
"kita makan dimana?" tanya reyhan di sela sela langkah kaki nya
"disitu" jawab shinta menunjuk warung tenda pinggir jalan yang berada di luar pasar malam
"yakin?" tanya reyhan ragu
"seratus persen yakin" jawab shinta menganggukkan kepala kemudian menoleh ke belakang
"jan,ren..kita makan disitu" ajak shinta yang diangguki jannah, tapi tidak dengan rendra
saat sampai di warung tenda, shinta langsung duduk di lantai yang beralaskan tikar itu, warung tenda sederhana, tidak ada kursi namun hanya ada meja, tikar dan penutup atas yang membentang
"sini" ucap shinta memanggil sisil untuk duduk di sebelah nya dab diikuti dengan jannah
"ayo duduk" ajak jannah pada dua laki laki yang masih setia berdiri itu
reyhan kemudian masuk ke warung tenda, dan berniat mendudukkan diri nya seperti shinta, namun saat pantat nya ingin menyentuh tikar, ia justru berdiri lagi, kemudian mencoba duduk dengan ragu, namun lagi lagi dia kembali berdiri, terus terulang seperti itu hingga beberapa kali, begitu juga dengan rendra yang sama dengan reyhan
"kamu niat duduk gak sih?" tanya shinta yang berpura pura kesal
"kamu yakin mau disini aja? gak mau pindah kemana gitu?... " tanya reyhan pada gadis yang duduk di depan nya itu
"gak mau" jawab shinta kekeh
"tapi-" ucap reyhan terpotong saat shinta memandang nya dengan tatapan penuh arti
"kamu udah janji buat nurutin apapun yang aku minta kan?" ucap shinta mengingatkan dengan menaik turunkan alis nya
"kapan?" tanya reyhan yang berpura pura lupa
"jangan pura pura lupa, nanti belum tua udah pikun beneran loh" ucap shinta
"iya.. " ucap reyhan pasrah kemudian berusaha mendudukkan diri nya lagi dengan tampang keraguan
"kamu juga duduk" ucap jannah menunjuk posisi yang ada di depan nya dan hanya terhalang meja saja
"tapi jan-" ucap rendra terhenti
"kamu juga udah janji mau nurutin apapun kan? sekarang ayo duduk" potong jannah
"iya deh.. " ucap rendra yang berusaha duduk di tikar
"lama.. " ucap sisil mengeluh kemudian bocah itu berdiri dan menarik tangan kedua om nya agar cepat duduk
blek
cara bocah itu berhasil, menarik tangan kedua om nya dengan agak memaksa itu cara ampuh agar mereka berdua duduk
"yang anteng ya om.. " ucap bocah itu terkekeh geli lalu kembali duduk di samping shinta
kedua laki laki yang duduk bersila itu hanya bingung sambil sesekali menengok kanan dan kiri yang ternyata ramai juga
__ADS_1
"mana waiters sama buku menu nya?" tanya rendra celingukan yang membuat jannah menepok jidat nya sendiri
"loh.. nanti dahi kamu sakit" tegur rendra khawatir
"disini gak ada waiters, kalau mau makan ya liat aja menu yang ada di banner itu, trus langsung pesan ke bapak itu" ucap jannah menunjuk banner, lalu menunjuk dua bapak bapak pemilik warung tenda
"ohh" ucap rendra hanya ber'oh'ria
"kamu mau apa kak?" tanya shinta pada reyhan yang duduk di hadapan nya dan terhalang oleh meja
"mau kamu" jawab reyhan asal
"ish.. aku serius, kamu mau makan apa?" tanya shinta
"ikan gurame aja" jawab reyhan yang diangguki shinta
setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka pun sampai, kali ini sederhana, makan malam dengan nasi dan beberapa jenis ikan pesanan masing masing, tahu juga tempe goreng, lalapan berupa timun dan kemangi juga kubis, dan yang paling penting adalah sambal satu cobek, definisi orang indonesia kalau makan gak pakai sambal mah kurang nagih
"ini... " ucap rendra terhenti melihat jenis makanan yang ada di hadapannya sekarang
"belum pernah makan dengan keadaan kayak gini?" tanya jannah yang diangguki rendra
"kamu juga kak?" tanya shinta
"aku udah pernah makan ini" jawab reyhan bangga
"kapan lo makan ginian?" tanya rendra bingung
"mama ya yang masakin?" tebak shinta
"iya, mama nganterin makanan ke apartemen ku, waktu pulang dari apartemen kamu waktu di korea" jawab reyhan
