Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
65.Manis


__ADS_3

pagi


"jan, kayak nya kita di suruh ke bali sama lala" ucap shinta saat dia sudah selesai sarapan


"ngapain?" tanya jannah


"gak tau, katanya cuman refreshing aja" jawab shinta mengedikkan bahu sambil memperbaiki hijab nya


"sabtu sore aja kita berangkat, pas pulang kerja" ajak jannah


"lo yang pesen tiket gih, ntar gue tf aja pembayarannya" ucap shinta


"gampang" ucap jannah


"pesen tiket buat tiga orang loh ya" ucap shinta mengingatkan


"buat siapa aja sih?" tanya jannah


"lah itu sisil masa' ditinggal? gak mungkin kan?" jawab shinta


"iya juga, kakak lo lama bener liburan nya" ucap jannah


"biasa, kalau udah sama istrinya tuh seakan kita semua dianggap ghaib" ucap shinta terkekeh


"tingkat kebucinan tuh emang gak bisa di minimalisir" ucap jannah


setelah bi asti datang ke rumah, shinta juga jannah langsung pamit untuk ke rumah sakit


"pagi" sapa mereka berdua saat masuk


"pagi" jawab semua orang termasuk dara


"whatt? tumben nih mak lampir?" gumam jannah kaget yang masih bisa di dengar shinta


"udahlah , mungkin habis dapet hidayah" jawab shinta yang juga berbisik


setelah itu mereka segera fokus dengan berkas obat obatan masing masing


"shin" panggil dara


"ya?" jawab shinta


"bisa bantuin aku buat laporan obat yang baru?" tanya dara


"bisa" jawab shinta tanpa menaruh curiga sedikitpun pada dara


*kok gue ngerasa ada yang aneh sih?* batin jannah bertanya tanya


siang


"makan siang bareng yuk guys" ajak monik


"kalian aja" jawab jannah


"oke deh" ucap monik


setelah semua rekan rekan mereka pergi, jannah mulai membuka pembicaraan


"shin" panggil jannah


"hmm?" jawab shinta sambil membuka laci meja nya dan menatap benda yang ada di meja itu


"lo ngerasa aneh gak sih sama dara?" tanya jannah


"gak tau gue" jawab shinta


"aneh aja gitu loh, tiba tiba berubah drastis" ucap jannah yang mengingat tadi saat jam kerja, dara seringkali mengajak shinta basa basi namun hanya ditanggapi seperlunya saja oleh shinta


"habis kena siraman rohani kali" jawab shinta yang ntah dapat ide dari mana

__ADS_1


"siraman rohani dari mana?" tanya jannah


"pak ustadz gang 20 rt 14" jawab shinta asal dengan tatapan yang masih tidak bisa lepas dari laci


"ck, gue serius loh ngab" ucap jannah kesal saat shinta hanya menganggapnya bercanda


"iya iya" ucap shinta yang makin membuat jannah kesal


"lo ngeliatin apaan sih? " tanya jannah ikut melihat apa yang ada di dalam laci


"coklat?" ucap jannah spontan saat melihat isi di dalam laci


"eh-" ucap shinta saat sadar kalau jannah juga melihat apa yang dia lihat


"dari siapa?" tanya jannah


"tanpa gue jawab juga lo udah tau" jawab shinta sambil memegang coklat itu


"adit?" pekik jannah


"apanya sih? sembarangan lo kalau ngomong, ini tuh dari pak rey" jawab shinta


"tau dari mana lo?" tanya jannah


"nih liat" ucap shinta membalik coklat matca itu


"pelangi?" tanya jannah saat melihat stiker pelangi yang ada di bungkus coklat itu


"he'em pelangi" ucap shinta tersenyum


"dih, lo kalau kalau jatuh cinta udah kayak anak abg" cibir jannah saat melihat ekspresi shinta


