Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
104.Terakhir


__ADS_3

Keesokan hari nya, Shinta dan Jannah bangun pagi pagi karena mereka harus bekerja, juga mengingat ini masih hari sabtu


"Pagi" Sapa Shinta yang baru turun dengan Jannah di samping nya, kamar mereka memang ada di atas, berbeda dengan kamar ajudan dan bunda nya yang ada di lantai bawah


"Pagi sayang... " Jawab bunda yang tengah di dapur dan beraksi dengan wajan di depan nya


"Sini Shinta bantuin" Ucap Shinta mengambil alih spatula dari tangan bunda nya


"Nanti baju kamu kotor loh" Ucap bunda memperingati anak gadis nya itu


"Kotor ya tinggal ganti baju lain" Ucap Shinta enteng dengan menunjukkan cengiran khas nya dan padangan fokus pada tofu yang sedang dia goreng


"Yaudah... biar bunda cek nasi nya dulu" Ucap bunda seraya membuka rice cooker, memastikan nasi sudah matang dengan baik atau belum


"Sisil belum bangun tan?" Tanya Jannah karena tadi malam Sisil memang tidur dengan mbah uti nya


"Udah tadi sholat subuh trus tidur lagi, coba kamu cek aja, siapa tau udah bangun" Ucap bunda yang diangguki Jannah, bukan hanya diangguki saja namun segera dilaksanakan


Jannah baru sampai di depan pintu kamar yang digunakan bunda, perlahan ia buka pintu itu takut akan Sisil yang terbangun


Ceklek!


"Pagi sayang... " Ucap Jannah tersenyum kala melihat Sisil yang menggeliatkan badan nya di atas kasur dan berusaha membuka mata


"Pagi" Jawab Sisil dengan suara serak khas bangun tidur nya tetap dengan posisi rebahan wenak


Perlahan Jannah berjalan mendekati Sisil dan duduk di pinggiran ranjang


"Baca do'a bangun tidur dulu ya" Ucap Jannah yang diangguki bocah cantik itu, dengan mengadahkan tangan mungil nya


"Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur"


(Segala puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami setelah Dia 'mematikan' kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan)


"Bagus, belajar lebih giat lagi ya" Ucap Jannah mengelus kepala bocah yang masih rebahan syantik walau belum mandi


"Mau mandi sekarang?" Goda Jannah menaik turunkan alis nya karena dia sudah tahu apa jawaban bocah cantik nya itu


"Sisil mandi nya sama bibi aja" Jawab Sisil dengan menggelengkan kepala berniat menolak ajakan Jannah barusan


"Yaudah, sekarang cuci muka dulu trus kita sarapan, oke?" Ajak Jannah meminta persetujuan


"oke"


Setelah mencuci muka, mereka berdua keluar dari kamar bertepatan dengan ajudan yang juga keluar dari kamar nya, ya... kamar ajudan dan bunda memang bersebelahan


"Pagi om" Sapa Sisil yang melihat om nya sudah siap dengan seragam polisi kebanggaan nya


"Pagi sayang... " Balas ajudan dengan mengelus pipi bocah berpiyama itu


"Pagi dan" Sapa Jannah


"Pagi juga kak jan" Balas ajudan

__ADS_1


Mereka berempat pun langsung menuju meja makan, dimana sudah ada makanan disana dan duduk manis di kursi masing masing


"Pagi bun.. kak" sapa ajudan


"Pagi juga" Balas Shinta juga bunda kompak


Ajudan melihat menu makan pagi ini pun mengernyitkan dahi nya, tumben ada masakan sayur di pagi hari?


"Kenapa?" Tanya bunda saat melihat ekspresi anak laki laki nya itu


"Tumben pagi pagi udah ada menu sayur bun" Jawab Ajudan sejujur nya


"Bunda ingat sama masakan rumah yang kakak mu suka, jadi bunda masak ini aja" Ucap bunda menjelaskan


Di meja makan ada tumis sayur kangkung dan tofu goreng juga nasi hangat sebagai karbohidrat, itu memang makanan rumahan yang Shinta suka saat ia masih kecil, makanan yang cukup simpel bukan?


*Aku tau kalau bunda masih ingat itu semua, tapi... ada satu hal dari bunda yang bikin Shinta cukup kecewa* Batin Shinta tetap dengan senyum tipis di wajah nya


"Tapi dimana bunda dapet bahan bahan nya?" Tanya ajudan


"Di kulkas ada kok" Jawab bunda yang dibalas anggukan kepala oleh sang anak


"Ayo makan, Sisil laper" Ucap bocah itu dengan mengerucutkan bibir nya dan memegang perut


"Eh... iya iya, ayo makan" Ucap bunda seraya mengambilkan makanan untuk cucu nya itu


Sehabis makan para anak muda pun bersiap untuk berangkat kerja ke tempat masing masing meninggalkan Sisil dan sang bunda yang ada di rumah


