Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
35.Bau


__ADS_3

"pas waktu shinta pingsan trus di rawat di rumah sakit" ucap jannah


"apa hubungan nya sama ini?" tanya shinta


"hubungannya ya sama sama ada kak rey, iya kan jan?" ucap laila


"bener, tapi bukan cuman itu aja" ucap jannah


"apa?" tanya shinta


"lo tau shin, pas lo pingsan tuh gue nungguin lo bangun sampek pagi tetapi malah gak bangun bangun" ucap jannah yang membuat laila juga shinta bingung, kecuali reyhan karena dia sudah mengerti ke mana arah pembicaraan ini


"maksud nya apa sih?" tanya shinta bingung


"tau lo jan, jangan setengah setengah dong kalau ngomong" ucap laila seraya menyenggol jannah yang ada di samping nya


"pas gue tungguin shinta nya gak bangun bangun, eh pas di tungguin sama pak rey bentar aja lo udah bangun" ucap jannah


"trus?" tanya shinta meminta penjelasan


"apa mungkin alam bawah sadar lo tuh pengen nya pak rey, bukan gue" jelas jannah terkekeh


"apa sih gak jelas lo" ucap shinta kesal


"bilang aja iya" ucap reyhan melirik shinta


"enggak ya kak" ucap shinta sambil melirik reyhan


"tapi bisa jadi bener shin" ucap laila


"kalian bukan peramal ya, jadi jangan sotoy" ucap shinta


"lagian kalau emang bener ya mana mungkin lo ingat, lo sendiri aja gak sadar" ucap laila


"udah udah malah bahas ginian" ucap shinta mengalihkan pembicaraan


"kan seru godain temen sendiri" ucap jannah terkekeh


"au ah gelap" ucap shinta


"kalau gelap ya liat aja muka nya kak rey, pasti nanti jadi terang, apalagi hati lo" goda laila


"apaan sih, eh udah pada shalat asar belum?" tanya shinta


"belum" jawab laila juga jannah kompak


"kamu kak?" tanya shinta pasa reyhan


"belum sih" jawab reyhan


"mau salat bareng apa gimana?" tanya shinta


"aku pulang aja, ada urusan soal nya, nanti bisa shalat di rumah" pamit reyhan


"gak mau salat dulu?" tanya shinta


"enggak, nanti aja di rumah" jawab reyhan seraya berdiri


"ya udah" ucap shinta


"mau ke mana?" tanya reyhan saat melihat shinta ingin berdiri


"ngantar kamu ke depan" ucap shinta


"jangan, kaki kamu masih sakit" cegah reyhan


"iya shin, jangan, nanti kaki lo malah bengkak" ucap laila


"biar kita aja yang ngantar pak rey ke depan" ucap jannah sambil mengedipkan sebelah mata nya ke arah laila dan laila pun mengangguk


"ya udah, makasih kak udah bantuin aku tadi" ucap shinta

__ADS_1


"sama sama, aku pamit ya, assalamu'alaikum" pamit reyhan


"waalaikumsalam, hati hati" ucap shinta yang di angguki rey


teras rumah


"makasih pak" ucap jannah pada reyhan


"sama sama" jawab reyhan


"sabar ya kalau ngadepin shinta, dia emang cewek tapi tipe tipe tsurender" ucap laila terkekeh


"la, lo masuk duluan ya, gue mau ngomong sama pak rey bentar" ucap jannah


"oke" jawab laila dan segera masuk ke rumah


kemudian jannah mendekat


"mungkin cuman bapak yang bisa membantu shinta supaya keluar dari masa lalu dan trauma nya" ucap jannah pelan


"trauma?" ucap rey bertanya tanya


"iya trauma, shinta gak pernah pacaran sama sekali karena trauma ini" ucap jannah


*apa karena trauma ini dia nyuruh gue supaya berhenti menyukai nya?* batin reyhan


"trauma apa?" tanya reyhan


"aku gak bisa ngasih tau, karena ini privasi dia, tetapi aku yakin kalau bapak bisa membantu shinta" ucap jannah yakin


"kenapa kamu bisa yakin?" tanya reyhan


"sedekat apapun shinta dengan laki laki, perasaan nya tidak pernah bergerak sedikitpun, tetapi seperti yang elin bilang bahwa shinta sedang jatuh cinta dan itu terjadi semenjak dia kenal dengan bapak" ucap jannah menjelaskan


"elin itu siapa?" tanya reyhan


"elin itu psikiater yang menangani shinta sejak 4 tahun yang lalu" jawab jannah dan reyhan hanya mengangguk


