
"waalaikumsalam, ada apa ndra?" ucap jannah dengan seseorang di telepon, ya sudah dapat di pastikan kalau yang nelfon jannah itu rendra
"panjang umur, baru juga di omongin, ehh udah nelfon" ucap shinta terkekeh
"syirik aja lo, minta di telepon sama rey sana" ucap jannah sambil melirik shinta di sela sela telfonnya
"dih, siapa juga yang syirik? kan gue juga mau nelfon seseorang" ucap shinta dan mengambil ponselnya
"siapa?" tanya jannah saat dia sudah selesai telepon
"kepo lo" ucap shinta jutek
"ishh jutek amat dah" ucap jannah
"biarin" ucap shinta
"siapa sih?" tanya jannah penasaran
"bentar lagi lo juga tau sendiri" ucap shinta sambil men loudspeaker panggilan nya
π: "assalamu'alaikum ma" ucap shinta setelah telfonnya tersambung
π: "waalaikumsalam sayang, gimana kabarnya?" tanya seseorang di telepon
"ooh ternyata telepon tante riana" ucap jannah mangut mangut, ya yang di telepon shinta adalah mama riana
π: "alhamdulillah, shinta baik kok ma" ucap shinta
"shinta baik kok tante, saking baik nya kemarin sampai masuk rumah sakit" ucap jannah tiba tiba dengan sedikit berteriak, sengaja agar mama riana mendengarnya, dan bisa di pastikan kalau shinta langsung memberinya tatapan tajam
π: "lohh beneran sayang?" tanya mama riana kaget mendengar ucapan jannah tadi
π: "anu ma" jawab shinta gugup
π: "jawab sejujurnya, mama gak suka kalau kamu bohong" ucap mama riana
π: "iya bener ma" ucap shinta lesu
π: "kok bisa?" tanya mama riana
π: "cuman pingsan kok ma, itu efek karena imun shinta menurun" jawab shinta
"jangan lupa sesak napas nya" ucap jannah masih dengan berteriak
*mulut nya jannah lemes banget astaga* batin shinta
π: "loh kamu juga sesak napas?" tanya mama riana yang mendengar ucapan jannah
π: "iya ma, tapi gak parah kok ma" jawab shinta
"gak parah lo bilang? kehabisan napas trus gak sadar duluan sebelum ambulans datang, itu yang lo bilang gak parah?" tanya jannah dengan nada berteriak
*aduh, nama bisa marah nih* batin shinta
"jannah tukang ngadu ih" ucap shinta kesal
π: "ya ampun sampai segitu parah nya, kamu udah berani bohong ya sama mama?" tanya mama riana
π: "enggak kok ma" jawab shinta gelagapan
π: "trus kenapa gak ngasih tau mama?, untung tadi jannah ngadu ke mama, kalo gak ngadu mungkin kamu juga gak akan pernah bilang jujur kan sama mama?" tanya mama riana dengan nada ngambek
π: "bukan gitu ma, bukannya shinta gak mau bilang sama mama, tetapi shinta takut nanti mama malah tambah khawatir" jawab shinta menjelaskan
π: "apa karena mama bukan mama kandung kamu? makanya mama gak berhak khawatir sama kamu?" tanya mama riana yang masih ngambek
__ADS_1
π: "astaghfirullah mama kok ngomong gitu, enggak ma beneran kok shinta itu cuman takut mama khawatir" ucap shinta
π: "tapi tetep aja kamu udah bohong dan gak jujur sama mama" ucap mama riana
π: "iya ma, shinta minta maaf" ucap shinta
π: "mama maafin tetapi dengan satu syarat" ucap mama riana
π: "apa syaratnya ma? pasti shinta turutin kok, asalkan mama maafin shinta" ucap shinta
π: "syaratnya kamu harus jujur sama mama apapun yang terjadi dan tidak boleh ada kebohongan di antara kita, gimana kamu setuju?" ucap mama riana dengan syarat mutlak
π: "iya ma, shinta setuju" ucap shinta
π: "beneran setuju ya?" tanya mama riana
π: "iya ma, shinta setuju kok" ucap shinta meyakinkan
π: "termasuk nanti kalau kamu jatuh cinta sama laki laki, kamu harus cerita jujur sama mama, dan ngenalin orang nya ke mama" ucap mama riana yang membuat shinta kaget dan membulatkan mata nya
