Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
74.Ada apa ini?


__ADS_3

karena mengambil penerbangan sore hari,alhasil malam hari mereka baru landing di bandung


"itu pak didi bukan sih?" ucap jannah menunjuk seseorang di pintu kedatangan


"iya" jawab shinta menganggukkan kepala


"pak!" panggil jannah saat sudah di depan pak didi


"eh udah sampai non?" tanya pak didi


"baru aja pak" jawab jannah


"ini langsung pulang atau kemana dulu?" tanya pak didi


"pulang aja pak" jawab shinta yang merasakan lelah di tubuh nya


"baik non" ucap pak didi


selesai memasukkan koper ke bagasi, mereka pun pulang dengan kecepatan sedang saja karena ada anak kecil di dalam mobil


30 menit kemudian mereka sampai di rumah dengan selamat


"bapak nginap kan?" tanya shinta yang merasa hari sudah malam


"bapak pulang aja non" jawab pak didi yang baru selesai memasukkan mobil di garasi


"tapi ini udah malam loh pak" ucap jannah


"saya pulang aja non, kasian istri saya nunggu dirumah" ucap pak didi sopan


"oh iya ya, kasian bi asti yang mau pacaran sama suaminya" ucap jannah bergurau


"sama pasangan halal mah bebas non" ucap pak didi terkekeh


"yasudah pak, lancar yaa pacaran nya" ucap shinta terkekeh memberi semangat


"non nya kapan?" tanya pak didi menggoda shinta


"nanti pak, belum saatnya" jawab shinta yang juga ikut bercanda


"awas loh non.. nanti keduluan di patok ayam" ucap pak didi


"ayam nya udah dimasak duluan sama bi asti pak" ucap shinta terkekeh


"nanti kalau muncul ayam lain gimana?" tanya jannah menyenggol bahu shinta


"ya tinggal di sembelih lagi kan gampang" ucap shinta enteng


"non mah ada ada aja, yaudah saya pulang dulu non" ucap pak didi berpamitan


"iya pak, hati hati" jawab shinta


"assalamu'alaikum" ucap pak didi seraya keluar pagar rumah


"waalaikumsalam pak" jawab shinta juga jannah kompak


setelah mengantar kepergian pak didi, shinta juga jannah langsung masuk ke dalam rumah dan segera merebahkan sisil di kamar nya agar tertidur dengan nyaman

__ADS_1


saat ia juga ikut merebahkan badannya di samping sisil, entah kenapa justru sekarang mata nya sulit sekali untuk di pejamkan, setelah membolak-balikan badan namun juga tetap tidak bisa tidur, ia memutuskan untuk turun ke dapur dan membuat secangkir matcha latte kesukaan nya


"lo belum tidur?" tanya jannah yang juga ingin mengambil air putih dan melihat shinta duduk di meja makan sambil mengaduk minuman


"belum" jawab shinta menggelengkan kepala


"kenapa? ada yang ganggu pikiran lo?" tanya jannah seraya ikut duduk di meja makan


"ntahlah.. " jawab shinta mengedikkan bahunya, karena sejujur nya perasaan nya mulai merasakan tidak enak dan seketika firasat buruk menghampiri nya


"tidur gih, besok kerja" ucap jannah mengingatkan


"iya, ngabisin ini bentar" ucap shinta seraya menunjuk matcha milik nya


keesokan harinya seperti biasa, mereka akan bersiap siap untuk berangkat kerja, juga menitipkan sisil ke bi asti sampai ia pulang nanti


"jangan nakal ya! assalamu'alaikum" pamit shinta diikuti jannah


"waalaikumsalam" jawab bi asti yang berdiri di samping sisil


"nah, non kecil sekarang ayo mandi ya" ajak bi asti yang dijawab anggukan oleh sisil


sedangkan shinta yang sedang dalam perjalanan hanya melamun sedari tadi


"lo kenapa sih?" tanya jannah seraya fokus di jalan raya yang ada di depan nya


"ntah kenapa firasat gue gak enak" jawab shinta


"mungkin cuman perasaan lo aja" ucap jannah berusaha mengalihkan perhatian shinta


