Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
62.Sapu tangan


__ADS_3

"sayang" ucap reyhan dan blush


"jangan memanggil ku seperti itu" ucap shinta yang mulai blushing


"kenapa?" tanya reyhan


"geli aku, beneran" jawab shinta terkekeh


"yaudah yaudah" ucap reyhan mengalah karna mungkin shinta masih tidak nyaman dengan situasi seperti ini


"aku pulang dulu, ini udah ke sorean" pamit shinta saat melihat jam tangan nya


"aku anterin aja, biar gak perlu nunggu taksi online" ucap reyhan yang memang tau kebiasaan shinta kalau tidak membawa mobil, pasti dia akan pesan taksi online


dalam perjalanan


"kak" panggil shinta


"kenapa?" jawab reyhan sambil menyetir


"kamu pernah bilang kalau suka sama aku, itu berarti kamu gak cinta sama aku dong?" tanya shinta yang tidak pernah mendngar reyhan mengatakan cinta padanya


"iya, aku gak cinta sama kamu" jawab reyhan enteng


"dih, susah susah tadi gugup ngungkapin perasaan, eh taunya malah bertepuk sebelah kaki" ucap shinta kesal setelah mendengar jawaban reyhan


"emang ada bertepuk sebelah kaki?" tanya reyhan


"ya di ada ada in" jawab shinta malas


"coba kamu pikir, buat apa aku susah susah ngedeketin kamu kalau gak cinta? hmm?" tanya reyhan


*iya juga sih, duh bego nya gue* batin shinta


"iya sih, tapi kan-" ucap shinta belum selesai


"aku cinta sama kamu" potong reyhan


krik krik!


"kok diem?" tanya reyhan heran


"trus aku harus bilang apa? kan yang penting udah tau jawaban nya" jawab shinta terkekeh yang membuat reyhan menggeleng kan kepala


"trus kenapa kamu jatuh cinta sama aku? padahal diluar sana banyak gadis gadis yang ngejar kamu" tanya shinta


"kalau aku sukanya cuman sama kamu doang gimana?" ucap reyhan


"ya alhamdulillah dong, itu artinya aku gak akan berhubungan sama buaya" jawab shinta


"tapi aku beneran nanya loh, apa alasan kamu suka sama aku?" sambung shinta


"cinta itu buta, jadi gak ada alasannya" jawab reyhan yang membuat shinta mengerucut kan bibir nya seketika dan menurut reyhan itu sangat lucu


halaman rumah shinta


"akun turun dulu" pamit shinta ingin turun dari mobil


"tunggu" cegah reyhan


"kenapa?" tanya shinta


"aku belum jawab pertanyaan kamu yang tadi loh, mau dengar gak?" tanya reyhan


"awas aja kalau bohong ya" jawab shinta sambil mengepalkan tangan nya

__ADS_1


"mana berani" ucap reyhan terkekeh sambil mengangkat kedua tangannya seperti orang yang ditodong pistol


"kamu ingat saat pertama kali kamu datang ke seoul?" tanya reyhan


"ya, aku ingat" jawab shinta


"waktu itu kamu menangis di bandara sambil membawa koper kamu kan? dan aku memberimu sapu tangan berwarna biru" ucap reyhan, sedangkan shinta sudah menutup mulut nya dengan tangan nya sendiri


"kenapa? kamu pasti nggak nyangka kalau aku ingat kan?" tebak reyhan saat melihat ekspresi shinta


"iya, aku kira kamu cuman inget pas aku nabrak kamu waktu di kampus doang" jawab shinta


"selama beberapa tahun hidup di seoul, setiap malam kamu sering pergi ke taman dan menangis sendirian disana kan? dan setiap kamu menangis, selalu ada orang laki laki yang ngasih kamu sapu tangan berwarna biru, awalnya kamu menolak tapi lama kelamaan kamu selalu menerima sapu tangan itu, iya kan? setelah kamu menerima sapu tangan, laki laki itu langsung pergi karna dia hanya ingin memastikan kalau kamu menerima sapu tangan itu dan keadaan kamu juga baik baik aja" jelas reyhan panjang lebar yang semakin membuat shinta kaget


"iya" jawab shinta, tapi kemudian dia menyadari sesuai


"tunggu...dari mana kamu tau?" tanya shinta


"atau jangan jangan.. " selidik shinta curiga


"ya, aku laki laki itu" jawab reyhan


"hah.. sudah kuduga" ucap shinta menghela nafas


"emang kamu gak ngenalin aku?" tanya reyhan


"gimana bisa ngenalin? setiap kamu ke taman pasti pakai hoodie, masker, sama kacamata hitam kan? aku hanya familiar sama tubuh dan suara kamu" jawab shinta yang membuat reyhan terkekeh


"pasti kamu nganggap aku aneh ya? karna malem malem pakai kacamata hitam" tanya reyhan


