Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
134.Malam Panjang


__ADS_3

"Anu, itu, apa ma?" Tanya Reyhan bingung, perasaan dia yang ke gep, kenapa jadi mama nya yang gugup?


"Di tunggu papa makan siang" Jawab mama Riana seraya tersenyum dan melihat Shinta yang diam dengan wajah memerah, rambut yang sedikit berantakan dan senyum sangat canggung


"Kenapa gak suruh bibi aja ma? kenapa gak ketuk pintu dulu tadi?" Tanya Reyhan mengernyitkan dahi nya


"Tadi bi Rini udah ketuk pintu kamar kamu, kamu nya aja yang gak denger" Jawab mama Riana membuat Reyhan mati kutu, ternyata ciuman tadi dapat menghanyutkan mereka sehingga tidak mendengar bahwa ada yang mengetuk pintu


"Karena gak berani ganggu, makannya bibi tadi bilang sama mama" Sambung mama Riana


"Oh... "


"Kenapa? mama ganggu kalian ya?" Goda mama Riana menaik turunkan alis nya


"Iya ma"


"Enggak ma"


Jawab pasutri itu kompak sontak membuat mama Riana tertawa, sedangkan Shinta langsung melayangkan lirikan tajam pada suami nya


"Yaudah, kalian mau nerusin atau makan dulu?" Tanya mama Riana tergelak


"Kita sholat dhuhur dulu ma" Jawab Reyhan dan mama Riana mengangguk sebagai jawaban nya


"Oke, mama turun duluan ya" Pamit mama Riana keluar dan menutup kembali pintu kamar, begitu mama Riana sudah keluar, Shinta langsung mengambil bantal dan membekap wajah nya sendiri


"Huaaa... malu, berasa pengen nyunsep ke inti bumi yang paling dalam" Gumam Shinta yang masih terdengar jelas di telinga suami nya, Reyhan terkekeh kemudian mengambil paksa bantal yang menutupi wajah istri nya itu


"Kenapa malu? kan udah halal" Ucap Reyhan enteng


"Enak aja, walaupun halal kalau ketahuan sama orang yang kita kenal juga malu" Ucap Shinta


"Berarti gak malu kalau ciuman di depan orang yang gak kita kenal?" Goda Reyhan


"Itu namanya gak tau malu" Jawab Shinta mengerucutkan bibir nya, Reyhan hanya tertawa kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu


Selepas beribadah pada sang pencipta, mereka berdua turun ke ruang makan, tentu nya dengan Shinta yang sudah memakai hijab instan nya


"Kenapa jalan nya jauhan gitu?" Tanya papa Raka heran kala melihat anak nya yang berjalan di depan, dan menantu nya berjalan di belakang


"Enggak pa" Jawab Reyhan menarik tangan istri nya agar berjalan dengan sejajar


Saat sudah duduk di kursi masing masing, Shinta memulai kewajiban nya lagi dengan melayani dan mengambilkan makanan untuk suami nya, begitu pula mama Riana yang mengambilkan makanan untuk papa Raka


"Makasih..." Lagi lagi kata terima kasih selalu Reyhan ucapkan, padahal Shinta merasa bahwa ini sudah menjadi tugas nya dan pekerjaan yang tidak terlalu berat juga


"Sama sama" Ucap Shinta bersyukur saja karena Reyhan menghargai hal hal kecil yang dia lakukan


Makan ya makan, ngobrol ya ngobrol, prinsip yang sama hingga membuat mereka makan dengan tenang dan hanya suara dentingan sendok yang terdengar


"Gimana rasanya Rey?" Tanya papa Raka setelah semua menyelesaikan makan nya


"Semalam belum ngapa ngapain sama Shinta pa, lagian kemarin juga habis di kerjain sama anak kedua papa" Jawab Reyhan ngasal dengan membawa bawa Rendra


Detik berikutnya papa Raka tertawa keras,kemudian berkata "Papa kan nanya rasa makanan siang ini Rey, bukan malam pertama kamu, hahaha..." Mama Riana pun ikut tergelak dan tertawa, tapi berbeda dengan Shinta yang harus menahan malu


"Pikiran nya kesana mulu" Ucap Shinta lirih dengan menatap Reyhan yang lagi lagi menunjukkan muka datar seakan tidak terjadi apa apa, padahal dalam hati pun dia juga sedang malu berasa ingin nyunsep ke kantor aja berhadapan dengan berkas berkas dari pada papa nya


"Papa ngasih pertanyaan random banget kayak truth or dare, jadi jawaban Rey juga random" Ucap Reyhan membela diri


"Sejak kapan kamu main truth or dare? biasanya kan selalu aktif pacaran" Cibir papa Raka yang membuat Shinta terkejut


"Pacaran sama berkas" Sahut mama Riana tergelak menghilangkan rasa terkejut pada menantu nya