*lo ngomong gitu sekarang gue yang ngikut punya firasat gak enak* batin jannah


beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumah sakit yang disuguhi dengan pasien, bau obat obatan, alat alat medis, dan lain sebagainya, itu sudah biasa bagi mereka berdua


"pagi" sapa mereka berdua saat membuka pintu ruangan


"pagi" jawab orang yang sudah ada di ruangan itu


"yang habis dari bali, ada sesuatu gak?" tanya sela yang melihat instastory shinta kemarin


"ada" jawab shinta menganggukkan kepala


"apa tuh?" tanya monik


"nih.. bagi sendiri ya" ucap jannah memberikan beberapa paperbag berisi barang yang sempat mereka beli kemarin


"oleh oleh dong.. makasih yaa" ucap sela


"makasih lohh" ucap monik yang hanya diangguki shinta juga jannah


"sel, sini bentar" panggil shinta


"kenapa?" tanya sela saat dirinya sudah ada di hadapan shinta


"kasus itu udah terungkap?" tanya shinta lirih


"belum, tapi nanti bakal ada penelusuran lagi, nanti aku kasih tau deh" jawab sela

__ADS_1


"ohh" ucap shinta ber'oh'ria


"kamu khawatir ya?" tebak sela


"iya" jawab shinta menganggukkan kepala


"jangan khawatir, pasti bisa terungkap" ucap sela menepuk pelan bahu shinta


setelah semua kembali di meja masing masing, mereka kemudian fokus dengan pekerjaan nya yang tak lain dan tak bukan adalah membuat laporan obat obat an yang masuk keluar rumah sakit hingga jam istirahat pun tak terasa menghampiri


"shin, lo ada ngerasa aneh gak sih sama pak rey?" tanya jannah yang saat ini mereka ada di taman rooftop


"iya" jawab shinta menganggukan kepala


"tadi diem aja, biasanya kalau ketemu lo pasti ngomel mulu" ucap jannah mengingat kejadian tadi sebelum mereka ke taman rooftop memang sempat berpapasan dengan reyhan, namun tidak satu kata pun yang keluar dari mulut pria itu


"mungkin lagi banyak pikiran" ucap shinta berusaha positif thinking


"emang lo ada buat kesalahan gak sama pak rey?" tanya jannah


"perasaan semalem juga masih baik baik aja kok" ucap shinta yang memang sempat bertukar pesan dengan reyhan kemarin malam


"pasti ada suatu kejadian yang bikin dia aneh" ucap jannah tetap dengan pemikiran nya


sedangkan shinta juga kalut dengan pikirannya sendiri, ia berusaha mengingat apakah memang ada kesalahan yang ia perbuat pada reyhan?, ntahlah.. yang pasti dia sedang berusaha mengingat nya sekarang


"jam makan siang udah habis, yuk balik" ajak jannah saat melihat arloji nya


"yuk" ucap shinta meng-iyakan


saat jam pulang, semuanya sedang bersiap dengan barang masing masing karena ada juga yang mengerjakan laporan di rumah


"shinta.. kamu di panggil ke atas" ucap sela yang baru masuk ruangan


"aku?" tanya shinta balik


"iya" jawab sela sambil mendekat ke arah shinta


"apapun yang terjadi, jangan takut, aku ngedukung kamu, karena aku tau kalau kamu gak akan ngelakuin hal yang gak berfaedah kayak gitu" sambung sela lirih bahkan hampir berbisik sambil memegang bahu shinta


shinta yang mendengarnya hanya mengerutkan alisnya, apa maksud dari ucapan sela barusan?


"gue ke atas dulu jan, lo tungguin gue di parkiran aja" pamit shinta yang diangguki jannah


saat shinta sampai di depan ruangan reyhan, ia menghela nafas sebentar untuk menetralisir rasa gugup nya


tok tok tok!


"masuk" jawab reyhan dari dalam, dan


ceklek!


saat shinta masuk ke ruangan, dia dikejutkan dengan adanya orang selain reyhan dan rendra disitu


*ada apa lagi ini?* batin shinta bertanya tanya saat melihat ada orang di ruangan reyhan yang bertugas sebagai satuan pengawasan internal rumah sakit, ada juga wakil direktur keuangan, dan terakhir ada dewan pengawas rumah sakit


bersambung

__ADS_1


__ADS_2