
π©π:tante.. aku ada kejutan loh buat tante
isi pesan suara itu membuat shinta menaikkan sebelah alisnya, maksudnya apa? kejutan apa?, itu pikir shinta
π©π: "kejutan apa sayang?" tanya shinta yang membalas dengan mengirim pesan suara juga
π©π: kata ayah aku gak boleh ngasih tau sekarang tante, kalau dikasih tau bukan kejutan dong
π©π: "iya deh, tante tunggu kejutannya ya" ucap shinta terkekeh
*kejutan apa sih?* batin shinta sangat penasaran
ruang farmasi
"shin" panggil sela
"ya?" balas shinta
"dara tadi habis di apain sih di ruangan pak direktur?" tanya sela
"aku juga gak tau sel" jawab shinta berbohong sambil mengedikkan bahu, tidak mungkin dia menyebarkan aib orang lain bukan? itu sama saja dosa
"ohh" ucap sela
jam pulang kerja
"ayo pulang semuanya" ajak bagas yang di angguki semoa orang
"kuy" balas monik
"jangan lupa besok kerja lagi woy" ucap sela
"iya" jawab semuanya
parkiran
"sono pulang bareng pak rey" ucap jannah sambil mendorong shinta untuk berjalan mengarah ke mobil reyhan
"ayo aku anterin" ajak reyhan saat shinta sudah berdiri di depannya
"aku bisa naik taksi kok kak, gak perlu repot repot nganterin" ucap shinta menolak dengan halus, bukan karena apa apa, tapi dia takut ada kesalahan pahaman juga masih agak sedikit canggung setelah peristiwa tadi malam
"udah ayo" paksa reyhan agar shinta segera masuk ke mobil nya
"iya kak" ucap shinta pasrah
"aku pergi duluan shin, bye" pamit jannah kemudian pergi entah kemana
setelah shinta masuk, reyhan pun ikut masuk dan segera menjalankan mobil nya
dalam perjalanan
"capek?" tanya reyhan yang melihat shinta hanya diam saja
*aku bukan capek kak, tapi malu* batin shinta menjawab pertanyaan reyhan
"iya kak, namanya juga kerja" jawab shinta berbohong
*ya ampun, udah berapa kali aku bohong hari ini?* batin shinta
"kenapa kamu kerja?" tanya reyhan yang masih fokus menyetir
"ya meskipun aku anak perempuan, bukan berarti gak boleh kerja dan harus nggantung hidup sama orang tua kan? hitung hitung belajar mandiri kak" jawab shinta panjang kali lebar, entah kenapa jika dengan reyhan dia bisa menjawab suatu pertanyaan dengan kalimat yang panjang
"tapi capek kan?" tanya reyhan
"emang ada kerja yang gak capek?" tanya shinta
"ya gak ada sih" jawab reyhan membenarkan
"itu tau" ucap shinta
"oh iya, gimana nama kontak aku di ponsel kamu? keren kan?" tanya reyhan dengan tingkat kepedean nya
"keren banget kak" jawab shinta dengan menekan setiap kata kata nya.
"reyhan.." ucap reyhan membanggakan dirinya
__ADS_1
"keren sampai aku aja melongo karena kaget" ucap shinta
"kaget kenapa?" tanya reyhan bingung
"kaget karena nama kontak gak sama kayak orang nya" jawab shinta yang membuat reyhan merengut seketika
"berarti kamu gak mengakui kalau aku itu ganteng?" tanya reyhan
"enggak" jawab shinta enteng, tentu saja lawan bicara nya itu semakin merengut
sampai rumah
"mau mampir dulu kak?" tanya shinta
"boleh deh" jawab reyhan menganggukkan kepala dan mengikuti shinta untuk masuk ke rumah
"duduk dulu kak, aku ke atas dulu ya" pamit shinta sambil mempersilahkan reyhan untuk duduk di ruang tamu
"ngapain ke atas?" tanya reyhan
"ganti baju kak, di rumah sakit banyak kuman" jawab shinta yang diangguki oleh reyhan
saat shinta sedang ganti baju, pintu ruang tamu tiba tiba terbuka dan..
