
"AAAA RENDRA.."teriak reyhan refleks ketika bianglala itu berhenti secara tiba tiba, dia langsung memeluk sisil dengan erat
"AAAA REYHAN.." teriak rendra juga sampai ponsel nya pun terjatuh di di bawah kaki nya, refleks rendra pun memeluk reyhan dari samping
shinta juga jannah memelototkan mata nya ketika mendengar teriakan itu sampai ke bawah
"mereka ngapain?" tanya shinta heran
"panik kayak nya" jawab jannah terkekeh yang membuat shinta menggelengkan kepala nya
"kenapa berhenti?" tanya rendra kebingungan tanpa melepas pelukan nya
"mana gue tau" jawab reyhan mengedikkan bahu nya, bahkan dia juga sudah mulai ketakutan
"aaa..ini pengalaman terakhir dalam hidup kita rey.. " rengek rendra berteriak
"lo jangan ngomong-" ucap reyhan belum selesai
"lo liat aja.. ini udah berhenti, pasti bentar lagi juga ambruk bianglala nya" potong rendra
"tapi-" sanggah reyhan terhenti lagi
"gak ada tapi tapi an rey.. kematian kita udah dekat, lebih baik sekarang kita sampaikan pesan terakhir" ajak rendra seraya menghapus air mata yang sudah keluar
"positif thinking ren.. " ucap reyhan bergetar menyuruh sahabat nya itu
"gak bisa rey, bentar lagi kita udah di alam yang berbeda" ucap rendra
reyhan kemudian melirik sisil yang berada di pelukan nya, bocah kecil itu justru tenang tenang saja dan sibuk memandangi pemandangan malam tanpa mempedulikan perdebatan om om nya
reyhan mengambil ponsel nya untuk meminta bantuan pada seseorang, namun sayangnya, ponsel itu pun sudah lowbatt
"sial.. " umpat nya
"ponsel lo mana?" tanya reyhan
"jatuh dibawah" jawab rendra menunjuk kaki nya
reyhan kemudian membungkuk berusaha mengambil ponsel rendra secara pelan pelan, dengan tetap memeluk sisil yang ada di dekapan nya
*ayo rey.. dikit lagi* batin reyhan saat ponsel itu sudah hampir menyentuh tangan nya
"dapat" ucap nya ketika ponsel itu sudah berada di genggaman nya, namun beberapa saat kemudian ia kembali kesal dan melempar kembali ponsel rendra ke bawah
"ponsel lo gak ada guna nya" kesal reyhan karena ponsel rendra suda mati akibat terbentur saat jatuh tadi
"AAA PAPA, MAMA..MAAFIN RENDRA MAH KARENA BANYAK BUAT SALAH SAMA PAPAH MAMAH" teriak rendra yang mulai mengeluarkan pesan terakhir nya
"maafin rendra ma.. " gumam nya dengan air mata yang mulai keluar
melihat hal itu tentu saja reyhan semakin panik, ia sudah bingung harus bagaimana lagi karena tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang
*ya alloh.. aku memohon ampun atas segala dosa yang telah kuperbuat selama ini* batin reyhan kemudian..
