Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
31.Jatuh cinta


__ADS_3

*cinta pertama seorang anak perempuan?* batin reyhan bertanya tanya sambil duduk di kursi dan memikirkan perkataan shinta kemarin


tok tok tok!


pintu ruangan reyhan di ketuk


"masuk" ucap reyhan


"pagi pak bos" sapa rendra yang baru masuk


"tumben ngetuk pintu?" tanya reyhan heran


"sebagai asisten yang baik hati, saya harus belajar sopan" ucap rendra bercanda


"sok sok an mau sopan, biasa juga langsung masuk tanpa di undang" ucap reyhan


"hhehe" ucap rendra cengengesan


"oh ya, kata nya kemarin lo mau ke apartemen, kok gak jadi?" tanya rendra sambil duduk di kursi depan reyhan


"gue jadi kesana kok" jawab reyhan


"kok kita gak ketemu sih?" tanya rendra heran


"gimana mau ketemu, gue baru buka pintu apartemen, lo udah molor di sofa, ya gue pulang aja" jawab reyhan, ya memang dia tau pasword apartemen rendra


"hehe maaf, gue nungguin lo sampai ketiduran" ucap rendra


"iya" ucap reyhan


"emang ada apaan lo malem malem mau ke apartemen gue?" tanya rendra


"gue mau nanya" jawab reyhan


"nanya apa?" tanya rendra


"lo tau gak, siapa cinta pertama bagi seorang anak perempuan?" tanya reyhan yang membuat rendra melongo


"lo cuman mau nanya itu doang?" tanya rendra memastikan


"iya" jawab reyhan


"lo bego ya?" tanya rendra


"maksud lo apaan sih?" tanya reyhan yang tidak terima di katai bego sambil memukul kepala rendra dengan berkas yang ada di tangan nya


"aduh rey, sakit" ucap rendra sambil mengusap kepala nya yang bekas di pukul barusan


"rey, gue tau uang lo banyak, tapi kalau mau bego ya jangan di borong semua dong" sambung rendra yang heran dengan sahabat nya itu


"langsung to the point aja lah ndra, jangan bikin gue pusing" ucap reyhan


"cinta pertama anak perempuan itu ya bapak nya sendiri lah rey" jawab rendra


"beneran?" tanya reyhan memastikan


"iya, masa' hal sepele gini aja lo gak tau sih, heran gue" ucap rendra menggeleng kan kepala


"ohh" ucap reyhan hanya ber'oh'ria


"udah, gitu doang?" tanya rendra


"iya" jawab reyhan


"balik ke ruangan lo sana" ucap reyhan


"iya iya" jawab rendra dan rendra pun keluar dari ruangan reyhan, setelah rendra keluar


*berarti yang menghianati dia itu ayah nya sendiri? tapi gimana bisa sih?* batin reyhan bingung sekaligus penasaran


sedangkan di sisi shinta, tepat nya di ruang farmasi


"tumben berangkat pagi" sindir dara yang baru masuk dan tentu nya tidak di hiraukan oleh shinta


"itu nyindir siapa sih shin?" tanya jannah berbisik

__ADS_1


"biarin aja" jawab shinta malas sambil kembali mengerjakan laporan obat obatan di kertas


skip jam makan siang


"makan siang yuk" ajak jannah saat semua orang sudah keluar ruangan


"yuk" ucap shinta langsung berdiri, dan mereka keluar dari ruangan


"eh mau ke mana?" tanya jannah saat shinta justru ingin belok ke kiri, sedangkan jalan menuju kantin itu belok kanan


"makan" jawab shinta


"kantin di sebelah sana woy, bukan belok kiri" ucap jannah


"siapa yang bilang mau makan siang di kantin?" tanya shinta sambil menunjuk kotak yang ada di tangan nya


"trus mau ke mana?" tanya jannah


"taman di rooftop rumah sakit, udah lo buruan makan sana, gue mau sendirian" ucap shinta sambil berjalan menuju lift


