
*aku gak nyangka kalau hal ini akan terjadi lagi* batin jannah yang masih menatap shinta juga reyhan
"kembalikan kak rey" rengek shinta yang sama sekali tidak digubris oleh reyhan
"jangan seperti ini" ucap reyhan berulang kali
saat merasa sudah lelah memohon pada reyhan untuk mengembalikan kalimba nya, shinta langsung turun dari sofa dan merangkak untuk mengambil kalimba nya yang dilempar reyhan di bawah kolong meja, tetapi..
"kembalikan" ucap shinta dengan air mata yang masih mengalir ketika reyhan lebih dahulu mengambil kalimba itu
"kembalikan kak" rengek shinta berulang kali
reyhan kemudian berjalan menuju pagar pembatas rooftop, dan
prang!!!
reyhan melempar kalimba itu ke teras lantai bawah hingga menjadi pecahan kecil, dan membuat pak didi yang berada di teras bawah terkejut
*astaghfirullah, ada apa ini?* batin pak didi saat mndengar pecahan kalimba
"kak rey..apa yang kau lakukan kak?" tanya shinta berteriak sambil menghampiri reyhan
"kalimbaku" ucap shinta dengan tangis yang lebih deras saat melihat kalimba nya yang sudah hancur
"aku mohon hentikan" ucap reyhan berusaha menenangkan shinta
"kau tidak mendengarkanku, aku juga tidak akan mendengarkanmu" ucap shinta masih dengan isak tangisanya, dan mengeluarkan obat alias rhodiola rosea yang dia bawa ke mana mana
"apa yang kau lakukan?" tanya reyhan panik saat melihat shinta yang mengeluarkan beberapa butir obat
"aku tidak peduli denganmu" ucap shinta kemudian ingin menelan obat itu
"jangan" cegah reyhan dengan memegang kedua tangan shinta
"lepaskan aku" berontak shinta yang sama sekali tidak berpengaruh
"kau harus mendengarkanku" ucap reyhan yang masih berusaha merebut obat itu dari shinta
"lepaskan aku kak rey" ucap shinta masih memberontak
saat reyhan berhasil merebut obat itu karena tenaga shinta yang mulai habis, rey langsung membuang obat itu seperti kalimba tadi
"aaa..kenapa kau membuangnya kak?" tanya shinta menangis histeris bahkan tangan nya memukul mukul dada rey
reyhan hanya membiarkan saja shinta yang masih memukulnya, dia tidak ingin shinta ketergantungan dengan obat pada masa mendatang
"kak.. kau jahat" ucap shinta dengan isak tangisnya dan pukulan yang mulai melemah karena kehabisan tenaga
"pukul aku jika itu memang membuatmu tenang" ucap reyhan yang membuat shinta diam seketika
"hiks, kenapa kau membuangnya? itu sangat penting bagiku" ucap shinta masih dengan isak tangisnya, namun tangannya sudah berhnti memukul karena kehabisan tenaga
reyhan tidak menjawab, tetapi menuntun shinta untuk duduk di sofa yang ada di rooftop, kemudian berjongkok di depan shinta
"aku mohon hentikan, jangan seperti ini" ucap reyhan mngambil kedua tangan shinta, menyatukannya kemudian menggenggamnya dengan erat
"kenapa kau membuangnya?" tanya shinta lagi
"aku tidak ingin kamu ketergantungan dengan obat itu" jawab reyhan membuat shinta diam
"jangan lakukan ini lagi ya.." sambung reyhan yang masih berusaha menenangkan shinta
"kenapa banyak sekali orang jahat di dunia ini?" tanya shinta yang tanpa sadar mulai mengeluarkan isi hati nya
"tidak mungkin semua orang di dunia itu baik" jawab reyhan yang masih menatap shinta
__ADS_1
"kenapa mereka tega melakukan ini padaku? aku punyai salah apa?" tanya shinta
"aku yakin kamu gak salah, jadi jangan seperti ini" jawab reyhan
"tidak ada yang mempercayaiku, bahkan keluargaku sendiri" ucap shinta
"jika tidak ada yang mempercayaimu, aku lah orang pertama yang akan percaya padamu" ucap reyhan meyakinkan shinta
"aku tidak pernah berniat menyakiti seseorang, tetapi kenapa selalu ada orang yang menyakitiku?" tanya shinta mengingat orang yang ingin menyakiti nya termasuk dara
"aku pulang kesini karena aku ingin bahagia, tetapi kenapa selalua ada orang yang tidak rela jika melihatku bahagia?" tanya shinta
"bahkan ada orang tega membuatku jatuh dari tangga" sambung shinta
"siapa orangnya?" tanya reyhan
"kau tidak akan tau" jawab shinta menggelengkan kepala
"siapa orangnya? tau orangnya ataupun tidak, aku tetap harus tau bukan?" tanya reyhan
"dara" jawab shinta yang membuat reyhan terdiam
"kenapa? aku tau kau tidak akan percaya padaku kan?" ucap shinta yang melihat reyhan hanya diam saja
kemudian shinta mengambil ponsel nya dan menunjukkan video CCTV rumah sakit waktu itu pada reyhan
*sialan, benar tebakanku* batin reyhan kesal
"aku bahkan sudah percaya sebelum melihat bukti ini" ucap reyhan saat selesai menonton video nya
"benarkah?" tanya shinta yang dijawab anggukan oleh reyhan
