
"HENTIKAN!" teriakan reyhan menggema di ruangan itu
seketika dara langsung menjatuhkan tangan nya yang dia gunakan untuk menunjuk wajah shinta tadi
termasuk direktur keuangan yang juga kaget dan mengelus dada nya sendiri
dua orang itu ketakutan kecuali shinta juga rendra, mereka sudah bisa memprediksi hal ini akan terjadi, terlebih lagi shinta yang memang sudah memasang earphone di telinga nya
*aman...* batin shinta merasa telinga nya terselamatkan
"kalian pikir saya tidak tau perbuatan kalian berdua?" tanya reyhan tetap dengan nada marah nya, bahkan mata nya juga sudah memerah
"emang saya melakukan apa pak?" tanya dara
"iya pak, apa hubungan nya dengan saya?" tanya bena, alias wakil direktur keuangan
"kalian mengaku dengan jujur atau saya sendiri yang akan menunjukkan semuanya?" tanya reyhan dengan nada tegas nya
*masa' mereka tau sih? gak mungkin.. * batin dara berpikir
*gak mungkin kalau mereka tau kan? aku bahkan udah ngerusak cctv ruang apoteker itu* batin bena bertanya tanya
"KENAPA DIAM?" bentak reyhan yang membuat dua orang itu semakin takut
"pak, saya tidak melakukan kesalahan apapun, trus kenapa bapak memecat saya?" tanya bena yang memberanikan diri untuk membuka mulut nya
"iya pak, saya juga tidak melakukan kesalahan, kenapa bapak memejat saya? pasti karena jalang yang menggoda bapak ini kan?" tanya dara saat emosi nya sudah kembali dan menunjuk shinta
"JAGA BICARAMU" teriak reyhan yang amarah nya semakin menjadi
"jalang kok teriak jalang" cibir rendra sedikit berteriak
sedangkan shinta? dia masih diam di tempat dan tidak membuka mulut sama sekali, bibir nya masih kalu dan bingung untuk mengucapkan apa, dalam hati ia hanya terus beristighfar agar emosi nya tidak ikut terpancing
"apa betul bapak memecat saya karena wanita ini?" tanya bena menunjuk shinta
"jauhkan tangan kotor kalian sebelum saya patahkan" peringkat reyhan yang tidak suka ketika melihat shinta ditunjuk dengan tangan mereka
"sekarang" ucap reyhan, awal nya dia tidak mau mengungkit masalah kemarin apalagi sampai membeberkan bukti, tapi karena mereka berdua yang tidak tau diri, alhasil dia lebih memilih untuk mengungkap semuanya hari ini
rendra yang mendengarnya langsung memutar video yang menjadi bukti kelakuan busuk mereka
video rekaman itu terlihat sangat besar karena dari awal memang reyhan sengaja menyambungkan laptop nya dengan proyektor yang ada di ruangan nya
dara dan bena yang menyaksikan bukti kelicikan mereka hanya bisa mengaga dengan mata yang melebar
"TIDAK.. HENTIKAN!" teriak dara ketika video itu masih terus berputar, sedangkan reyhan? dia tidak menanggapi itu sama sekali begitu juga dengan rendra
"pak.. sepertinya ini salah paham" ucap bena yang berusaha mengelak
"salah paham?" tanya reyhan sinis dengan tangan yang memegang gelas kaca
"i- ini.. salah paham pak" ucap bena terbata karena dia sendiri sudah ketakutan dengan tatapan tajam dari reyhan, sampai sampai dia memundurkan badan nya hingga punggung nya membentur tembok
pyarrr!
