
the most difficult thing in life is a
self-defeating
~Hal yang paling sulit dalam sebuah kehidupan adalah mengalahkan diri sendiri
_______________
*astaga shinta.. apa yang kau lakukan?* batin shinta saat menyadari kebodohannya,gak mungkin dia berhenti di tengah jalan saat sudah begini bukan? malu nanti yang ada
"jangan ngada ngada kalau jadi orang" ucap wanita itu yang tidak terima
"saya nggak ngada ngada kok mbak, iya kan?" ucap shinta meminta bantuan reyhan dan yang dimintai bantuan hanya diam saja karena jujur dia masih kaget dengan perkataan shinta barusan
"iya kan? aku istri kamu kan?" ucap shinta lagi sambil menekan kata kata nya dan memberi tatapan tajam sebagai kode karena reyhan hanya diam dari tadi
"iya, dia istriku" ucap reyhan tersadar saat melihat tatapan shinta dan meletakkan tangannya di pundak shinta
"gimana mbak? puas?" tanya shinta dengan senyum licik nya
"gak mungkin kalau kamu istrinya, adek kecil.. itu ibu kamu?" tanya wanita itu pada sisil, sedangkan yang ditanya hanya diam tidak menanggapi karena masih fokus makan ice cream milik nya
"jawab dong dek" ucap wanita itu lagi dengan memegang sambil menggoyangkan tangan sisil, dan
3..2..1
"huwaaa.. bundaaa" tangis sisil pecah seketika saat dirinya disentuh orang lain yang tidak dikenal nya
"udah, mbak mendingan cari tempat duduk lain deh" ucap shinta khawatir saat melihat sisil yang menangis
"ck" decak kesal wanita itu sambil pergi berlalu dari hadapan shinta
setelah wanita itu benar benar pergi, shinta langsung menepis tangan reyhan yang masih nangkring di pundak nya, kemudian duduk di samping sisil
"sini sama tante" ucap shinta kemudian membawa sisil yang masih menangis untuk duduk di pangkuan nya
"sisil sayang..udah ya jangan nangis" ucap shinta menenangkan sisil dengan menepuk nepuk pelan punggung nya sampai tangis nya mereda
"hiks, orang tadi gangguin sisil" ucap sisil dengan isak tangis nya, reyhan yang melihat nya pun ikut duduk di kursi sisil tadi yang ada di samping shinta
"anak cantik gak boleh nangis" ucap reyhan dengan tangan yang ikut menepuk-nepuk pelan punggung sisil yang masih duduk di pangkuan shinta
"udah ya, jangan nangis dong cantik ku" ucap shinta seraya menghapus air mata sisil
karena sisil menangis, jadi mereka saat ini menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di kedai ice cream dan mengira bahwa shinta juga reyhan itu satu keluarga seperti orang tua yang sedang bekerja sama untuk menenangkan anak nya, dan menurut mereka itu pemandangan yang sangat manis:v
"ice cream sisil masih banyak loh, mau makan lagi?" tanya shinta saat sisil sudah tenang tapi masih duduk di pangkuan nya
"mau om suapin?" tanya reyhan yang diangguki sisil
"oke, ini aaa" ucap reyhan menyuruh sisil membuka mulut nya, dan yang di suruh hanya menurut saja
"anak pintar" ucap shinta sambil mengelus kepala sisil
"istrinya mau disuapin juga?" tanya reyhan menggoda shinta saat ice cream matcha milik nya belum tersentuh sama sekali
"istri apa sih? gak makasih" jawab shinta pura pura lupa dengan kejadian tadi sambil memakan ice creamnya
"pura pura lupa, tapi tadi kamu cemburu ya?" tebak reyhan dengan tangan yang masih menyuapi sisil
"jawab dong" desak reyhan saat shinta tidak menghiraukan nya sama sekali
karena merasa tidak di pedulikan, reyhan kemudian mengambil sendok ice cream dari tangan shinta
"aaa ice cream ku kak" ucap shinta saat ice cream di sendok nya tidak berhasil masuk ke mulutnya sendiri, namun malah masuk ke mulut reyhan
__ADS_1
"itu bekas ku loh" ucap shinta
"emang aku peduli?" tanya reyhan santai
"ishh, terserah deh" jawab shinta sambil mengerucutkan bibirnya
"jawab dulu pertanyaanku tadi" desak reyhan
"emang kenapa kalau aku cemburu? gak boleh?" tanya shinya yang sudah kesal mengingat kejadian tadi
*pertama kali ngaku jealous* batin reyhan yang tentu saja senang
"wahh ini pertama kali nya ibu negara ngaku kalau cemburu" ucap reyhan yang justru menggoda shinta
"ibu negara apa sih?" tanya shinta heran
"ibu negara di hatiku" ucap reyhan yang ntah kenapa tiba tiba pandai mengombal
"gombal" cibir shinta
"hahahha, tapi nanti wanita tadi jadi salah paham dong" goda reyhan
"biarin, salah paham atau nggak juga nggak ada pengaruhnya kan" jawab shinta seperti reyhan tadi
"yaudah, nikah yuk" ajak reyhan
"apa? nikah?" tanya shinya kaget dengan wajah yang sudah memerah
"iya menikah, biar jadi suami istri beneran..lagian kenapa kamu kaget gitu sih?" jawab reyhan enteng saat melihat wajah shinta yang sudah seperti kepiting rebus
"ya.. lagian kamu ngajak nikah enteng banget kayak ngajak beli gorengan" cibir shinta
"hahaha, jadi gimana? mau gak?" tanya reyhan yang sekarang sangat hobi menggoda shinta
"au ah gelap" jawab shinta
"tante, menikah itu apa?" tanya sisil yang masih duduk di pangkuan shinta, jadi otomatis dia mendengar semua obrolan shinta tadi
*astaga, aku sampai lupa kalau sisil duduk di pangkuan ku* batin shinta menggelengkan kepala
"kamu sih kak" ucap shinta menyalahkan reyhan
"namanya juga anak kecil, pasti rasa keingintahuan nya tinggi" ucap reyhan enteng
"yaudah mau bantu jawab gak? silakan kalau mau bantu" tanya shinta
"kamu aja, pasti kamu jauh lebih paham" jawab reyhan karena dia sendiri juga bingung harus menjelaskan apa pada bocah cantik di samping nya
huftt, shinta menghembuskan napasnya sebelum menjelaskan pada sisil
"emm.. yang sisil tau soal pernikahan itu apa?" tanya shinta berusaha menggali pemikiran sisil soal pernikahan agar dia bisa menjelaskan dengan bahasa yang mudah sisil pahami, karena pemikiran orang dewasa dengan pemikiran anak seusia sisil pasti berbeda bukan?