"aku sangat senang jika shinta memang bisa membuka hati nya, dan apa aku boleh berharap pada bapak supaya bisa membantu shinta dan membahagiakan nya?" tanya jannah


"terima kasih" ucap jannah seraya tersenyum


"aku pamit" ucap reyhan, masuk ke dalam mobil dan keluar dari rumah shinta


note: reyhan bisa menerima jannah memanggilnya dengan sebutan bapak di luar jam kerja, tetapi tidak dengan shinta , jika shinta memanggilnya bapak di luar jam kerja, rey pasti akan memprotes nya


jam 7 malam


laila dan shinta sedang bersantai menonton TV di ruang keluarga


"jannah mana?" tanya shinta


"dari tadi di kamar, gak tau juga lagi ngapain" jawab laila


"ohh" ucap shinta


"oh iya shin, tadi gue nyium bau sabun lantai di sepatu yang lo pakai" ucap laila


"gue juga la" ucap shinta


"apa mungkin ada yang sengaja buat lo celaka?" tanya laila kaget


"gak mungkin lah, ada ada aja sih lo, mungkin tadi karena tangga nya habis di pel" jawab shinta


"ntah mengapa gue ngerasa ada yang janggal" ucap laila


"udah jangan mikir yang aneh aneh, sekarang lo coba liat jannah di atas lagi ngapain, perasaan lama banget di atas" ucap shinta mengalihkan pembicaraan


"iya iya" ucap laila dan menuju ke kamar jannah


*lo yang gak jatuh aja ngerasa ada yang janggal apalagi gue, tadi emang pas jatuh rasa nya ada cairan licin di tangga, apa gue selidiki aja kali ya?* batin shinta dan langsung menelpon seseorang

__ADS_1


📞: "halo, saya ada tugas buat kamu" ucap shinta saat panggilan terhubung dan menjelaskan kejadian tadi


📞: "baik, saya akan segera mengirim hasil nya jika sudah keluar" ucap seseorang di telepon dan shinta mematikan telepon nya bertepatan dengan jannah juga laila yang turun ke bawah


"rapi banget, mau pergi?" tanya shinta saat melihat jannah sudah rapi


"iya" jawab jannah


"ke mana?" tanya shinta


"biasa lah shin, mau ngedate sama rendra" bukan jannah yang menjawab melainkan laila


"beneran?" tanya shinta dan jannah hanya mengangguk


"cieeee" ledek shinta


"semoga lancar yaaa" sorak laila


"apa sih kalian" ucap jannah dengan pipi yang memerah seperti tomat


ting tong!


bel rumah shinta berbunyi


"buka in pintunya gih" ucap laila menyuruh jannah


"iya" ucap jannah dan segera menuju pintu


"assalamu'alaikum" sapa rendra saat pintu di buka


"waalaikumsalam" jawab jannah


"udah siap?" tanya rendra


"udah kok" jawab laila


"ya udah ayo" ajak rendra tetapi tiba tiba shinta juga laila muncul di belakang jannah


"semoga lancar" ucap laila memberi semangat pada rendra dengan mengepalkan kedua tangannya


"jangan di apa apa in temen gadis aku ya, awas aja kalau sampai kenapa napa" ancam shinta


"iya, nanti kalau jannah nangis bisa bisa kamu di gorok sama shinta" ucap laila terkekeh


"kalian tenang aja, bakal di jagain kok" ucap rendra


"ya udah gue pergi dahulu la, shin, assalamu'alaikum" pamit jannah


"waalaikumsalam" jawab laila juga shinta


Skip jam setengah 10 malam


jannah baru pulang lalu masuk ke rumah dan langsung menuju ruang keluarga karena jannah tau kalau di jam segini pasti dua sahabat nya itu masih setia menonton tv


"eh buset, kalau masuk rumah tuh salam dulu kek" ucap laila kaget saat jannah tiba tiba ada di belakang nya serta memegang pundak laila juga shinta


"udah kayak setan aja lo tiba tiba dateng" ucap shinta yang ikutan kaget


"assalamu'alaikum" ucap jannah sambil duduk di tengah tengah shinta dan laila


"waalaikumsalam" jawab shinta juga laila kompak


"mengapa muka lo kusut gitu?" tanya laila


"dia nyakitin lo?" tanya shinta


"gue....


__________________________


tinggalkan jejak ya!

__ADS_1


like, komen, rate atau vote😗❤


terima kasih🙏


__ADS_2