
We will never know the real answer, before you try
~kita tidak akan pernah tau jawaban yang sebenarnya sebelum kita mencoba
_____________
seperti biasa, kalau pagi pagi shinta juga jannah akan berangkat ke rumah sakit dan berkutat dengan berkas obat obatan yang menumpuk seperti gunung
"haduh.. banyak juga ya" keluh monik
"ya namanya juga kerja" timpal sela
"shin" panggil jannah pada shinta yang sedari tadi terseyum tipis sambil menatap laporan obat obatan
"hmm?" jawab shinta tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas
"lo kenapa sih?" tanya jannah heran, pasalnya sejak tadi pagi sahabatnya itu terlihat sangat semangat bahkan sering tersenyum walau senyumnya tipis, bahkan tidak biasanya shinta seperti ini, apalagi di jam kerja, karena di saat jam kerja shinta selalu fokus dengan laporan obat di hadapannya dengan memasang wajah serius bin datar
"apanya?" tanya shinta bingung
"lo kelihatan seneng banget dari tadi" ucap jannah
"ohh" jawab shinta yang menurut jannah sangat tidak memuaskan
"ohh apaan? jangan oh oh doang" tanya jannah kesal
"ada yang bikin gue bahagia" jawab shinta
"apa? karena lo jatuh cinta sama pak rey?" tanya jannah
"apasih? gue tuh mau ketemu sama mama" jawab shinta
"ohh jadi tante bakal kesini?" tanya jannah yang diangguki shinta
"lo gak ngajak pak rey?" tanya jannah
"buat apaan?" tanya shinta
"lo kan ada janji" jawab jannah mengingat janji antara shinta dan mama riana
"jangan sekarang deh, gue nanti mau ngobrol hal pribadi dulu" ucap shinta
"ohh" ucap jannah sambil mangut mangut kepala
*sekarang dia bisa tersenyum setelah sok jadi pahlawan kesiangan kemarin* batin dara yang entah kenapa masih mmiliki rasa dendam
skip pulang kerja
"shinta mana?" tanya reyhan pada jannah saat diparkiran dan tetap dengan nada datar nya
"loh masa' bapak gak tau sih shinta mau kemana?" tanya jannah heran yang mendapat balasan gelengan kepala dari reyhan
"emang kemana?" tanya reyhan lagi yang memang sejak tadi dia belum melihat shinta sama sekali, begitu juga waktu makan siang yang biasanya shinta akan duduk manis di taman rooftop pun tidak ada
__ADS_1
"udah pergi duluan pak, mau ketemu sama mama nya yang baru pulang" jawab jannah
"hahaha, kasian banget sahabat gue gagal ketemu sama calmer" ledek rendra sambil menepuk bahu reyhan
"dimana?" tanya reyhan yang tidak mempedulikan ledekan rendra pada nya
"gak tau pak, shinta nya gak ngasih tau karna katanya mau bicara pribadi" jawab jannah sejujurnya
setelah mendapat jawaban dari jannah barusan, reyhan memutuskan untuk pulang saja karna tubuh nya juga sangat lelah
"loh rey, mau kemana?" tanya rendra saat melihat reyhan masuk mobil nya
"itu pak rey mood nya buruk ya?" tanya jannah
"akibat kurang gercep ya gitu" jawab rendra
"hah? maksudnya?" tanya jannah yang tidak paham
"gak papa, udah yuk aku anter pulang" ajak rendra yang diangguki jannah
setelah pulang kerja, shinta memang langsung pergi ke cafe tempat dia janji untuk bertemu dengan mama riana
"assalamu'alaikum ma" sapa shinta saat sudah berdiri di depan mama riana sambil mencium punggung tangan nya
"waalaikumsalam" jawab mama riana seraya memeluk shinta setelah punggung tangannya dicium barusan
"gimana kabar nya ma?" tanya shinta saat mereka berdua sudah duduk berhadapan
"alhamdulillah, mama baik baik aja, kamu?" tanya mama riana
"sebelumnya shinta minta maaf ma, karna shinta gak bisa lama lama di sini, jadi nanti ceritanya dengan tempo sesingkat singkatnya aja ma" ucap shinta
"kenapa gak bisa lama? padahal mama baru nyampek langung kesini loh" tanya mama riana heran
"di rumah ada anak kecil yang harus shinta jaga ma, nanti nangis kalau shinta keluarnya lama" jawab shinta
"anak kecil? anak kamu?" tanya mama riana kaget
"bukan ma, keponakan shinta, anak dari kakak shinta yang pertama" jawab shinta cepat sebelum ada kesalahan pahaman
"ooh, mama kirain" ucap mama riana terkekeh
"nikah aja belom ma, gimana bisa punya anak" ucap shinta menggelengkan kepala
"ya siapa tau kamu ngadopsi anak dari panti asuhan punya kamu" ucap mama riana
"enggak kok ma, ini shinta jadi cerita atau enggak nih?" tanya shinta
"ya jadi dong" jawab mama riana cepat
"ehem.." shinta berdehem sebelum bercerita
"jadi shinta pernah bertemu beberapa kali sama laki laki" ucap shinta mengingat pertemuannya dengan reyhan yang terjadi dengan reyhan
