Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
174. Digit


__ADS_3

"Apa ini ada hubungan nya ya sama pemilik office tell waktu itu?" Ucap Adib mengerutkan dahi nya, mengingat tentang logo G yang terpampang di office tell tempat Reyhan menginap


"Office tell? maksudnya?" Tanya Bian tidak mengerti


"Itu... sebelum ada serangan kemarin kakak sama kak Rey sempat bertengkar" Ucap Adib agak lirih karena takut orang lain mendengar


"Bertengkar karena foto berita skandal kemarin?" Tanya Bian


"Iya, kan di office tell itu juga ada logo G" Jawab Adib


"Ah.. iya, kita udah bahas logo itu waktu di panti asuhan" Ucap Bin mengangguk faham


"Menurut saya ada yang janggal dengan logo itu" Ucap Tiara yang sudah menyimak pembicaraan


"Janggal di bagian mana?" Tanya Bian


"Gini loh bapak bapak-


"Bapak?!!! aku masih muda tahu" Sahut Adib tidak terima jika di anggap bapak bapak


"Lah... nanti di masa depan juga bakalan jadi bapak beneran" Cibir Tiara dengan lirikan nya


"Gimana mau jadi bapak beneran orang pacar aja gak punya, gagal maning kayak nya mah" Ucap Bian tambah mengejek dan satu tim dengan Tiara


"Gini loh... seperti yang di firmankan Alloh SWT dalam surah-


"Sut sut sut..... saya juga udah tahu" Potong Tiara sebelum terjadi ceramah panjang kali lebar dari Adib


"Tahu apa?" Tanya Bian


وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلً


Artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra: 32).


Dalam buku 'Meraih Berkah dengan Menikah' oleh M. Thobroni & Aliyah A. Munir, dari ayat 32 surat Al-Isra dijelaskan kalau kita dilarang untuk berzina, mendekati saja tidak diperbolehkan. Akan tetapi ayat ini tidak melarang untuk bergaul.


Dikutip dalam buku 'Halal Haram Menikahi Wanita Berzina dan Hamil' oleh Aini Aryani, Lc, disebutkan bahkan diharamkan seorang laki-laki yang beriman untuk menikahi wanita yang berzina yaitu wanita yang masih aktif dengan kegiatan zina. Dengan demikian wanita beriman juga tak boleh menikah dengan laki-laki pezina.


Allah SWT berfirman di dalam Al Quran surat An-Nur ayat 3:


ٱلزَّانِى لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوْ


melainkan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki berzina atau laki-laki dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min."


"Pacaran mendekati zina, makanya gak boleh di lakuin" Jawab Tiara


"Pandai juga ternyata, meskipun agak silinder" Ucap Adib


"Ya karena om om seperti anda tidak akan mengerti pemikiran anak muda seperti saya" Ucap Tiara tersenyum manis


"Jangan senyum senyum Tir, nanti dia naksir kamu mau?" Tanya Bian


"Amir amit" Ucap Tiara menepuk jidat nya


"Lah... kenapa kalau aku naksir? apa jangan jangan kak Bian juga naksir sama Tiara?" Tanya Adib balik dengan menggoda orang yang lebih tua dari nya


"Bagi ku cinta gak mudah tertaut, apalagi pernah di bohongi seseorang yang sudah sangat diberi kepercayaan" Ucap Bian datar


Huft...


"Kenapa semua orang jadi kayak kakak sih? takut dan trauma sama cinta" Ucap Adib heran


"Maka dari itu menaruh perasaan juga harus memilih orang yang tepat, untuk menghindari penghianatan" Timpal Tiara


"Cara nya?" Tanya Bian


"Kalau emang siap dengan kehidupan pernikahan, serius cari jodoh ya sholat istikhoroh, kalau udah ketemu jawaban nya tapi masih ragu ya tinggal nadhor untuk menumbuhkan rasa" Jawab Tiara enteng


Nadhor adalah proses bagi seorang lelaki mengenal seorang perempuan yang ingin ia nikahi secara syariat. Secara prinsip, nadhor dilakukan untuk menumbuhkan ketertarikan seorang lelaki kepada perempuan.


"Prinsip halal first ya?" Tanya Bian


"Iya lah, dari pada ngejar cewek tapi gak di terima terima?" Ucap Tiara melirik Adib


"Nyindir???"


