Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
92.Micky mouse


__ADS_3

"sssshh.. " ringis shinta menahan perih saat jannah mengoleskan salep di pergelangan tangan nya


"pengen gue bejek bejek si mak lampir" kesal jannah sambil mengobati tangan shinta


"udahlah, jangan dibahas lagi, males gue" ucap shinta yang lebih memilih mengalihkan pandangan nya ke awan awan yang indah, ya.. saat ini jam makan siang dan mereka ada di taman rooftop duduk di salah satu bangku


"tangan lo jadi kayak botol kecap yang masih di segel" ucap jannah memegang pergelangan tangan shinta yang masih memerah


"hehe.. gak papa, nanti juga hilang sendiri" ucap shinta terkekeh seraya menarik tangan nya dari pegangan jannah


"gue baru tau kalau tangan lo merah gini pas mak lampir udah keluar, kalau masih ada-" ucap jannah terhenti


"jangan khawatir, gue udah bikin tangan nya kesleo tadi" potong shinta terkekeh


"kenapa gak dipatahin sekalian?" tanya jannah


"emang lo mau dia dirawat jadi pasien disini gara gara tangan nya gue patahin?" tanya shinta balik


"ya.. enggak" jawab jannah pasrah


"haha, yaudah lupain aja.. toh orang nya juga udah pergi dari sini kan?" ucap shinta


"iya.. " jawab jannah


"eh.. kita jadi gak ngerjain duo sableng itu?" tanya shinta menaik turunkan alis nya


"jadi dong, wajib itu mah.. " jawab jannah dengan semangat membara


"gue ada rencana, nanti kita bahas dirumah" ucap shinta yang diangguki jannah


selepas jam kerja selesai, mereka selalu pulang karena ada beberapa hal yang memang harus dilakukan, apalagi sekarang, mereka harus memikirkan rencana untuk mengerjai reyhan juga rendra


"assalamu'alaikum" salam shinta juga jannah saat membuka pintu rumah


"waalaikumsalam" jawab bi asti dari dalam kemudian menyambut kepulangan dua gadis itu


"udah makan bi?" tanya shinta saat masuk ke rumah


"udah tadi non" jawab bi asti


"itu non, saya mau sekalian pulang" ucap bi asti


"oh iya bi, tapi sisil mana ya bi?" tanya shinta celingukan di ruang tamu


"non kecil lagi nonton TV di ruang keluarga non, apa ada yang diperlukan lagi non?" jawab bi asti sekaligus bertanya


"gak ada bi, bibi pulang aja, istirahat" jawab shinta


setelah bi asti pulang, shinta juga jannah langsung menuju ruang keluarga


disitu terlihat jelas kalau sisil sedang fokus dengan kartun nya saat ini, sampai sampai mengabaikan shinta yang sudah duduk di sebelah nya


"assalamu'alaikum cantik.. " salam shinta menyadarkan bocah kecil itu


"eh.. waalaikumsalam tante" jawab sisil terkejut seraya menoleh ke arah shinta


"nonton apa sih?" tanya jannah pada bocah itu


"itu tante.. " jawab sisil menunjuk TV yang sedang menayangkan kartun


sisil kemudian beralih kembali menatap shinta, dengan menunjukkan puppy eyes nya, dan bibir yang dimajukan


"mau apa?" tanya shinta yang sudah paham dengan trik bocah itu ketika menginginkan sesuatu, sungguh bocah itu pandai sekali agar shinta menuruti keinginan nya


"sisil mau naik bianglala" jawab nya yakin


mendengar kata bianglala, seketika shinta langung menoleh ke arah jannah dengan memainkan alis nya


"beneran mau?" tanya shinta lagi


"iya, mau... " jawab sisil dengan menggandeng manja lengan shinta


"bentar ya.. " ucap shinta mengambil ponsel nya, kemudian mengirim pesan untuk reyhan


direktur ganteng


📩: "kak, nanti malam kamu ada waktu?" tanya shinta, dan tak lama kemudian muncul lah balasan dari reyhan, ntah kenapa cepat sekali jika dia membalas pesan dari shinta


📩: ada, tapi mungkin hanya sampai jam 10, kenapa? kangen ya?


