
"siapa laki laki itu?" tanya reyhan sambil menunjuk orang yang mau membukakan gerbang rumah
"itu pak didi" jawab shinta
"pak didi siapa?" tanya reyhan
"suami nya bi asti, pekerja di rumah ini" jawab shinta
"kok pas aku nganterin kamu kesini malam itu gak bertemu sama pak didi?" tanya reyhan
*dasar! jiwa kepo nya mulai meronta ronta* batin shinta
"jam kerja nya hanya sampai sore" jawab shinta
"ohh" ucap reyhan
"eitss mau ngapain?" tanya shinta saat mobil sudah terparkir di halaman rumah dan reyhan ingin membopong nya kembali
"mau bantuin kamu lah, ngapain lagi" jawab reyhan
"gak gak, biar bibi sama jannah aja" ucap shinta
"pak didi" panggil shinta
"iya non" ucap pak didi sambil berjalan menghampiri shinta
"saya minta tolong panggilkan bibi sama jannah ya pak" ucap shinta
"iya non, sebentar" ucap pak didi dan segera memanggil bi asti juga jannah
dan tak lama kemudian, jannah dan bi asti datang menghampiri shinta
"astaghfirullah, ini non kok bisa kayak gini?" tanya bi asti khawatir saat melihat shinta tidak bisa berdiri
"kekilir bi, gak sengaja jatuh tadi" jawab shinta dan langsung di bopong oleh jannah juga bi asti, dan saat sudah setengah jalan
"mau masuk atau enggak?" tanya shinta saat melihat reyhan masih berdiri di samping mobil nya
"iya" jawab reyhan dan ikut masuk ke dalam rumah shinta, tepat nya di ruang tamu
"akhirnya" ucap shinta lega saat diri nya sudah duduk di sofa ruang tamu
"oh ya bi, tolong bikinin minum ya bi" ucap shinta
"mau minum apa?" tanya shinta pada reyhan
"apa aja" jawab reyhan
"kalau gitu bibi pamit ke dapur dulu non" pamit bi asti
"iya bi" jawab shinta
"lala ke mana jan?" tanya shinta pada jannah
"lagi keluar kata nya, udah lah gak papa biar dia nge refresh diri" ucap jannah yang di angguki shinta
"mau ngapain?" tanya shinta saat reyhan berjongkok di hadapan nya
"meriksa kaki kamu" jawab reyhan, dan saat ingin menyentuh kaki nya
"jangan, aku jadi gak sopan dong" ucap shinta
"nurut!" ucap reyhan tegas dan tentu saja membuat shinta menurut sambil mengerucutkan bibir nya
perlahan, reyhan melepas sepatu shinta dan memeriksa kaki nya
"udah bengkak ke biru an gini" ucap reyhan
"kamu sih, kalau jalan itu liat liat dulu" sambung reyhan
"kalau patah tulang gimana?"
__ADS_1
"pasti mama kamu khawatir"
"apalagi ajudan kamu yang over protective itu"
"jangan bikin orang lain khawatir"
"lain kali itu harus hati hati"
cerocos reyhan tanpa henti yang membuat shinta juga jannah melongo
"stop!" ucap shinta menghentikan reyhan yang masih mengomel ria
"ini pak reyhan bukan sih?" tanya jannah yang duduk di depan shinta
"kak, ini kamu atau bukan?" tanya shinta heran
"maksud kamu apa sih?" tanya reyhan pada shinta
"kamu kak reyhan yang terkenal dingin, angkuh, tetapi bisa cerewet kayak emak emak komplek gini" jawab shinta
"wajar" ucap reyhan
"wajar gimana sih?" tanya shinta bingung
"wajar kalau cerewet sama orang yang aku sayangi" ucap reyhan ceplos tanpa memedulikan bahwa masih ada jannah di sana
dan blushhh pipi shinta merah seketika
"haaaa?" ucap jannah kaget
*jadi selama ini si pak rey ini udah suka sama shinta* batin jannah
"mulut nya dijaga kak" ucap shinta sambil menahan malu
"terserah aku" ucap reyhan
"ciee pipi nya kayak lampu merah" ucap jannah menggoda shinta, sedangkan reyhan hanya tersenyum tipis
*kata nya gak suka, tetapi pipi nya nge blush gitu* batin reyhan saat melihat wajah shinta
"permisi, ini minuman nya non" ucap bi asti yang menghampiri mereka sambil membawa 3 teh dan meletakkan nya di atas meja
"iya bi, makasih" ucap shinta yang di angguki bi asti
"oh ya bi, di sini ada tukang urut gak?" tanya shinta
"ada sih non, tapi rumah nya agak jauh dikit" ucap bi asti