"Siapa yang nyindir? kamu aja yang ngerasa kesindir" Ucap Tiara acuh


"Kalian ini mau bahas biro jodoh atau kasus serangan kemarin?" Ucap Bian menggelengkan kepala nya berkali kali


"Bapak sih bahas bahas pasangan kan jadi melebar kemana mana" Ucap Tiara menyalahkan atasan nya


"Ya mungkin saya bisa mencoba cara religi yang kamu lontarkan barusan" Ucap Bian


"Paling manjur itu memang cara dari sang pencipta" Ucap Tiara memberikan dua jempol nya


"Lama lama kita OOT" Ucap Adib malas, pembahasan sangat out of topic bagi nya


"Mending OOT dari pasa berjuang gak kelar kelar" Cibir Tiara


"Udah udah, ada yang punya foto logo office tell kemarin? karena di handphone saya udah hilang" Ucap Bian


"Aku punya sih" Ucap Adib mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan gambar logo G di gedung office tell

__ADS_1


Mereka memperhatikan gambar itu secara seksama, lalu menyamakan dengan ukiran G di peluru tadi


"Apa sama?" Tanya Tiara


"Hampir sama, beda nya di logo Office tell G besar tapi di peluru hanya G kecil" Jawab Bian


"Jelas ini peluru yang di pesan tanpa izin negara atau ilegal" Ucap Adib


"Aku akan menyuruh white blood untuk selidiki dari mana asal usul peluru ini" Ucap Bian menyanggupi


"Sepertinya menggunakan dua koneksi lebih baik" Ucap Adib


"Maksudnya satu koneksi jalur hitam dari Reyhan? setuju aja sih karena hal itu juga bayar jasa, lagian gak ada salah nya kasih pekerjaan orang lain demi menangkap kebenaran kan?" Ucap Bian


"Salah sih enggak pak, tapi nanti kalau di tanya tentang dari mana kebenaran itu di dapat gimana? masa' jawab pakai jalur hitam" Ucap Tiara


"Gampang, itu bisa di atur asalkan kita mengetahui proses nya setelah saya koordinasi sama Reyhan dulu" Ucap Bian


Keduanya menganggukkan kepala, dan setelah di rasa pembicaraan kali ini sudah selesai


"Kak, aku pamit dulu karena harus ke polres" Ucap Adib melihat jarum arloji nya


"Gak makan siang dong?" Tanya Bian


"Enggak, nanti aja sekalian bareng rekan lain nya" Jawab Adib


"Saya juga di rumah aja pak makan nya" Timpal Tiara


Bian mengizinkan walau agak tidak enak karena sedari tadi mereka hanya ngobrol saja tanpa makan


"Heh... mau kemana?" Tanya Adib saat melihat Tiara yang tidak masuk ke mobil nya namun justru ke tepi jalan raya


"Nyari taxi" Jawab nya


"Ngapain nyari taxi?" Tanya Adib


"Mau nebeng, ya mau pulang lah..." Jawab Tiara kesal dengan pertanyaan konyol barusan


"Saya antar, cepat masuk!" Ucap Adib membuka pintu penumpang depan


"Gak mau, saya mau pulang sendiri aja" Ucap Tiara menolak


"Nanti kalau ada apa aa di jalan siapa yang tanggung jawab? kamu pergi sama saya dan pulang juga harus saya yang nganterin" Ucap Adib kekeh


Dia hanya khawatir saja, mengingat banyak kejadian yang menimpa dan Tiara seorang perempuan, tidak mungkin dia membiarkan perempuan itu pulang sendirian meskipun masih siang


"Emang kenapa sih? bukan nya tadi buru buru mau ke polres?" Tanya Tiara


"Meskipun gak searah juga tetap harus saya yang nganterin, buruan masuk!" Ucap Adib memaksa


"Ck, rumah deket juga pulang sendiri masih aman" Ucap Tiara di tengah perjalanan mereka


"Kamu perempuan tahu" Ucap Adib sembari fokus dengan jalan raya


"Siapa yang bilang saya laki laki? gak asa kan? gender saya tetap sama" Ucap Tiara


"Hei dora, lebih baik kau diam dari pada ocehan mu mengganggu telinga ku" Ucap Adib


"Dora dora, doraemon?" Tanya Tiara


"Cih... yang ada Dora explora" Jawab Adib ketus, dipikir pikir nama Dora lucu juga untuk Tiara yang berambut pendek itu


Tiara melengos, laki laki jomblo di sebelah nya itu sangat sangat menyebalkan sampai sampai dia kehabisan kata kata


"Iya, aku Dora dan kamu kera" Ejek Tiara menjulurkan lidah nya


Adib hanya melotot saja, meladeni gadis itu tidak akan ada habis nya juga.


