
"tante" panggil sisil saat shinta memsuki kamar nya
"kenapa sayang?" jawab shinta sambil merebahkan tubuh nya di samping sisil
"tadi om itu berantem ya?" tanya sisil
"enggak kok" jawab shinta
"tapi tadi sisil denger suara pukulan tan" ucap sisil sambil menatap shinta
"tadi itu cuman ada yang jatuh aja, bukan suara pukulan kok" ucap shinta meyakinkan
"beneran?" tanya sisil
"iya, udah sekarang sisil tidur dulu ya" ucap shinta menepuk nepuk pelan punggung sisil agar bocah kecil itu segera terlelap ke alam mimpi
pagi
"pagi bi" sapa shinta dan jannah saat turun ke bawah
"pagi juga non" jawab bi asti
kemudian keduanya langsung duduk di meja makan
"wah.. kalau ada bibi pasti pagi pagi ada menu sarapan" ucap jannah
"sudah tugas saya non" ucap bi asti sambil tersenyum, tiba tiba
"pagi semua" sapa ajudan yang juga baru turun tangga
"heh, kamu tidur disini?" tanya shinta kaget
"iya, emang kakak gak tau?" jawab ajudan sambil duduk di meja makan
"kakak gak tau tuh, kok kamu gak bilang?" tanya shinta
"kenapa emangnya? gak boleh?" tanya ajudan
"ya boleh aja" jawab shinta
"aku mau tinggal disini" ucap ajudan tiba tiba
"ha?" ucap shinta juga jannah spontan karna kaget
"kenapa sih emangnya?" tanya ajudan heran sambil menatap dua wanita itu
"nanti timbul fitnah loh dek" jawab shinta
"iya, nanti kalau timbul fitnah gimana?" tanya jannah khawatir
"tenang aja, nanti aku lapor sama konfirmasi ke pak rt komplek" jawab ajudan enteng
"tapi-" ucap shinta belum selesai
"tapi apa? udahlah kak, gak ada tapi tapi an" potong ajudan
"yaudah terserah kamu lah" ucap shinta yang sudah malas berdebat lagi
"jangan bilang kalau kamu mau tinggal disini buat jagain shinta biar gak di apa apa in sama pak rey?" tebak jannah menyipitkan mata nya
"termsuk itu juga" jawab ajudan santai
"tuh kan.. bener" ucap jannah
"terserah kamu aja lah" ucap shinta acuh
"tapi pak rey tuh orang nya mendekati perfect kan?" tanya jannah
"gak perlu perfect yang penting setia" jawab ajudan
"nahh bener tuh, karna sejati nya yang perfect tuh hanya Alloh swt" ucap shinta menimpali
"dan setiap manusia pasti punya kekurangan nya masing masing" ucap jannah
"itu tau, udah sekarang ayo makan" ajak shinta
RS
"shin, sini deh" ucap sela menyuruh shinta untuk mendekat ke arah nya
"kenapa?" tanya shinta berdiri dari kursi nya sambil menghampiri sela
saat dia sudah berada di depan sela, telinga nya langsung dibisikan sesuatu yang membuat rekan mereka yang lain nya juga ikut penasaran
saat sela sudah selesai membisikkan sesuatu pada nya
"haaa" ucap shinta spontan kaget sambil menutup mulut nya
"beneran?" tanya shinta lirih
"iya" jawab sela hanya menggunakan gerakan bibir
*waduh.. kasian kak rey* batin shinta sambil duduk di kursi nya kembali
__ADS_1
"ada apaan shin?" tanya jannah heran
"gak papa" jawab shinta datar
*apa gue harus nanya sama kak rey?" batin shinta bingung
"ada apaan sih sel?" tanya bagas yang memang orang nya bersifat super kepo dari pada yang lain
"kepo, ini urusan wanita" jawab sela sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah shinta
"gue juga wanita sel, jadi gue berhak tau dong" ucap monik
"gak ada apa apa, tadi cuman bilang hal pribadi antara kita aja" ucap sela menyanggah
"ohh" ucap monik sambil menganggukkan kepala
skip
"coklat lagi?" gumam shinta spontan saat. membuka laci nya
"dikasih pak rey lagi?" tanya jannah
"iya, buktinya ada pelangi di sini" jawab shinta mengangkat coklat itu
"gue bilang makasih dulu" ucap shinta sambil membuka ponsel nya
direktur ganteng
📩:"terima kasih"
"lo gak makan siang?" tanya jannah
"lo aja deh, susul aja sela" jawab shinta
"yaudah gue keluar dulu ya, bye" pamit jannah keluar dari ruangan
"hmm"
setengah jam shinta menunggu, namun tetap tidak ada balasan sama sekali dari reyhan
*kau pasti sangat sibuk sekarang, aku akan berpura pura tidak tau dan tidak akan mengganggumu sampai semuanya selesai* batin shinta menatap layar ponsel nya
ceklek!
