Ibu Untuk Tuan Muda

Ibu Untuk Tuan Muda
Nomor Tak Dikenal


__ADS_3

Hai readers, author ucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan yang telah diberikan.


 


 


Yang belum semoga berkenan meninggalkan jejak like komen dan vote yah.


 


 


Terus ikuti keseruan Baby El.


 


 


Happy Reading


 


 


💐💐💐💐💐💐💐


 


 


"Apaa?" Tuan Abimanyu menggebrak meja, baru saja Tuan Edric mengabari, bahwa keadaan perusahaan disana dalam kekacauan. Dan Tuan Abimanyu harus segera ke London.


 


 


"Ada apa Dad?" Tanya Nyonya Amel.


 


 


"Mom aku harus ke London malam ini juga".


 


 


"Kenapa mendadak sekali Dad?" tanya Nyonya Amel.


 


 


"Ada masalah serius disana, berita itu berdampak pula pada perusahaan disana. Padaha Arga sudah berhasil meredam nya disini" Tuan Abimanyu sangat marah. Namun ia juga tak bisa menyalahkan Henry, karena itu hanyalah sebuah kecelakaan.


 


 


"Lalu apa yang harus kita lakukan Dad?" Nyonya Amel bersedih. Ia baru saja melihat putra bodohnya sedikit bahagia, tetapi malah berakhir seperti ini.


 


 


"Arga, Nathan, yah aku harus menghubungi mereka".


 


 


Tuan Abimanyu meraih gagang telepon, hanya deringan pertama Arga menjawabnya. Ia juga menghubungi Henry, padahal saat itu Henry sedang ada tamu.


 


 


"Son, kumpulkan semua direksi, kita rapat dua jam lagi" katanya.


 


 


"Baik Dad, saya sudah memerintahkan Arga menghubungi mereka, dalam satu jam kita bisa adakan rapat" ucap Henry.


 


 


"Kerja bagus son, siapkan juga presentase mu son".


 


 


"Yes Dad, kau tak perlu cemas, kita pasti bisa melewatinya".


 


 


"Daddy percaya padamu son" kemudian Tuan Abimanyu menutup panggilan telepon.


 


 


Henry menemui tamunya kembali, dia adalah calon investor yang merasa dirugikan. Dengan adanya berita tentang CEO HS Gruop yang beredar.


 


 


Dengan telaten Henry berhasil meyakinkan, bahwa itu hanyalah kesalah pahaman. Ia juga mengatakan wanita itu ibu dari El, putranya. Investor itu percaya dan melanjutkan niatnya.


 


 


Setelah kepergian tamu itu, Henry keruangan Tuan Abimanyu, diikuti Arga dan Nathan.


 


 


"Apa kalian ada rencana lain?" tanya Tuan Abimanyu, setelah mereka duduk di sofa ruangannya. Nyonya Amel sudah pulang, dia harus menyiapkan keperluan suaminya.


 


 


"Ya Tuan, saya sudah berhasil melacak alamat IP yang itu, dan jika dihubungkan dengan micro camera, semua berkaitan satu sama lain" jelas Arga.


 


 


"Saya dan Nathan juga berhasil meretas data dari alamat IP tersebut, serta menanam virus trojan disana" sambungnya.


 


 


“Begitu ada infiltrasi, bisa dilakukan blocking, intrusion prevention, sehingga setiap trafik keluar masuk jaringan diinspeksi untuk memastikan tak ada data sensitif yang keluar,” ucap Nathan.


 


 


"God Job, saya bisa percayakan HS Gruop pada kalian, saya harus berangkat ke London malam ini juga".


 


 


"London?" tanya Henry.


 


 

__ADS_1


"Yah, ucle Edric menghubungi daddy, ada masalah disana yang cukup serius".


 


 


Arga dan Nathan saling berpandangan, pasti ada yang tidak beres, pikir mereka.


 


 


"Maaf Tuan, sebaiknya Nathan ikut bersama Anda" ucap Arga.


 


 


"Tak apa kalian bereskan masalah disini dulu" Tuan Abimanyu menolak.


 


 


"Kurasa Arga benar Dad, sebaiknya Nathan ikut, Mommy biar menjaga El dan Ama" ucap Henry.


 


 


"Saya setuju Tuan, kita tak boleh meninggalkan Tuan Kecil El tanpa pengawasan" ucap Nathan.


 


 


"Yah kau benar, baiklah, kita berangkat jam 20.00 malam. Kau bersiaplah dulu".


 


 


"Baik Tuan, setelah rapat dengan direksi selesai, saya segera berkemas" ucap Nathan.


 


 


"Hmmmm, kalian juga bersiaplah" ucapnya ada Henry dan Arga.


 


 


"Baik Dad".


 


 


"Baik Tuan". ucap ketiga orang itu bersamaan.


 


 


Rapat direksi berjalan alot, banyak pihak yang menyalahkan Henry, bahkan menyudutkannya. Namun tak sedikit pula yang mengerti, mereka mendukung rencana yang disampaikan Henry.


