
Shinta masih heran dengan situasi saat ini, bukan heran sih tapi lebih tepat nya bingung, kenapa giliran dia masuk malah semua dalam keadaan gelap gulita?
Apa ini surprise ulang tahun nya? aihh... itu tidak mungkin karena ulang tahun nya saja sudah lewat satu bulan yang lalu
"Ini ada apa sih?" Tanya Shinta tapi tidak ada yang menyahuti ucapan nya
"Aku takut gelap loh, jangan gini dong... " Ucap Shinta
Ajudan yang sedang berdiam diri pun ingin sekali menolong kakak nya karena apa yang Shinta katakan itu memang benar, Shinta takut dengan kegelapan
*Sisil kan disini juga* Batin Shinta kemudian dia pun memiliki ide yang cukup bagus
"Sisil tolongin tante dong" Ucap Shinta
"Kalau gak mau yaudah, tante juga gak akan mau ketemu sama Sisil" Ucap Shinta berpura pura ngambek
Sedangkan Siail yang mendengar Shinta tidak akan mau bertemu dengan nya pun akhirnya luluh juga, dia langsung berlari dan memeluk kaki Shinta dari belakang
"Eh... tuyul" Pekik Shinta terkejut saat ada seseorang yang memeluk kaki nya
"Tuyul? aaa mana tuyul?" Ucap Sisil terkejut sekaligus ketakutan karena mulut tante nya yang mengatakan ada tuyul
Semua orang yang ada di ruangan itu ingin sekali tertawa dengan kekonyolan yang Shinta buat, namun mengingat hari ini memang sengaja hari kejutan untuk nya, hal tertawa memertawai pun harus mereka tahan dan urungkan
"Loh sil? kamu kemana?" Tanya Shinta yang kembali panik amat Sisil sudah tidak memeluk kaki nya lagi
Namun tiba tiba, lhap... Shinta mengernyitkan dahi nya akibat lampu sorotan yang tengah fokus melingkari nya dan ia lebih bingung lagi saat melihat Sisil yang sudah berdiri di hadapan nya dengan membawa buket bunga daisy berwarna putih
"Assalamualaikum... kamu kenal aku bukan?" Shinta mendengar suara nyaring dari orang yang sangat dia kenal, orang yang sudah lebih dari satu bulan tidak bertemu dengan nya
"Kamu kenal aku bukan?" Tanya orang itu lagi dan Shinta mengangguk sebagai jawaban nya dengan mulut yang bergumam pelan "Waalaikumsalam kak rey"
Reyhan mengambil nafas dalam dalam dan berdehem sebentar sebelum melanjutkan ucapan nya
"Aku ingat sesuatu kalau ada seorang gadis yang bilang padaku bahwa dia tidak menginginkan status apapun di luar halal, dan dia juga bilang kalau janji terbaik itu janji di buku nikah yang sah di mata tuhan" Ucap Reyhan menjeda ucapan nya
Shinta mendengarkan dengan seksama hal yang Reyhan ucapkan, meskipun dia tidak bisa melihat dimana Reyhan berada, namun seperti nya dia sudah tau akan di kemana kan arah pembicaraan kali ini
"Hari ini aku ingin membuktikan keseriusan ku, aku ingin kita menjadi satu dengan ikatan halal, meski aku tau kalau masih banyak kekurangan dalam diriku dan aku menginginkan kamu yang melengkapi kekurangan ku, begitupun dengan sebalik nya" Sambung Reyhan
Shinta yang sejak tadi mendengarkan pun hanya diam dengan air mata yang mulai menetes dan memandang gadis kecil yang tersenyum di hadapan nya
"Maafkan aku yang tidak bisa merangkai kata kata deskripsi dari awal kita bertemu, karena aku hanya ingun cukup kita berdua saja yang mengetahui kisah itu" Ucap Reyhan yang membuat Shinta tersenyum karena hal itu memang benar ada nya, cukup mereka berdua yang tau bagaimana kisah mereka yang selengkap nya
"Kita sama sama dewasa dan kamu pasti tau maksud perkataan ku barusan bukan?" Tanya Reyhan dan lagi lagi Shinta mengangguk sebagai jawaban nya
"Shinta Putri Askara, bersediakah kamu menikah denganku? menjadi temanku, menjadi sahabat ku, menjadi pendamping hidupku dan menjadi penyemangatku dalam keadaan apapun itu?"
