
"udah ah, gue mau ke kamar" pamit shinta dan segera naik ke atas menuju kamar nya, dan setelah shinta pergi
"yes, berhasil" ucap jannah juga laila kegirangan sambil melakukan tos tangan bersama
"kita shalat, trus siap siap" ucap jannah sambil berdiri
"oke" jawab laila,
skip
jam 8 malam, mereka sudah salat juga siap dengan outfit masing masing
outfit shinta (anggap aja malam:v)
outfit jannah
outfit laila
"berangkat sekarang yuk" ajak jannah
"yuk" jawab laila, dan mereka pun berangkat satu mobil dengan jannah yang menyetir, dan saat dalam perjalanan
"makan di mana?" tanya shinta yang berada di jok belakang
"nanti juga tau sendiri" jawab jannah yang masih fokus dengan jalan di depan nya
"hmm" ucap shinta sambil mnggelengkan kepala
"sabar shin" ucap laila terkekeh
"iya" jawab shinta
setelah menempuh perjalanan 15 menit, mereka sampai di restoran
"lah, ini kan restoran papa nya lala" ucap shinta saat turun dari mobil
"emang iya" jawab laila
"ini kita nunggu di parkiran sini atau masuk duluan?" tanya jannah
"di sini aja lah, palingan bentar lagi juga dateng" jawab laila
"iya" ucap shinta, dan 5 menit kemudian ada sebuah mobil yang berhenti tepat di depan mereka
"hai" sapa rendra yang baru keluar mobil dengan reyhan juga andrew dan mendekat ke arah mereka
outfit reyhan
outfit rendra
outfit andrew
"hai" jawab shinta, jannah, dan laila serempak
"udah lama?" tanya andrew
"enggak kok, baru 5 menit" jawab laila
"ya udah masuk yuk, aku udah reservasi tadi" ajak rendra
"yuk" jawab jannah, dan mereka semua masuk ke restoran
"mbak, reservasi atas nama rendra w" ucap rendra kepada pelayan yang ada di depannya
"oh iya, mari saya antar" ucap pelayan itu
"ini ruangan nya tuan" ucap pelayan saat sampai di depan ruang makan VVIP
"terima kasih" ucap rendra yang di angguki pelayan itu, dan saat membuka pintu
(anggap aja kursi nya ada 6)
"bagus" ucap jannah saat melihat ruangan itu dan mereka pun duduk di kursi masing masing
__ADS_1
"shin, lo mau makan apa?" tanya jannah saat memegang buku menu
"spaghetti aglio e olio" bukan shinta yang menjawab namun laila
"bener shin?" tanya jannah saat mendapat jawaban dari laila tadi
"iya" jawab shinta sambil menganggukkan kepala
"minum nya?" tanya jannah
"samain aja" lagi lagi laila yang menjawab dan di angguki oleh shinta juga
"kok lo tau sih la?" tanya jannah pada laila
"tau apa?" tanya laila
"ya kok lo tau apa makanan yang mau di makan sama shinta?" tanya jannah
"oh itu, shinta selalu pesen makanan itu saat kita pergi makan di sini" jawab laila
"kapan?" tanya jannah
"kan setiap tahun shinta pulang, dan setiap dia pulang pasti dia ngunjungin gue kesini, trus kita pasti makan di sini, dan setiap kita kesini, makanan yang di pesen sama shinta tuh selalu sama" jawab laila sambil tersenyum
"oh gitu ya" ucap jannah memahami penjelasan laila barusan
"emang kamu gak ikut pulang?" tanya rendra yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka
"enggak, cuman shinta aja" jawab jannah
"ohh" ucap rendra
"udah ah, ayo makan" ajak shinta ketika makanan pesanan masing masing sudah sampai
skip selesai makan
"ekhem.. kayak nya ada yg couple an nih" goda rendra
"ha? siapa?" tanya shinta
"ya elo lah shin" jawab laila terkekeh
"gue couple an sama siapa sih?" tanya shinta heran
"makanya dilihat dong orang yang duduk di sebelah nya pake baju apa" ucap andrew dan otomatis shinta pun melirik ke kursi samping nya, tempat reyhan duduk
"udah puas ngeliatin nya?" tanya jannah saat melihat shinta masih memandang rey
"yang satu baju nya warna cokelat dan yang satu nya lagi warna cokelat tortilla" goda rendra
"kalian apaan sih, kan cuman kebetulan" ucap shinta
*nah kan, gue deg deg an lagi, besok gue periksa deh* batin shinta
