Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
16.Ayo bangun


__ADS_3

"shin, lo harus kuat ya, gue bakal terus ada di samping lo" ucap jannah sambil memandang ruang periksa yang pintunya masih di tutup


setelah menunggu cukup lama, dua orang suster keluar dari ruangan pemeriksaan sambil mendorong ranjang shinta menuju kamar rawat inap


"gue di sini shin" ucap jannah memegangi tangan shinta dari samping, sambil berjalan menuju ruang rawat


skip sampai ruang rawat


jannah memandang shinta dari ujung kaki sampai ujung kepala, sedih rasanya saat melihat shinta terbaring dengan wajah yang pucat, menggunakan alat pernafasan juga selang infus di tangannya


"jangan khawatir, gue bakalan terus nemenin lo di sini" ucap jannah yang duduk di kursi samping ranjang shinta


"gue video call elin dulu deh" ucap jannah mengambil ponsel , dan setelah video call terhubung


"mana shinta jan? gue mau liat dulu" ucap dokter elin


"iya, nih" ucap jannah dan mengarahkan ponselnya tepat di depan muka shinta


"ya ampun pucat banget" ucap dokter elin


"iya, kapan dia bangun lin?" tanya jannah


"mungkin besok, lo jangan khawatir dan biarin dia istirahat dulu" ucap dokter elin


"iya" jawab jannah singkat, dia sedang tidak mood berbicara apapun


"ini udah malam kan, lo juga istirahat dulu" ucap dokter elin


"iya lin, yaudah bye" ucap jannah


"byee" ucap dokter elin dan tit! video call dimatikan


jannah akhirnya tertidur dengan posisi duduk di kursi samping ranjang dan tangan yang dijadikan bantalan kepala


jam 10 malam


tok tok tok!


jannah terbangun karena suara ketukan pintu, dan ceklek!


"maaf menggangu, saya mau periksa perkembangan pasien" ucap dokter wanita yang tadi menangani shinta

__ADS_1


"oh iya dok tidak apa apa, mari" ucap jannah mempersilahkan dokter untuk masuk


skip setelah memeriksa


"gimana keadaanya dok?" tanya jannah saat melihat dokter selesai memeriksa


"syurlah kondisinya sudah stabil" ucap dokter itu sambil tersenyum


"alhamdulillah, trus kenapa sekarang masih belum bangun bangun juga dok?" tanya jannah heran


"itu karena efek obat yang saya berikan lewat infus nya, jadi mungkin besok pasien akan bangun" ucap dokter itu


"alhamdulillah" ucap jannah merasa lega


"yasudah kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu


"iya dok, terima kasih" ucap jannah


"sama sama" balas dokter itu dan keluar dari ruangan shinta


"shin, besok lo harus bangun, kalau gak bangun, gue bakal ceritain semuanya ke lala" ancam jannah dan kemudian melanjutkan tidurnya dengan posisi yang sama seperti tadi


Jam 04:00 pagi


"hmm, shinta belum bangun ya" ucap jannah setelah nyawanya terkumpul dan melihat shinta di depannya masih belum sadarkan diri


"gue tinggal shalat subuh dahulu ya" pamit jannah beranjak dari kursi dan menuju musala rumah sakit karena dia kemarin gak sempat bawa mukenah


Skip setelah salat


jannah mendekat, dan duduk di samping shinta


"shin, gue makan dulu ya, ntah kenapa pagi pagi gue laper" ucap jannah terkekeh sambil membuka bungkusan makanan yang dia beli dari kantin rumah sakit tadi setelah salat


"shin, ayo bangun dong, lo gak capek apa tidur terus" ucap jannah di sela sela makannya


skip selesai makan


jannah kmudian mandi dan setelah mandi, dia duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


jam 10:00 pagi

__ADS_1


tiba tiba ponsel jannah berdering, panggilan telepon dari nomor tidak dikenal


"halo? ini siapa ya?" tanya jannah ketika telepon tersambung


"ini bibi non" ucap sang penelpon, ya dia adalah bi asti


"bi asti?" tanya jannah lagi


"iya non" jawab bibi


"bibi dapat nomor saya dari mana?" tanya jannah


"dari den adib non, saya udah di rumah non shinta tapi gak ada orang, dari tadi saya telepon non shinta tetapi gak di angkat angkat non" ucap bibi


"shinta nya lagi sama saya bi, oh iya bibi nelfon saya ada apa?" tanya jannah


"ini non, tadi ada yang telepon ke rumah dan bilang katanya mau nganter mobil kesini jam 11 siang non" ucap bibi


"oh iya saya lupa bi, nanti saya pulang bi" ucap jannah sambil tepok jidat


"iya non, kalau begitu assalamu'alaikum" ucap bibi


"waalaikumsalam" ucap jannah dan tit! panggilan dimatikan


"waduh gimana nih, gue gak tega ninggalin shinta sendirian" ucap jannah kebingungan, dan sudah setengah jam tetapi belum juga dapat ide, akhirnya


"apa gue minta tolong ajudannya shinta aja ya buat ngewakili?" ucap jannah


"gue telepon di luar aja deh" ucap jannah dan keluar ruangan shinta


saat sampai di koridor, jannah ingin menelfon ajudan, namun belum sempat jari nya menggeser call, ada seseorang yang memanggil namanya


"jannah" panggil orang itu


BERSAMBUNG


________________________________


buat penyemangat up cerita🤗


LIKE, KOMEN, VOTE DONG!

__ADS_1


KAKAK KAKAK YANG BAIK💕


Terima Kasih🙏❤


__ADS_2