Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
124.Satu minggu lagi


__ADS_3

"Udah ya kak, aku tau kalau kadar kekecewaan kakak semakin bertambah karena sikap mereka, tapi aku harap kakak gak memikirkan nya terlalu lama karena aku gak suka kakak jadi perempuan lemah" Ucap ajudan saat dia melihat buliran bening dari terjun bebas dari kelopak mata nya


"Cuman sekedar kecewa aja karena sikap yang mereka tunjukkan justru sikap buruk dan kakak bukan perempuan lemah" Ucap Shinta seraya mengusap kedua mata nya yang berempun bak rumput di pagi hari


"Kamu udah liat kan gimana cara kakak ngebalikin situasi kemarin? dan kakak justru harus berterima kasih sama kak Rey karena dia gak benci sama kerabat kita ataupun sama kakak sendiri, padahal aku tau kalau hati nya pasti sakit jika diberi sikap seperti itu" Sambung Shinta mengingat Reyhan yang sama sekali tidak pernah bercerita ataupun mengeluh pada nya tentang kejadian yang dia alami di kota J


"Semoga kalian benar benar bahagia nanti kak" Ucap ajudan tersenyum dengan mengelus kepala kakak nya yang tertutup hijab


"Alloh yang menghadirkan perasaan pada hamba nya dan alloh juga yang akan mempersatukan hamba nya lewat takdir yang sudah di tentukan" Ucap Shinta


"Udah lah kak aku mau tidur" Ucap ajudan dengan memejamkan mata nya


"Tidur? 15 menit lagi kita landing" Ucap Shinta membuat sang adik langsung membuka mata nya kembali


"Beneran?" Tanya ajudan


"Tuh... coba liat" Ucap Shinta menunjuk layar yang ada di depan mereka


"Ya alloh kak... baru juga mau tidur" ucap ajudan dengan mengusap wajah nya


"Tahan satu jam" Ucap Shinta menghitung total15 menit dan perjalanan mereka dari bandara menuju rumah Shinta 45 menit


"Lama banget kak" Ucap ajudan menghela nafas karena dia benar benar mengantuk sebab tadi malam ia tidak bisa tidur setelah mendengar cerita dari Wildan, ya sebenarnya dia sendiri juga kecewa atas sikap keluarga nya, tapi mau bagaimana lagi? nasi sudah jadi lontong dan hal yang di alami Reyhan kemarin tidak akan bisa di halangi lagi


"Kan nanti pulang naik taksi, kamu bisa tidur di taksi" Ucap Shinta memberi saran


Setelah pesawat yang mereka tumpangi benar benar landing, Shinta juga ajudan yang sedang menunggu taksi online pun membuka ponsel nya karena berniat mengucapkan terimakasih pada Reyhan


Direktur Ganteng


๐Ÿ“ฉ : "Terimakasih" Hanya itu yang Shinta kirim kan karena satu kata yang benar benar memahami perasaan nya sekarang


"Terimakasih untuk apa?"


"Allohu akbar... " Teriak Shinta refleks saat mendengar suara seseorang dari belakang


"Astagfirullah kak... mulut mu pengen tak lakban biar gak teriak" Ucap ajudan mengusap telinga nya


Sedangkan Shinta yang menoleh ke belakang pun terpaku melihat seseorang yang membuat hati nya mencair ada di depan mata nya


"Ada apa sih kak?" Tanya ajudan bingung melihat kakak nya hanya diam saja


"Putar badan coba" Perintah Shinta yang langsung di turuti adik nya dan ikut menganga karena Reyhan sudah ada di hadapan nya, perasaan baru tadi pagi mereka berpamitan


"Kok disini?" Tanya ajudan heran

__ADS_1


"Jam penerbangan kita sama, pesawat kita juga sama" Jawab Reyhan, kenapa mereka tidak bertemu di pesawat? ya karena kelas kabin mereka yang berbeda


"Oh iya, terimakasih untuk apa?" Tanya Reyhan membahas pesan yang Shinta kirimkan pada nya


"Itu..anu.. ya makasih buat ini" Jawab Shinta terbata dengan menunjukkan tangan kiri nya


"Perasaan udah bilang makasih kemarin" Ucap Reyhan


"Makasih berkali kali kan gak papa" Ucap Shinta yang membuat Reyhan menggelengkan kepala


"Bos... astaga tungguin kek ya alloh" Ucap Evan dengan nafas memburu karena mengejar Reyhan dengan tangan yang membawa dua koper


"Atas dasar apa saya nungguin kamu?" Tanya Reyhan balik dengan ekspresi balok nya


"Atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab" Jawab Evan menggunakan salah satu dasar pancasila justru membuat ajudan tergelak


"Bos, siapa nih?" Tanya Evan dengan melirik Shinta


"Calon" Jawab Reyhan singkat


"Astagfirullah... bos mau poligami? yang kemarin aja baru di restu in tapi belum nikah, eh sekarang udah mau punya madu bos?" Tanya Evan terkejut mengingat Reyhan yang ke kota J untuk meminta restu


Shinta hanya menahan tawa karena heran, dapat keberanian darimana hingga laki laki yang ada di depan nya kini nyerocos tanpa henti pada Reyhan yang notabe nya adalah bos yang memiliki sifat garang bak blasteran macan