🌸🌸🌸


"Katanya semua ini berkaitan sama huruf G" Ucap Shinta selepas mereka makan tadi


"Huruf G di gedung office tell sama peluru kan?" Tanya Reyhan


"Iya, kok kamu tahu mas?" Tanya Shinta balik


"Bian yang mengabari kalau ada ukiran huruf G sangat kecil di peluru, dan huruf nya sama seperti di office tell" Jawab Bian memegang ponsel nya dan membaca pesan dari Bian


"Katanya perlu dua jalur, satunya jalur yang sah dan satu lagi jalur hitam" Ucap Shinta


"Aku setuju aja yang, soal pertanyaan dari pengadilan nanti kita bisa mengatur itu" Ucap Reyhan


"Emang berapa sih bayaran jalur hitam yang kamu pakai?" Tanya Shinta penasaran dengan koneksi milik suami nya


Reyhan menatap sang istri dengan tatapan penuh arti, tidak tajam namun mendalam seperti perasaan nya


"Yakin mau tahu?" Tanya nya serius


Glek!


Shinta menelan ludah "Hehe... enggak deh mas" Ucap nya sebelum terkejut dengan nominal yang akan di ucapkan suami nya


"Kok gak jadi? kayaknya tadi penasaran banget" Goda Reyhan

__ADS_1


"Gak jadi, nanti tau jumlah digit nya langsung shock aku" Ucap Shinta menggelengkan kepala nya


"Haha, kayak gak pernah lihat duit aja yang pakai shock segala" Ucap Reyhan tertawa


"Ya bukan gak pernah tapi kan suka kaget tahu digit sebanyak itu" Ucap Shinta membela diri


"Digit nya sama seperti jumlah digit kebutuhan tim white blood selama satu bulan, hanya saja... " Ucap Reyhan menggantung, dia ketua white blood pasti tahu berapa jumlah yang di keluarkan Zeze grup untuk merawat pasukan mereka


"Hanya saja apa?" Tanya Shinta malah semakin penasaran


"Hanya saja sedikit lebih tinggi" Jawab Reyhan


"Berapa persen?" Tanya Shinta


"Em... kisaran tujuh puluh persen lebih tinggi" Jawab Reyhan


Shinta menganga, dia memijat kening nya setelah tahu berapa digit yang harus di keluarkan


"Sedikit kamu bilang? bagi ku itu jauh banget" Ucap Shinta, sebagai pemilik tim white bloid pusat dia juga tahu berapa dana yang di habiskan dalam satu bulan, kadang melihat banyak nya digit angka saja langsung membuatnya pusing mendadak


"Sebanding sama pekerjaan mereka yang bertaruh nyawa yang" Ucap Reyhan terkekeh saat mengetahui ekspresi istri nya


"Terserah kamu aja lah, di sini suka kluweng kluweng kalau lihat banyak digit" Ucap Shinta menunjuk kepala nya sendiri


"Sini sayang, di kasih obat biar gak pusing" Ucap Reyhan memberikan kode agar istri nya berdiri dari kursi dan mendekat ke arah nya


"Obat apa?" Tanya Shinta menurut


Cup!