__ADS_1
"awalnya kami bertemu dan tidak saling menyapa, tapi kemudian tanpa sengaja kami bertemu kembali dengan sama sama meninggalkan kesan dingin, shinta juga nggak mempersalahkan hal itu karena shinta sendiri juga sama kayak kutub" ucap shinta mengingat saat bertemu reyhan di melbourne
"tapi siapa yang menyangka kalau akhirnya kita bertemu lagi di sini ma, bahkan setiap hari shinta bisa melihat wajah nya, kemudian dia mulai mendekati shinta, ya...meskipun cara mendekatinya terkesan menyebalkan" ucap shinta mengerucut kan bibirnya kala mengingat reyhan yang sengaja menabrak nya
"sampai akhirnya dia menyatakan perasannya, tapi shinta memperi prnolakan karna waktu itu shinta juga masih menepis perasaan shinta yang nyaman dengannya, tapi sampai sekarang dia nggak pernah berhenti buat deketin shinta, apapun tentang shinta selalu dia tanyakan, dan pernah pada saat itu trauma shinta kambuh di malam hari" ucap shinta menjeda kalimat nya
"trus?" tanya mama riana
"trus dia yang datang untuk nenangin shinta, bahkan dia sampai membanting kalimba juga obat milik shinta, katanya biar shinta gak ketergantungan sama obat nanti, dan saat itu shinta tau kalau dia memang sangat peduli dengan shinta, akhirnya sejak kejadian itu mungkin kami jadi semakin dekat walaupun awalnya shinta yang sedikit canggung"
"dia memiliki sifat dingin dengan orang lain tapi nggak dengan shinta, sifatnya akan berubah jika berhadapan dengan shinta, dia juga penyayang anak kecil ma, dan saat melihat dia didekati wanita lain, shinta ngerasa hati shinta itu panas ma, mungkin hati shinta marah karna mulut shinta nggak mengakui kalau shinta udah jatuh cinta" jelas shinta panjang kali lebar
"jadi intinya kamu pernah menolak pria itu? trus jika pria itu yang bisa nenangin kamu, itu artinya pria itu juga tau tentang trauma kamu?" tanya mama riana yang dibalas anggukan oleh shinta
"kenapa nggak kamu terima aja? kayaknya dia memang pria yang baik" tanya mama riana
"dia memang tau tentang trauma shinta, tapi dia nggak tau tentang penyebab trauma nya, alasan shinta nggak menerimanya waktu itu karna shinta masih takut ma, dan jika shinta menerimanya tanpa memberi tau yang sebenarnya, dia pasti akan kecewa" jawab shinta
"apa kamu nggak berniat untuk mengatakan semuanya dengan jujur?" tanya mama riana
"shinta nggak yakin, apa shinta bisa membuka kembali rasa sakit shinta yang masih membekas?" jawab shinta
"kamu pasti bisa, kamu tau kalau hal itu adalah masa lalu bukan? itu semua sudah lewat, ini saatnya kamu memikirkan masa depan kamu sendiri, meskipun ada rasa takut di hatimu, setidaknya kamu harus mencoba untuk melawannya bukan? jadi menurut mama lebih baik kamu jujur untuk mengetahui jawabannya, dan jika kejujuran mu membuat dia semakin mendekat artinya pria itu memang tulus, tapi jika kejujuran mu membuat dia semakin menjauh maka lebih baik tinggalkan karna dia bukan pria yang baik untukmu" nasehat mama riana panjang lebar
"shinta pikir pikir dulu ya ma" ucap shinta yang dipahami mama riana
"mikirnya jangan lama lama ya, sebelum semuanya terlambat" ucap mama riana lembut yang diangguki shinta
setelah mengobrol beberapa saat, shinta langsung memutuskan untuk pulang saja karna khawatir jika sisil akan menangis dan mencarinya
belum sempat shinta masuk pintu rumah, sisil lebih dulu berlari ke arah nya
"tante.. " teriak sisil
"assalamu'alaikum" ucap shinta
"waalaikumsalam, tante kok lama?" tanya sisil, benar bukan jika sisil akan mencarinya?
"maaf deh, sekarang ayo masuk dulu" ajak shinta
sedangkan di tempat reyhan berada, tepatnya di rumah nya sendri, dia sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil memangku laptop nya, tapi tiba tiba ada yang menarik telinga nya dari arah belakang
"aduh.. sakit ma" protes reyhan saat tau telinga nya di jewer oleh tangan sang mama
"dasar anak nakal" ucap mama reyhan yang masih belum melepas jewerannya
"ma..sakit ma..lepasin dulu telinga rey" ucap reyhan memohon sambil memegang tangan mama nya
"kenapa kamu keluar rumah malem malem sambil bawa mobil ngebut gitu? ha? bahaya tau nggak?" tanya mama reyhan yang sudah melepas jewerannya
"em... " ucap reyhan tertunda sambil mengusap telinga nya yang panas, dia bingung harus menjelaskan apa, tidak mungkin dia bilang kalau malam malam pergi ke rumah seorang gadis bukan? bisa bisa dia disunat dua kali nanti sama mama nya
__________
__ADS_1
jangan lupa like + komen❤🙆
sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangat😊