"mengapa tadi gak mau di obatin di rumah sakit aja sih? kan bisa di rontgen sekalian" tanya reyhan
saat di parkiran rumah sakit tadi rey sempat menawarkan untuk berobat di rumah sakit saja tetapi shinta menolak nya
"ini cuman kekilir kak, malu kalau sakit gini doang ke rumah sakit" jawab shinta
"jadi mau di panggilin tukang urut non?" tanya bi asti dan saat shinta ingin menjawab, rey sudah memotong nya
"tidak perlu bi, biar saya aja" ucap reyhan
"emang kamu tukang urut?" tanya shinta
"aku bukan tukang urut, tapi kalau sekadar mijit kekilir gini ya bisa" ucap reyhan
"nanti kalau kaki aku malah patah gimana?" tanya shinta khawarir
"tenang aja, nanti aku yang bayarin biaya buat operasi kaki kamu" ucap reyhan yang semakin membuat shinta mengerucutkan bibir nya, sedangkan jannah hanya berusaha menahan tawa nya
"ya ya holkay mah bebas" ucap shinta kesal dan reyhan hanya terkekeh
"bi, tolong ambilkan kompres air dingin sama kotak obat" ucap reyhan pada bi asti
"sebentar tuan" ucap bi asti dan segera mengambil apa yang diminta reyhan tadi
__ADS_1
"ini tuan" ucap bibi sambil menyerahkan wadah kompres juga kotak obat
"makasih bi" ucap reyhan dan bi asti segera menjauh dari ruang tamu
reyhan pun perlahan mulai meletakkan kaki kanan shinta di paha nya, dan memijit nya secara perlahan
"aaaaa sakit" ucap shinta meringis saat kaki nya di tekan
"maaf" ucap reyhan
"aaaa pelan pelan, sakit loh ini" ucap shinta kesakitan hingga tanpa sadar tangan nya menggengam erat bahu reyhan yang jongkok di depan nya
"tahan sebentar" ucap reyhan yang masih terus memijat kaki shinta dan di iringi dengan kompres an air dingin
"cuman kekilir doang rasa nya kayak patah tulang" ucap shinta sambil melepaskan pegangan nya pada bahu reyhan saat reyhan selesai memijat dan menyemproti kaki nya dengan etil klorida spray
etil klorida spray : obat yang biasa digunakan untuk mencegah rasa sakit yang disebabkan oleh suntikan atau operasi bedah minor. Etil klorida ini juga biasa digunakan sebagai solusi kilat untuk mengobati luka ringan dan meringankan nyeri otot akibat keseleo atau terkilir karena olahraga
"makanya lain kali hati hati" ucap reyhan sambil duduk di samping shinta
*untung tadi persediaan obat nya lengkap* batin reyhan
"gimana shin? enak gak pijatan nya?" goda jannah pada shinta
"enak apanya sih? sakit yang ada" ucap shinta kesal karena di saat seperi ini masih sempat sempat nya jannah menggoda diri nya
"di minum dulu teh nya kak" ucap shinta
"iya" jawab reyhan dan meminum teh nya
"assalamu'alaikum wahai para teman teman ku yang laknat" ucap laila tiba tiba saat masuk ke rumah
"waalaikumsalam" jawab rey, shinta, jannah dengan kompak
"eh ada tamu" ucap laila saat melihat rey di ruang tamu
"sejak kapan kita jadi temen laknat lo?" tanya jannah
"sejak kita masih duduk di bangku SMP dong" jawab laila seraya duduk di samping jannah
"itu shinta ngapain?" tanya laila sambil menunjuk shinta yang duduk di depan nya dan melihat ada kotak obat di sana
"kaki nya kekilir" jawab jannah
"habis di apain aja sama kak rey sampai kaki nya kekilir gitu?" tanya laila kaget
"uhuk uhuk" reyhan tersedak teh saat mendengar pertanyaan laila barusan
"sembarangan lo kalau ngomong, untung sayang, kalau gak pasti udah gue getok kepala lo" ucap shinta kesal sambil melempar bantal sofa ke arah laila
"ya maaf, trus kok bisa kaki lo kekilir gitu?" tanya laila sambil menerima lemparan bantal dari shinta
"jatuh dari tangga" jawab shinta
"ohh" ucap laila
"gue jadi ingat sama sesuatu" ucap jannah tiba tiba
"ingat apa?" tanya laila
"pas waktu shinta pingsan trus di rawat di rumah sakit" ucap jannah
"apa hubungan nya sama ini?" tanya shinta
"hubungannya...
____________________________
tinggalkan jejak yuk kak! ❤
buat semangat up😗
__ADS_1