
"apa rencana nya?" tanya laila
"jadi besok kita culik jannah" jawab shinta
"apa? culik?" tanya laila
"iya" jawab shinta membenarkan
"lo gila apa? pakai nyulik anak orang segala" ucap laila
"bukan gila, tapi emang buat kejutan" ucap shinta
"jangan pakai istilah culik segala lah shin, udah kayak mafia aja lo" ucap laila
"iya deh, maksudnya tuh besok malam kita bawa dia ke taman deket restoran papa lo, tetapi tanpa sepengetahuan dia" ucap shinta
"gitu doang?" tanya laila yang mendapat jawaban anggukan dari shinta
"kalau gitu doang mah gampang" ucap laila enteng
"lo ada penutup mata?" tanya shinta
"kalau gak salah sih ada" jawab laila
"yaudah siapin ya, buat besok" ucap shinta
"oke" ucap laila
~besok malam
dan sesuai dengan rencana mereka kemarin, bahhwa mereka akan menjalankan misi 'mak comblang' untuk jannah juga rendra
saat ini shinta dan laila masih mengintip di depan kamar jannah, mereka ingin tau apa yang jannah lakukan, sekaligus mencari waktu yang pas untuk menculik nya
"la, lo bawa penutup nya kan?" tanya shinta berbisik pada laila yang ada di samping nya
"iya, tenang aja" jawab laila
"dalam hitungan ketiga, ayo kita masuk trus tutup mata nya jannah ya" ajak shinta
"satu... " belum selesai shinta menghitung satu, tiba tiba
"tiga... " laila memotong hitungan shinta dan masuk ke kamar jannah
"woi, apaan nih" ucap jannah yang mata nya tiba tiba di tutup oleh laila dengan penutup mata
laila yang melihat shinta hanya diam saja pun jadi gemes sendiri, dan tangannya memberi gestur 'kemari lah'
shinta yang tersadar pun langsung masuk dan membantu laila
"apa apa an sih kalian? gue tau gak akan ada penculik di sini" ucap jannah meronta tetapi dari shinta maupun laila, tidak ada yang menjawab pertanyaan jannah
setelah selesai menutup mata jannah dan memegangi tangan nya, mereka pun bergegas turun untuk membawa jannah ke taman
untung nya tadi jannah masih berhijab, jadi nya tidak perlu susah susah untuk memakaikannya hijab sebelum dibawa keluar
"kalian mau bawa gue ke mana sih?" tanya jannah saat merasa dirinya di paska masuk ke dalam mobil, dan seperti tadi, kalau laila juga shinta tidak ada yang menjawab pertanyaan nya
skip sampai taman
setelah mendudukkan jannah di bangku taman, mereka bergegas menjauh
"kalian tinggalin gue ya? jahat banget" ucap jannah yang masih di tutup mata nya
"buka aja" ucap seseorang yang berdiri di depan jannah
"rendra?" panggil jannah ketika mendengar suara barusan
"iya, ini aku" jawab rendra yang membuat jannah langsung membuka penutup mata nya
"jadi kamu yang ngerencanain ini?" tanya jannah saat penutup mata nya sudah lepas
"iya, hhehe" jawab rendra
"buat apa? kaget tau" tanya jannah
"buat yakinin kamu kalau perasaan aku itu tulus" jawab rendra seraya duduk di samping jannah
"maksudnya?" tanya jannah
__ADS_1
"kamu tau kan kalau aku suka sama kamu, dan aku juga cinta sama kamu" ucap rendra yang di angguki jannah
"aku juga tau kalau kamu nolak aku karena masih ada rasa ragu di hati kamu"
"dan sekarang, aku ingin ngeyakinin kamu, kalau aku beda dari buaya darat yang pernah nyakitin kamu dulu"
"aku beneran serius sama kamu, bahkan sangat serius"
"jadi aku mohon, percayalah padaku" ucap rendra panjang kali lebar dan jannah masih diam
"taruhlah hatimu di hatiku, mari kita membangun kepercayaan juga membangun kebahagiaan bersama" ucap rendra tetapi jannah masih diam
dan beberapa detik kemudian
"iya" ucap jannah
"iya apa? yang jelas dong" tanya rendra
"iya, aku mau mencoba percaya sama kamu" jawab jannah
"beneran?" tanya rendra antusias
"iya" jawab jannah dengan tersenyum manis
"makasih" ucap rendra sambil tersenyum
sedangkan di sisi lain
ada shinta, laila, juga reyhan yang menyaksikan kegiatan rendra dan jannah tadi
"aaa hati gue bahagia" ucap laila sambil memegang dada nya
"sama" ucap shinta sambil tersenyum
"samperin yuk" ajak shinta
"ngapain? mau ganggu mereka berdua?" tanya laila
"bukan ganggu, gue laper, mau ngajak makan" jawab shinta terkekeh
"ya udah ayo" ucap laila
