Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
Extra part 3


__ADS_3

Happy Reading


💐💐💐💐💐💐


Henry dan Arga menyiapkan liburan bersama, bertepatan dengan libur sekolah El dan Lintang. Mereka memboyong seluruh keluarganya untuk berlibur di Lombok. Hotel and resort miliknya. Namun rencana itu hanya tinggal rencana. Mereka harus terbang ke London. Kondisi Ama semakin menurun, ia ingin bertemu Baby Al dan Arlan.


"Boleh nggak, Aku dan Arlan, dirumah aja. Kalian yang pergi." ujar Wulan. Ia masih ingat betul bagaimana rasanya naik pesawat dalam waktu yang lama.


"Waktu itu baru pertama kali. Sekarang ini menggunakan jet pribadi. Waktu tempuh akan lebih cepat. Dan Kamu gak perlu risau, ada Arlan yang akan menghibur kita." Arga mengusap pucuk kepala putra lecilnya. Namun sekarang ini Arlan sedabg aktif-aktifnya berjalan. Ia seperti tak ada lelah.


"Tapi, Aku, takut menyusahkan kalian." Wulan masih enggan pergi, tetapi Arga terus membujuknya. Lagi pula, Ama selalu baik padanya, Wulan tak ingin membuatnya kecewa. Terlebih saat ditelepon, Ama selalu mengatakan usianya hanya tinggal menghitung hari.


"Baiklah. Kita berangkat besok lusa." Arga mengusap lengan istrinya. Bersama Arlan yang terus berceloteh dengan biskuit dimulutnya. "Aku akan memimta Alvin untuk memberimu pereda mabuk." Wulan bergelayut dilengan Arga, Wulan sangat bersyukur Arga sangat pengertian padanya dan juga Arlan.


...----------------...


Di kamar Henry, Adel sedang mempersiapkan keperluan mereka selama di London nantinya. Terutama keperluan El dan Al. Semuanya harus disiapkan sedetail mungkin, disana pasti cuacanya sangat berbeda dengan Jakarta. Apalagi Baby Al, yang baru pertama kali pergi ke negara 4 musim. Akan sangat merepotkan jika tidak disiapkan dengan baik.


"Sayang, udah selesai belum? Sepertinya, Baby Al mengantuk. Sebaiknya Kau tidurkan Al dulu." Henry membawa Baby Al yang rewel, sesekali mengusap matanya.


"Iya, tunggu sebentar, Dad. Tinggal sedikit." ujarnya, Adel sudah selesai berkemas. Ia menyimpan koper yang berisi perlengkapan Al dan juga dirinya dan Henry dalam tempat yang berbeda. Untuk memudahkannya nanti saat memerlukan sesuatu.


"Mamamama.... uhuuu huuu..." tangan Al berusaha menggapai Mami Adel yang baru saja menyimpan koper disudut ruangan.


"Uunccchhh, sayangnya Mami. Kemari, Sayang, kita bobok ya." Adel merentangkan kedua tangannya, meraih Al dari Daddy Henry. Ia menimangnya ke atas. Sehingga Baby Al tertawa kegirangan.


"Hmm... Sama Mami langsung aja tertawa girang. Giliran sama Daddy, sebentar udah ngambek." Sindir Henry, ia merasa cemburu pada sikap anak perempuannya yang tak begitu dekat dengannya. Justru lebih nyaman berlama-lama dengan Mami Adel.


"Ayolah, Dad. Jangan bilang cemburu denganku." Adel terkekeh melihat suaminya cemburu dengan hal kecil seperti itu. Adel mendekap Al dan mengusap punggungnya. Al belum lama minum susu, jadi tak membutuhkan waktu lama untuknya sudah terlelap dengan menghisap jarinya.


"Siapa yang cemburu, Mam?" Henry mendaratkan tubuhnya disofa yang tak jauh darinya. Menatap Al yang begitu cepat tertidur dalam dekapan istrinya. Henry menarik sudut bibirnya keatas, membentuk seringai licik. Al sudah tertidur, waktunya bermanja dengan sang istri. Sudah lama ia tak bermesraan dengan istrinya semenjak ada Baby Al ditengah keluarga mereka.

__ADS_1


"Ssttt... Nanti Al terbangun." Adel mengisyaratkan Henry untuk diam. Ia merebahkan putrinya dengan perlahan. Menaruh bantal guling disebelahnya.


Perlahan Henry mnelusupkan tangannya dibalik pakaian Adel. Menngedus aroma sabun yang bercampur dengan wangi khas tubuh Adel. Rasanya Henry enggan beralih dari aroma yang telah membuatnya candu. "Al sudah tidur?" bisiknya ditelinga Adel. Henry sengaja meniup tengkuk Adel. Membuat sang empunya meremang.


