
Hari senin, dimana di dalam sebuah kamar terdapat seorang pria dengan setelan jas lengkap dan sedang menatap diri nya di pantulan kaca yang memang ada di ruang ganti milik nya
Tok tok tok!
"Rey... ini papa" Ucap papa Raka yang tak lain dan tak bukan adalah papa Reyhan
"Masuk pa" Jawab Reyhan dari dalam kamar nya seraya keluar dari ruang ganti
"Kamu udah siap rey?" Tanya papa Raka dengan memandang anak semata wayang nya dari atas sampai bawah
"Udah" Jawab Reyhan menganggukkan kepala nya
Puk puk!
Papa Raka menepuk bahu Reyhan dengan kedua tangan nya
"Papa percaya sama kamu, dan papa harap kamu bisa menjalani semuanya dengan sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan mu" Ucap papa Raka menatap manik mata anak nya dibalas anggukan kepala oleh Reyhan
"Ayo sarapan!" Ajak papa Raka setelah membenahi dasi Reyhan kemudian turun berdua berdua melewati anak tangga menuju ruang makan
"Jagoan nya mama udah turun" Ucap mama Riana tertenyum lebar yang sudah menunggu di ruang makan, sungguh Reyhan dan Raka memang sangat mirip, hanya berbeda umur saja
Yang mana wajah papa Raka sudah pantas disebut sebagai kakek, Sedangkan Reyhan? dia kelihatan pantas menjadi hot daddy
"Pagi ma" Sapa keduanya kompak dan duduk di kursi masing masing
"Pagi... ayo makan, kalian butuh energi terutama kamu re.. " Ajak mama Riana kemudian mengambilkan sarapan untuk suami nya
"Jadi papa cuman butuh energi dikit nih?" Ucap papa Raka mencebikkan bibir nya
"Iya, papa makan oats aja udah cukup" Ucap mama Riana terkekeh
Reyhan tetap diam karena prinsip nya saat makan, dan ada juga yang membuat mood nya buruk hari ini, tapi tiba tiba ponsel nya berbunyi tanda ada pesan dari seseorang
Shinta
📩: Maaf tadi pagi gak sempat angkat telfon dari kamu, dan semoga peresmian hari ini lancar... semangat! hwaiting💪
Setelah membaca pesan itu Reyhan tersenyum seketika sampai tidak sadar dia hanya mengaduk makanan nya, oke... jadi itu lah penyebab mood nya buruk hari ini
"Ehem... yang lagi kasmaran sampai makanan nya di anggurin" Sindir mama Riana membuat senyum di bibir Reyhan sirna seolah tidak pernah terjadi apa apa
"Apa ma? khataman?" Tanya papa Raka bingung sebab mama Riana tadi bicara cukup pelan karena mama Riana tahu bahwa pendengaran Reyhan memang sangat tajam
"Kasmaran pa... kok jadi khataman sih? papa kira baca al qur'an?" Ucap mama Riana heran
"Mama sih ngomong pelan banget, kan papa udah berumur ma... " Ucap papa Raka
__ADS_1
"Cie... ngaku kalau udah tua ya pa?" Goda mama Riana dengan menaik turunkan alis nya
"Papa ngaku aja kalau udah tua mah... tinggal nunggu Reyhan ngasih cucu" Jawab papa Raka enteng yang membuat Reyhan tersedak makanan nya
Uhuk uhuk!
"Kamu kenapa sih re? udah punya calon juga masih aja kaget" Bukan nya memberikan minum untuk Reyhan, namun mama Riana justru mencibir putra nya, dan mau tak mau Reyhan harus mengambil minum sendiri karena mereka tidak menggunakan pembantu saat makan berlangsung
"Calon? calon apa sih ma?" Tanya papa raka bingung
"Calon presiden" Jawab mama Riana ngawur dengan mencebikkan bibir nya karena sang suami yang tidak paham dengan arah pembicara mereka
"Ya ampun ma... presiden kita masih pak jokowi kok, belum ada calon buat pemilihan" Ucap papa Raka yang membuat mama Riana semakin gemas
"Maksudnya calon istri pa... Rere udah nentuin pilihan nya" Jawab mama Riana yang terpaksa harus menjelaskan nya karena dirinya sendiri pun sudah tidak kuat menahan untuk tidak memberi tahu suami nya
"Bener rey?" Tanya papa Raka pada anak nya dan yang ditanya hanya mengangguk tanda membenarkan, tidak ada guna nya juga menyembunyikan nya lagi dari sang papa karena dia juga ingin dapat memiliki gadis nya secepat mungkin
"Papa heran deh ma" Ucap papa Raka mengerutkan dahi nya
"Heran kenapa sih pa? kan harus nya papa tuh seneng" Tanya mama Riana bingung
"Heran aja papa tuh, masa' ada anak gadis orang yang mau sama kanebo ini sih ma?" Tanya papa Raka dengan melirik Reyhan yang duduk di sebelah nya
"Ya mama juga heran pa... tapi mau gimana lagi? semoga aja gadis itu gak nyesel milih Rere" Ucap mama Riana kemudian kedua orang tua itu tertawa kompak
"Tapi papa senang kok rey... akhirnya kamu mau membuka hati, setelah peresmian nanti kenalin dia sama papa ya" Ucap papa Raka dan
Yess! Reyhan bersorak ria dalam hati karena itu memang rencana nya dari awal
"Baik pa" Jawab Reyhan menganggukkan kepala, oke tampang kanebo nya kembali sekarang