__ADS_1
Deg... jujur proposal dari Reyhan membuat hati nya berdegup dengan kencang, antara terharu, terkejut, senang, dan bingung yang menjadi satu
*aku harus jawab gimana?* Batin nya kebingungan karena hanya Sisil yang bisa dia lihat saat ini
Reyhan tau bahwa gadis yang dia cintai sedang dalam keadaan campur aduk sekarang, maka dari itu ia memberi kode agar semua lampu aula di nyalakan
Setelah lampu dinyalakan, baru lah Shinta dapat melihat kalau di aula sudah ada keluarga inti dari pihak nya, ada juga keluarga Reyhan yang berdiri mengelilingi nya, dan ada Rendra, Jannah, Laila yang entah kapan mereka sampai di kota Surabaya pun Shinta tidak tau
"Aku disini" Ucap Reyhan yang berdiri tak jauh dari Shinta karena melihat gadis itu seperti nya bingung mencari keberadaan diri nya
"Bagaimana? apa jawabanmu?" Tanya Reyhan
Shinta kemudian menatap orang tuanya meminta persetujuan, dan yang dimintai pun mengangguk sebagai jawaban, berikut nya ia menatap ajudan, adik laki laki yang tau segala nya tentang diri nya, yang selalu pasang badan untuk melindungi nya
Cukup lama ia menatap adik laki laki nya itu karena ingin meminta persetujuan
Ajudan kemudian menganggukkan kepala nya dengan memberikan senyum terbaik milik nya hari ini
*Aku mengijinkanmu kak, semoga keputusan mu memang tepat dan kebahagiaan akan menyertaimu* Batin ajudan
Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Shinta kemudian menatap Reyhan yang berdiri tak jauh dari nya, lebih tepat nya berdiri di belakang Sisil, mereka berhadapan namun berjarak Sisil yang ada di tengah tengah
"Kalau kamu menerima ku, ambil bunga yang ada di tangan gadis kecil mu" Ucap Reyhan karena dia menggunakan konsep proposal tanpa menyentuh
Setelah membaca basmalah di dalam hati, dan benar benar memantapkan keputusannya, perlahan tangan Shinta terulur mengarah pada Sisil sampai buket bunga itu benar benar berpindah di tangan nya
Bunga daisy telah lama dikagumi karena kesederhanaannya yang indah. Bunga ini sendiri berarti kemurnian dan kepolosan cinta. cocok banget buat menggambarkan cinta kalian yang apa adanya. Memberikan bunga ini kepada pasangan dapat diartikan bahwa kamu telah memberikan sepenuhnya kepercayaan kepada pasangan. Karena keterbukaan yang kalian alami tentunya, guys! Dan yang terpenting bunga ini merupakan lambang ‘rahasia di antara dua orang yang saling mencintai
Reyhan langsung merasa lega karena sedari tadi dia khawatir kalau Shinta akan menolak nya hari ini
Suara tepuk tangan pun akhirnya menggema di ruangan itu, semua turut bahagia dengan situasi sekarang, apalagi para orang tua yang menitikkan air mata
Orang tua Reyhan yang terharu karena anak semata wayang nya akhirnya menentukan pilihan pasangan hidup nya, dan orang tua Shinta yang terharu karena anak gadis mereka satu satu nya sudah menjatuhkan pilihan nya pada pria yang ia cintai
"Terimakasih" Ucap Reyhan tersenyum dengan memandang wajah yang tengah memerah itu
"Sama sama" Jawab Shinta dengan mata yang basah dan hidung memerah akibat mengeluarkan air mata
Ingin sekali Reyhan memeluk gadis yang ada di hadapan nya itu, namun dia tau bahwa hal itu masih belum bisa ia lakukan dan kalau sampai keblabasan, bisa bisa ia di gantung oleh ayah nya Shinta nanti
