
slow up ya, soalnya author lagi ada ujian kelulusan📑 hehe
__________
setelah berdiam diri di tepi danau, shinta memutuskan untuk pulang ke rumah karena dia juga belum salat
"assalamu'alaikum" salam shinta saat masuk rumah
"waalaikumsalam" jawab jannah juga laila yang sedang berada di ruang keluarga
"gue ke atas ya" pamit shinta dan langsung menuju kamar nya sendiri
"oke" jawab laila
"eh nanti malem mau ngajak ke mana sih?" tanya jannah
"ke mall" jawab laila
"ngapain ke mall?" tanya jannah
"ya belanja lah jan, yakali mau pengajian" jawab laila
"ya gue tau, tetapi gue ngerasa lagi gak butuh apa apa tuh" ucap jannah
"hunting sekali sekali, sama mau ke cafe gue" ucap laila
"hmm, terserah deh" ucap jannah
skip malam hari, laila juga jannah sudah siap dengan outfit masing masing
"wuihh, cantik cantik banget sahabat gue" ucap shinta yang duduk di ruang keluarga dan melihat jannah juga laila baru turun ke bawah
"kita gitu lohh" ucap laila juga jannah kompak dengan gaya pongah nya
"hahaha" tawa mereka bertiga
"lo beneran gak mau ikut?" tanya laila
"enggak deh, males keluar" jawab shinta menggelengkan kepala
"ya udah, gue sama jannah pergi dahulu ya, assalamu'alaikum" pamit laila
"waalaikumsalam" jawab shinta
Mall
"mau beli apaan?" tanya jannah saat mereka memasuki mall
"apa aja yang penting lucu" jawab laila
kebiasaan laila adalah membeli barang barang couple yang lucu untuk mereka bertiga
"snowball ini bagus gak sih?" tanya laila meminta pendapat
"bagus kok" jawab jannah
"beli yuk, lucu nih" ajak laila
"selagi ada duit, gas lah" jawab jannah terkekeh
"jangan lupa nanti beli ciki" ucap jannah
"oke" jawab laila
setelah membutuhkan waktu berjam jam untuk belanja, laila juga jannah memutuskan untuk langsung ke cafe milik laila aja
"bagus banget la desain nya" ucap jannah saat masuk ke cafe
"iya, baru di perbarui" ucap laila dan mereka memilih tempat duduk di dekat kaca
"mau pesan apa?" tanya pelayan ramah
"mau apa jan?" tanya laila
"coffe latte aja" jawab jannah
__ADS_1
"coffe latte 2 ya" ucap laila
"baik, mohon tunggu sebentar" ucap pelayan dan pergi dari meja mereka berdua
saat jannah ingin membuka ponsel nya, mata nya menemukan sesuatu yang lain
"hah, si mak lampir" ucap jannah spontan saat melihat dara ada di sana
"mak lampir apa sih?" tanya laila
"itu tuh, si bandar ghibah" jawab jannah sambil menunjuk dara dengan jari nya
"yang bener yang mana sih? mak lampir atau bandar ghibah?" tanya laila bingung
"dua duanya bener, mak lampir itu julukan dari gue, kalau bandar ghibah julukan dari shinta" jawab jannah menjelaskan
"haa? ngapain shinta ngasih julukan ke orang? jelek banget lagi julukannya" ucap laila
"ada alasannya" jawab jannah
"apa?" tanya laila
"lo tau gak, dia tuh yang udah sengaja bikin shinta jatuh dari tangga" jawab jannah
"haa? ngapain sengaja bikin orang celaka?" tanya laila kaget
"bukan cuma itu, dia juga nyebar gosip di rumah sakit" ucap jannah
"gosip apaan?" tanya laila penasaran
"gosip kalau shinta itu jalang, dia ngelakuin itu karena dia suka sama pak rey" ucap jannah memelankan suaranya
"wahh gila, kurang ajar itu orang" ucap laila emosi setelah mendegar ucapan jannah barusan
"lo mau ngapain?" tanya jannah saat melihat laila memotret dara dengan ponsel nya
"diem aja deh" jawab laila yang fokus memotret dara
"hmm" ucap jannah
kemudian laila mengirimkan foto dara kepada seseorang untuk menyelidiki semua tentang dara
📩"selidiki apapun tentang orang itu, dalam 15 menit harus sudah ada hasil nya" pesan laila pada seseorang di sertai dengan foto dara
📩"baik" jawab orang itu
dan seperti apa yang diperintahkan, 15 menit kemudian laila mendapat notifikasi di ponsel nya
"jan, liat deh" ucap laila tersenyum licik sambil menunjukkan ponsel nya yang tertera laporan tentang kehidupan dara
"haaa" ucap jannah kaget setelah melihat ponsel laila, sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan
tetapi tiba tiba dara datang ke arah mereka dan menggebrak meja
Brakk!
"heh, bilang sama temen kalian yang jalang itu, jangan suka ngerebut sesuatu yang bukan milik nya" ucap dara lantang
"wah wah wah, jalang teriak jalang" ucap laila tak kalah lantang, untung cafe agak sepi karena baru di renovasi
"maksud lo apaan nuduh gue jalang?" tanya dara yang mulai emosi
"gue gak nuduh kok, emang kenyataan nya gitu" ucap laila enteng
"jangan asal nuduh orang sembarangan kalau gak ada bukti" ucap dara
"ada kok" ucap laila sambil menunjukkan ponsel nya
di ponsel laila, ada beberapa foto dara yang masuk ke klab malam, juga foto dengan beberapa pria
*gimana bisa dia dapat foto itu?* batin dara bertanya tanya
"jangan kaget" ucap jannah yang melihat dara hanya diam saja setelah melihat ponsel laila
sedangkan laila? dia hanya tersenyum penuh kemenangan
"keterlaluan kalian" ucap dara emosi dan memegang minuman milik jannah hendak menyiramkannya ke arah laila, tetapi
__ADS_1
Byurrr!
sebelum minuman mengenai laila, laila lebih dahulu memegang tangan dara dan alhasil, gelas berbalik tumpah ke arah dara sendiri
prok prok prok!
"keren la" ucap jannah sambil bertepuk tangan
"gimana? enak gak kesiram coffe latte?" tanya laila melihat dara yang basah
"kurang ajar" ucap dara emosi dan ingin memukul laila, tetapi manajer cafe lebih dahulu datang sebelum dara memukul laila
"ada apa ini?" tanya pak manajer
"dia bikin keributan pak, usir dia" jawab dara sambil menunjuk laila
dan pak manajer hanya diam saja sambil menunduk di depan laila, mana mungkin dia berani mengusir pemilik cafe tempat dia bekerja
"kenapa gak di usir sih pak? kalau perlu seret aja, baju saya basah gara gara dia" ucap dara
"maaf, lebih baik anda segera pergi" jawab pak manajer pada dara
"loh kok saya? dia ini yang nyiram saya loh, emang dia siapa sih? sampai anda gak berani mengusir orang ini" ucap dara tidak terima
"dia pemilik cafe ini" jawab pak manajer
"ck, sialan" ucap dara kesal bercampur malu dan segera keluar dari cafe milik laila
"aksi lo keren banget la" ucap jannah sambil memberikan dua jempol nya
"lala gitu loh" ucap laila
ya begitulah laila, dia tidak akan terima apabila ada orang yang mengusik kehidupan dirinya juga orang orang terdekat nya
"maafkan saya atas kejadian hari ini non" ucap pak manajer
"ini bukan salah bapak kok, ya udah pak, saya pulang dulu." pamit laila
skip sampai rumah
"shinta...lo harus denger tentang ini" teriak jannah begitu masuk rumah
"salam dulu jan" tegur laila
"hehhe, assalamu'alaikum" ucap jannah
"waalaikumsalam" jawab shinta
"ngapain tadi teriak teriak?" tanya shinta
"lo harus denger ini" ucap jannah duduk di samping shinta
dan setelah menjelaskan tentang kejadian di cafe tadi
"astaga, lala emang barbar bener dah" ucap shinta sambil menggelengkan kepala
"gak terima gue" ucap laila
"iya iya, tapi jangan di ulangi lagi, nanti kalian malah dapet masalah" ucap shinta lembut, dia tidak ingin menggunakan emosi nya lagi, sudah cukup emosi nya untuk hari ini
"iya.. " ucap jannah juga laila pasrah
"eh, gue udah kirim semua tentang dara ke ponsel lo ya, siapa tau berguna ntar" ucap laila
"iya, makasih ya udah bela in gue" ucap shinta
"apaan sih makasih segala, kita tuh sahabat dari SMP, jadi kita harus ngebantu satu sama lain" ucap laila
"iya" jawab shinta
*beruntung banget gue punya sahabat kayak kalian* batin shinta beryukur
_______________________
maaf kalau ceritanya gaje, ini novel pertama author🙌
Tinggalkan jejak ya!❤ jangan lupa like+komen sayang💕
__ADS_1
terima kasih buat yang udah baca🙏✨