reyhan melempar gelas kaca itu tepat di samping wajah bena hingga menjadi kepingan kecil dan terjatuh di lantai
bena hanya bisa memejamkan mata karena takut gelas kaca itu akan melayang di wajah nya
__ADS_1
*kok aku jadi ingat sama kalimba ku yang di lempar sama kak rey ya?* batin shinta terkekeh geli, dia merasa dejavu saat reyhan benar benar melempar gelas itu, ia tidak takut karena dia juga tau kalau reyhan tidak mungkin melempar gelas itu tepat pada wajah bena
"ini yang kamu bilang salah paham?" sinis reyhan mulai mendekati bena dengan memegang satu gelas kaca lagi, juga beberapa lembar kertas
"pak.. " ucap bena memelas
"apa?" sinis reyhan lagi kemudian melempar beberapa kertas yang ada di tangan nya satu per satu
"penggelapan dana rumah sakit, penyelundupan obat, menghilangkan bukti kejahatan" ucap reyhan seraya melempar kertas itu satu per satu tepat di wajah bena
"pak.. " ucap nya dengan tatapan memohon, dia sudah tidak peduli dengan harga diri nya lagi
"satu lagi.. perselingkuhan" ucap reyhan penuh penekanan dan melempar satu amplop terakhir
"mengaku sekarang atau gelas ini benar benar melayang di wajah mu itu" tegas reyhan dengan memamerkan gelas kaca yang ada di tangan nya
"sa-saya memang melakukan nya pak, tapi saya juga tidak sendi-" jawab bena terhenti karena mendengar teriakan shinta
"aww.. " pekik shinta kesakitan saat tangan dara meremas pergelangan tangan nya dengan kuat
"ini pasti gara gara kamu kan? kamu yang bikin aku di pecat kan?" tuduh dara yang semakin mengencangkan remasan nya
"LEPAS!" bentak reyhan dengan rahang yang sudah mengeras
tapi dara tidak menggubris bentakan reyhan sama sekali, dan saat reyhan ingin menolong gadis pujaan hati nya itu, shinta lebih dulu berdiri dengan tangan yang masih digenggam kuat, kemudian membalikkan badan dara dan mengunci nya
"aww.. lepaskan aku" teriak dara memberontak kan badan nya
reyhan yang melihat hal itu hanya tersenyum, dia sudah tidak kaget dengan shinta yang bisa melumpuhkan lawan karena mama nya sendiri yang bercerita tentang pertemuan pertama nya dengan shinta satu tahun lalu
"lepas" bentak dara lagi karena merasakan sakit di tangan nya
"aw.. " teriak dara karena tangan nya terasa semakin sakit
karena merasa kasihan, alhasil shinta melepas tangan dara karena merasa lawan nya itu sudah kesakitan
dara yang dilepaskan langsung membalikkan badan nya untuk menghadap shinta kemudian mengangkat tangan nya berniat untuk menampar gadis itu
"apa?" tanya shinta saat dia lebih dulu memegang tangan itu sebelum mengenai pipi nya
"aku sudah memaafkanmu dan memberikan kesempatan kedua untukmu, tapi justru ini balasan yang kudapat?" ucap shinta masih menggenggam tangan itu
"aku tidak tau apa alasan mu membenciku, tapi satu hal yang perlu kamu ingat, semua perbuatan akan menunggu pertanggung jawaban, termasuk hal ini, bukan aku yang membuatmu dipecat, namun kelakuan mu sendiri yang membuatmu kehilangan pekerjaan" sambung nya kemudian melepaskan tangan dara dan menepis nya
"dan untuk anda pak bena yang terhormat, ini juga balasan untuk anda karena melakukan korupsi, bukan hanya itu saja.. tapi anda juga memfitnah saya, saya tidak tau punya dendam apa anda terhadap saya" ucap shinta memandang bena yang masih berdiri dengan menyandar di tembok
"setelah keluar dari rumah sakit ini, silahkan meminta maaf pada istri yang begitu mencintai anda tapi justru anda menghianati nya, minta maaf lah pada nya, akui semuanya sebelum istri anda tau lebih dulu dan meninggalkan anda dengan membawa semua anak anak kalian" sambung nya tetap dengan penuh penekanan