"Ya gak perlu ngeledek juga pa" Ucap Reyhan


"Siapa yang ngeledek? papa justru senang kamu langsung menikah tanpa pacaran gonta ganti wanita" Ucap papa Raka


"Tapi... kalau sampai kamu melakukan hal hal terlarang, papa sendiri yang akan memeggal kepala kamu!" Ucap papa Raka dengan nada yang terdengar serius, Reyhan pun mengangguk karena dia sudah mendapat wejangan berkali kali dari papa nya


Selepas makan siang, Shinta masih berada di dapur dengan mama Riana, sedangkan para laki laki duduk di ruang keluarga membahas soal perkembangan perusahaan


"Jangan di cuci sayang, biar bi Rini aja" Ucap mama Riana mencegah Shinta yang akan mencuci piring dan ia hendak memanggil bi Rini

__ADS_1


"Jangan ma, bi Rini lagi makan... kasian kalau di ganggu, trus ini piring nya cuman dikit kok" Ucap Shinta karena biring bekas makan mereka memang hanya sedikit


"Yaudah, tapi habis ini kamu istirahat lagi ya... kamu kan belum minum vitamin" Ucap mama Riana yang tau kalau sedari dulu menantu nya harus rutin mengkonsumsi vitamin


Setelah mencuci piring, Shinta mengambil satu gelas air putih, kemudian kembali ke atas karena vitamin nya tersimpan di kamar Reyhan


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Malam pun menghampiri, sehabis makan malam dan mengobrol sebentar, Shinta dan mama Riana kembali ke kamar masing masing karena dua wanita itu diserang kantuk dengan meninggalkan Reyhan dan papa Raka yang masih betah mengobrol


Shinta baru selesai mandi dan berganti dengan piyama tidur normal yang biasa ia pakai dan duduk di tepi ranjang, tapi tiba tiba saja ia kepikiran tentang kewajiban memberikan hak yang belum dia lakukan


*Apa malam ini 'itu' akan terjadi?* Batin nya bertanya tanya, tapi kemudian Shinta menggelengkan kepala, dia harus siap kapan saja memberikan hak sebagai seorang istri, apalagi memenuhi kebutuhan batin seorang pasangan halal adalah pahala balasan nya


Shinta juga bertekad tidak akan menolak jika sang suami ingin bersanggama dengan nya karena dia juga tau hukum menolak ajakan suami


ูˆุนู† ุฃูŽุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ - ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ - ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ู‡ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: ุฅูุฐูŽุง ุฏูŽุนูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ุงู…ุฑูŽุฃุชูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ูุฑูŽุงุดูู‡ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฃุชูู‡ูุŒ ููŽุจูŽุงุชูŽ ุบูŽุถู’ุจูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงุŒ ู„ูŽุนูŽู†ูŽุชู’ู‡ูŽุง ุงู„ู…ูŽู„ุงุฆููƒูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูุตู’ุจุญูŽ


Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim)


Ceklek... pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Reyhan yang baru saja kembali dari ruang keluarga


"Belum tidur sayang? katanya ngantuk?" Tanya Reyhan mendekat dan membelai rambut halus itu


"Nungguin kamu" Jawab Shinta tersenyum


"Yaudah aku mandi dulu ya" Ucap Reyhan yang dijawab anggukan kepala oleh istri nya


Sejenak termenung dengan menyiapkan diri, 10 menit kemudian Shinta masuk walk in closet dan menyiapkan pakaian tidur untuk suami nya


Saat sedang memilih baju, Reyhan keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang, dan memperlihatkan badan bagian atas dan kaki nya


Reyhan memperhatikan istri nya dari belakang, ia sibuk menyiapkan baju termasuk celana milik nya


*Aku bersyukur, mendapat wanita seperti kamu yang begitu perhatian, menyayangi semua orang termasuk keluarga ku juga* Batin Reyhan, meskipun diluar Shinta bersikap diam dan terkesan dingin, namun di balik hal itu Shinta adalah pribadi yang hangat, selalu memperhatikan orang lain di sekitar nya


Perlahan ia mendekat, melangkahkan kaki tanpa menimbulkan bunyi, dan tangan kekar nya melingar memeluk istri nya dari belakang


"Eh... udah selesai?" Tanya Shinta dedikit terkejut


"Kenapa?" Tanya Shinta dengan memegang tangan suami yang berada di perut nya


"Gak papa, pengen gini aja" Jawab Reyhan lirih kemudian menenggelamkan wajah nya di caruk leher mulus istri nya


"Mas, kamu-" Ucap Shinta terhenti dan memejamkan mata kala Reyhan menghembuskan nafas hangat di leher nya, hingga membuat gelanyar aneh yang tiba tiba muncul dan membuat tubuh nya meremang, beberapa saat terus seperti itu