"Dad, Nanti Al bangun." Adel mengalihkan tangan Henry. Ia menjauhkan diri dan beranjak menjauh.


"Diam! Kalau Kau bicara lagi, Al akan benar-benar terbangun." Henry segera membungkam bibir chery yang begitu cerewet hari ini. Ia tak ingin lagi membuang kesempatan. Henry mengangkat tubuh istrinya yang terlihat berisi ke atas ranjang. Dan sang jendral meminta jatah buka puasanya.


...****************...


Keesokan paginya, Keluarga Arga dan Keluarga Henry sudah bersiap untuk penerbangan mereka. Mommy Amel dan Daddy Abimanyu bersama Lintang sudah berangkat dua hari sebelumnya. Begitu mendengar kesehatan Ama menurun, mereka tak menunggu waktu lagi. Tuan Abimanyu memutuskan untuk terbang malam itu juga.


Sedangkan Henry dan Arga, masih harus menyelesaikan pekerjaan mereka. Selama Henry dan Arga tak ada, Nathan dan Bejo yang menghandle semua pekerjaan mereka. Dibantu beberapa orang kepercayaan Henry tentunya. Meski bisa pergi bersama, nantinya Arga akan kembali lebih awal karena masih ada pekerjaan yang tak dapat diwakilkan.


Semuanya bisa mengerti, tak terkecuali Wulan. Ia harus rela sering ditinggalkan kerja lembur. Bahkan terkadang keluar kota sampai menginap. Masih ada Mommy Amel yang menemaninya dirumah.


Perjalanan berjalan lancar, Wulan juga tak merasakan mabuk kendaraan seperti sebelumnya. Ia sudah menyiapkan sebelumnya. Dan juga berkat Arlan yang selalu bertingkah lucu padanya.


"Seneng, udah gak takut naik pesawat." sindir Adel. Ia berjalan disampingnya bersama Baby Al dalam dekapannya. Juga El yang berjalan disampingnya.


"Mami, El pernah kesini nggak?" tanya El.


"Tentu, Sayang. Tapi saat itu, Kamu baru sebesar Al. Jadi masih belum mengerti.


"Gitu ya? Rumah Ama masih jauh nggak?"


"Kenapa? El sudah tak sabar bertemu Ama?"


"No.. El mau bobok ajah. Capek, Mami." Adel dan Wulan terkekeh mendengar keluhan El. Padahal dalam perjalanan El hanya bermain, makan dan tidur. Tak melakukan apapun, tapi masih mengeluh.


"Arga dan Henry sudah di depan, menunggu mobil yang akan menjemput mereka. Sedangkan para ibu-ibu dan anak mereka menunggu di tempat yang teduh.

__ADS_1


Masih harus naik mobil untuk bisa sampai di mansion Ama. Tak terlalu jauh, namun cukup membuat lelah. Al dan El tertidur, karena hari sudah malam saat mereka sampai ditempat tujuan. Henry membawa El yang tak kunjung membuka matanya meski sudah dibangunkan beberapa kali. Begitu juga Arlan. Tapi tidak dengan Al, Bayi itu justru terbangun.


"Kalian istirahat dulu, Mom akan siapkan makan malam untuk kalian." Mommy Amel meminta anak, menantu serta cucunya untuk membersihkan diri dikamar mereka masing-masing.


"Cucu Apa. Berikan padaku." Tuan Abimanyu membawa Al untuk bermain. Ia juga merindukan cucu bungsunya yang baru bisa berjalan ini. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan selalu membuatnya rindu.


"Baik, Dad." Adel menyusul Henry ke kamar mereka. El sudah terbangun saat Adel masuk.


"Mami, dimana Al?" yang pertama ditanyakan adalah adiknya. Jika tak ada dicari, padahal El seringkali membuat adiknya menangis.


"Main Sama Apa, El ganti baju dulu yukk. Nanti temui Al dan yang lain." El mengangguk, ia segera berganti pakaian sendiri, setelah sebelumnya membersihkan diri dengan air hangat. Bagaimanapun, perjalanan panjang membuat tubuhnya tak nyaman.


"El aja nih? Daddy nggak?" Adel mendengus sebal, Sikap Henry yang kekanakan terlihat lucu namun menyebalkan. Selalu saja merasa cemburu dengan anak sendiri.


...----------------...


...****************...


...----------------...


Kaget ya, ada notif up lagi...


Thor mau ingatkan nih, Kak Rey sudah rilis loh. Ada di lapak barunya thor. Dengan judul TERJERAT CINTA SEMU. Ayo ayo di colek lapak barunya ya. Jangan lupa tambahkan ke daftar favorit ya. Pencet lope ♥️, kasih bitang 5 dan jangan lupa vote voucher juga vote hadiah.


Cuss merapat ya kakak. Nah gini nih cover Terjerat Cinta Semu.


 


 


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2