"MAMA, PAPA... MAAFIN REYHAN YANG MASIH SERING NUNJUKIN MUKA DATAR REYHAN SAMA KALIAN" teriak reyhan yang mulai ikut ikutan seperti rendra
"lo ngapain ngikutin gue?" tanya rendra dengan kesal nya
"kan lo yang ngajak bego" jawab reyhan ikutan kesal
"cih.. bikin ide sendiri apa susah nya sih?" cibir rendra
teriakan mereka berdua tadi berhasil membuat semua pengunjung pasar malam terheran-heran, mereka semua dengan cepat mengalihkan pandangan mata ke atas karena ingin tau siapa yang berteriak dengan kencang tadi
"ya ampun.. mereka jadi tontonan orang orang" ucap jannah saat melihat sekeliling nya yang kompak mendongak ke atas
"iya" ucap shinta membenarkan dan diri nya pun juga fokus menatap ke atas, namun tiba tiba ada teriakan yang membuat nya kaget seketika
"SHINTA P.A, AKU MENCINTAIMU.. " teriak reyhan begitu kencang
__ADS_1
"SANGAT MENCINTAIMU... " sambung nya tetap dengan berteriak
reyhan melirik kebawah, berharap bahwa shinta akan mendengarkan teriakan nya barusan, namun sayang pandangan nya tidak dapat melihat shinta disana akibat pengunjung yang terlalu ramai
"heh.. P.A bukannya bego ya (pe a') ?" tanya rendra heran setelah mendengar teriakan reyhan barusan
plakk
reyhan langsung menggeplak pelan kepala rendra
"aduh.. " ucap rendra refleks
"ngaco, P.A itu putri askara" ucap reyhan kesal
"ya kenapa gak sekalian disebut nama panjang nya sekalian sih? pake disingkat singkat segala kayak gosok gigi" cibir rendra
"itu sikat bego, kalau nama panjang takut gak keburu" jawab reyhan kesal
"ya keburu lah rey.. bukti nya sekarang kita masih hidup nih" ucap rendra dengan menunjuk badan nya sendiri
"lo berisik tau gak, tinggal nunggu jatuh aja ngomel mulu lo" ucap reyhan kesal
"heh.. kan kalau lo nyebutin nama panjang nya juga lumayan buat latihan ijab qabul nanti" ucap rendra yang membuat reyhan berfikir
"iya juga.. " gumam reyhan pelan dengan mengerutkan dahi nya
ntah kenapa mereka ini berpikir akan terjatuh dan meninggal, tapi masih sempat sempat nya berdebat dan bercanda satu sama lain
"YATIMATUL JANNAH.. AKU MENCINTAIMU" teriak rendra tiba tiba yang ikut kelakuan reyhan tadi, jannah yang dibawah dan mendengar hal itu pun ikut kaget dengan rona merah di pipi nya
"ngapain lo ngikutin gue?" kesal reyhan setelah mendengar teriakan rendra
"ya lo juga tadi ngikutin gue, jadi kita impas.. " cibir rendra
"om om ngapain teriak teriak?" tanya sisil dengan sedikit berteriak juga
"berisik tau om.. " kesal sisil karena telinganya sedari tadi telah terganggu, sebenarnya dia sudah ingin membuka suara tadi saat reyhan juga rendra berteriak-teriak mengucapkan pesan terakhir mereka, namun dia tidak punya kesempatan berbicara saat dua om om itu terus berdebat tanpa henti
"om ren juga minta maaf ya sayang.. " timpal rendra dengan wajah sedih nya
"kenapa minta maaf sih om?" tanya sisil heran
"ya karena mungkin kita gak akan bisa ketemu lagi sayang" jawab rendra memberi pengertian
"kalau sisil masih tinggal sama tante kita masih bisa ketemu kok om" ucap sisil balik memberi pengertian terhadap rendra juga reyhan
"tapi sayang.. ini beda dari pemikiran kamu" ucap reyhan
"enggak beda om, bentar lagi kita juga turun kok, kita masih bisa ketemu" sanggah sisil membuat reyhan juga rendra menatap bocah itu dengan prihatin
tiba tiba "pak.. ngapain teriak teriak?" tanya orang heran yang naik di bianglala dengan gondola yang bersebelahan dengan mereka
"wajar lah buk" jawab rendra
"gak wajar pak" sanggah ibu ibu itu dengan nada ketus nya
"terserah ibuk aja lah" ucap rendra pasrah kemudian kembali menatap sisil
greekk
bianglala itu kembali bergerak dan berputar secara perlahan
"loh rey.. kok gerak?" tanya rendra bingung yang hanya dijawab kedikan bahu oleh reyhan
"tuh kan pak.. saya bilang juga apa? makanya kalau dibilangin itu jangan ngeyel" ucap ibu ibu tadi