Reyhan membalikkan badan sang istri hingga Shinta yang berhadapan dengan nya itu mulai mengeluarkan semburat merah ketika melihat tubuh atas nya tanpa sehelai kain


"Kita sholat dua rokaat dulu" Ajak Reyhan yang mana sudah jelas Shinta paham dengan maksud sang suami


Reyhan memakai baju nya, kemudian mereka mengambil wudhu, menggelar sajadah menghadap kiblat, dan melaksanakan sholat yang di sunnah kan untuk suami istri sebelum berhubungan


Tetap di akhiri dengan kecupan kening, mereka membereskan peralatan sholat dan meletakkan di tempat yang seharus nya, Reyhan tidak tinggal diam dan terus mengikuti langkah istri nya


"Eh... " Ucap Shinta kaget saat selesai meletakkan mukenah dan badan nya melayang ala bridal style di tangan suami nya


"Mas turunin, aku berat-" Ucap nya lagi lagi terhenti akibat sebuah ciuman dari Reyhan yang mendarat sempurna, awal nya mata Shinta membulat sempurna, namun ia sadar bahwa mungkin sekarang saat nya untuk menyerahkan hak milik suami nya dan menjadi istri seutuh nya, perlahan mata itu terpejam berusaha menikmati dan bekerja sama.


Ciuman dan ciuman, kegiatan yang benar benar menghanyutkan pasangan halal hingga pahala yang mereka dapat, tautan yang awalnya lembut pun kini berubah menjadi sedikit panas, berubah pula menjadi saling menyesap, menyusuri rongga masing masing dan berbelit menunjukkan siapa pemenang nya


Nafas tersenggal, bibir basah, hingga syahwat yang sudah muncul dengan perasaan menggebu


"I love you" Ucap Reyhan menyatukan hidung kedua nya dan nafas bertabrakan sekolah berebut oksigen


"I love you to" Ucap Shinta membalas tatapan suami nya dengan wajah memerah dan dada yang naik turun


Setelah dirasa cukup, Reyhan kembali meraup bibir yang membuat nya candu, kembali memejamkan mata dan beradu dengan pasangan halal nya, kemudian ia melangkahkan kaki keluar dari walk in closet dengan membopong tubuh istri nya, begitu pula Shinta yang mengeratkan pegangan nya pada leher Reyhan, tapi...


Brakk! "Aww..." Ucap Shinta melepaskan tautan kedua nya dan meringis karena kepala nya menabrak dinding


"Kamu gak papa kan sayang? mana yang sakit? maaf" Ucap Reyhan terkejut sekaligus merasa bersalah dan sedikit kesal karena kegiatan yang awal nya romantis bak film india pun berakhir dengan kepentok dinding


"Iya, turunin aku" Ucap Shinta merontakan tubuh nya, dan Reyhan pun menurut kemudian ia memeriksa kepala itu, untung nya tidak sampai ada benjolan

__ADS_1


"Alhamdulillah gak ada yang benjol" Ucap Reyhan lega, sedangkan Shinta masih diam karena malu setelah menyadari apa yang dia lakukan barusan


Reyhan menatap wajah istri nya, menyusuri wajah yang putih mulus tanpa make up, bola mata yang indah, bibir pink dan hidung pesek yang selalu ia tarik


Begitu pula Shinta yang menatap suami nya, menyusuri wajah mulus berkulit putih itu, alis yang tebal, hidung mancung dan bibir tipis, menurut nya benar benar tampan dan bersih karena Reyhan tidak menyukai kumis ataupun berewok


Tidak tahan untuk memeluk, pelukan hangat dan erat benar benar terjadi, sangat erat sampai mereka bisa mendengar degub jantung masing masing, mereka terkekeh... karena ternyata kedua nya sama sama gugup


Perlahan Reyhan melangkahkan kaki nya dan di ikuti dengan Shinta tanpa memejamkan mata karena takut akan kepentok lagi, hehe...


Sama sama menjatuhkan tubuh di atas ranjang, hingga pertanyaan Shinta membuat suami nya gagal fokus


"Pintu nya udah di kunci belum?" Ucap Shinta memberanikan diri untuk bertanya karena dia takut kalau ke gep lagi, bisa malu dan bingung dong mau ngumpetin muka dimana, gak ada kantong doraemon sih


"Udah sayang" Ucap Reyhan membaringkan istri nya di tengah, ia tidak menyangka bahwa gadis yang sempat ia katai cengeng pun sekarang berada di bawah kungkungan nya


Reyhan melepas baju yang melekat pada tubuh istri nya secara perlahan, meskipun Shinta malu namun ia harus bisa melawan nya


Dengan malu malu Shinta juga menanggalkan pakaian suami nya, Reyhan tidak menyuruh, hanya saja naluri nya berkata seperti itu


Shinta mengucap basmalah sebelum melipat pakaian mereka walau tidak terlalu rapi, dan meletakkan nya di sudut ranjang


Saat tubuh mereka benar benar tanpa penghalang, Reyhan mengambil selimut yang sedikit teronggok ke lantai dan menutupi tubuh kedua nya dan memegang kepala Shinta seraya memanjatkan do'a sebelum ia mendatangi istri nya


ุจูุงุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฌูŽู†ู‘ูุจู’ู†ูŽุง ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูุจู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ูŽุง


Bismillah Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa


Artinya: "Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami."