"Lo sedih?" Tanya Jannah yang bertugas menyetir pagi ini


"Ya kan hari ini hari terakhir pak rey kerja di rumah sakit" Jawab Jannah


"Gue gak sedih, kan emang posisi kak rey di rumah sakit gak sesuai sama keterangan pendidikan nya" Ucap Shinta mengingat Reyhan yang mengambil pendidikan manajemen bisnis


Jika ingin bekerja di rumah sakit biasaya mereka mengambil jurusan manajemen pelayanan rumah sakit, memang manajemen bisnis dan manajemen pelayanan rumah sakit berbeda, namun materi dan cara bekerja mereka sama


Beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobil nya di parkiran pegawai


"Lo juga jangan sedih" Ucap Shinta saat. mereka berdua baru turun dari mobil


"Kok gue?" Tanya Jannah dengan menunjuk diri nya sendri


"Rendra juga keluar dari posisi nya di rumah sakit ini" Jawab Shinta yang memang benar adanya


"Ya gue juga tau kalau itu, udah ayo masuk" Ajak Jannah kemdian berjalan ke ruangan mereka yang ada di lantai dua


Ceklek!


"Pagi" Sapa Shinta juga Jannah saat masuk ke ruangan apoteker


"Pagi" Jawab rekan mereka yang juga baru hadir


Shinta juga Jannah mengernyitkan dahi nya ketika melihat pemandangan hari ini, yang mana ada Bagas dan Monik yang sama sama memegang pulpen dan wajah coretan lawan masing masing

__ADS_1


"Pfft.. kalian ngapain?" Tanya Jannah menahan tawa nya


"Lagi ajang menggambar" Sahut Sela terkekeh


"Kayak anak TK aja kalian tuh" Ucap Jannah menggelengkan kepala nya


"Dia duluan" Lagi lagi ucapan itu yang keluar dari mulut Bagas juga Monik dengan kompak dan tentu nya dengan menunjuk lawan masing masing


"Eh... elo ya yang tiba tiba nyoret muka gue duluan" Ucap Monik tidak terima


"Salah lo sendiri, ngapain punya pipi cubby gitu? bikin orang gemes tau gak!" Ucap Bagas


"Kalau gemes itu di kiss, jangan di coret pake pulpen gitu" Timpal Adit dengan senyum mengejek


"Ogah!" Ucap Monik


"Udah udah, lebih baik kita kerja" Ucap Jannah melerai, memang ruangan mereka terasa berwarna dengan adanya pertengkaran tom and jerry disitu


Saat jam makan siang, seperti biasa kalau Shinta pasti akan pergi ke taman rooftop dimana sering ada Reyhan juga disana


Namun saat dia memejamkan mata untuk nenghirup udara dalam dalam, ada seseorang yang tiba tiba duduk di depan nya


"Pak rey" Ucap Shinta spontan saat melihat Reyhan sudah ada di depan nya, ya... saat ini dia sedang duduk di salah satu kursi yang tertata empat dan satu meja bulat di tengah tengah, siapa yang membuat tataan seperti itu? tentu saja Reyhan, dia tidak ingin kalau Shinta nanti duduk bersebelahan di kursi taman rooftop dengan laki laki yang sudah jelas bukan mahkrom nya


"Bagaimana?" Tanya Reyhan berniat meminta pendapat tentang meja kursi yang mereka tempati


"Lebih baik" Jawab Shinta dengan senyum tipis nya


"Ini hari terkahir aku kerja disini, itu artinya hari terkahir kita ketemu disini" Ucap Reyhan yang mana sudah pasti Shinta juga paham


"Kita masih bisa ketemu di tempat lain" Ucap Shinta tetap dengan senyum nya, ya meskipun ini hari terakhir dia dapat melihat Reyhan di rumah sakit


"Aku akan melepas jabatan ku hari ini, tapi sayang nya kamu gak bisa ngeliat hal itu" Ucap Reyhan karena nanti yang diperolehkan hadir di ruang meeting rumah sakit hanya petinggi atau orang yang memiliki jabatan di rumah sakit


"Gak papa, aku gak mempersalahkan hal itu" Ucap Shinta dengan mengedikkan bahu nya


*Aku gak bisa ngeliat kamu melepas jabatan di rumah sakit, tapi aku bisa ngeliat peresmian kamu sebagai direktur utama WY group* Batin Shinta


"Udah ah, ngapain kamu merengut gitu?" Tanya Shinta


"Ya karena kita akan jarang ketemu nanti" Jawab Reyhan


"Sering ketemu juga gak baik kak, nanti timbul fitnah" Ucap Shinta


"Iya juga sih" Ucap Reyhan membenarkan


"Oh iya, apa aja yang disukai bunda kamu?" Tanya Reyhan


"Ha? buat apa emang?" Tanya Shinta balik dengan mengerutkan alis nya


"Ya nanya aja" Jawab Reyhab yang enggan memberi tahu


"Bunda suka apa aja kecuali buaya darat" Jawab Shinta yang juga ikut ikutan enggan memberi tahu apa saja hal yang disukai bunda nya

__ADS_1


"Kamu curang" Ucap Reyhan tidak terima dengan jawaban Shinta barusan


Bersambung


__ADS_2