 


 


Henry kembali berpidato panjang, menjelaskan langkah agar nilai saham kembali normal. Jadi tak perlu mengambil saham mereka di HS Gruop. Akhirnya mereka setuju, dengan berbagai pertimbangan tentunya.


 


 


...----------------...


 


 


 


 


Adel sendiri masih merasakan nyeri di pergelangan kakinya, tetapi dia juga tak tega mendengar ibu nya sakit.


 


 


"Rena, aku harus pergi, Ibuku sakit" ucap Adel.


 


 


"Kan ada yang merawat ibumu" Rena sedikit heran.


 


 


"Iya Ren, tapi dia sedang izin, keluarganya ada yang meninggal".


 


 


"Tapi kamu harus istirahat Del".


 


 


"Iya aku tahu, tapi aku sudah tidak apa apa Ren, sungguh".


 


 


"Terserah kamu saja, tapi kamu harus izin Nyonya Amel" ucap Rena.


 


 


"Yah, kau temanilah El disini, aku akan segera kembali" Adel segera berganti pakaian, dan menuju kamar Nyonya Amel. Dia diberi tahu Rena bahwa Nyonya dikamarnya.


 


 


Tokkk Tokkk Tokkk


 


 


Suara pintu diketuk, tak lama pemilik kamar keluar.


 


 


"Ada apa Del?" tanya Nyonya Amel.


 


 


"Begini Nya, ibuku sakit dan perawat yang menjaga ibu sedang izin, jadi saya harus melihat keadaan ibu" jelas Adel.


 


 


"Tapi saya juga harus berkemas, karena harus ke London" Nyonya Amel merasa bimbang.

__ADS_1


 


 


"Saya mohon Nya, saya tak akan lama, saya akan segera kembali" ucap Adel memelas.


 


 


"Baiklah, tapi segeralah kembali, lagi pula kakimu belum sembuh betul".


 


 


"Baik Nya, saya pamit" ucap Adel.


 


 


"Tunggu, kau ajaklah Sisi atau Sasa" ucapan Nyonya Amel membuat Asel menoleh.


 


 


"Tak apa Nya, saya bisa sendiri, hanya ketempat ibu" Adel menolak.


 


 


"Baiklah tapi harus diantar Bejo".


 


 


Dengan enggan Adel mengiyakan permintaan Nyonya Amel. Perasaan Adel sangat takut, takut jika terjadi sesuatu pada ibunya.


 


 


Dalam perjalanan tak ada yang berniat memulai pembicaraan, mereka saling terdiam. Hingga tiba di parkiran apartment.


 


 


"Nona, kita sudah sampai" ucap Bejo.


 


 


"Terima kasih Jo, kamu kembalilah, nanti saya kabari lagi" Adel segera masuk, menuju tempat ibunya berada.


 


 


"Tapiii Nona, saya harus menunggu disini" rupanya Adel tak mendengar Bejo, dia terlalu fokus, ingin segera bertemu ibunya.


 


 


Tanpa mengetuk pintu, Adel nyelonong masuk, namun ibunya tak ada disana. Dia mencari kesetiap sudut ruangan, tak ada siapapun.


 


 


Adel semakin panik, dia mencoba menghubungi nomor ibunya, namun selalu dialihkan. Tunggu dulu, Adel baru sadar, bahwa yang menghubunginya tadi nomor asing. Bukan nomor ibu yang biasanya.


 


 


"Arrggghhh apa yang sebenarnya terjadi?" Adel menggeram frustasi.


 


 


Tak lama ponselnya kembali berbunyi, nomor yang tadi. Adel langsung menggeser ikon hijau pada ponselnya.


 


 


"Haloooo, ibuu dimana sih? Adel sudah sampai di apartement, apa ibu baik- baik saja? tolong jawab Adel bu" Adel memberondong ibunya dengan pertanyaan.


 


 


"Hahahaaaa... Sabarlah Nona, jangan terburu-buru" ucap seseorang diseberang sana.


 


 


"Siapa kau? Mau apa hah? Dan dimana ibuku?" tanyanya beruntun.


 


 


"Ibu? Mana ku tahu, dan aku bukan ibumu".


 


 


"Lalu dimana ibu?" Suaranya melemah, Adel jatuh terduduk, tubuhnya lemas seketika. Pikiran buruk berkecamuk dalam hatinya.


 


 


"Nona kau tenanglah, ibumu aman bersamaku, jika kau ingin ibumu selamat, datanglah ke jalan ABC malam ini sendiri". ancam suara itu.


 


 


"Ingat sendirian, dan jangan beri tahu siapapun, atau ibumu hanya tinggal nama. Hahahaaa".


 


 


Tuttt tuttt


 


 


Telepon dimatikan sepihak, Adel sangat terpukul, karena tak dapat menjaga ibunya dengan baik. Air matanya terus beruraian, baru kemarin dia bertemu ibunya, tetapi sekarang dia dalam bahaya karena dirinya.


 


 


Segini dulu yahhhh


 


 


TBC


 


 


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2