"loh, gak makan siang?" tanya adit yang baru kembali ke ruangan
"makan kok" jawab shinta seraya menunjukkan coklat yang ada di tangan nya
"suka coklat?" tanya adit seraya duduk di kursi nya
"apa aku bisa tau apa saja kesukaan mu?" tanya adit
"apa aku wajib menjawab nya?" tanya shinta mengerutkan alis nya
"enggak sih" jawab adit
"ya udah"
skip
"lo kenapa sih shin?" tanya jannah sambil fokus menyetir
"gak papa" jawab shinta yang enggan memberi tau apapun itu
"lo diem gitu di depan gue malah aneh tau gak" cibir jannah
"gue gak papa, jannah yang cantik, imut, manis, dan baik hati" ucap shinta seraya tersenyum manis
"halah gombal" cibir jannah
"giliran gue puji, malah gak percaya, dahlah" ucap shinta malas
malam
ruang keluarga
"kayak nya ada tamu deh" ucap jannah
"bel nya bunyi ya pasti ada tamu lah" ucap Shinta
"aku buka in dulu" ucap ajudan beranjak dari duduk nya
saat di teras rumah, ajudan dapat melihat kalau ada mobil reyhan di depan pagar
"cari siapa?" tanya ajudan saat selesai membuka pagar
"kakak kamu" jawab reyhan
"ohh" ucap ajudan hanya ber'oh'ria
"aku tidak dipersilahkan masuk?" tanya reyhan yang melihat gerbang hanya terbuka sedikit
"ohh mau masuk? yaudah silahkan" ucap ajudan tanpa membuka pagar dan berlalu masuk rumah
__ADS_1
"sabar rey, dia kayak gitu juga karna diri lo sendiri kemarin yang main baku hantam" gumam reyhan kemudian turun dari mobil nya dan membuka sendiri pagar rumah shinta kemudian memarkirkan mobil nya di halaman
"assalamu'alaikum" salam reyhan di depan pintu
"waalaikumsalam, masuk aja kak" jawab shinta yang baru keluar dari ruang keluarga
"ada apa?" tanya shinta saat keduanya sudah duduk manis di kursi rumah tamu
"kamu lupa?" tanya reyhan
"ha? lupa apa sih?" ucap shinta menautkan alis nya
"hari ini kan mau ketemu mama, udah ditunggu sama mama soal nya" jawab reyhan
"oh iya, maaf aku lupa" ucap shinta merasa bersalah
*gara gara mikirin masalah tadi sampai lupa segala hal* batin shinta
"gak papa, kamu siap siap gih" ucap reyhan
"iya, aku siap siap bentar" ucap shinta bergegas ke kamarnya sendiri
beberapa menit kemudian
"hai om" sapa sisil yang berada di gendongan shinta
"hai juga sisil" jawab reyhan
"kak, aku ajak sisil ya, aku gak mau kalau cuman berduaan" ucap shinta
"gak papa, aku paham kok" ucap reyhan seraya tersenyum
"yaudah yuk" ajak shinta
dalam perjalanan
"aku boleh tanya sesuatu?" tanya reyhan
"tanyakan saja" jawab shinta
"kamu pernah menyebut mama dan bunda, apa maksud nya dengan panggilan yang berbeda? apa mereka orang yang sama?" tanya reyhan yang masih fokus meyetir
"mama dan bunda itu beda orang kak" jawab shinta
"jadi maksud nya?...... " tanya reyhan menggantung
*ayah nya menikah dua kali?* batin reyhan bertanya tanya
"bukan, ayah ku tidak menikah dua kali, bunda itu ibu kandungku" ucap shinta yang paham kemana arah pertanyaan reyhan
"kalau mama?" tanya reyhan
"mama itu orang yang sangat dekat denganku, sudah seperti ibu kandungku" jawab shinta tersenyum
"ohh" ucap reyhan ber'oh'ria
"kak, apa kamu ada masalah?" tanya shinta yang entah kenapa sangat penasaran
"gak ada, emang kenapa?" tanya reyhan balik dengan pandangan fokus pada jalan raya
"gak papa, terima kasih atas coklat nya" ucap shinta seraya tersenyum sambil memangku sisil
"sama sama" jawab reyhan yang ikut tersenyum juga
*aku tau kalau kamu pasti tidak akan mau menjawab nya* batin shinta
restoran
"tunggu kak, apa penampilanku sudah baik?" tanya shinta saat mereka ingin memasuki sebuah restoran
"apapun yang kamu kenakan pasti bagus" jawab reyhan sambil menggandeng sisil
"aku takut" ucap shinta lirih
"mama ku tidak akan memakanmu, jangan khawatir" ucap reyhan berusaha menetralisir rasa gugup pada diri shinta
hufttt
"baiklah, ayo" ajak shinta setelah mengambil nafas dalam dalam, seraya masuk ke dalam restoran
"tunggu kak" ucap shinta menghentikan langkah nya saat netra nya melihat seseorang
"kenapa?" tanya reyhan heran
"ada mama ku di sini" jawab shinta dengan mata yang berbinar seraya berjalan menuju wanita itu, dan memeluknya dari belakang
"mama?" gumam reyhan dengan pandangan yang tertuju pada wanita yang ditunjuk shinta dengan sisil yang masih setia berada di genggaman tangan nya
"assalamu'alaikum ma, apa kabar?" tanya shinta memeluk wanita itu tanpa mempedulikan reaksi reyhan
bersambung
_______
__ADS_1
like + komen☺