
Saat Shinta dan Adib sudah sampai di lantai bawah
"HAPPY BIRTHDAY!" Teriak Jannah dan Laila heboh dengan membawa kue yang terdapat angka 24 disana
Dinding ruang makan yang awal nya putih kini ramai dengan beberapa dekorasi berwarna gold dan tulisan HAPPY 24th BIRTHDAY SHINTA
Shinta masih terdiam di ujung tangga, antara terharu dan terkejut.. bukan nya Laila kemarin ada jadwal keluar negeri? trus kok sekarang sahabat nya itu ada disini?
"Kok diem?" Tanya Laila heran
"Tau ih, sini..." Panggil Jannah dengan memberikan gestur tangan nya
Shinta perlahan mendekat dengan mata yang berkaca kaca, dan...
"Happy birthday to you.. happy birthday to you.. happy birthday happy birthday, happy birthday to you... " Mereka menanyi dengan mengeraskan suara nya hingga membuat siapapun yang mendengar pasti akan menutup telinga
"Yuk tiup lilik yuk!" Ajak Laila dengan menyodorkan kue matcha berukuran lumayan besar dan di terdapat foto Shinta di atas nya
"Tapi buat permohonan dulu" Ucap Jannah mengingatkan
Shinta kemudian memejamkan mata dan mengatupkan kedua tangan nya
*Ya alloh... berilah hamba umur yang berkah, jadikan hamba pribadi yang lebih baik, permudahkan urusan hamba, dan semoga kebahagiaan terus menyertai, amin.. *
Kenapa meminta umur yang berkah bukannya meminta umur panjang? karena sepanjang apapun umur seseorang tapi tidak digunakan untuk melaksanakan kebaikan yang memperoleh berkah, itu sama saja muspro atau tidak ada guna nya
Tapi sependek apapun umur manusia, dan itu di pergunakan untuk berbuat kebaikan dan mendekat kepada tuhan... maka hidup nya akan penuh dengan keberkahan juga pahala yang dapat menolong nya di akhirat nanti
Shinta membuka mata dan meniup lilin itu dengan satu kali tarikan nafas. Udah kayak ijab qabul aja Shin
Jannah dan ajudan hanya bertepuk tangan dengan senyum di wajah masing masing
"Potong kue nya kak!" Ucap ajudan menghampiri dengan menyerahkan pisau kue
"Bentar... foto dulu, aku ambil kerudung bentar" Ucap Shinta yang ingin membuat kenangan di momen kali ini kemudian berlari menuju kamar untuk mengambil hijab instan milik nya
Setelah sesi foto perfotoan dengan backgorund gold tadi, baru lah mereka memotong kue matca tersebut
"Yah... Kasian muka gue kepotong potong" Ucap Shinta mengerucutkan bibir nya
"Gak papa kali, yang penting bukan muka lo beneran yang kepotong" Ucap Laila terkekeh
*Bukan muka nya sih, tapi kemungkinan leher nya* Batin ajudan menyahuti ucapan Laila dalam hati
"Aaa... " Ucap Shinta memegang garpu dan memasukkan potongan kue pada mulut nya sendiri
"Emm... matcha emang the best" Sambung Shinta dengan memejamkan mata nya untuk menikmati rasa kue itu
"Lah... kok lo makan sendiri?" Tanya Jannah
__ADS_1
"Biasanya kan suapan pertama buat siapa gitu... lah ini? lo gesrek ya?" Tanya Laila
"Iya dong, suapan pertama buat gue sendiri" Jawab Shinta kemudian menyuapi ajudan nya
"Enak gak?" Tanya Shinta yang dijawab anggukan kepala oleh sang adik
Lalu semuanya duduk di meja makan yang sudah ada beberapa makanan dan juga menikmati potongan kue matcha di piring masing masing
"Lo pulang ke indo gak bilang bilang gue ya?" Tanya Shinta memicingkan mata nya ke arah Laila
"Sebenernya sih udah mau bilang sejak lima hari yang lalu, tapi Jannah bilang jangan... sekalian bikin kejutan aja gitu" Jawab Laila dengan cengiran khas nya
"Oh... jadi lo yang ganti wallpaper laptop gue jan? five days ago itu kan?" Tanya Shinta mengingat keadaan wallpaper laptop nya lima hari yang lalu
"Iya, abisnya gue kesel ama lo yang gak ingat tanggal lahir sendiri" Jawab Jannah
"Bukan gak ingat sih... cuman lo tau kan kalau gue gak pernah ngerayain ulang tahun? jadi gue gak terlalu menanti hari pertanda gue semakin tua" Ucap Shinta terkekeh