Dan sang empu yang mendengar celotehan asisten nya ini sudah pasti memberikan tatapan tajam seperti laser yang siap membelah, hal itu membuat Evan menelan saliva nya susah payah, apakah setelah ini dia akan menjadi amoeba yang membelah diri? entahlah


"Tunjukin tangan kamu" Ucap Reyhan pada Shinta yang mana langsung mengangkat tangan kiri nya karena kasihan jika Evan akan menjadi santapan kemarahan Reyhan


Reyhan juga mengangkat tangan kiri nya yang sudah jelas memakai cincin yang sepasang dengan milik Shinta


Glek... *mati aku* Batin Evan yang bingung harus bagaimana kala melihat cincin pasangan yang melingkar di tangan atasan nya


"Oh... jadi beliau ini calon istri bos? yang kemarin bos minta restu ya? baru tau saya bos" Ucap Evan terkekeh karena waktu proposal kemarin dia tidak ikut akibat harus menggantikan meeting yang seharus nya di hadiri Reyhan


"Perkenalkan saya Evan, asisten nya pak Rey... saya tampan dan baik hati kok" Ucap Evan dengan pd nya dan mengulurkan tangan, namun


Plak... Reyhan segera menepis tangan itu


"Aduh...Bos mah gitu, suka KPTK" Ucap Evan dengan mengibaskan tangan nya


"Apa tuh KPTK?" Tanya ajudan


"Kekerasan Pada Tenaga Kerja, hiyaaaa" Jawab Evan, ntah Reyhan harus bersyukur atau tidak mendapat asisten yang suka sekali bercanda namun soal kesetiaan pada perusahaan, Evan sudah tidak bisa diragukan lagi


"Aku duluan kak Rey, taksi nya udah dateng" Ucap Shinta menunjuk mobil yang baru berhenti di dekat mereka

__ADS_1


"Oke, mau bahas persiapan nya kapan?" Tanya Reyhan


"Besok juga boleh, setelah pulang kerja aja" Jawab Shinta yang disetujui Reyhan karena sekarang dia juga tidak dapat meninggalkan pekerjaan nya


Setelah berpamitan, Shinta dan ajudan pun masuk ke dalam taksi untuk memulai perjalanan pulang menuju rumah


"Bos, kalau mereka bisa di anterin kenapa naik taksi?" Tanya Evan


"Dia gak manja" Jawab Reyhan


"Bagus dong mandiri, gak kayak bos yang harus saya setirin mulu" Ucap Evan mencibir atasan nya


"Berhenti nyetirin saya dan potong gaji 25%" Ucap Reyhan yang membuat Evan dengan cepat menggelengkan kepala nya


"Bercanda bos, oh iya jemputan udah sampai bos, mari" Ajak Evan dengan melangkah menuju parkiran dimana jemputan mereka menunggu


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Beberapa minggu pun dengan cepat terlewati, dan hari hari itu Shinta dan Reyhan menjalani hari mereka dengan bertemu setiap pulang kerja dan menuju tempat yang mereka gunakan untuk perlengkapan menikah nanti, untung nya dalam memilih dekorasi atau apapun itu tidak ada cekcok di antara mereka, karena apapun yang Shinta pilih juga Reyhan akan menyukai nya


Tentu nya mereka enggan pergi berdua ya, karena mencegah lebih baik mengingat godaan nafsu syaithon yang benar benar ada di dunia


Dan hari ini hari terakhir yang akan mereka gunakan untuk bertemu karena ingin mencatat nama tamu undangan dari pihak masing masing, rencana akan bertemu di kantin rumah sakit saja karena ini hal yang cukup mudah


setelah ini mereka tidak akan di izinkan bertemu sampai hari akad yang akan dilaksanakan di kota J minggu depan, ya bisa dikatakan sebagai pingitan lah


Shinta yang sedang membereskan barang barang nya pun terkejut ketika dia membalik kan badan dan melihat seorang laki laki berlutut di hadapan nya dengan membawa buket bunga


"Kenapa kamu gini?" Tanya Shinta terkejut begitupun rekan kerja mereka yang lain nya, apalagi Sela yang sudah tau rencana pernikahan Shinta dan Reyhan


"Berdiri, jangan kayak gini" Ucap Shinta mencegah namun karena tidak ingin menyentuh tubuh laki laki itu, alhasil Shinta memundurkan badan nya untuk menjauh


"Ini mau ngelamar apa gimana sih?" Tanya Monik yang tak kalah terkejut


Saat laki laki itu semakin mendekat, hal itu bertepatan pula dengan Reyhan yang membuka knop pintu ruang farmasi dan tentu nya dia pun ikut terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang


"Pak Rey" Ucap rekan Shinta kompak saat menoleh ke arah pintu yang terbuka


*Ya alloh... bakal salah paham ini nanti* Batin Shinta yang ingin sekali menepuk jidat nya sendiri


"Waduh... alamat perang dunia ketiga" Gumam Jannah dengan menggelengkan kepala nya


Bersambung


tenang... bab ini tidak ada hubungannya sama konflik kok

__ADS_1


__ADS_2