"janji main bareng trus berbagi bekal, kayak sisil sama temen sisil di sekolah" jawab sisil dengan polos nya
"oh.. kamu taunya menikah kayak gitu?" tanya shinta, sementara otak nya sedang memikirkan bagaimana cara untuk menjelaskan
"iya tante" jawab sisil sambil mengangguk
"nah..sama dengan yang sisil bilang tadi, kalau menikah itu suatu janji juga kesepakatan, sama seperti anak kecil janji sama temen nya, tapi janji nya gak nggak cuman satu hari atau akan udahan gitu aja sayang" ucap shinta berusaha menjelaskan dengan memberi jeda sebentar agar sisil dapat menanggapinya
"trus tan?" tanya sisil yang menyimak dari tadi
"janji nya itu beda sama anak kecil sayang, karena janji pernikahan itu akan dijaga seumur hidup sampai nanti kakek nenek dan maut yang memisahkan" jelas shinta
"kayak mbah uti sama mbah kakung?" tanya sisil sambil menatap shinta
__ADS_1
"iya" jawab shinta sambil tersenyum karena sisil memahami penjelasan nya tadi
*aku kagum sama kamu yang pandai ngasih pengertian sama anak kecil* batin reyhan kagum
"kamu pinter ngasih penjelasan ke anak kecil ya" ucap reyhan yang menyimak penjelasan shinta dari tadi
"ya terpaksa gara gara kamu" ucap shinta yang tentunya itu hanya bercanda
"hahaha, maaf" ucap reyhan
skip
setelah makan ice cream tadi, mereka memutuskan untuk langsung pulang karena sisil yang sudah ketiduran
"apa aku telepon mama aja ya? karena mama selalu bisa nasehatin aku" ucap shinta yang sedang merenung di balkon kamar nya
π: "assalamu'alaikum ma, maaf shinta telepon malam malam gini" ucap shinta saat telpon sudah tersambung dengan mama riana
π: "waalaikumsalam, ini belum malam sayang, kamu mau bicara apa?" tanya mama riana yang sudah hafal kelakuan shinta
π: "itu..kayak nya shinta udah jatuh cinta deh ma" ucap shinya ragu
krik krik
π: "ma, mama masih dengerin shinta?" tanya shinta saat tidak mendengar suara apapun
π: "eh mama masih denger kok, tadi cuman kaget aja" jawab mama riana
π: "sekarang shinta harus gimana ma? shinta ngomong juga karena udah janji sama mama kan?" tanya shinta meminta pendapat
π: "kamu yakin kalau kamu jatuh cinta?" tanya mama riana
π: "hati shinta makin panas saat ngeliat dia dideketin sama wanita lain ma" jawab shinta sejujurnya, sedangkan yang diajak mengobrol sudah senyam senyum sendiri dari tadi
π: "itu namanya cemburu sayang" ucap mama riana
π: "shinta juga tau ma" ucap shinta
π: "mama tau kalau kamu masih takut kan?" tanya mama riana
π: "iya ma" jawab shinta lesu
π: "besok mama pulang, kita ketemu ya" ajak mama riana
π: "mama besok beneran pulang?" tanya shinta antusias
π: "iya sayang" jawab mama riana
π: "bukan karena shinta kan?" selidik shinta
π: "nggak kok, besok kita bicara berdua bahas soal ini ya" jawab mama riana lembut
π: "iya ma, makasih ya ma" ucap shinta
π: "sama sama sayang, udah ya sekarang kamu tidur, gak baik anak gadis tidur kemalaman" ucap mama riana
π: "iya ma, assalamu'alaikum" ucap shinta sebelum menutup telepon
π: "waalaikumsalam" jawab mama riana
shinta kemudian mendongak menatap bintang bintang di langit yang terlihat begitu indah
*pada akhirnya aku akan tetap mengalami rasa ini sekarang, dan kenyataan nya aku justru tidak bisa menghindar untuk mengalahkan perasaan ku sendiri* batin shinta yang mulai menyadari kalau dia tidak bisa membohongi perasaannya sendiri, meskipun mulut nya berkata tidak, tapi hati dan tubuh nya berkata iya
__________
__ADS_1
jangan lupa like + komenβ€π
sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangatπ