Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
27.Lala pulang


__ADS_3

seminggu sudah jannah juga shinta bekerja di rumah sakit, dan sama seperti biasa kalau mereka akan sarapan roti dahulu sebelum berangkat kerja



"jan, kita berangkat satu mobil aja, kan lumayan bisa nge hemat bensin" ucap shinta saat selesai makan, karena plat nomor mobil mereka sudah jadi


"banyak duit juga masih nge hemat aja lo" ucap jannah menggoda shinta


"gue kan masih waras, jadi uang nya gue tabung, kalau gak waras ya udah foya foya gue" jawab shinta terkekeh


"hahha iya sih, eh kemarin lala ngabarin kalau dia lagi perjalanan pulang kesini" ucap jannah


"iya, nanti sore sampai di bandara, rencana nya mau gue jemput" ucap shinta


"oh gitu, gue langsung pulang aja ya" ucap jannah


"iya gak papa, nanti gue bisa jemput dia sendiri" ucap shinta


skip


sampai rumah sakit


"pagi" ucap shinta juga jannah saat masuk ke ruangan farmasi


"pagi juga" jawab sela, monik, dan bagas, memang sela yang paling care dengan shinta juga jannah, kecuali dara yang tetap mendiamkan shinta, dan shinta pun tidak ambil pusing karena dia berpikir bahwa dirinya juga sama cuek nya dengan dara


"shinta" panggil monik


"iya?" jawab shinta


"kamu itu kenal sama pak direktur ya?" tanya monik


"iya" jawab shinta


"kalian ada hubungan apa?" tanya monik


"teman" jawab shinta


"sejak kapan?" giliran sela bertanya


"sebelum aku kerja di sini" jawab shinta sejujur nya


*ini kok semua pada nanyain si manusia ngeselin itu sih* batin shinta kesal


"jadi pak direktur itu teman kamu?" tanya bagas yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka


"iya" jawab shinta singkat dengan wajah datar nya, sungguh dia sangat tidak suka jika ada orang yang bertanya tanya tentang hubungan diri nya dengan orang orang di sekitar nya


"udah udah, jangan ditanya mulu shinta nya" ucap jannah yang dapat melihat perubahan di wajah shinta, dan akhirnya mereka pun fokus dengan pekerjaan masing masing


skip


jam makan siang, semua orang di ruangan itu sudah keluar, hanya tinggal shinta dan jannah


"makan siang yuk shin" ajak jannah


"lo aja deh jan, gue gak mau" ucap shinta


"kenapa? nanti lo sakit" ucap jannah


"lo tau sendiri kalau kita makan siang selalu berempat sama direktur trus sama rendra kan" ucap shinta


"iya, terus masalahnya di mana?" tanya jannah


"gue gak mau nanti ada yang salah paham, lo tau barusan mereka nanya nanya gue karena mereka sering ngeliat kita makan siang berempat" ucap shinta


"iya sih, apa lo mau gue beliin makanan? kan nanti bisa makan di taman" tanya jannah


"enggak deh makasih, udah lo buruan makan sana, tinggalin gue sendiri" ucap shinta menolak


"iya" jawab jannah dan segera keluar menuju kantin


skip

__ADS_1


sampai kantin


"shinta mana?" tanya reyhan yang baru sampai dengan rendra dan langsung duduk di meja jannah


"shinta gak mau makan siang" jawab jannah


"kenapa?" tanya reyhan


"dia gak enak kalau makan siang berempat kayak gini terus" jawab jannah


"emang masalah nya di mana?" tanya rendra


"jadi tadi tuh pas kita baru sampai, anak anak yang lain pada nanya, ada hubungan apa shinta sama pak direktur, shinta itu gak suka banget kalau orang nanya nanya tentang hubungan dia sama orang lain, karena itu sama aja kepo dengan urusan pribadi orang, makanya dia gak ikut makan karena gak mau kalau nanti sampai ada kesalahpahaman" jawab jannah menjelaskan


