
"Sengaja" Jawab Reyhan ambigu
"Sengaja apanya?" Tanya Shinta bingung dengan jawaban Reyhan barusan
"Sengaja datang lebih awal" Jawab Reyhan
"Emang mau ngapain datang lebih awal?" Tanya Shinta
"Mau silaturrahmi ke calmer" Jawab Reyhan yang membuat pipi Shinta memerah seketika
"Sejak kapan bunda ku jadi calon mertua kamu? aku gak pernah bilang tuh" Ucap Shinta dengan mengedikkan bahu nya
"Emang aku harus minta persetujuan kamu? enggak kan?" Ucap Reyhan enteng, namun tiba tiba
Tin tin!
Suara moge ajudan yang baru datang membuat mereka berdua menoleh seketika
"Kalau mau pacaran jangan di tengah gerbang, nutupin jalan" Ucap Ajudan yang masih duduk anteng di atas moge nya
"Pacaran mbah mu!" Kesal Shinta dengan menepuk lengan adik nya yang membuat ajudan tergelak
"Mbah ku (kakek ku) kan mbah mu juga kak" Ucap Ajudan dengan cengiran khas nya
"Udah kak, buka gerbang nya, aku mau mandi nih gerah banget" Ucap ajudan yang ingin masuk ke dalam rumah, Shinta pun langsung membuka gerbang itu lebar lebar agar moge adik nya bisa memasuki pekarangan rumah
"Silahkan ndoro (bangsawan atau majikan)" Ucap Shinta dengan memberikan gestur tangan nya
"Makasih ubab... " Ucap ajudan sembari memasukkan moge nya ke dalam
"Heh... kurang ajar!" Teriak Shinta saat adik nya memanggil diri nya 'ubab'
"Hahaha.. becanda kak" Ucap ajudan dari dalam kemudian memarkirkan moge nya di garasi dengan rapi dan menghampiri sang bunda yang masih duduk di teras rumah
"Assalamualaikum bun" Ucap ajudan seraya mencium punggung tangan itu
"Waalaikumsalam... ngapain tadi kok kalian teriak teriak?" Jawab bunda sekaligus bertanya
"Biasa bun... lagi becanda sama kakak" Jawab ajudan terkekeh dan saat kaki nya ingin melangkah masuk
"Kakak mu lagi ngapain? lama banget" Tanya bunda yang menghentikan langkah anak nya
"Tau tuh bun.. ada tamu bukan nya disuruh masuk malah ngobrol di depan gerbang" Jawab ajudan
"Kakak kamu itu!" Ucap bunda
"Lah... kakak kan juga anak nya bunda, bukan cuman kakak ku aja" Ucap ajudan membela diri
"Nduk... sama siapa sih? kalau ada tamu itu disuruh masuk, jangan ngobrol diluar, gak sopan sayang" Teriak bunda seraya berdiri dari duduk nya
Shinta yang mendengar ucapan sang bunda pun menjadi gugup seketika, berbeda dengan Reyhan yang malah tersenyum senang
"Tuh... gak sopan kata nya" Ucap Reyhan terkekeh yang membuat Shinta mengerucutkan bibir nya seketika
__ADS_1
"Disuruh masuk toh... kasian kalau berdiri terus" Ucap bunda yang tiba tiba sudah ada di samping Shinta
"Eh iya bunda... ini mau disuruh masuk kok" Ucap Shinta kemudian membuka gerbang lebih lebar lagi karena melihat mobil Reyhan yang tergeletak di depan pagar rumah nya
Reyhan yang melihat gerbang sudah terbuka untuk nya pun langsung masuk ke mobil dan memarkir kan nya di halaman rumah Shinta bersebelahan dengan mobil yang akan Shinta gunakan untuk membagikan makanan
Setelah benar benar terparkir, Reyhan kemudian turun dan berniat untuk menyalami bunda yang ada di samping Shinta
"Assalamualaikum tante" Ucap Reyhan dengan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu
"Waalaikumsalam..." Jawab bunda ramah, kemudian ada teriakan melengking yang terdengar di telinga semua orang
"Om ganteng..." Sudah dapat ditebak siapa yang berteriak seperti itu bukan? ya tak lain dan tak bukan adalah Sisil, bocah yang baru keluar dari rumah itu langsung berlari ketika mendapati ada Reyhan disana
"Cantik..." Ucap Reyhan dengan tangan yang meraup Sisil ke dalam gendongan nya dan mengelus rambut yang tergerai
"Ini siapa nduk?" Tanya bunda tentang laki laki yang ada di hadapan nya
"Saya Reyhan tante" Jawab Reyhan sopan
"Oh...Reyhan ya? kayak nya kalian udah dekat" Ucap bunda mengomentari Reyhan juga Shinta, dia melihat jika Sisil sudah akrab dengan seseorang itu artinya orang itu sering bertemu dengan cucu nya dan sering bertemu dengan Shinta tentu nya
"Saya calon mena-" Ucap Reyhan terhenti kala Sisil memasukkan chiki yang ia pegang ke dalam mulut Reyhan
"Enak kan om?" Tanya Sisil dengan imut nya yang dibalas anggukan oleh om ganteng nya itu, dan mau tidak mau Reyhan harus mengunyah camilan itu terlebih dahulu tanpa meneruskan ucapan nya tadi
Shinta ingin sekali tertawa melihat bagaimana Reyhan yang selalu tidak berdaya dan menuruti apa saja kemauan keponakan nya, namun dia juga tau kalau dia tertawa sekarang, pasti sang bunda akan memberikan nya kultum tanpa mengenal tempat dan suasana
"Iya mbah uti" Ucap Sisil menunduk, tanda jika dia sudah menyesali perbuatan nya
