Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
37.Cemburu?


__ADS_3

*apa? jadi dia pelakunya?.... * batin shinta kaget bukan main saat selesai memutar video nya barusan, bahkan sampai tidak sadar kalau tangan nya sudah mengepal sangat erat hingga berwarna kemerahan


"kenapa shin?" tanya jannah saat melihat tangan shinta


"shin" panggil laila karena dari tadi shinta hanya diam saat di panggil


"eh, apa?" tanya shinta saat tersadar dari lamunan nya


"lo kenapa sih?" tanya laila


"gak papa, gue ke atas dulu" pamit shinta dan langsung menuju ke kamar nya sendiri


"kayak nya ada sesuatu yang terjadi" ucap jannah setelah shinta pergi


"iya, tapi mungkin dia gak mau cerita, kan emang shinta orang nya gitu" timpal laila


"iya sih" ucap jannah membenarkan


skip kamar shinta


setelah menonton video barusan, dia bergegas menelpon seseorang


πŸ“ž: "halo, apa video itu asli?" tanya shinta saat telepon tersambung


πŸ“ž: "benar, itu asli, tidak ada rekayasa sama sekali" jawab seseorang di telepon


πŸ“ž: "apa anda punya musuh?" tanya seseorang di telepon


πŸ“ž: "tidak ada" jawab shinta cepat, karena dia merasa tidak punya musuh satu pun untuk saat ini


πŸ“ž: "apa perlu saya awasi dia? agar kita tau apa motif dari membuat anda celaka?" tanya seseorang di telepon


πŸ“ž: "tidak perlu, masalah ini biar saya tangani sendiri, kalau perlu bantuan saya akan menghubungi kamu lagi" ucap shinta


πŸ“ž: "baik" jawab seseorang di telepon dan shinta mematikan sambungan telepon nya


*kenapa sih dia itu?* batin shinta heran sambil merebahkan tubuh nya di atas kasur


*gak bisa tidur kan gara gara video tadi* batin shinta sambil membolak balikkan badannya mencari posisi nyaman untuk tidur


skip jam setengah 7 pagi


"la, jan, gue berangkat duluan ya" pamit shinta yang baru turun dari tangga


"loh, kok pagi pagi banget?" tanya laila yang duduk di meja makan dengan jannah


"lagi pengen aja" jawab shinta malas


"gue juga ikut berangkat pagi ya" ucap jannah sambil beranjak dari duduk nya


"jangan, gue mau berangkat sendiri, lo bawa mobil lo sendiri aja ya" ucap shinta dengan mengedipkan sebelah mata nya untuk mengkode jannah


*shinta bukan pengen berangkat pagi, tapi pengen menyendiri* batin jannah yang dapat membaca kode dari shinta barusan


"oke deh" ucap jannah


"gue pergi ya, assalamu'alaikum" pamit shinta


"waalaikumsalam" jawab laila dan jannah kompak


di dalam perjalanan pun shinta hanya fokus menyetir dan menatap jalan yang ada di depannya


saat sampai di rumah sakit, shinta langsung menuju ruang farmasi untuk menanyakan tentang video tadi malam


"dara" panggil shinta saat melihat dara sudah datang pagi pagi sekali

__ADS_1


"apa?" jawab dara


"maksud kamu ini apa?" tanya shinta sambil melempar ponsel nya yang terdapat video kemarin, dan dara pun menangkap nya


"apa sih maksud nya?" tanya dara sambil memegang ponsel shinta


"liat dulu video nya" jawab shinta


dara pun menonton video itu dengan seksama, di video itu tertera jelas bahwa dara yang sengaja menumpahkan sabun lantai di tangga tepat sebelum shinta turun


*kok bisa dia dapet bukti ini?* batin dara penasaran, tetapi kemudian dia tersenyum puas


"bagaimana? sakit ya?" tanya dara sambil tersenyum dan melemparkan kembali ponsel milik shinta


"maksud kamu apa? sengaja mau bikin aku jatuh? iya?" tanya shinta yang sudah menerima lemparan ponsel nya


"kalau aku sengaja, emang kenapa?" tanya dara dengan nada menantang


"alasan kamu apa sih? punya dendam apa kamu sama aku?" tanya shinta kesal


"aku suka sama pak rey, dan aku gak suka ya kamu deket deketin pak rey, aku juga gak suka kalau kamu nepotisme" jawaban dara yang membuat shinta semakin kesal


"siapa juga sih yang deketin pak rey? ambil aja sana kalau mau, dan sekali lagi aku tegaskan kalau aku gak ada niatan untuk nepotisme, kamu aja yang over thinking" ucap shinta kesal lalu keluar dari ruang farmasi


*kenapa aku kesel banget sih waktu dia bilang kalau dia suka sama kak rey?, panas hati gue dengerin dara* batin shinta kesal sendiri


entah kesal karena dara yang sengaja mencelakai nya, atau kesal karena cemburu, hanya dia dan author yang tau


