Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
Jangan Gegabah!


__ADS_3

HAuthor ucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan yang diberikan untuk Baby El.


 


 


Semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote yah.


 


 


Happy Reading


 


 


💐💐💐💐💐💐💐


 


 


Telepon dimatikan sepihak, Adel sangat terpukul, karena tak dapat menjaga ibunya dengan baik. Air matanya terus beruraian, baru kemarin dia bertemu ibunya, tetapi sekarang dia dalam bahaya karena dirinya.


 


 


Rapat direksi telah usai, Arga mengecek benda pipih persegi panjang di kantong celananya. Sedari tadi benda itu bergetar, namun karena rapat penting Arga hanya mengganti mode silent.


 


 


Arga mengenyit, ada banyak sekali panggilan dari Bejo dan Nyonya Amel. Ada apa mereka menghubunginya? pikirnya.


 


 


"Ga, apa Mommy menghubungimu?" tanya Henry.


 


 


"Ya Tuan, bahkan Bejo juga menghubungi saya beberapa kali" ucap Arga.


 


 


"Kau hubungi Bejo, aku akan bertanya pada Mommy ada apa sebenarnya".


 


 


Keduanya sibuk dengan gawai masing-masing. Arga menghubungi Bejo beberapa kali, namun tak ada jawaban. Begitupun Henry, Mommynya tak menjawab panghilannya.


 


 


"Hubungi siapapun dirumah!" perintah Henry, wajahnya menyiratkan kepanikan. Ada sesuatu yang terjadi dimansion.


 


 


"Dan ya, lacak GPS Bejo" Henry menuju ruangan Daddy nya, ternyata sudah kosong. Menurut Lili, sekertaris Tuan Abimanyu, beliau sudah meninggalkan ruangan 30 menit yang lalu.


 


 


Henry menelpon ke telepon rumah, seorang pelayan mengangkatnya, dengan suara bergetar, dia melaporkan kekacauan yang terjadi dimansion.


 


 


Henry mengepalkan tangannya, hingga buku jarinya memutih. Ia menggertakkan giginya, menahan amarah.


 


 


Terlebih Arga juga memberi tahu, Adel menghilang di apartement ibunya.


 


 


"Ga, kau tetaplah disini, dan terus kabari aku tentang Bejo, aku harus segera pulang" Henry meninggalkan Arga dalam kebingungan.


 


 


"Arrrgghhhhh apa yang sebenarnya terjadi?" Arga memijat pelipisnya. Satu masalah baru selesai dan ini ada lagi, dalam waktu sehari.


 


 


"Dasar wanita gila, beraninya meninggalkan El dirumah, dan sekarang menghilang entah kemana. Aku pasti akan menghukum mu" Henry terus mengumpat. Dia melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan tinggi.


 


 


Tuan, kau tak boleh gegabah, kita harus menyusun rencana yang matang. Kita harus bisa membalikkan keadaan.


 


 


Henry melihat Adel sedang menaiki taxi, namun ia juga harus pulang, El membutuhkannya. Ia menepikan mobilnya.


 


 


"Ga apa kau sudah mengaktifkan GPS si wanita gila?" tanya Henry setelah panggilan terhubung.

__ADS_1


 


 


"Ya Tuan, saya mengerti maksud Anda" ucap Arga, dia menghubungi kawanannya, untuk mengikuti Adel diam- diam.


 


 


"Baiklah, aku segera pulang" Henry hendak menutup panggilan.


 


 


"Tuan tunggu dulu, Anda harus membuka hasil penyelidikan ku, kita tak boleh gegabah atau Tuan Muda Kecil dalam bahaya".


 


 


Tanpa menjawab, Henry segera membuka file dalan smart phone nya. Henry semakin geram, ternyata dia macan berbulu kelinci.


 


 


Henry kembali melajukan mobilnya, kali ini hanya dengan kecepatan sedang. Dia mengikuti rencana Arga. Dia juga sudah menghubungi Tuan Abimanyu, agar tetap menjaga El apapun yang terjadi. Tetapi nomornya tak bisa dihubungi.


 


 


Henry tiba tepat waktu, Baby El sedang menangis ketakutan, Nyonya Amel dan Ama sedang berpelukan. mereka tertidur disofa depan.


 


 


Namun sebelum tak sadarkan diri, Nyonya Amel menyadari ada yang tidak beres. El juga terus menangis, seharian ini El ngambek. Dia diam-diam menyuruh pelayan menghubungi Henry melalui telepon rumah. Tetapi telepon lebih dulu berdering, Rena tak mengetahuinya. Dia sedang sibuj menelepon seseorang.


 


 


Sementara Tuan Abimanyu belum juga sampai dirumah, padahal sudah satu jam lamanya.


 


 


Bejo belum kembali, karena bertugas mencari keberadaan Adel. Sasa dan Sisi terkapar tak berdaya. Hanya beberapa pengawal dirumah, itupun berhasil dikalahkan, bukan dengan tenaga, tetapi makanan mereka diracuni.


 


 


Hanya satu orang yang tersenyum bangga, Rena. Yah dia dalang dibalik ini semua.