"iya, tapi gimana bisa kamu tau kalau aku di taman itu?" tanya shinta


"apartemen kita bersebelahan, hanya beda gedung dan berjarak jalan raya aja, jadi otomatis aku tau karna taman itu kan taman umum apartemen" jawab reyhan


"ohhh" jawab shinta


"bosen kenapa?" tanya reyhan


"ya hampir tiap hari kamu ngasih aku sapu tangan biru, dan itu kan terjadi selama hampir 4 tahun" jawab shinta


"aku gak bosen tuh" ucap reyhan


"kenapa?" tanya shinta


"aku juga nggak tau kenapa aku melakukan itu selama 4 tahun, tapi yang aku tau hanyalah karna aku tidak ingin melihatmu menangis, hatiku terasa sakit setiap melihatmu menangis bahkan sampai sekarang, kamu yang berhasil menarik perhatian ku sejak kita bertemu pertama kali di bandara waktu itu, dan ketika aku bertemu kembali denganmu di sini, aku merasa nggak ingin jauh darimu, aku ingin menyayangimu, aku ingin melindungimu, karena aku sadar bahwa aku mencintaimu" jelas reyhan panjang kali lebar sedangkan shinta yang mendengar nya pun hanya tersenyum


"jadi itu alasan kamu kak?" tanya shinta


"iya" jawab reyhan


"tapi..apa kamu denger?" selidik shinta


"aku cuman dengar waktu kamu nangis doang kok, aku gak pernah tau apa penyebab kamu yang selalu nangis di taman itu" jawab reyhan yang tau arah pertanyaan shinta


huft..


*lega..* batin shinta


"kamu pasti lega karna aku gak dengar penyebab kamu nangis kan?" tebak reyhan yang dijawab anggukan oleh shinta


"kamu jangan khawatir, aku gak akan maksa kamu buat cerita soal penyebab nya" ucap reyhan


*tapi kamu tetap harus tau* batin shinta


"dan jika kamu sudah siap menceritakan semuanya, aku hanya akan diam dan mendengarkan" ucap reyhan meyakinkan

__ADS_1


"terima kasih" ucap shinta, dia tidak tau harus bicara apa lagi selain terima kasih


"untuk?" tanya reyhan


"untuk kamu yang selalu ngasih aku sapu tangan, juga kamu yang selalu baik sama aku" jawab shinta


"karena aku baik, sekarang aku minta kembalian" ucap reyhan


"kembalian apa?" tanya shinta


"kembalikan semua sapu tangan yang udah aku kasih ke kamu" jawab reyhan


"haa? baru aja dipuji, aku ralat deh" ucap shinta mengerucut kan bibir nya setelah mendengar permintaan reyhan barusan


"hahaha, emang sapu tangan nya kamu kemana in? hilang?" tanya reyhan


"enggak, masih aku simpen sapu tangan nya satu kotak penuh dari kamu" jawab shinta terkekeh


"beneran?" tanya reyhan tidak menyangka


"padahal sapu tangan itu aku kasih hampir sejak 4 tahun yang lalu kan?" tanya reyhan


"iya, aku menyimpannya dari sapu tangan yang pertama kamu berikan, sampai yang terakhir, jumlah nya juga pasti udah ribuan" jawab shinta terkekeh


"boleh aku melihat nya?" tanya reyhan


"jangan sekarang, udah sore banget nih kita kelamaan ngobrol di mobil" jawab shinta, dan tiba tiba


"tante.. " teriak sisil yang berlari ke halaman rumah


"assalamu'alaikum" sapa shinta yang turun dari mobil reyhan


"waalaikumaalam, tante lama pulang nya" ucap sisil yang sudah ada di gendongan shinta


"maaf ya, nanti tante ganti sama jajan deh" ucap shinta yang diangguki sisil


"hai om" sapa sisil saat melihat reyhan dari kaca jendela mobil yang terbuka


"hai sisil" jawab reyhan


"mau main bareng sisil om?" tanya sisil


"om nya masih capek sayang, jangan sekarang ya, biarin om nya pulang dulu" ucap shinta


"bener om?" tanya sisil


"iya nih, om lagi capek, kapan kapan aja ya mainnya, om pasti kesini lagi" jawab reyhan yang memang lelah badan nya


"om pulang dulu ya" pamit reyhan


"salim dulu sisil" ucap shinta menyuruh sisil


"tante nya gak salim juga?" tanya reyhan saat sisil sudah mencium tangan nya


"nggak, belum mukhrim" jawab shinta tegas


"iya iya, yaudah aku pulang dulu, assalamu'alaikum" pamit reyhan


"waalaikumsalam" jawab shinta juga sisil


*ternyata orang yang ngasih aku sapu tangan hampir setiap hari dan setiap malam selama 4 tahun itu adalah kamu.


kamu sangat baik kak, terima kasih , aku akan berusaha untuk terbuka dan menceritakan semuanya pada mu* batin shinta sambil menatap mobil reyhan yang perlahan menjauh dari rumah nya


_________

__ADS_1


jangan lupa like + komen❤🙆


sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangat☺


__ADS_2