Reyhan mencium kening itu, bukan sekilas namun sedikit lama, mendalami perasaan mereka dengan ketenangan sejenak


"Wah... manjur ya obat nya" Ucap Shinta tersenyum sambil memberikan kedipan mata nya


"Dasar genit" Ucap Reyhan tergelak


"Kayak nya lama banget aku gak denger kamu ngeledekin aku genit" Ucap Shinta


"Yaudah genit, sini genit" Goda Reyhan mengedipkan balik mata nya


"Hahaha... malah bukan kayak mas Rey yang cuek bebek" Ucap Shinta di sertai tawa nya


"Kapan aku pernah cuek sama kamu?" Tanya Reyhan merasa tidak pernah mendiamkan sang istri


"Dulu, waktu kita belum menikah" Jawab Shinta


"Itu kan dulu menahan supaya gaj terjadi hal hal negatif diluar nikah yang, kalau sekarang kan bebas mau ngapain aja" Ucap Reyhan mengungkap alasan nya


"Tapi tetap cuek sama orang lain kan?" Tanya Shinta


"Iya, aku memang gak bisa ramah sama orang lain apalagi perempuan, kamu tahu lah yang kalau suami mu ini banyak yang ngarepin, makanya jaga sikap biar mereka sadar diri kalau aku udah punya istri!" Jawab Reyhan pede tapi ada benar nya


"Bagus, diemin aja wanita wanita genit diluar yang urat malu nya putus itu, udah kayak onde onde aja" Ucap Shinta


"Onde onde?" Tanya Reyha tidak faham


"Iya, wanita wanita genit yang goda in suami orang itu kayak onde onde" Jawab Shinta


*Kok bisa onde onde?* Pertanyaan yang Reyhan lontarkan dalam hati karena dia tahu mood ibu hamil suka naik turun, jika bertanya banyak hal pasti akan berujung perdebatan dengan calon ibu yang tidak mau kalah


"Aku mau aja kalau perempuan di luar sana sadar diri, aku punya istri yang sholehah, baik rupa maupun akhlaqul karimah nya, kamu sangat jauh lebih baik di banding perempuan di luar sana" Ucap Reyhan memberi tatapan tulus nan hangat


Aduhh baperrr.... begitu lah perassan Shinta sekarang, cukup terharu karena suami nya bukan lah orang yang pandai merangkai kata kata


"Aku punya istri yang sangat cantik, menutup aurat nya sedari dini, akhlak nya baik, orang nya sederhana, suka berbagi dengan orang yang membutuhkan, dan sekarang istri ku juga sedang mengandung dari benih ku, buah cinta kita"


"Istri ku hebat bukan? dia punya usaha sendiri, membanggakan orang tua nya, menjaga amanah perusahaan yang memiliki tanggung jawab besar meskipun ada kesedihan dalam hati nya, namun dia selalu kuat dan berusaha untuk menyelesaikan segalanya" Ucap Reyhan berkata panjang


"Bagaimana bisa aku beralih dari nya kalau dia saja sudah sangat istimewa seperti itu?"


Tes!


Air mata yang selalu saja tidak bisa di tahan pun paati menetes juga


"Lebay... hiks, masih banyak orang yang lebih baik di luar sana kok" Ucap Shinta smabil mengusap air mata nya


"Siapa yang lebay? memang masih ada orang baik, tapi bagi ku kamu... istri ku yang paling terbaik dari semua yang ada di sana" Ucap Reyhan


Mereka berpelukan layak nya pasangan mesra lain, tidak ada jarak satu centi pun, mereka juga selalu berdo'a agar Alloh SWT sang pemilik nyawa agar selalu memberi kebersamaan untuk keduanya sampai akhir hayat yang memisahkan namun bersatu di surga nya


*Ya Alloh... engkau memberi hamba mu kesempatan untuk menjadi istri dari seorang pria yang baik, maka beri juga aku kesempatan untuk tetap menjadi pendamping nya saat di surga mu nanti* Batin Shinta


Ruangan yang awal nya hening kini terganggu dengan ponsel Shinta yang berbunyi


"Ganggu aja" Ucap Reyhan memajukan bibir nya


"Sabar, masih sakit gak boleh macam macam" Ucap shinta terkekeh, ia mengecup dahi suami nya, baru lah melepaskan pelukan dan melihat ponsel yang ternayata panggilan dari Laila


📞 : "Assalamualaikum, kenapa La?" Tanya Shinta


📞 : Waalaikumussalam, ini gue mau nanya soal Alena


Disini bagian yang Reyhan syukuri, ketika mereka sedang di landa masalah namun hal itu tidak akan menggoyahkan keduanya

__ADS_1


Seperti ombak yang menerjang tepi pantai, maka dia dan Shinta juga seperti itu, akan berusaha untuk bertahan tanpa mengurangi tingkat kemesraan yang biasa di lakukan.


Bersambung


__ADS_2