Shinta benar benar harus menahan malu kala tubuh mereka dalam keadaan yang sama, hingga paha nya tiba tiba terbuka lebar


"Jangan gugup, aku akan berusaha se pelan mungkin" Ucap Reyhan mengecup kening istri nya, Shinta hanya mengangguk sebagai respon


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Di antara etika dalam melakukan hubungan yaitu, hendaknya sang suami tidak bersetubuh dengan sang istri dalam keadaan sang istri masih berbusana. Akan tetapi, usahakan bersetubuh dengan melepas seluruh pakaian sang istri terlebih dahulu.


Kemudian suami dan istrinya masuk ke dalam satu selimut (satu pakaian), karena yang mengikuti jejak Rasul itu adalah cara bersetubuh dnegan melepas pakaian dan dalam satu seprai. Jadi maksudnya bukan bersetubuh dalam keadaan kedua suami-istri telanjang bulat tanpa ada tutup kain yang menutupi tubuhnya (tetapi telanjang dalam satu selimut). Hal ini berdasarkan hadits:


โ€œApabila salah satu dari kalian melakukan hubungan, maka janganlah melakukannya dengan cara keduanya telanjang bulat, seperti telanjangnya dua ekor keledaiโ€ (al-Hadits).


Bahwa Rasulullah sendiri sewaktu melakukan hubungan, juga beliau menutup kepalanya dan merendahkan suaranya sambil mengucap kepada istrinya, โ€œKau yang tenang sajaโ€.


Syaikh al-Khaththab berpendapat, โ€œSebaiknya orang yang hendak melakukan hubungan, menghindari bersetubuh dengan cara kedua suami istri telanjang, tanpa memakai sedikit pun kain penutup tubuh mereka berdua, sebab Nabi S.a.w. melarang cara demikian dan mencelanya. Bahkan Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika melakukan hubungan juga menutup bagian kepalanya, karena merasa malu dengan Alloh SWT.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Keringat sudah membasahi kedua nya ketika melakukan kegiatan yang disebut orang orang sebagai surga dunia, kamar yang biasa hening kini penuh dengan sahutan suara penyatuan


Setelah beberapa waktu, kedua nya terkuai lemas dan lega usai mendapat klimaks yang begitu meledakkan, rasa nya seperti terbang ke awan karena nikmat yang baru mereka rasakan


Reyhan mengecup perut rata istri nya berharap akan di berkahi kerurunan yang sholeh sholiha, kemudian berbaring di samping Shinta seraya mendekap tubuh tanpa sekat yang kini berkeringat menjadi satu, bahkan pendingin AC pun seperti tidak berfungsi lagi di kamar mereka


"Terimakasih sudah menjaga nya" Ucap Reyhan tersenyum


"Sudah menjadi tugas ku" Ucap Shinta ikut bahagia karena dia berhasil menjaga dan memberikan mahkota hanya untuk suami nya


Kegiatan yang lumayan memakan tenaga kini berakhir dengan tidur dan saling berpelukan satu sama lain.


Bersambung


Huam... begadang sambil ngetik ini, maaf harus nge skip dan gak bisa menjelaskan terlalu gamblang karena author masih takut sama dosa jariyah, hehe...


Apa yang kita tuliskan sekarang ini juga akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti.


Kalau soal baju yang dilipat dan tidak di biarkan berserakan saja, author pernah baca ini :


Perlu diketahui, bahwa sebagian orang pintar mengatakan sunnah hukumnya melipat pakaian (yang biasa dipakai sehari-hari) pada waktu malam (hendak tidur). Dan sewaktu melipat pakaian, sebaiknya jangan lupa baca โ€œBasmalahโ€, sebab jika tidak baca basmalah syaitan akan memakai pakaian tersebut pada malam hari, padahal pakaian tersebut di saat siang hari dipakai orang.


Di dalam sebuah hadits dituturkan sebagai berikut:


โ€œLipatlah pakaian kalian, karena sesungguhnya syaitan itu tidak mau memakai pakaian yang terlipatโ€. (al-Hadits).

__ADS_1


semoga beberapa tulisan tadi dapat bermanfaat bagi kalian:v


__ADS_2