"hhahaha" tawa jannah terbahak bahak mendengar ucapan mama riana barusan
π: "gimana sayang?" tanya mama riana pada shinta
π: "itu kan masih lama ma" jawab shinta
π: "jawab aja, iya atau enggak" ucap mama riana
π: "iya ma, nanti kalau shinta jatuh cinta, shinta akan bilang sama mama sejujur jujur nya juga ngenalin orang nya ke mama" ucap shinta pasrah
π: "bagus, itu baru shinta yang mama kenal" ucap mama riana
π: "ya udah ma, shinta mau tidur, besok mulai kerja soalnya" ucap shinta ingin mengakhiri panggilan telepon
π: "iya sayang, assalamu'alaikum" ucap mama riana
"hahahahaa" tawa jannah menggelegar di ruang keluarga
"ngapain lo ketawa?" tanya shinta jutek
"lucu banget gue denger permintaan tante riana tadi, hahaha" ucap jannah sambil tertawa dan memegangi perutnya
"bodo ah" ucap shinta sambil pergi ke kamarnya dan meninggalkan jannah sendirian di ruang keluarga
"ngambek tuh" ucap jannah kemudian dia pun naik ke atas dan tidur di kamarnya
Skip______
jam 7 pagi
"loh, udah bangun dek?" tanya shinta yang sekarang berada di dapur dan melihat adiknya sedang memasak
"iya kak, itu baju kerja kakak?" tanya ajudan nya shinta yang melihat penampilan kakanya dari atas sampai bawah
"iya, bagus gak?" tanya shinta yang saat ini memakai celana kulot hitam, atasan kemeja lengan panjang, hijab yang rapi di kepala nya, sepatu flat shoes, juga tidak lupa jas putih apoteker yang tersampir di lengannya
"bagus kak" jawab ajudannya
"sini kakak bantuin masaknya" ucap shinta, dan saat ingin melangkah
"stop! kakak tunggu aja di meja makan, ini udah mau selesai kok" ucap ajudannya
"beneran nih?" tanya shinta
"iya kak, sana cepet" ucap ajudan sambil mendorong pelan kakak nya menuju meja makan
__ADS_1
Skip___
masakan sudah siap di meja makan, di sana juga sudah ada shinta juga ajudannya yang duduk manis
"pagi semuanya" sapa jannah yang baru saja turun sambil duduk di samping shinta
"pagi kak" jawab ajudan
"pagi" jawab shinta singkat
"ini kayak bukan masakan bibi" ucap jannah saat melihat makanan di depannya
"ya emang bukan" jawab ajudan
"trus?" ucap jannah meminta penjelasan
"aku yang masak" jawab ajudan
"haa? kok bukan bibi?" tanya jannah
"jam kerja bibi kan dimulainya siang, jadi ya kalau sarapan harus masak sendiri" ucap ajudan
"oohh" ucap jannah hanya ber'oh'ria
"udah ayo makan" ucap shinta
Skip______________
garasi mobil rumah shinta, saat ini mereka bertiga mau berangkat kerja masing masing, tetapi
"astaga jannah" ucap shinta dengan sedikit berteriak
"kenapa kak?" tanya ajudan
"kenapa shin?" tanya jannah
"mobil nya belum bisa dipake" ucap shinta
"kok bisa? udah di isi bensin kok" ucap jannah
"lo mau kita ditangkap polisi ya? gara gara bawa mobil gak ada plat nomornya" ucap shinta sambil menunjuk mobil nya
"hehe, maaf gue lupa shin" ucap jannah cengengesan yang membuat shinta menggelengkan kepala nya
"udah, nanti biar aku yang ngurusin plat nomor nya kak" ucap ajudan
"trus sekarang aku berangkat kerja naik apa?" tanya shinta
"aku anterin aja" ucap ajudan
"kamu gak takut telat?" tanya shinta
"enggak lah, ayo kalian buruan masuk" ucap ajudan sambil masuk ke mobil nya
"iya" ucap shinta dan jannah secara bersamaan dan masuk ke mobil ajudan
BERSAMBUNG
_____________________________
AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!π
KAKAK KAKAK SEMUANYAππ
(biar aku gak nangisπ, candaπ)
__ADS_1
TERIMA KASIHπβ¨