dan saat sudah sampai di depan jannah juga rendra
"cieee" ledek laila dan shinta bersamaan
"ini nih yang ngerjain aku" ucap jannah
"ya maaf lah, kan emang sengaja bikin kejutan" ucap laila
"iya deh iya" ucap jannah
"makan yuk" ajak shinta
"gass lah" ucap semua orang kecuali reyhan
saat berjalan menuju restoran pun jannah dan rendra yang ada di depan, sedangkan ketiga orang mengikuti di belakang
"ck, gue jadi baygon" ucap shinta kesal
"maka nya, diterima dong reyhan nya" timpal jannah yang mendengar ucapan shinta barusan
"kalau kamu baygon, berarti reyhan nyamuk nya dong" sambung rendra terkekeh
"gak mau ah, aku sama lala aja, iya kan la?" ucap shinta sambil memeluk laila dari samping, berharap mendapat dukungan dari sahabatnya itu
"ck, apaan lo, gak mau gue, gue bukan lesbi ya" ucap laila sambil menyingkirkan tangan shinta yang masih memeluknya
"ishh pada jahat banget sama gue" ucap shinta sambil mengerucutkan bibir nya
"hahahaa" tawa semua orang saat melihat shinta tidak mendapat dukungan dari laila
skip sampai resto
mereka berlima sudah duduk di kursi masing masing
"shin, nih ada telepon dari bunda lo" ucap jannah sambil memberikan ponselnya
"katanya udah telepon lo berkali kali tetapi gak di angkat" sambung jannah
__ADS_1
*sengaja gue gak angkat telepon* batin shinta sambil menerima ponsel jannah
"ngapain aja sih lo sampai gak ngangkat telepon?" tanya laila dan shinta tidak menjawab apapun
π: "assalamu'alaikum, kenapa bund?" tanya shinta saat telepon tersambung dan semua orang di meja diam seketika sambil menyimak obrolan shinta
π: "waalaikumsalam, gimana kabar kamu dek?" tanya bunda di telepon
π: "shinta baik baik aja kok bund" jawab shinta
π: "owhh" ucap bunda
π: "mau nanya apa bund? langsung to the point aja" ucap shinta yang tau apa tujuan bunda nya itu menelepon
π: "kapan kamu nikah dek?" tanya bunda
"shinta masih nyaman sendiri bund" jawab shinta datar
dan semua orang di meja sudah tau apa yang dibicarakan bunda nya shinta, meskipun suara bunda nya tidak terdengar sama sekali, tetapi jawaban shinta sudah cukup membuat mereka tau apa yang sedang di tanyakan bunda nya
π: "trus kamu nikahnya mau kapan?" tanya bunda lagi
π"nikah itu ibadah bund, bukan mainan"
π: "kata pak ustaz, melakukan ibadah itu tidak boleh terburu buru, nanti jadi tidak khusyuk" sambung shinta terkekeh agar pembicaraan tidak terlalu tegang
π: "bunda tau, tapi... " ucap bunda terpotong oleh shinta
π: "udah lah bund, jangan bahas ini dulu ya, shinta capek" ucap shinta dengan menghela napas panjang, tanda bahwa dia benar benar lelah, reyhan yang melihatnya juga sampai tidak tega
*sebenarnya trauma apa yang menyebabkan kamu jadi seperti ini?* batin reyhan penasaran sekaligus kasihan
π: "ya udah, besok aja di bahas" ucap bunda
π: "assalamu'alaikum" ucap shinta
π: "waalaikumsalam" jawab bunda nya dan shinta langsung mematikan telepon
"nih jan" ucap shinta sambil mengembalikan ponsel jannah
"lo gak papa shin?" tanya jannah
"gak papa, gue pergi duluan ya" pamit shinta seraya berdiri dari duduk nya
"loh, mau ke mana?" tanya laila
"cari angin" jawab shinta
"ikut" ucap laila ikut berdiri
"jangan, gue mau sendirian aja" cegah shinta
"ya udah" ucap laila dan kembali duduk di kursi nya
"ndra, nanti tolong anterin jannah sama lala ke rumah ya, jangan dibiarin mereka pulang sendirian" ucap jannah pada rendra
"iya" jawab rendra
"ya udah assalamu'alaikum" pamit shinta lalu keluar dari restoran
"waalaikumsalam" jawab semua orang
"rey, mau ke mana?" tanya rendra yang melihat reyhan berdiri
"nyusulin shinta" jawab reyhan
"jangan, biarin dia sendirian, kalau bapak ganggu nanti dia malah marah" cegah jannah
"tenang aja, dia gak akan berbuat nekat kok" sambung jannah dan hanya mendapat jawaban anggukan dari reyhan
sedangkan di tempat shinta berada, dia sedang menepikan mobilnya di pinggir jalan dan berdiam diri di sana
__________________
...AYO READERS TERCINTA, RAMAIKAN...
...LIKEπ...
...KOMENπ¬...
__ADS_1
...FAVβ€...