"ohh, itu pas kita pengen masakan indo trus masak bertiga ya shin?" tanya jannah
"iya" jawab shinta menganggukkan kepala
"kamu nyari apa?" tanya shinta melihat reyhan celingukan
"sendok" jawab reyhan membuat shinta tepok jidat, dia baru ingat kalau dulu masakan mereka bertiga yang dimakan reyhan memang ikan nya sudah di fillet tanpa duri
"kak, lihat dulu..ikan di depan kamu kan masih utuh, ada duri nya, jadi harus pakai tangan" jelas shinta yang membuat reyhan menoleh pada nya
"ini warung tenda sederhana kak, cuman ada air di wadah itu buat cuci tangan" sambung nya dengan menunjuk beberapa wadah air yang tersedia di meja mereka
"caranya?" tanya reyhan bingung
"ambil wadah itu, cuci dan basahi tangan kamu sampai bersih kak" jawab shinta yang diikuti reyhan, begitu juga dengan rendra melakukan hal yang sama
"trus?" kini giliran rendra yang bertanya
"ambil lauk sama nasi nya kayak gini, trus makan deh" jawab jannah mempraktekkan makan dengan tangan
__ADS_1
mereka berdua mencoba dengan perlahan, tapi dengan sekali mencoba mereka sudah bisa makan dengan tangan, meskipun ada beberapa butir nasi yang jatuh karena belum terbiasa
"gimana?" tanya reyhan saat nasi itu berhasil mendarat di mulut nya
"good om" ucap sisil memberikan dua jempol nya
sedangkan shinta juga jannah hanya tersenyum, mereka tau kalau dua laki laki itu tidak pernah menginjakkan kaki nya di tempat seperti ini
"enak kak?" tanya shinta saat melihat reyhan makan dengan lahap, bahkan keringat sudah membasahi dahi nya karena makan sambal
"enak banget malah" jawab reyhan tanpa gengsi, segala sifat dingin atau apapun itu akan hilang jika dia herhadapan dengan gadis yang dia cintai
"lain kali boleh dong dicoba lagi?" goda shinta yang membuat reyhan terdiam dan berpikir sebentar
"boleh, yang penting tempat nya bersih" jawab reyhan menganggukkan kepala, mungkin sesekali makan di pinggir jalan tidak apa apa, yang penting tempat nya bersih
"kamu mau ren?" tanya jannah
"mau aja asal sama kamu" jawab rendra kemudian kembali fokus dengan makanan nya
sedangkan sisil? bocah itu sudah fokus makan dengan daging ikan yang sudah shinta pisahkan dari duri nya tadi
"gini ya kehidupan merakyat yang sesungguhnya?" tanya reyhan yang baru pertama kali merasakan nya
"iya, tapi ada juga mereka yang gak bisa makan kayak gini" jawab shinta dengan tatapan datar nya
"karena financial?" tanya reyhan
"iya, aku selalu berdo'a agar mereka semua yang sedang usaha diluar sana juga dapat meraih kesuksesan nya" jawab shinta tersenyum
*dulu...aku juga harus ngumpulin uang dulu biar bisa makan kayak gini* batin shinta menatap makanan nya
"oh.. aku paham kenapa kalian ngajakin kita kesini" ucap rendra tiba tiba yang membuat semua orang menatap nya termasuk sisil
"karena apa?" tanya jannah
"ngajarin kita untuk senantiasa merendah, dan bersyukur atas semua kenikmatan yang tuhan berikan, entah itu dari kekayaan, atau dari hal hal sederhana yang menyenangkan kayak gini karena kebahagiaan juga bukan hanya dari kemewahan, tapi bisa juga dari kesederhanaan" jawab rendra
"pandai" ucap jannah memberikan jempol nya
"makasih" ucap reyhan lirih yang masih terdengar di telinga shinta
"untuk?" tanya shinta lirih juga
"karena mau ngajakin aku buat ngelakuin hal hal sederhana tapi membuat semua orang bahagia" jawab reyhan tetap dengan nada lirih nya dan hanya dijawab anggukan kepala oleh shinta
sisil yang baru selesai makan dan mencuci tangan nya pun segera mendekati shinta dan berbisik di telinga tante nya itu
"'jadi lanjut ngerjain om ganteng sama om ren tan?" tanya bocah itu
"lanjut dong" jawab shinta terkekeh sambil menganggukkan kepala kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya
__ADS_1
bersambung