"Minta maaf sama om nya dulu dong" Ucap bunda yang memang membiaskan meminta maaf sekecil apapun kesalahan mereka pada siapapun
"Sisil minta maaf ya om... " Ucap Sisil dengan menunjukkan puppy eyes nya pada Reyhan
"Iya gak papa kok" Ucap Reyhan yang terus membelai rambut itu, dan
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipi Reyhan dari Sisil
"Makasih om" Ucap Sisil tersenyum lebar kemudian merontakan badan nya agar Reyhan menurunkan nya, dan begitu tubuh nya sudah terlepas, gadis kecil itu berlari kesana kemari karena melihat ada kupu kupu yang terbang di halaman rumah
"Hati hati sayang" Ucap bunda
"Oh ya, tadi katanya kamu calon mena apa?" Tanya bunda yang masih ingat atas ucapan Reyhan yang terhenti tadi
"Itu bun, maksudnya dia itu temen nya Shinta" Jawab Shinta cepat sebelum Reyhan yang menjawab pertanyaan bunda nya
"Bukan bun" Sahut ajudan yang baru selesai mandi dan keluar dari rumah
"Bukan? maksudnya apa sih?" Tanya bunda bingung
Ajudan yang melihat itu langsung menghampiri dan mendekati sang bunda kemudian membisikkan sesuatu di telinga nya
__ADS_1
Setelah mendapat bisikan dari anak laki laki nya, bunda pun langsung menatap Shinta dengan tatapan penuh arti
*Apasih? ajudan bilang apa sama bunda?* Batin Shinta kaget saat mendapat tatapan tersebut kemudian mengalihkan pandangan nya pada ajudan dan memberikan tatapan tajam nya seakan bilang 'awas aja nanti aku cincang kamu ya'
"Loh... pak rey ada disini?" Tanya Jannah yang baru keluar karena berniat pergi membagikan makanan dengan Shinta
"Iya kak jan" Jawab ajudan membenarkan
"Kalian gak jadi bagiin makanan nya nih?" Tanya Jannah
"Ya jadi jan" Jawab Shinta
"Yaudah ayo sekarang aja, ntar keburu maghrib" Ajak Jannah yang disetujui semua nya
"Kamu ikut atau disini aja?" Tanya Shinta pada laki laki yang ada di hadapan nya
"Ikut" Jawab Reyhan, tidak mungkin jika dia sendirian di rumah Shinta meskipun banyak orang disitu
"Dek, kamu yang nyetir" Ucap Shinta menyuruh ajudan nya seraya menarik tangan Jannah untuk duduk di kursi tengah
"Oke" Jawab ajudan yang duduk di kursi kemudi dengan Reyhan di samping nya dan mobil pun perlahan keluar dari pekarangan rumah
"Hati hati loh..." Ucap bunda yang dibalas acungan jempol oleh ajudan
Mobil melaju perlahan dengan Shinta dan Jannah yang mulai turun dan berjalan mengikuti arah mobil dengan membagikan kotak makanan pada para tetangga, ini hal yang sudah pernah mereka lakukan, berbeda dengan Reyhan yang baru kali ini melakukan nya karena dia pun ikut turun tangan dan berjalan kaki untuk mengambil kotak makanan yang berada di dalam mobil
Mereka cukup senang karena banyak tetangga yang menyambut dengan ramah dan mendoakan yang terbaik untuk mereka meskipun Shinta hanya tersenyum cukup dan mengaminkan doa mereka karena itu memang kepribadian nya yang berubah sejak SMP, Tapi ada juga tetangga yang membalas dengan julid nya, ya namanya juga tetangga, pasti jenis nya pun ada bermacam macam
Cukup lama mereka berkeliling komplek dengan jalan kaki hingga akhirnya selesai sudah tugas mereka untuk membagikan makanan pada tetangga yang cukup banyak
Karena keringat dan peluh yang sudah membasahi, mereka memutuskan istirahat sejenak di taman komplek dan membeli air minum juga tentu nya
"Huh.. capek kak" Ucap ajudan yang duduk di rerumputan taman
"Capek apanya? kamu kan di dalam mobil terus, gak jalan kaki, kena AC lagi" Ucap Shinta heran dengan adik nya yang satu itu
"Ya kan aku baru sampek kak, tadi ada latihan senpi.. trus pulang langsung bantuin kakak gini" Ucap ajudan
"Iya iya... makasih" Ucap Shinta kemudian membuka tab yang ia pegang
"Lo pesen makanan itu dua kali lipat kan? trus setengah nya mau mereka kirim kemana?" Tanya Jannah yang memang bertugas memesan makanan
"Dikirim ke panti asuhan" Jawab Shinta tanpa mengalihkan pandangan nya pada tab yang ia pegang
Setelah membeli beberapa botol air putih yang ada di dekat taman, Reyhan kemudian berjalan mendekati Shinta yang sedang duduk di bangku dan membelakangi nya
Saat ingin menyerahkan air putih, ia menghentikan tangan nya karena melihat Shinta yang sedang menggambar sebuah bangunan atau lebih tepat nya desain gedung di tab dengan pensil yang khusus untuk menggambar di tab
Ia terus mengamati tangan yang bergerak kesana kemari untuk memperbaiki gambar desain gedung itu, Shinta terlalu fokus sampai tidak menyadari jika Reyhan melihat hal apa yang ia gambar
*Apa dia ini arsitek?* Batin Reyhan beritanya tanya karena gedung yang Shinta gambar sudah seperti gambaran seorang arsitek profesional
Bersambung
__ADS_1