 


 


"Hahahaaa... Rasanya sangat menyenangkan, bisa melihat keluarga sultan ini ketakutan" Dia menyeringai. Merasa permainannya berhasil, Rena membawa El keluar mansion dengan leluasa.


 


 


 


 


"Noooooo Mammmmmm... Noooooo" teriak El, bayi itu terus meronta. Tak ingin digendong Rena.


 


 


"Heh bayi, diamlah! aku akan membawamu pada mommy mu itu" suara Rena meninggi. El semakin ketakutan, Mendengar bentakan Rena. Dia terus memanggil mami nya, Adel.


 


 


"Maaaaammmm, Nooooo maaaamm yoooonnnn" El terus saja menangis, mungkin dia meminta tolong.


 


 


"El, Daddy tak akan membiarkan siapapun menyakitimu, ini terakhir kalinya, daddy janji, akan selalu membahagiakanmu" Henry mengusap kasar buliran bening, yang mengalir begitu saja dari sudut matanya.


 


 


"Ga kau sudah siap?" kata Henry dengan suara bergetar.


 


 


"Ya Tuan, sekarang waktunya" Arga memberi aba aba pada anak buahnya.


 


 


Mereka bergerak dengan sangat hati-hati, saat Rena lengah, beberapa anak buah Arga menyerangnya. Tanpa pikir panjang, Henry berlari, mengambil El dikursi penumpang. Dia langsung medekap putranya, berlari sejauh mungkin menuju mobilnya.


 


 


Arga bergerak, dia menyuntik obat bius pada Rena. Seketika Rena luluh tak berdaya, anak buah yang lain segera mengikat dan lakban mulut Rena.


 


 


"Bawa dia ke markas, jangan biarkan dia lolos" perintah Arga.


 


 

__ADS_1


"Baik Tuan" keempat pengawal bayangan Arga meninggalkan mansion.


 


 


"Cih hanya segitu kemampuan mu" Arga berdecih.


 


 


Selama ini, Arga sudah menaruh curiga pada Rena, namun ia tak memiliki bukti. Begitupun Tuan Abimanyu, yang menyadari adanya sesuatu yang tidak beres. Untuk itulah dia menaruh micro camera dibeberapa tempat.


 


 


Rena tak menyadari itu, karena fokusnya hanya kamera CCTV rumah, dia mengendap masuk dan mematikan sistem, saat dirinya beraksi. Bukan hal yang sulit, dia seorang dokter, hanya perlu memberi penjaga kopi, yang telah dicampur obat bius. Bukan kopi sianida yeee.


 


 


Begitupun perihal terjatuhnya Adel, dia sengaja merusak ujung sepatu heels nya. Dan merekam adegan ditangga, namum ia tak bekerja sendiri. Ada Mr. X dibalik ini semua.


 


 


Rencananya berhasil, untuk mengecoh para Sultan. Begitupun Adel, yang sengaja diasingkan. Agar tak menghalangi rencananya.


 


 


...----------------...


 


 


Sementara Adel, dia berhasil sampai dialamat yang diberi tahukan penelpon asing.


 


 


Sepi, tak ada hawa manusia disana, karena ini adalah kawasan hutan lindung.


 


 


"Ini gak ada tempat yang lebih elite apa? Suka banget penjahat sembunyi ditempat ginian, kan hororr, mana bentar lagi malem" Gerutu Adel.


 


 


"Coba kalau di mall, tempat wisata, atau rumah makan, kan enak bisa jepret sana sini, lah ini cuma ada pohon dimana mana. Dasar penjahat gak modal, mau nya untung tapi gak mau rugi".


 


 


"**** sekali nasibku\, harus mendatangi tempat seperti ini" Adel terus saja menggerutu sepanjang jalan. Padahal dalam hatinya sangat takut\, tangannya mengepal erat kakinya sedikit bergetar. Namun ia coba untuk melawannya.


 


 


Ponselnya kembali berdering, nomor baru, tapi bukan nomor yang tadi menghubunginya. Adel mengabaikannya.


 


 


"Bagaimana? Apa dia menjawab panggilan telepon mu?" tanya Henry.


 


 


"Tidak Tuan, tapi malah diriject" Arga mengedikkan bahu.


 


 


"Ya sudah biarkan saja, ini semua kesalahannya sendiri, meninggalkan El seenaknya sendiri" ucap Henry kesal.


 


 


"Tapi Tuan..." Arga tak lagi berucap.


 


 


"Kau urus saja dia, aku akan menidurkan El" Henry membawa El yang kelelahan menangis. Dia juga sepertinya sedikit trauma.


 


 


Dokter Alvin sampai dimansion, dia sangat menyesal karena menaruh orang yang salah. Beruntunglah Henry tak memperpanjang masalah. Namun ia harus mencarikan ganti orang untuk menjaga El, yang akan diseleksi langsung oleh dirinya.


 


 


Suasana dimansion sudah terkendali, Ama dan Nyonya Amel sudah siuman begitupun kedua penyedap rasa itu. Serta semua pengawal, Tuan Abimanyu baru saja sampai. Ada yang sengaja menghalangi jalannya.


 


 


TBC


 


 


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2