📩: "gak papa, jam 7:30 kamu langsung aja ke jalan xxx, nanti aku juga kesana, bukan kangen, cuman pengen nagih janji aja" balas shinta


📩: iya deh..

__ADS_1


setelah itu shinta meletakkan ponsel nya dan menangkup kedua pipi gembul sisil


"nanti malam sisil naik bianglala" ucap shinta membuat bocah itu senang seketika


"beneran tante? nanti malam?" tanya sisil bersemangat


"iya dong, tapi ada syarat nya.. " ucap shinta


"apa tante?" tanya bocah itu penasaran


"sini tante bisikin" ucap shinta membisikkan sesuatu di telinga sisil, jannah yang melihat nya pun mengernyit alis tanda tidak mengerti


"mau?" tanya shinta saat sudah membisikkan rencana nya


"mau.. " jawab sisil menganggugkkan kepala


setelah bocah itu fokus kembali dengan kartun nya, jannah mulai bertanya pada shinta


"rencana apa sih? apa hubungannya sama bianglala?" tanya jannah bingung


"jadi gini.... " jawab shinta menjelaskan rencana nya dari awal


"gue setuju" ucap jannah menganggukkan kepa


"kalau setuju, kabarin rendra sekarang" ucap shinta


"oke" jawab jannah membulatkan jari nya👌


setelah sholat isya' mereka langsung bersiap dan menuju tempat janji mereka bertemu dengan reyhan juga rendra


sedangkan di tempat lain


"ini tempat apa?" gumam reyhan bertanya tanya saat dia sudah sampai di tempat tujuan, tapi tiba tiba ada yang mengetok jendela mobil nya


tok tok tok!


reyhan yang mendengar hal itu langsung menoleh dan membuka jendela mobil nya


"ndra?" ucap nya saat melihat kalau yang mengetuk jendela mobil nya adalah rendra


"lo kesini disuruh shinta ya?" tanya rendra yang di balas anggukan oleh reyhan


"berarti kita double date, jannah juga nyuruh gue kesini" ucap rendra seraya membuka pintu mobil dan duduk di samping reyhan


"mana gue tau, gue gak pernah ke tempat gini an" jawab rendra mengedikkan bahu nya dengan menatap tempat di sekeliling mereka yang ramai


"rame banget ini.. " ucap rendra yang melihat orang berdatangan semakin banyak


"itu mereka" ucap reyhan menunjuk shinta, jannah juga sisil yang baru keluar dari setelah memarkirkan mobil nya di tempat parkir


"samperin yuk!" ajak rendra yang diangguki reyhan


"assalamu'alaikum" ucap reyhan juga rendra kompak saat mereka sudah sampai di depan gadis pujaan hati nya masing masing


"wa'alaikumsalam" jawab kedua gadis dan satu bocah itu


"udah lama?" tanya shinta


"enggak kok" jawab reyhan menggelengkan kepala


"jan.. ini tempat apa sih?" tanya rendra penasaran


"kamu gak tau?" tanya jannah balik


"enggak" jawab rendra menggelengkan kepala nya


"ini pasar malam om" ucap sisil yang ada di gandengan jannah dan tiba tiba menyahut obrolan mereka


"pasar malam?" ucap rendra mengernyitkan alis nya


"pasar bukan nya tempat belanja sayur? jadi mereka semua ini mau belanja sayur malam malam?" tanya reyhan pada shinta


"eh.. ya enggak kak, ini pasar malam tuh maksdunya tempat bermain, bukan pasar sayur" jelas shinta dengan menahan tawa nya


sedangkan dua laki laki itu hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


"coba lihat deh" ucap shinta menunjuk pintu masuk pasar malam


"rame kan? di dalam sana ada banyak permainan" ucap jannah yang diangguki dua laki laki itu


"sisil mau gendong sama om ganteng" ucap sisil menghampiri reyhan dan merentangkan kedua tangan nya