"hmm ya udah" ucap jannah dan pergi ke kantin


sedangkan di sisi reyhan


"rey, ayo makan siang" ajak rendra yang baru masuk ke ruangan rey


"lo aja, gue gak ikut" jawab reyhan


"kenapa?" tanya rendra


"kepo lo, udah sana makan, gue mau sendirian" ucap reyhan


"iya" jawab rendra dan pergi ke kantin


"jan" sapa rendra sambil duduk di depan jannah


"eh hai" balas jannah


"kok sendirian?" tanya rendra


"wahh, reyhan juga pengen sendirian tuh" ucap rendra


"masa' sih?" tanya jannah


"iya, tapi semenjak mereka bicara di taman kemarin, mereka jadi aneh" jawab rendra


"iya, tapi ya udahlah, mungkin mereka butuh waktu sendiri dahulu" ucap jannah


"iya sih" sahut rendra


di taman rumah sakit



"adem rasa nya kalau makan di sini" ucap shinta di sela sela makan nya


*gue jadi makin bingung sama perasaan gue sendiri* batin shinta


"video call elin aja deh" ucap shinta mengeluarkan ponsel nya


"hai shin, apa kabar?" tanya elin saat video call tersambung


"gue baik, lo sendiri gimana?" tanya shinta


"gue juga baik kok, oh iya pasti ada yang mau lo omongin ya sama gue?" tebak elin


"tau aja lo, iya gue mau ngomong sesuatu" ucap shinta


"ngomongin apa?" tanya elin


"kayak nya gue kena penyakit serangan jantung" ucap shinta yang sukses membuat elin terlonjak kaget


"APA LO BILANG!" teriak elin


"gue yakin lo masih denger" ucap shinta

__ADS_1


"jangan bercanda, emang tanda tanda yang lo alami gimana?" tanya elin


"jantung gue deg deg an" ucap shinta yang membuat elin bingung


"jangan jangan lo deg deg an tiap deket sama seseorang?" tebak elin kaget


"kok lo tau sih? jadi bener ya gue kena serangan jantung" ucap shinta lesu yang membuat elin senyum senyum sendiri


"lo ngerasa sehat gak sih?" tanya elin


"sehat aja kok, emang kenapa?" tanya shinta


"gak papa" jawab elin yang masih senyum senyum


"lo gila ya?" tanya shinta yang melihat elin senyum senyum sendiri


"enak aja ngatain gue gila" ucap elin


"habis nya lo senyum senyum sendiri gitu bikin gue merinding" ucap shinta


"shin, lo tuh bukan kena serangan jantung" ucap elin


"trus apa?" tanya shinta penasaran


"lo itu lagi jatuh cinta" jawab elin


deg!


*gak mungkin* batin shinta


"jangan ngada ngada deh" ucap shinta menyanggah


"gue tuh bukan ngada ngada, tapi emang kenyataan nya gitu shin" ucap elin


"au ah, bye~" ucap shinta dan mematikan video call sepihak


"gak mungkin kalau gue jatuh cinta" ucap shinta sambil menggeleng kan kepala


"jatuh cinta itu muncul secara tiba tiba" ucap reyhan yang berdiri di belakang shinta


"bapak, sejak kapan ada di sini?" tanya shinta kaget sambil berdiri dan berbalik menghadap reyhan


"dari tadi" jawab reyhan, ya tadi saat dia sedang merenung di ruangan nya, dia melihat shinta ada di taman rooftop rumah sakit, taman itu dapat dilihat dari ruangan nya, karena reyhan berada di lantai 10,sedangkan taman ada di lantai 5, jadi lah dia turun ke taman rooftop


"ya udah pak, saya permisi" pamit shinta sambil membawa kembali makanan nya


"jatuh cinta itu gak bisa pungkiri" ucap reyhan


"bapak nguping?" tanya shinta


"saya gak niat nguping, tapi telinga saya sendiri yang mendengar nya" ucap reyhan


"sama aja itu gak sopan pak, permisi" pamit shinta dan menjauh dari reyhan


*lebih baik gue menjauh* batin shinta sambil berjalan


*dia pasti mau jauhin gue* batin reyhan yang melihat shinta menjauh dari nya


sedangkan di sisi lain, laila sedang makan ice cream sendiri an di sebuah cafe


*gue gak bisa mandam ini sendirian, nanti pas pulang gue cerita in semuanya sama mereka* batin laila


BERSAMBUNG


____________________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞


(biar aku gak nangis😭, canda😂)


jangan lupa tambahin ke list favorit ya!❤


TERIMA KASIH🙏✨

__ADS_1


__ADS_2