"dih, gue kan emang masih abg" ucap shinta


"umur 23 juga masih aja ngaku abg" ucap jannah menggelengkan kepala


"ya ya, anak SMA yang ngulang sekolah 6 tahun lagi" ucap jannah membuat shinta mengerucut bibir nya seketika, kemudian shinta lebih memilih untuk berterima kasih pada orang yang memberinya coklat


direktur ganteng


šŸ“©: [foto coklat]


~ "Terima kasih, manis sekali😊"


"udah udah, malah senyum senyum sendiri, ayo makan" ajak jannah sambil menarik tangan shinta


"ish, iya iya" jawab shinta


taman rooftop


"lala dari kemarin ngeluh sama gue" ucap jannah saat selesai makan dan duduk manis di bangku taman


"ngeluh kenapa?" tanya shinta


"ngeluh karna awal belajar tapi dikasih proyek besar" jawab jannah


"ya biar terbiasa aja kali" ucap shinta


"tapi ini antar 4 perusahaan loh, gak main main pasti kerja sama nya" ucap jannah


"ohh" ucap shinta biasa saja


"lo kok biasa aja sih? kayak pernah ngalamin ada di posisi lala" tanya jannah


"eh, anu.. trus gue harus gimana? kan gue gak ngerti soal perusahaan" jawab shinta


"ya, iya juga sih" ucap jannah membenar


"yuk balik" ajak shinta

__ADS_1


"yuk" ucap jannah sambil berjalan duluan, sedangkan shinta berada di belakang


saat dia ingin memasuki lift untuk menyusul jannah, ada sebuah tangan kekar yang menarik tangan nya sehingga tubuh nya pun ikut mundur


"eh.. kenapa pak?" tanya shinta pada reyhan yang menarik tangannya barusab


"tidak apa apa" jawab reyhan


"yaudah kalau gitu saya permisi pak" ucap shinta ingin memasuki lift tapi kembali di larang oleh reyhan


huftt


"ada apa pak?" tanya shinta formal


"siapa yang manis?" tanya reyhan


"manis?" ucap shinta mengerutkan alis nya


"iya, tadi kan kamu kirim pesan ke saya, katanya manis sekali" ucap reyhan


"ohh" ucap shinta hanya ber'oh'ria


"siapa? saya?" tebak reyhan


"tentu saja" jawab shinta sambil tersenyum manis dah tentu saja jawaban dari shinta membuat reyhan tersenyum juga, namun seketika senyum nya pudar saat shinta meneruskan ucapan nya


"tentu saja coklat nya" sambung shinta terkekeh geli dan langsung pergi dari hadapan reyhan


sedangkan yang ditinggalkan hanya bisa mendengus kesal


"untung sayang" gumam reyhan


skip pulang kerja


"zeze grup" gumam jannah sambil menyetir


"shin" panggil jannah


"hmm" jawab shinta yang menatap luar jendela


"lo tau zeze grup?" tanya jannah


degg


mendengar kata zeze grup, mata shinta membulat seketika


"shin, lo denger gak sih?" tanya jannah yang tidak bisa menoleh ke samping karna dia masih fokus pada jalan yang ada di depan nya


"gue denger kok" jawab shinta yang mengatur ekspresi nya


"lo tau gak zeze grup?" tanya jannah


"gak tau gue, gak pernah ngerti soal nama perusahaan, emang kenapa sih?" tanya shinta


"ya itu perusahaan yang nanti juga ada kerja sama dengan proyek lala, cuman aneh nya gue pernah denger soal zeze grup tapi gue lupa denger itu dimana?" ucap jannah perasaan sambil mengingat ingat


*ya ampun, nama zeze grup gak cuman satu kan?* batin shinta


"entah kenapa gue jadi penasaran banget" ucap jannah


"ya mungkin lo pernah denger berita tentang perusahaan itu di tv, kalau perusahaan kan pasti disorot media" ucap shinta


"ya iya juga, mungkin gue cuman denger di tv" ucap jannah berusaha melupakan soal zeze grup


______________


jangan lupa like + komenā¤šŸ™†


sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangat☺

__ADS_1


__ADS_2