar ruangan


"shin lepas" ucap jannah ketika mereka sudah keluar dari ruangan


"lo tuh kenapa sih shin? dia udah nyakitin lo" ucap jannah emosi


"ya gue tau, tapi cara nya gak kayak gini juga jan" ucap shinta


"trus harus gimana? lo mau di fitnah terus sama dia?" tanya jannah


"gue juga gak mau jan, tetapi gue gak suka kalau ada pertengkaran kayak gini" jawab shinta


"ingat! ini tuh rumah sakit, lo mau kita sebagai karyawan rumah sakit nanti berubah status jadi pasien? ha?" tanya shinta


"enggak jan, gue sama sekali gak ada niat buat marahin lo" jawab shinta sambil mengusap wajahnya


"trus barusan apa?" tanya jannah


"gue tuh gak mau nanti kalau sampai lo kena masalah gara gara gue sama dara" jawab shinta dan jannah hanya diam


"ada apa ini?" tanya rendra yang datang menghampiri mereka, dan sedari tadi dia memang menguping pembicaraan shinta juga jannah barusan


"aku pergi dulu" pamit shinta dan meninggalkan mereka berdua


"ada apa jan?" tanya rendra


"gak ada apa apa" jawab jannah dan kembali masuk ke ruang farmasi


sedangkan shinta memutuskan untuk pergi ke taman rooftop, karena saat dia di sana, hati nya akan terasa sedikit tenang


"dara sialan" shinta mengumpat sambil menendang bangku taman


*akhh gue kenapa ini?* batin shinta saya kepalanya dilanda pusing yang sangat hebat sampai dia terhuyung dan duduk di bangku taman


*astaga gue lupa minum vitamin* batin shinta


sedangkan di sisi lain, rendra sedang melaporkan apa yang dia lihat tadi


"ha? mereka ada masalah apa sih?" tanya reyhan setelah mendengar cerita rendra barusan


"gak tau juga gue, tapi orang yang nama nya dara tuh patut dicurigai" ucap rendra


"iya gue juga tau, cuman gue penasaran aja kenapa mereka sampai bertengkar gitu" ucap reyhan sambil mengotak atik laptopnya

__ADS_1


"kenapa gak diliat lewat CCTV aja? kan ruang farmasi juga ada CCTV nya" ucap rendra


"ini gue juga mau buka ndra" ucap reyhan


beberapa menit kemudian


"jadi kejadiannya kayak gini?" ucap rendra setelah melihat rekaman CCTV


"di sini shinta sama jannah gak salah, ini wanita duluan yang mulai" ucap reyhan menunjuk dara di laptopnya


"gue juga tau kali rey" ucap rendra


"apa mungkin wanita ini yang sengaja bikin shinta celaka?" gumam reyhan


"jangan suudzon dulu sebelum ada bukti rey" ucap rendra yang masih bisa mendengar gumaman rey


"terserah gue" jawab reyhan acuh


"lo tuh udah kayak mak mak belanja sayur tau gak, cerewet banget kalau masalah soal shinta" gerutu rendra yang tidak dihiraukan oleh reyhan


sedangkan di ruang farmasi


"jan" panggil sela


"apa?" jawab jannah


"shinta mana?" tanya sela


"palingan lagi nyari sugar daddy" jawab dara yang mulai lagi ngawur nya


"diem lo mak lampir!" bentak jannah


ya meskipun jannah orangnya imut imut, manis, tetapi kalau marah juga sama nyeremin nya kayak shinta


"dia lagi pergi" jawab jannah pada sela


"ooh, biarin dia sendiri dahulu, biar tenang" ucap sela yang di angguki jannah


balik ke shinta


"lah, ngapain nih si lala nelepon?" tanya shinta saat ponsel nya berdering


๐Ÿ“ž: "apa la?" tanya shinta saat panggilan terhubung


๐Ÿ“ž: "nanti malam bisa keluar gak?" tanya laila di telepon


๐Ÿ“ž: "gak bisa, ajak jannah aja deh" jawab shinta


๐Ÿ“ž: "kok gitu?" tanya lala


๐Ÿ“ž: "plis, gue capai" jawab shinta


๐Ÿ“ž: "oke oke, bye" ucap laila dan mematikan telepon


*hari ini gue sampai gak bisa nahan emosi, padahal gue emang gak boleh sering marah marah*


*maafin gue jan, gua gak niat marah, tapi gue gak mau nanti lo tersakiti sama dara hanya karena gue* batin shinta


__________________


maaf kalau ceritanya gaje, ini novel pertama author๐Ÿ™Œ


Tinggalkan jejak ya!โค jangan lupa like+komen sayang๐Ÿ’•

__ADS_1


terima kasih buat yang udah baca๐Ÿ™โœจ


__ADS_2