"tetapi kenapa kau tidak melaporkan ini padaku? hmm?" tanya reyhan lembut
"aku tidak ingin dia di pecat" jawab shinta
"dia menghidupi ibu dan adiknya sendirian, aku tidak tega kalau dia di pecat dan tidak bisa menghidupi kebutuhan keluarganya" jawab shinta sejujurnya
"dari mana kamu tau?" tanya reyhan
"aku sempat mencari tau tentang dia, ternyata ibunya sedang sakit, kemudian aku memberikan sedikit uang untuk pengobatan ibunya juga biaya sekolah adiknya" jawab shinta dngan pandangan mata yang kosong
"kenapa kau membantunya? bukankah dara sudah jahat padamu?" tanya reyhan yang ingin agar shinta mengungkap semuanya
"yang jahat padaku dara, ibu dan adiknya tidak salah apa apa dalam hal ini" jawab shinta
*shin, lo kalau baik tuh kelewatan* batin jannah yang mendengarkan curahan shinta dari tadi
"kamu sangat baik, aku jadi bangga padamu" ucap reyhan
"hanya kamu, tetapi tidak dengan ayahku" ucap shinta datar
"kamu pernah bilang kalau orang yang membuatmu seperti ini adalah orang yang harusnya menjadi cinta pertama mu, berarti dia adalah ayahmu?" tanya reyhan pelan agar pertanyaan nya tidak menyinggung dan refleks shinta mengangguk karena itu memang benar
"dan kamu seperti ini hanya karena masa lalu kamu yang mendung kan?" tanya reyhan yang diangguki oleh shinta
"aku tidak akan menyuruhmu untuk melupakannya" ucap reyhan
"kamu tau kan kalau setelah mendung itu pasti ada pelangi?" tanya reyhan yang hanya di jawab anggukan oleh shinta
"kamu harus membuat pelangi itu ada di hidupmu" ucap reyhan
"aku tidak tau bagaimana caranya menciptakan pelangi" ucap shinta
"baiklah, jika kamu tidak bisa, maka aku yang akan membawa pelangi itu dalam hidupmu" ucap reyhan
__ADS_1
"aku juga yang akan menghilangkan mati rasa dalam hidupmu" sambung reyhan sambil mengelus perlahan tangan shinta agar gemetaran di tubuh nya hilang
"kau mau?" tanya reyhan dan shinta hanya diam
"baiklah, aku akan menunggu jawabanmu" ucap reyhan saat tau bahwa shinta hanya ingin tenang untuk saat ini
"tolong ambilkan kotak obat" ucap reyhan pada jannah
"bentar pak" jawab jannah bergegas mengambil kotak obat
"ini" ucap jannah menyerahkan kotak obat
"terima kasih" ucap reyhan menerima kotak itu, kemudian mengobati jari shinta yang terluka karena kalimba tadi
setelah 15 menit
rey masih menggenggamnya tangan shinta, tetapi kaki nya sendiri juga mulai pegal karena dia sedari tadi terus berjongkok
"pak" panggil jannah yang membuat reyhan menoleh
"itu shinta udah tidur" ucap jannah pelan sambil menunjuk shinta
"syukurlah" ucap reyhan bersyukur ketika melihat shinta yang sudah tenang
*aku menyayangimu* batin reyhan saat melihat wajah shinta yang tertidur pulas karena kecapekan habis menangis tadi, bahkan dari mata nya terlihat sangat jelas
"kamar nya di mana? biar saya yang bawa" ucap reyhan seraya mengangkat tubuh shinta, jika yang digendong bangun dia pasti akan sangat marah , tetapi tidak mungkin reyhan membiarkannya tidur di rooftop semalaman bukan?
"mari pak" ucap jannah membimbing reyhan menuju kamar shinta
ceklek!
"ini kamarnya pak" ucap jannah saat membuka pintu
kemudain reyhan meletakkan shinta di ranjangnya dan menyelimuti tubuh shinta
"tidur yang nyenyak" ucap reyhan kemudian keluar dari kamar shinta diikuti jannah
"terima kasih karena sudah mau datang pak, maaf kalau merepotkan" ucap jannah saat mereka sudah keluar dari kamar shinta
"tidak masalah, dia sangat penting bagiku" ucap reyhan tetap dengan gaya kulkas nya
"bapak mau nanya soal cokelat yang berserakan di meja tadi ya?" tanya jannah
"iya" jawab reyhan karena tadi dia melihat ada banyak cokelat di meja rooftop
"jika mood shinta sedang buruk, dia pasti makan cokelat matcha, itu kebiasaan nya" ucap jannah yang dibalas anggukan oleh reyhan
"tunggu, baju bapak?" tanya jannah sambil menunjuk reyhan
"tadi buru buru" jawab reyhan datar saat menyadari dia pergi hanya memakai piyama
"kalau kalimba?" tanya reyhan
"itu juga shinta mainkan saat mood nya buruk, tetapi jika moodnya memang sudah sangat buruk, maka hal seperti tadi pasti akan terjadi" jawab jannah yang diangguki reyhan
"kalau gitu saya pulang dulu" pamit reyhan yang menurutnya sudah tidak ada pembicaraan, juga tidak ingin lama lama karena mengingat ini rumah seorang gadis
"sekali lagi terima kasih pak" ucap jannah sambil mengantarkan reyhan keluar rumah
_____________
hai hai hai, sampai sini dahulu ya..
ini udah 1000 kata lebih lohh
__ADS_1
nanti bertemu lagi di episode selanjutnya❤
jangan lupa like + komen🤗