
beberapa menit setelah menempuh perjalanan, mereka akhirnya sampai di pekarangan rumah shinta, namun ada yang lain malam ini
di teras terlihat jelas ajudan yang berdiri tegak sambil menatap reyhan dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang sulit di artikan
"pasti dia marah" ucap shinta yang melhat ajudan nya sebelum turun dari mobil reyhan
"aku yang menculik adik gadisnya, jadi aku juga yang akan bertanggung jawab" ucap reyhan
"dari mana aja kak?" tanya ajudan yang melihat shinta turun sambil menggendong sisil
"cuman pergi ke restoran aja kok" jawab shinta berdiri di samping ajudan nya
"lihat sekarang jam berapa" perintah ajudan yang dilaksanakan kedua nya
tertera jam 9 malam di arloji masing masing, shinta tau kalau ini sudah malam, begitu juga dengan reyhan
"iya, ini udah malam, tapi kakak gak berniat pulang jam segini kok, nanti kakak ceritain ada kejadian apa aja tadi" ucap shinta meyakinkan adik nya
"kakak masuk gih, jangan tidur dulu tapi" ucap ajudan yang kasihan melihat sisil tertidur
"kamu mau melakukan sidang di teras?" tanya shinta heran
"iya, malam malam gini aku gak mau ya bawa tamu laki laki masuk rumah" jawab ajudan nya
"terserah deh, udah aku ke dalam dulu kak, dek" pamit shinta seraya masuk ke dalam rumah, dia tidak peduli dengan reyhan yang mau dia apakan oleh adik nya, karena dia sudah tau kalau reyhan pasti bisa mengatasi nya sendiri
"gimana gimana gimana?" tanya jannah yang memang menunggu shinta pulang di ruang keluarga sedari tadi
"lo pasti kaget pas tau cerita gue nanti" jawab shinta yang sudah meletakkan sisil di kamar nya
"ya buruan cerita" desak jannah yang memang sudah tidak sabar
"nanti, nunggu ajudan gue masuk" jawab shinta seraya membuka ponsel nya
sedangkan di teras rumah, terdapat ajudan yang masih menatap reyhan dengan tajam
"kamu tau kan kalau ini udah malam?" tanya ajudan dengan nada tegas nya
"iya, aku tau, aku minta maaf karena tadi juga ada kejadian yang memuat mengharuskan kami lama di sana" jawab reyhan tanpa nada takut karena dia tau kalau ini resiko mencintai seorang gadis yang mempunyai ajudan galak
"lain kali jangan bawa kakak ku di malam hari, itu gak baik" tutur ajudan tetap dengan nada tegas nya
"baik" ucap reyhan yang hanya menurut saja, dari pada nanti dia tidak mendapatkan lampu hijau
"apa kamu menyetujui kalau aku menyukai kakak mu dan ingin membawa ini ke jalan yang lebih serius?" tanya reyhan
"apa kamu serius dengan ucapanmu?" tanya ajudan balik
"aku serius" jawab reyhan
__ADS_1
"kamu tau semua tentang kakak ku?" tanya ajudan yang tidak yakin
"aku tau, tapi ada satu yang belum ku ketahui sampai sekarang" jawab reyhan
"kamu akan menemukan lebih banyak fakta lagi ketika dia siap menceritakan nya padamu" ucap ajudan yang membuat reyhan bingung
"maksudnya? dia punya lebih banyak rahasia lagi selain trauma?" tanya reyhan mengerutkan alias nya
"jangan di pikirkan, lambat laun dia pasti akan bercerita" jawab ajudan
"baiklah, tapi aku serius dengan ucapanku tadi" ucap reyhan kembali membahas keseriusan nya
huftt
"jika kamu memang serius, yakinkanlah kakak ku hingga aku sendiri yakin dengan mu" ucap ajudan
"hanya aku yang mengetahui segala sesuatu tentang kakak dari pada saudaraku yang lain, aku adik nya, orang yang menjaga nya, orang yang menyayangi nya, meskipun nanti dia menikah, aku akan tetap menjaganya karena selain bunda ku, dia salah satu perempuan yang paling berharga untuk ku" sambung ajudan yang hanya di dengarkan oleh reyhan
"dan jika kamu sampai menyakiti nya sekali saja, aku sendiri yang akan turun tangan dan membalas semua perbuatan mu" sambungnya lagi tetap dengan nada yang tegas