"bentar lagi kita pasti turun om.. " ucap sisil memberi pengertian
dua laki laki itu masih bingung dengan kejadian yang baru saja mereka alami, alhasil sedari bianglala itu bergerak kembali, tidak ada percakapan sama sekali di antara mereka, hanya raut muka masing masing yang menggambarkan kebingungan nya sekarang
__ADS_1
cukup lama waktu dari paling atas untuk turun kebawah karena harus berhenti beberapa menit lagi, saat mereka kembali panik, ada sisil yang selalu memberi pengertian pada dua om om nya itu, untung nya reyhan juga rendra mau mendengar perkataan bocah itu dengan baik
saat sudah sampai di paling bawah, mereka keluar dari gondola dan langsung bertemu dengan shinta juga jannah yang sedang menatap mereka dari atas sampai bawah
"lain kali jangan teriak ya pak!" ucap petugas bianglala terkekeh lalu kemudian meninggalkan reyhan juga rendra
"kak.. kamu gak papa kan?" tanya shinta karena khawatir reyhan akan pingsan atau apapun itu
"aku gak papa" jawab reyhan menganggukkan kepala seolah tidak pernah terjadi apa apa
"ndra.. " panggil jannah
"kenapa?" tanya rendra
"gak papa deh" jawab jannah terkekeh dengan menggelapkan kepala
"kamu tau kak apa yang bikin bianglala ini lumayan terkenal?" tanya shinta membuat reyhan penasaran
"apa?" tanya nya tanpa melepas sisil yang tetap ada di dekapan nya
"disini ada tiket khusus untuk penumpang yang mau berhenti di atas beberapa menit dan menikmati pemandangan malam kota bandung" jawab shinta menjelaskan
"tunggu.. maksudnya-" ucap reyhan terhenti, kemudian
"kalian sengaja beli tiket khusus itu?" tanya reyhan juga rendra kompak
"iya" jawab mereka berdua terkekeh
"kenapa gak ngomong dari awal?" tanya reyhan heran
"biar surprise" jawab shinta membentuk jari nya peace✌
"jahil banget sih kamu.. " ucap reyhan kesal dengan mengerucutkan bibir nya
"hehe.. maaf kak" ucap shinta terkekeh
"jan.. kamu jahat tau gak? bikin aku jantungan" kesal rendra dengan mengelus dada nya
"kalian juga jahat, bikin kita jantungan karena rencana kasus itu" kesal jannah balik yang membuat rendra gelagapan seketika
"eh.. kan udah minta maaf jan, yaudah.. maafin ya.." pinta rendra
"iya" jawab jannah menganggukkan kepala, namun sesaat kemudian mereka sadar kalau saat ini sedang menjadi tontonan orang orang akibat reyhan juga rendra si biang teriak yang baru turun
"ini.. ahh gue malu" ucap rendra berusaha menutupi wajah nya
"sama.. gara gara kalian teriak sih.. " kesal jannah yang juga berusaha menutupi wajah nya
sedangkan shinta juga reyhan? mereka tidak perduli dengan tatapan orang lain, selagi yang mereka lakukan tidak merugikan orang lain, untuk apa malu?
"sini sama tante" ajak shinta yang menggapai sisil dengan tangan nya
"gak mau, tangan tante masih sakit" ucap sisil yang bisa melihat bekas salep mengering di pergelangan tangan shinta
"yaudah.. tapi jalan kaki aja ya?" bujuk shinta yang kasihan dengan reyhan
"oke" jawab sisil meronta kan badan nya agar reyhan menurunkan nya
"ayo jalan, kita cari makan" ajak shinta yang diangguki bocah itu, sisil berada di tengah tengah mereka dengan tangan kanan yang berada di gandengan shinta, dan tangan kiri yang berada di gandengan reyhan
"uh.. family goals" ucap salah satu pengunjung pasar malam yang melihat hal itu
"ohh itu istri nya si hot daddy tadi?, harmonis banget ya.." timpal pengunjung lain nya terharu
"keluarga bahagia...papa, mama, sama anak" timpal yang lain nya juga dengan tatapan berbinar
shinta dan reyhan yang mendengar ucapan mereka hanya tersenyum cool di wajah masing masing dan berjalan meninggalkan rendra juga jannah
"woy.. kok kalian ninggalin aku sih?" kesal jannah kemudian berjalan mengejar reyhan juga shinta
__ADS_1
"loh...tungguin aku jan.." ucap rendra yang ikut berjalan mengikuti jannah
bersambung