"ohh" jawab rey juga rendra


*kasihan juga, pasti dia gak nyaman karena pandangan orang orang, nanti aja deh pas pulang gue temu in* batin reyhan


skip


selesai makan, mereka pun kembali bekerja masing masing


"shin" panggil jannah yang duduk di samping shinta


"hmm?" jawab shinta yang menoleh ke arah jannah


"tadi lo di cariin sama pak direktur" ucap jannah setengah berbisik


"biarin aja lah jan" wab shinta malas


"hmm ya udah deh" ucap jannah


skip


jam pulang kerja, shinta sudah ganti baju dan pergi duluan ke bandara karena ingin menjemput laila, sedangkan jannah? dia masih di parkiran menunggu taksi yang dia pesan


"jan" panggil rendra dari belakang


"mau pulang?" tanya rendra


"iya nih" jawab jannah dengan senyum nya


*manis* batin rendra


"shinta mana?" tanya reyhan sambil berjalan ke arah mereka


"udah pergi duluan" jawab jannah


*yahhh, baru aja gue mau bertemu eh malah orang nya gak ada* batin reyhan


"ke mana?" tanya reyhan


*ni orang udah kayak emaknya shinta deh, kepo banget* batin jannah


"ke bandara, mau jemput lala" jawab jannah


"lala? maksud kamu laila?" tanya rendra


"iya" jawab jannah


Sedangkan di bandara


"ni anak ke mana sih" ucap shinta yang dari tadi mondar mandir di depan pintu kedatangan, dan tiba tiba


"shintaaaaaa" teriak lala sambil berlari ke arah shinta dan memeluknya


"eh lepasin" ucap shinta saat menyadari bahwa pelukan mereka jadi tontonan orang orang saat itu


"lo gak kangen sama gue ya" ucap laila yang masih memeluk shinta


"bukan gak kangen, gue malu bego" ucap shinta sambil berusaha melepaskan pelukan nya


"ih la lepasin, kita jadi tontonan orang" ucap shinta dan laila pun langsung melepaskan pelukan nya sambil melihat ke arah orang orang

__ADS_1


"hhehe maaf shin" ucap laila terkekeh


"hmm" jawab shinta


"hai shin" ucap laki laki yang berjalan ke arah mereka


"loh andrew?" tanya shinta, ya laki laki itu adalah andrew


"iya, dia pulang beareng gue shin" ucap jannah


"ohh" jawab shinta


"gimana kabarnya?" tanya andrew saat sudah sampai di depan dua gadis gadis itu


"sangat baik, apalagi saat kamu ngirim video ke reyhan" jawab shinta yang kesal karena teringat kejadian beberapa hari yang lalu


"hhehe maaf" ucap andrew terkekeh


"ada syaratnya" ucap shinta


"apa?" tanya andrew


"foto in kita berdua" ucap shinta sambil memberikan ponsel nya ke andrew


"iya deh" jawab andrew


dan cekrik!



hasil foto mereka berdua:v


(btw visual hanya pelengkap saja ya, hhehe)


"bagus" ucap shinta saat melihat foto nya


"ck, gue jadi fotografer dadakan" ucap andrew


"makanya jangan jahil sama orang"ucap laila terkekeh


"aku gak jahil kok, cuma mau bantuin rey aja" ucap andrew


"bantuin apa sih?" tanya laila yang belum sempat di jawab andrew karena shinta buru buru mengajak mereka pulang


skip


setelah mengantar andrew ke rumahnya, laila memutuskan untuk menginap saja di rumah shinta karena kasihan jika harus mengantar dirinya ke rumah yang jarak nya masih lumayan jauh, apalagi sekarang juga sudah malam


"assalamu'alaikum" ucap shinga juga laila saat membuka pintu


"waalaikumsalam" jawab jannah yang muncul dari ruang keluarga


"lalaaa" ucap jannah sedikit berteriak dan memeluk lala layaknya teletubbies yang baru bertemu setelah berpisah bertahun tahun


"astaga kalian" ucap shinta yang melihat dua sahabatnya itu


"heheh, shin tadi lo dicariin... " ucap jannah belum selsai karena dipotong oleh shinta


"biarin" potong shinta


BERSAMBUNG


______________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞


(biar aku gak nangis😭, canda😂)


jangan lupa tambahin ke list favorit ya!❤


TERIMA KASIH🙏✨

__ADS_1


__ADS_2