"iya deh iya, kebetulan jodoh ya" goda jannah
"au ah gelap" jawab shinta
"jangan marah shin, nanti jodoh lo di patok ayam" ucap laila terkekeh
"mana ada jodoh di patok ayam" ucap shinta menggelengkan kepala
"ayam nya itu dalam artian pelakor shin" jawab jannah terkekeh
"iya tau" ucap shinta malas, dia sangat tidak suka dengan yang namanya pelakor
*ish, gue salah ngomong nih* batin jannah
"udah, jangan di goda in terus shinta nya" ucap reyhan yang dapat melihat perubahan di wajah shinta
"iya pak bos" jawab rendra juga andrew kompak
"rey" panggil shinta tiba tiba
"hmm?" jawab reyhan sambil menatap shinta
"umur kamu berapa?" tanya shinta
"emang kenapa?" tanya reyhan balik
"bukan apa apa, cuman gak enak aja kalau panggil kamu pakai nama doang" jawab shinta
"ohh, mau ngasih panggilan istimewa ya?" goda reyhan
"tadi katanya gak boleh goda in aku terus, lah ini kamu apa?" tanya shinta
"iya iya, aku 26 tahun" jawab reyhan
__ADS_1
"kalau gitu enak nya di panggil apa?" tanya shinta
"sayang?" saran reyhan yang membuat shinta membulat kan mata nya
"gak mau lah, aku panggil kakak aja deh" ucap shinta
"gak istimewa dong, kalau manggilnya kakak" goda rendra
"apaan sih" ucap shinta kesal
"gue bilang jangan di goda in dra" ucap reyhan yang membuat rendra bungkam seketika
"mau gak dipanggil kakak? kalau gak mau ya udah" ucap shinta
"mau lah, daripada dipanggil bapak, lebih baik kakak aja" ucap reyhan
"hmm, baik kak rey" ucap shinta
"ciee kakak kakak an" ucap laila
"iya tuh" timpal jannah
"jangan goda in gue terus, gue do'a in nanti jannah sama rendra berjodoh" ucap shinta
"aminn" ucap rendra, andrew, dan reyhan
"oh, berarti udah pada setuju dong kalau jannah sama rendra" ucap laila menggoda jannah
"kalian ihhh" ucap jannah dengan muka yang merah
"hahaha" tawa semua orang dan seperti biasa, kecuali reyhan yang hanya menatap orang di sebelah nya, siapa lagi kalau bukan shinta
"tinggal laila sama andrew nih" ucap jannah menggoda laila, dan hanya di balas senyum oleh laila
*gue rasa ada yang lala sembunyi in, tapi nanti aja deh gue tanya pas di rumah* batin shinta
"kita ke taman di samping restoran yuk" ajak laila, dan setelah membayar tagihan makanan, mereka langsung menuju ke taman
"lah, ini kok kita jadi berduaan? yang lain ke mana sih?" ucap shinta saat menyadari bahwa dia hanya berdua saja dengan reyhan di taman
"duduk dulu" ucap reyhan dan mereka duduk di salah satu bangku taman
"pasti mereka ngerjain aku" ucap shinta sambil mengerucut kan bibir nya
"yang ada mereka itu bantuin aku" ucap reyhan
"kok gitu?" tanya shinta heran
"ya aku pengen ngobrol bedua sama kamu" ucap reyhan yang memiringkan badan nya untuk menghadap ke shinta
"ngobrolin apa?" tanya shinta
"aku suka kamu" ucap reyhan yang mengagetkan shinta
*aduh jantung gue* batin shinta saat merasa dia deg deg an lagi
"kalau bercanda tuh jangan berlebihan" ucap shinta sambil membuang muka
"siapa sih yang bercanda?" tanya reyhan
"ya kamu lah kak" jawab shinta
"aku gak bercanda" ucap rendra
"trus?" ucap shinta meminta penjelasan dan kembali menghadap reyhan
"aku suka sama kamu dari sejak awal kita bertemu" ucap reyhan
"itu kan belum satu bulan kak" jawab shinta pura pura tidak tahu
"jangan pura pura gak ingat, aku tau kamu ingat kalau kita pernah ketemu beberapa kali waktu di korea" ucap reyhan dan shinta hanya diam
beberapa detik kemudian
"jangan menyukai ku, aku bukan perempuan yang baik" ucap shinta sambil mendongak menatap langit
BERSAMBUNG
________________________________
AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈
KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞
(biar aku gak nangis😭, canda😂)
__ADS_1
jangan lupa tambahin ke list favorit ya!❤
TERIMA KASIH🙏✨