Dia memang tidak pernah merayakan hari ulang tahun, tapi setiap hari itu datang... Shinta pasti akan pergi ke panti asuhan untuk berbagi kebahagiaan nya dengan anak anak yang ada disana, jujur bagi Shinta hal itu lebih menyenangkan dari pada mengadakan pesta besar besaran
"Ya gue juga tau, tapi sekali sekali lo enjoy in hidup, santai... liburan.. atau semedi kek, inti nya nikmati waktu lo sebentar" Ucap Jannah
"Iya.. " Ucap Shinta yang mengiyakan saja karena cukup susah untuk mengalihkan perhatian nya pada liburan
"Kak" Panggil ajudan
"Nanti ke panti?" Tanya ajudan
"Iya, tapi mampir beli makanan sama mainan dulu" Jawab Shinta yang diangguki sang adik
"Kalian bikin semua ini dari jam berapa?" Tanya Shinta karena ruang makan memang tempat yang dijadian sasaran dekorasi
"Jam... sepuluh malam gue nyampek disini, trus dibukain pintu sama Jannah, dan kita hias berdua deh" Jawab Laila menjelaskan
"Ekhem.. " Terdengar deheman dari ajudan yang lumayan keras
"Eh iya iya, itu ajudan lo juga bantuin..." Ucap Laila yang dapat menangkap kode itu
"Oh... pantesan nyuruh aku tidur jangan malem malem" Ucap Shinta dengan melirik ajudan nya
"Hoam... " Jannah menguap dengan menutup mulutnya
"Lo ngantuk ya? kalian berdua tidur aja gih..." Ucap Shinta yang merasa kasihan
"Tidur bertiga yok!" Ajak Laila
"Jangan malam ini deh, ntar tidur lo gak nyenyak karena dempetan" Ucap Shinta menolak karena dia ingin membuka kado dari adik nya nanti
"Yaudah gue tidur dulu ya" Pamit Jannah membenarkan hijab nya kemudian naik ke atas
__ADS_1
"Oke gue tidur sama Jannah aja, good night" Pamit Laila menyusul Jannah ke atas
"Too, makasih surprise nya" Jawab Shinta dengan melambaikan tangan nya
"Kak... hadiah yang aku kasih jangan sampai kakak salah gunakan ya, apalagi buat bunuh diri!" Ucap ajudan memberi peringatan
"Iya... aku juga tau kalau itu dosa" Ucap Shinta
"Yaudah kak.. aku balik ke polres aja, sekali lagi happy birthday ya kak!" Ucap ajudan berdiri dari duduk nya
"Kok balik?" Tanya Shinta heran
"Iya, ada beberapa urusan kecil trus nanti mau tidur di rumah dinas aja... sore aku kesini jemput kakak" Jawab ajudan
"Oh.. oke" Ucap Shinta mengijinkan, kemudian ia mengantar sang adik sampai mobil nya melesat, mengunci gerbang dan pintu, membereskan sisa makanan, barulah dia kembali ke kamar nya
Hal pertama yang Shinta lakukan adalah membuka kotak hitam terlebih dahulu, dan saat kotak itu benar benar terbuka
"Aaa.. makasih" Gumam nya berkaca kaca dengan memegang benda yang juga berwarna hitam, namun Shinta mengernyitkan dahi nya ketika mendapati ada kotak lain berwarna biru di nakas tempat tidur
*Ini dari siapa?* Batin shinta bertanya tanya kemudian mengirim pesan pada ajuan
Ajudan❤
📩 : "Adek... ini kotak biru di nakas punya siapa?" lima belas menit kemudian barulah muncul balasan dari ajudan
📩 : punya kakak, ada yang nitipin itu ke aku sebelum orang nya berangkat perjalanan bisnis
Shinta yang membaca pesan tersebut pun hanya senyum senyum sendiri, dia buka kotak biru itu dan isinya...
Terdapat kalimba berbentuk hati dengan gradasi pelangi, lengkap dengan pengaman jari juga stiker note
Jika itu berhubungan dengan pelangi, sudah jelas siapa yang memberikan hadiah itu bukan?
Ya... Reyhan yang memberikan nya
Shinta sedikit terkejut dengan isi nya, bukankah Reyhan yang membanting kalimba milik nya dulu?, trus kenapa sekarang ngasih kalimba?, saat ia sedang sibuk dengan pemikiran nya sendiri, ponsel milik nya berbunyi mendandakan ada pesan masuk
Direktur Ganteng
📩 : Selamat ulang tahun, maaf aku gak bisa hadir di hari ulang tahunmu, aku akan mendoakan mu dari sini dan semoga kamu suka hadiah nya
Shinta jadi senyum senyum sendiri seperti anak remaja yang baru jatuh cinta, hehe..
📩 : "Terimakasih... aku suka hadiah nya, dan semoga semua urusanmu diberi kelancaran!" Balas Shinta yang mana Reyhan memang beberapa hari lalu berangkat perjalanan bisnis untuk meninjau kondisi anak perusahaan.
Bersambung
__ADS_1