bena yang mendengar penuturan shinta langsung membuka mulut nya "sa-saya minta maaf" ucap bena menunduk
"saya sudah memaafkan anda, tapi yang lebih penting sekarang perasaan istri anda" ucap shinta
"saya akan meminta maaf pada istri saya, namun ini terjadi juga karena dia yang menggoda saya terlebih dahulu" ucap pria berumur itu sambil menunjuk dara
"apa yang kamu katakan?" tanya dara emosi
"CUKUP!" bentak reyhan kembali menggema di ruangan itu
"kalian boleh membicarakan urusan pribadi setelah mengambil surat PHK dan keluar dari sini" ucap reyhan
__ADS_1
rendra kemudian menghampiri empat orang yang sedang berseteru itu, kemudian memberika surat PHK pada yang bersangkutan satu per satu
"tanpa pesangon?" gumam bena saat membaca surat itu
"masih untung saya tidak memenjarakan kalian berdua" sinis reyhan yang dapat mendegar gumaman bena barusan
sebenarnya dia ingin membawa kasus ini ke ranah hukum, tapi shinta yang menghentikan nya dan meminta agar kasus ini di selesaikan sendiri tanpa menyangkut pautkan meja hijau
"maaf pak" ucap bena menundukkan kepala nya
"SEKARANG KALIAN KELUAR!" teriak reyhan menunjuk pintu ruangan nya karena merasa kalau masalah sudah selesai
"tapi pak-" ucap dara terhenti
"SAYA BILANG KELUAR!" teriak reyhan sekali lagi, dia sudah muak dengan kasus ini
rendra yang gemas sendiri pun menarik kasar tangan bena juga dara agar keluar dari ruangan reyhan, tapi sebelum dua orang itu keluar
"pak bena.. perselingkuhan tidak akan terjadi apabila salah satu dari kalian menolak, jadi jangan saling menyalahkan dan lebih baik salahkan diri anda sendiri" tegas shinta
"dan untuk kamu.. sebelum berbuat sesuatu, lihat kebelakang dan lihat keluarga mu, pikirkan dulu tindakanmu akan membuat mereka kecewa atau tidak" ucap shinta pada dara yang sepertinya hanya dianggap angin oleh gadis itu
setelah memastikan kalau dua orang itu sudah pergi, rendra kembali masuk tanpa menutup pintu
"kamu bisa bela diri?" tanya rendra yang tadi melihat bagaimana shinta membuat dara tidak berdaya
"sedikit" jawab shinta menganggukkan kepala
"kalau jannah?" tanya rendra penasaran
"bisa, kami bertiga belajar bareng" jawab shinta yang memang kenyataan nya begitu, rendra yang mendengar nya pun kaget karena terlihat dari ekspresi nya, mungkin karena jannah pribadi yang ramah, anggun, jadi tidak ada yang menyangka kalau gadis polos itu juga bisa bela diri
"makanya, jangan macam macam sama dia!" goda shinta pada rendra
"ehem.." deheman keras terdengar dari reyhan
"kenapa pak?" tanya shinta heran
"saya dianggap nyamuk ya?" tanya reyhan jengah
"masa' ada nyamuk segede bapak?" goda shinta yang ingin mencairkan suasana tegang yang masih tertinggal karena kejadian barusan
"kamu nerima permintaan maaf ku kan?" tanya reyhan yang kembali menjadi kak reyhan
"terima nggak ya?.. " ucap shinta memegang dagu nya sendiri
"ayolah.. " pinta reyhan memohon, dia sudah tidak sabar mendengar jawaban dari bibir mungil itu
"tapi ada syarat nya, kamu harus nurutin apapun yang aku minta nanti" ucap shinta dengan senyum smirk nya
"oke" jawab reyhan tanpa menaruh curiga sama sekali
"deal ya..?" tanya shinta sekali lagi
"deal, aku gak pernah ingkar janji" jawab reyhan yakin
"oke, kalau gitu aku balik dulu, mau ngasih salep ini sekalian, permisi..." ucap shinta seraya keluar dari ruangan reyhan karena ingin mengoleskan salep di tangan nya
*gak sabar aku buat ngerjain kamu kak.. aku ngerjain kamu, dan jannah ngerjain rendra* batin shinta tersenyum geli dengan kaki yang terus melangkah di koridor rumah sakit
__ADS_1
bersambung