"tante.. " sapa anak kecil dengan girang yang tiba tiba memeluk kaki reyhan yang sedang duduk
*tante?* batin reyhan bertanya tanya, tapi meski begitu dia tidak menegur anak kecil itu untuk melepaskan pelukan di kaki nya
"loh.. sisil?" ucap shinta kaget saat baru turun ke ruang tamu dan melihat bocah kecil yang sedang memeluk kaki reyhan dan menenggelamkan kepalanya di sana
akibat panggilan dari shinta, bocah yang bernama sisil itu pun menoleh dan mengangkat kepalanya
"loh.. tante?" ucap bocah itu bertanya tanya, jika tante nya ada di hadapannya, trus yang dia peluk itu siapa? karena penasaran, akhirnya dia memberanikan diri untuk melihat wajah reyhan
"eh.. sisil salah orang" ucap sisil terkekeh sambil melepaskan pelukannya dari kaki reyhan dan berlari menuju shinta
"iya, kamu salah orang" ucap shinta menggelengkan kepala
"tante... " ucap sisil girang sambil meminta untuk di gendong
"sisil baik dong tante" jawab sisil
"mana ayah sama bundamu?" tanya shinta celingukan
"di depan" jawab sisil
saat shinta menoleh ke arah reyhan, dia seperti terlihat bingung dengan situasi saat ini
"ini keponakanku, anak dari kaka ku" ucap shinta memberi tahu reyhan agar dia tidak bingung
"ohh" ucap reyhan
*jadi orang yang harus aku temui itu dia* batin reyhan sambil melihat sisil, sebenarnya tadi jannah sempat mengirim pesan pada reyhan bahwa saat mengantar shinta pulang, dia harus mampir sebentar untuk bertemu dengan seseorang yang sangat penting
"hai sayang, siapa nama kamu?" tanya reyhan dengan lembut sambil tersenyum dan itu membuat sisil yang sedang sibuk berbicara dengan shinta langsung menoleh ke arah reyhan
"jawab dong sayang, kasih tau sama om nya siapa nama kamu" ucap shinta yang melihat sisil hanya diam sambil menatap reyhan dengan mata polos nya
"nama aku sisil om" jawab sisil memberi tahu reyhan dengan nada bicara khas anak kecil yang dia punya
"ohh sisil, cantik ya kamu" ucap reyhan sambil tersenyum dan itu membuat sisil juga tersenyum ke arah nya
"assalamu'alaikum" salam orang yang tiba tiba masuk ke ruang tamu
"waalaikumsalam" jawab shinta juga reyhan
"sisil, kamu turun dulu ya, tante mau bicara sama ayah kamu" ucap shinta yang diangguki sisil
"sini sama om" ajak reyhan dan membawa sisil untuk duduk di pangkuannya
"kak.." ucap shinta sambil memeluk kakak laki laki nya
"gimana kabar kamu?" tanya kakak shinta saat melepaskan pelukannya
"alhamdulillah, baik kak" jawab shinta
__ADS_1
"dek.. " panggil selly, istri dari kakak nya alias ibu nya sisil
"gimana kabarnya kak?" tanya shinta sambil memeluk kakak ipar nya
"baik kok" jawab selly setelah melepas pelukannya
"kakak ipar ditanya kabar, sedangkan kakak sendiri gak ditanya in" cibir kakak shinta
"halah, tanpa aku nanya juga udah tau kalau kakak baik baik aja" ucap shinta di iringi gelak tawa
"duduk dulu kak" ucap shinta mempersilahkan kedua kaka nya untuk duduk
"eh, baru nyadar kalau ada tamu" ucap kakak shinta saat melihat reyhan yang duduk sambil memangku sisil
"iya, aku juga baru sadar" ucap selly membenarkan
"dia siapa dek? calon?" tanya kakak shinta yang berniat untuk menggoda adik nya
"calon apa? gubernur?" ucap shinta yang sebenarnya tau kalau kakak nya itu sedang menggodanya
"calon suami lah" jawab kakak shinta sambil tersenyum
"dia temenku kak, namanya reyhan" ucap shinta memperkenalkan reyhan
"reyhan kak" ucap reyhan memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan
"aku harun, ini selly istriku, sebaiknya jangan panggil kakak, karena kayaknya kita seumuran deh" ucap harun setelah melepas uluran tangan
"hah, seumuran dari hongkong?" tanya shinta yang heran dengan kepedean kakak nya
"tau tuh" ucap selly membenarkan
"emang salah ya?" tanya harun
"ya salah kak, orang kak rey masih 26 tahun kok" jawab shinta
"ingat, umur kakak tuh udah kepala tiga" sambung shinta
"harus jaga kesehatan" sambungnya lagi yang menasehati kakak nya seperi menasehati anak SD
"ck, iya bawel" ucap harun
*kayak nya laki laki ini emang suka sama shinta, dari tatapannya aja aku udah tau* batin harun yang dapat merasakan nya
"dia emang cerewet, tapi jangan nyerah buat berjuang ya" ucap harun memberi semangat pada reyhan yang dibalas pelototan oleh shinta
"siap kak" balas reyhan sambil tersenyum
*calon kakak ipar idaman* batin reyhan
"kakak..." ucap shinta kesal
"tante gak moleh marah marah loh.. nanti darah tinggi" ucap sisil tiba tiba yang membuat semua orang tertawa
"hahaha, sisil aja tau dek" ucap harun sambil tertawa
"tante gak marah kok sayang, cuman tadi nasehatin ayah kamu aja" ucap shinta mengelak
"bener om?" tanya sisil yang mendongak menatap reyhan
shinta yang melihat sisil bertanya pada reyhan pun segera memberi kode dengan mengedipkan sebelah mata nya agar reyhan berpihak padanya
"mata kamu kenapa?" tanya reyhan yang sebenarnya tau kalau shinta sedang mengkode dirinya
"kelilipan" jawab shinta sambil mendengus kesal
"tante kelilipan? sini biar sisil tiup" ucap sisil dengan polos nya, dan seketika
"hahahaa" semua orang tertawa saat melihat sisil yang polos itu tidak mengerti kalau shinta sedang mengkode reyhan
_______
hai kakak kakak, gimana kabarnya?
semoga sehat selalu ya:)
jangan lupa like + komen dong!
__ADS_1
salam hangat dari akuπ€β€