"Anak bunda... anak gadis nya bunda udah dewasa, semoga kedepan nya kalian diberi kelancaran ya" Ucap Bunda dengan memeluk anak gadis nya dan Shinta pun mengaminkan saja
Berikut nya ayah Ari, ayah nya Shinta menyusul dan memberi pelukan pada anak gadis nya
"Maafin semua kesalahan ayah ya nak...kamu udah dewasa, semoga kebahagiaan terus menyertai" Ucap ayah Ari yang mendekap putri nya, tapi Shinta yang mendapatkan pelukan seperti itu justru membuat badan nya bergetar secara tiba tiba dan Reyhan juga dapat melihat hal itu
__ADS_1
Hal ini yang Shinta benci dari diri nya sendiri, ketika sang ayah mendekat, namun justru tubuh nya bergetar seakan menolak keberadaan sang ayah
"Iya ayah" Jawab Shinta kemudian melepaskan pelukan mereka karena ia tidak ingin tubuh nya bergetar semakin hebat dan membuat orang tuanya curiga
Kemudian bergantian dengan orang tua Reyhan yang mendekat pada bintang acara kali ini
"Anak mama... makasih ya sayang, udah mau nerima anak mama yang kayak kanebo" Ucap Mama Riana memberikan pelukan hangat nya
"Makasih juga karena mama udah mau menemani shinta" Ucap Shinta setelah keduanya melepaskan pelukan mereka
Sedangkan papa Raka tersenyum lebar dan menepuk pelan pundak Reyhan
Setelah adegan peluk perpelukan pun sekarang berganti dengan para sahabat mereka yang hadir malam ini
"Congrats bro, selamat shin" Ucap Rendra dengan menyenggol lengan Rendra
"Makasih, kapan nyusul nih?" Tanya Shinta berniat menggoda Rendra
"Secepat nya" Jawab Rendra dengan melirik Jannah yang sedang malu malu kucing
"Cie... mau nikah" Sorak Laila dengan mengeraskan suara nya
"Cie... ngiri belum punya pasangan" Ucap Jannah dengan senyum jahil nya
"Gak papa belum punya pasangan, yang penting bibir masih suci" Ucap Laila membela diri nya sendiri
Shinta yang tengah di apit dua laki laki hanya tersenyum karena melihat sahabat nya hari ini
"Mbak... kamu gak lupa sama aku kan nanti?" Tanya Wildan, ya... dia adik laki laki Shinta yang masih SMA atau lebih tepat nya anak bungsu setelah ajudan karena Shinta memang mempunyai dua adik laki laki
"Gak akan, tenang aja" Jawab Shinta dengan menepuk pundak Wildan
Tapi Shinta merasa ada yang kurang hari ini, karena hanya kakak sulung nya yang hadir dan kakak kedua nya tidak ada di acara kali ini, ya... selain dua adik laki laki, Shinta juga mempunyai dua kakak laki laki
"Kenapa? kamu rindu sama bang Egi?" Tanya Reyhan yang sudah bisa membaca raut muka Shinta
"Iya, kamu tau darimana?" Tanya Shinta heran, dia kira Reyhan belum tau tentang Egi kakak kedua nya
"Bunda yang cerita" Jawab Reyhan sedangkan Shinta hanya mengangguk saja sebagai jawaban
Egi memang jarang sekali bertemu dengan Shinta karena dia yang sudah lama tinggal di tokyo dan jika pulang ke indonesia pun tidak akan bertemu Shinta karena sang adik yang sedang mengais ilmu di negeri ginseng
Pucuk di cinta ulam pun tiba, baru saja dibicarakan, ponsel Shinta berdering dengan menunjukkan panggilan video call dari Egi
Bersambung
maapkan Reyhan yang gak bisa bikin kata panjang panjang, maklum dia kanebo di depan banyak orang guys...wkwk
__ADS_1