"aku akan berusaha untuk tidak menyakiti nya, tapi apa berarti kamu memberikan restu padaku?" tanya reyhan
"ini bukan restu, tapi hanya sekedar lampu hijau, aku masih ingin melihat, sejauh apa kamu berjuang untuk kakak ku" ucap ajudan
"aku akan berjuang, sampai aku mendapat restu dari mu" ucap reyhan yakin
"bukan hanya dariku, tapi juga dari orang tua ku, beserta kakak dan adikku" ucap ajudan mengingat dia punya banyak saudara
"oke, pembicaraan selesai sampai di sini, ini sudah malam, sebaiknya kamu pulang dan tetap jangan melupakan ucapanku barusan" ucap ajudan
"baik, aku pulang dulu, assalamu'alaikum" pamit reyhan
"waalaikumsalam" jawab ajudan yang melihat mobil reyhan perlahan menjauh dari rumah shinta, kemudian dia menutup gerbang dan masuk ke dalam rumah
saat ajudan masuk ke dalam rumah, terlihat shinta yang setia dengan benda layar kotak, dan jannah yang melhat televisi
"monggo cerita kak" ucap ajudan seraya duduk di samping kakak nya
"iya iya" ucap shinta seraya menutup laptop nya
"buruan cerita" ucap jannah mematikan televisi agar dapat mendengar cerita shinta dengan seksama
"kalian tau apa yang bikin aku lama tadi di restoran?" tanya shinta yang menjawab gelengan kompak dari jannah juga ajudan nya
"aku tadi ketemu mama riana" ucap shinta yang bercerita setengah setengah
"trus apa hubungannya sama pak rey?" tanya jannah, sedangkan ajudan hanya menyimak saja
"jadi... kak rey itu anak nya mama riana" ucap shinta
__ADS_1
"oohh" ucap keduanya kompak, tapi kemudian
"apa?" spontan mereka berdua berteriak mendengar cerita shinta barusan
"jadi, pak rey itu anak nya tante riana? orang yang selama ini nganggap lo anak nya?" tanya jannah yang di jawab anggukan oleh shinta
"tante riana yang pernah aku temui waktu itu?" tanya ajudan yang memang mengetahui tentang mama riana saat dia bertemu dengan wanita itu
"iya, aku juga awal nya gak tau, baru tau ini tadi" ucap shinta mengedikkan bahu nya
"wahh, gak nyangka, dunia selebar daun kelor" ucap jannah
"iya" jawab shinta yang hanya mengaggukkan kepala
"tapi kak, aku dengar kakak mau ke bali minggu ini?" tanya ajudan
"iya, mau ikut?" tanya shinta balik
"gak mau ah, mending jaga rumah" ucap ajudan
"kayak setan aja penunggu rumah" cibir shinta menggelengkan kepala
mereka bertiga pun berbincang sesekali melemparkan candaan, tampak raut muka bahagia di wajah masing masing, namun berbeda dengan reyhan yang saat ini sedang membujuk mama nya
"apa sih re?" ucap mama riana jengkel dengan anak nya yang sedari tadi merengek pada nya di ruang keluarga
"mama tau kan semaunya tentang shinta? termasuk trauma dia?" selidik reyhan
"ya, mama tau" jawab mama riana apa adanya
"cerita in sama re dong ma, re ingin tau tentang trauma itu" ucap reyhan memohon
"ck, mama gak bisa re, ini privasi dia" ucap mama riana menolak
"tapi ma- " belum selesai reyhan mengucapkan kalimat nya
"udah pokok nya mama gak mau, kamu jangan khawatir, cepat atau lambat dia juga pasti cerita sama kamu" potong mama riana
"yaudah iya, tapi sekarang ceritakan hal hal tentang shinta ma" ucap reyhan mengalah
"hal hal yang gimana sih?" tanya mama riana bingung
"ya hal hal kecil seperti kesukaan nya, hobi, atau apapun itu" jawab reyhan
"oke, mama akan cerita" ucap mama riana pada reyhan yang duduk di sofa ruang keluarga dan siap mendengar semua cerita dari mama nya
Bersambung
maaf karena jalan ceritanya memang author bikin pelan pelan, soal nya author juga butuh waktu untuk mempersiapkan konflik nya
__ADS_1
salam hangat☺