"Udah makan nya pa?" Tanya mama Riana karena mereka harus segera berangkat sekarang
"Udah ma" Jawab papa Raka, mereka kemudian berangkat ke tempat dimana pelepasan jabatan dan peresmian akan dilaksanakan
Sedangkan di sisi lain
"Sel... aku ada hal penting siang nanti, tapi semua laporan udah aku kerjain kok, boleh aku izin nanti siang?" Tanya Shinta yang sedang ada di ruang farmasi tempat dia bekerja
"Boleh, nanti kumpulin dulu semua laporan nya sama aku" Jawab Sela yang diangguki Shinta
"Lo ada acara apaan?" Tanya Jannah karena perasaan Shinta tidak bilang apa apa tentang kegiatan nya
"Bukan acara sih, lebih tepat nya misi" Jawab Shinta terkekeh yang membuat Jannah melengos begitu saja
Di waktu lain, Reyhan yang baru sampai di hotel xxx bersama kedua orang tua nya langsung disambut oleh beberapa reporter yang ada di depan loby hotel
__ADS_1
"Mohon maaf yang sebesar besarnya, tapi kami menolak untuk adanya wawancara" Tegas papa Raka mengingat Reyhan yang sangat tidak suka jika ada sorot kamera karena dia orang yang enggan untuk mengumbar kehidupan pribadi nya di media
"Ayo!" Ajak papa Raka pada istri nya juga Reyhan kemudian mereka masung dengan dampingan bodyguard di setiap sisi
Mereka kemudian masuk di sebuah aula hotel yang memang akan mereka tempati untuk peresmian nanti siang
"Bagus" Ucap papa Raka mengomentari hasil para pekerja hotel
Sesuai jam yang sudah di tentukan, dan tamu kolega yang sudah berdatangan, acara pun dimulai... berawal dari sambutan hingga inti dari acara kali ini
Papa Raka kemudian maju dan berdiri di podium
"Selamat siang semuanya, langsung saja pada intinya, terima kasih pada kolega yang selama ini sudah mau bekerja sama, terima kasih juga pada karyawan di setiap divisi yang sudah bekerja keras sejauh ini, saya Raka Wijaya selaku direktur utama WY group resmi melepas jabatan saya dan akan digantikan oleh anak saya, anak semata wayang saya... Reyhan Putra Wijaya, tidak ada paksaan untuk melepas jabatan ini, hanya saja usia saya sudah semakin tua dan ini waktu yang tepat untuk melepas tanggung jawab saya dan menikmati hari hari bersama keluarga, juga cucu saya nantinya... sekian terima kasih sebanyak banyak nya dan mohon maaf apabila selama ini ada yang tidak kalian sukai dari sikap maupun perkataan saya " Ucap papa Raka dengan menggunakan mikrofon yang sudah disiapkan di hadapan nya
Papa Raka kemudian mundur dan digantikan Reyhan yang berdiri di podium menggantikan sang papa, sebelum Reyhan maju, papa Raka menepuk pundak anak nya dan mengangguk pelan
"Selamat siang, saya Reyhan Putra Wijaya, Putra dari tuan Raka Wijaya dan nyonya Riana Alisha Wijaya, hari ini saya resmi menggantikan posisi papa saya sebagai direktur utama WY group dan semoga kedepan nya kerja sama antar kolega akan semakin baik" Ucap Reyhan dengan pandangan fokus ke depan dan berdiri dengan gagah nya, semua kolega yang hadir pun bertepuk tangan sebagai ucapan selamat atas peresmian Reyhan
Papa Raka dan mama Riana yang berdiri bersebelahan di belakang Reyhan pun menatap putra mereka dengan bangga dan senyum lebar yang tersungging di wajah masing masing
Sedangkan Reyhan? dia cukup risih dengan para wanita yang menatap nya dengan genit, sepertinya mereka putri dari kolega perusahaan
Tapi bukan pandangan para wanita yang dia cari, Reyhan hanya berharap bahwa gadis yang dia cintai dapat melihat peresmian nya hari ini, dia tidak tahu saja kalau ada seorang gadis yang melihat peresmian nya dari layar monitor di sebuah ruangan dengan hotel yang sama
Brakk!
Pintu ruangan itu terbuka tiba tiba membuat sang gadis terkejut
"Zef... gila lo zef, kenapa harus pakai cara ini?" Tanya Bian menggebu yang tiba tiba masuk dengan membuka pintu keras keras
"Peace" Ucap Shinta nyengir dengan membentuk jari peace
"Lo kalau mau lihat peresmpian bisa langsung ikut duduk di aula, ngapain coba lihat lewat monitor gini? aksi lo gila tau gak!" Ucap Bian panjang kali lebar
"Lo ikut acara ini?" Tanya Shinta
"Iya lah, kan gue juga kolega mereka" Jawab Bian enteng
"Oh.. yaudah sana hus hus! nanti timbul fitnah kalau lo disini terus" Ucap Shinta mengusir Bian
"Astagfirullah... bisa bisa nya gue punya sahabat kayak lo" Ucap Bian menggelengkan kepala nya kemudian keluar dari ruangan yang Shinta gunakan
Shinta kemudian kembali menatap layar monitor yang menunjukkan Reyhan masih berdiri dengan gagah disana
"Sesuai janji, aku melihat peresmian mu kak" Ucap Shinta dengan senyum tipis yang menghiasi wajah nya
Bersambung
__ADS_1