"oke, sini sama om" ucap reyhan menyambut rentangan tangan itu, kemudian membawa sisil ke pelukan nya dan menggendong nya

__ADS_1


"ayo masuk" ajak rendra yang dihentikan sisil


"bentar om.." cegah sisil


"kenapa cantik?" tanya reyhan mengerutkan alis nya


"kita beli itu dulu.. " jawab sisil menunjuk salah satu pedangang disana


"oke, ayo beli" ucap reyhan mengiyakan dan menghampiri pedagang itu diikuti yang lain nya di belakang


"mau bando?" tanya reyhan saat sudah melihat apa yang dijual bapak pedagang itu di luar pintu masuk pasar malam


"iya" jawab sisil menganggukkan kepala


"mau yang mana?" tanya reyhan, sisil kemudian menunjuk tiga bando yang bergambar micky mouse


setelah membayar, sisil mendapatkan bando itu dengan senyum cantik di wajah nya


"mau dikasih ke tante ya?" tanya rendra saat melihat ada tiga bando micky mouse, dua yang dipegang sisil dan satu nya lagi sudah ada di kepala bocah itu


"no" jawab nya menggelengkan kepala, dia kemudian memberikan satu persatu bando pada reyhan juga rendra


"buat apa?" tanya reyhan juga rendra kompak setelah menerima bando itu


"dipakai" jawab sisil enteng membuat mereka berdua kaget seketika


"haa? pakai bando?" pekik reyhan kaget


"what? ini gak salah kan?" pekik rendra melebarkan mata nya


"sisil cantik.. tapi om kan laki laki" ucap reyhan berusaha mengubah keputusan bocah kecil itu


"iya sayang, om kan-" timpal rendra terpotong saat melihat raut muka sisil yang seperti ingin menangis, bahkan hidung nya pun sudah kembang kempis


plakk


reyhan memukul lengan rendra


"aw.. sakit rey" ucap rendra tidak terima


"lihat noh" ucap reyhan menunjuk muka sisil dengan dagu nya


"tapi kan lo juga gak mau pake bando nya rey, berarti dia mau nangis juga gara gara lo" cibir rendra


"cantik.. jangan nangis ya" bujuk reyhan dengan memegang wajah sisil


"om mau pakai?" tanya sisil mendongakkan kepala nya menatap reyhan yang sedang menggendong nya


huft..


"oke, om mau" jawab reyhan terpaksa, sisil yang mendengar hal itu langsung merebut bando dari tangan reyhan kemudian memakaikan bando itu di kepala reyhan


"cantik.. " ucap sisil tersenyum saat selesai memakaikan bando itu


"lo juga buruan pake" ucap reyhan pada rendra


"iya iya rey" jawab rendra mengerucutkan bibir nya, kemudian dengan cepat memakai bando itu di kepala nya


"cantik banget " ucap sisil girang saat melihat dua om nya itu memakai bando pilihan nya


"hahaha.. " tiba tiba saja terdengar suara tawa renyah dari shinta juga jannah yang menyimak drama bando sedari tadi


"cantik banget kak... " ucap shinta memberikan dua jempol nya


"ndra.. cantik deh" goda jannah dengan mengedipkan sebelah mata nya


sedangkan dua laki laki yang sedang digoda itu hanya melengos dengan mengerucutkan bibir nya


"kok jutek sih.. beneran cantik loh" goda shinta lagi


"pasti ini rencana kamu kan?" tebak reyhan menatap shinta


"kok aku? aku gak tau apa apa loh ya.. " ucap shinta mengelak, kemudian dia melirik sisil yang sedang tersenyum ke arah nya


"bohong" cibir reyhan


"beneran deh.. aku gak tau" ucap shinta mengangkat jari nya membentuk peace✌


"kamu gak pinter bohong" ucap reyhan kemudian masuk pasar malam duluan dengan menggendong sisil, dan diikuti rendra, mereka meninggalkan shinta juga jannah yang masih senyum senyum sendiri


"berhasil" ucap kedua gadis itu kompak lalu melakukan tos bersama


bersambung

__ADS_1


__ADS_2