"mending makan" ucap shinta menuju kantin rumah sakit


setelah bubur ayam datang, shinta pun sarapan dengan lahap


"emang kalau marah tuh paling enak ya makan" ucap shinta saat selesai makan, tapi ada yang aneh dengan pandangan orang orang hari ini


*kenapa pada mandangin aku kayak gitu sih?* batin shinta heran


"iya, bener itu orang nya" timpa yang lain


"ih, baru masuk kerja udah genit" timpal yang lain lagi


"tau tuh, gak pantes banget sama perawakan nya, jalang emang tetep jalang ya" timpal yang lain ikut ikutan


"pasti dia yang godain pak rey, secara pak rey kan selama ini dingin sana cewek" ucap yang lainnnya lagi


semua ucapan mereka tadi sampai terdengar di telinga shinta dan itu membuat nya sangat kesal


"dasar fans fanatik, mereka gak tau apa ya, kalau yang duluan suka sama gue tuh pak rey, yang ngejar gue juga pak rey"


"apalagi si dara itu, kesel banget gue waktu dia bilang kalau dia suka sama pak rey, panas hati gue" gumam shinta kesal


"gue juga sampek harus bohong sama jannah"


"emang semua ini gara gara pak rey" gumam nya semakin kesal sambil menghentakkan sendok nya sampai tidak sadar bahwa sudah ada orang yang berdiri di hadapan nya dan mendengar semua gumaman kesal nya barusan


*dia cemburu?* batin orang yang berdiri di hadapan shinta sambil senyum senyum sendiri


*mending kerja lebih awal* batin shinta dan saat berdiri


"pak rey" ucap shinta spontan saat reyhan sudah berdiri di hadapan nya, ya orang yang berdiri di hadapan nya adalah reyhan


"kok udah masuk kerja? kaki kamu gimana?" tanya reyhan dengan mimik muka khawatir dan mereka menjadi pusat perhatian orang orang saat ini


"hari senin pak, wajar kalau saya masuk kerja" jawab shinta datar


"kenapa gak libur aja dulu? kaki kamu kan masih sakit" tanya reyhan

__ADS_1


"gak mau pak, nanti saya di pecat" jawab shinta


"kan bos nya saya, ngapain takut di pecat?" tanya reyhan lagi dengan nada menggoda


"saya gak mau nepotisme" jawab shinta


"siapa yang bilang kalau kamu nepotisme?" tanya reyhan


"fans fanatik bapak" ucap shinta kesal


"udahlah pak, saya permisi" pamit shinta dan segera pergi dari hadapan reyhan


*bilang aja kalau kamu cemburu* batin reyhan sambil tersenyum


tapi reyhan segera mengubah mimik wajah nya dari senyum menjadi dingin lagi saat sadar bahwa saat ini pandangan orang orang tengah menatap nya


"ekhem" deheman reyhan dan langsung menuju ruangannya sendiri, sesampainya di ruangan


"akhirnya" ucap reyhan lega


"kenapa lo?" tanya rendra yang tiba tiba masuk tetapi tidak ada jawaban dari reyhan yang sedang senyum senyum sendiri


"lo gila ya?" tanya rendra lagi sambil menepuk bahu reyhan


"sembarangan" jawab reyhan


sedangkan di ruang farmasi


shinta sudah duduk di meja kerja nya, karena dara sudah pergi entah ke mana, jadi lah dia memutuskan untuk balik ke ruang farmasi


"astaga, gue lupa belum bikin rencana sama rendra" ucap shinta sambil tepok jidat dan segera menghubungi rendra


πŸ“ž: "assalamu'alaikum, nanti pas pulang kerja ketemu di cafe xxx bisa?" tanya shinta saat telepon tersambung


πŸ“ž: "waalaikumsalam, bisa kok, emang mau ngapain?" tanya rendra di telepon


πŸ“ž: "bikin rencana buat jannah, nanti langung ketemu di cafe aja" jawab shinta


πŸ“ž: "oke, nanti aku langsung ke sana" ucap rendra


πŸ“ž: "ya udah assalamu'alaikum" ucap shinta


πŸ“ž: "waalaikumsalam" jawab rendra dan telepon dimatikan


balik ke ruangan reyhan


"ngapain shinta nelpon lo?" tanya reyhan yang tau kalau rendra mendapat telepon dari shinta


"mau ke cafe" jawab rendra


"kapan?" tanya reyhan


"nanti sepulang kerja" jawab rendra


"gue ikut" ucap reyhan


"ngapain lo ikut?" tanya rendra


"pokok nya gue mau ikut" ucap reyhan mutlak


"ya udah terserah lo" ucap rendra dan berjalan keluar dari ruangan rey


___________________________


...LIKE...

__ADS_1


...KOMEN...


......FAV......


__ADS_2